Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
24 sentuhan tangan reyhan


__ADS_3

Di kediaman keluarga anggara


selasai makan malam reyhan tengah berada di kamarnya ia duduk di atas kasur dengan bersenderan ke kepala ranjang, reyhan melamunkan sesuatu, lalu ia melirik pada sisi kanan kasurnya ada nakas disana dan di atas nakas ada ponsel miliknya, lalu ia mengambil pensel tersebut reyhan melihat di layar ponselnya seorang gadis yang begitu cantik tak terkalahkan oleh siapapun gadis itu tak lain ialah sane wanita yang selalu ia cintai, semakin lama ia memandang photo sane hatinya semakin bergejolak.


kerinduannya terhadap sane semakin besar namun ia berpikir kembali apakah pantas untuknya untuk menemui wanita yang di cintainya tersebut dengan membawa dosa karna sudah bernghianat dengan menghamili gadis lain, tanpa ia sadari air terjun mengalir di pipinya, air terjun tersebut adalah air tanda cintanya terhadap seorang gadis yang begitu ia cintai rasa cinta di hatinya terlalu besar sehingga ia tidak menyadari jika ada wanita lain yang tersakiti akibat sikapnya, lalu reyhan berkata di tengah tangisnya.


"Bagaimana keadaan kamu sayang? Aku sangat merindukan mu! Maafkan aku sudah menghianati mu, tapi cintaku hanya untukmu tak ada yang bisa menggantikan mu di hatiku, maafkan aku sane?"


gumam reyhan lalu ia mencium photo sane yang ada di ponselnya.


Saat ia memandangi sane di ponselnya tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk "tok tok tok"


"Dokter aku klara apa aku boleh masuk?"


"Ada apa?" Tanya reyhan ia mengusap air matanya.


"Ada yang mau aku bicarakan" jawab klara


"Apa?" Tanya reyhan.


"Bisa aku bicara di dalam?" seru klara.


"Masuklah" lalu reyhan kembali menaruh ponselnya di atas nakas.


Tak perlu di perintah lagi klara membuka pintu kamar reyhan dan masuk setelah berhasil masuk klara melihat reyhan yang duduk di kasur


"Dokter" ucap klara ia menghampiri reyhan, saat klara menatap wajah reyhan klara melihat mata reyhan sedikit sembab.


"Dokter!! Dokter kenapa? Dokter habis nangis yah?!" Tanya sane dengan semakin memperhatikan wajah reyhan, semakin dekat lalu ia duduk di hadapan reyhan, namun reyhan segera berdiri menghindari tatapan klara.


"Apaan sich kamu, siapa yang nangis ngaco?!" elak reyhan.


"Tapi itu mata dokter sembab begitu" tunjuk klara pada reyhan dengan jari telunjuk nya.


"Ada apa kamu kemari? Apa yang mau kamu bicarakan?" Tanya reyhan mengalihkan pertanyaan klara.


klara beranjak dari duduknya, menghampiri reyhan yang kini berdiri menghadap jendela kedua tangannya masuk kesaku celananya, tubuh reyhan yang atletis telihat dari belakang.


"Dokter boleh nggak aku jadi model cover majalah?" Tanya klara pada reyhan dengan seketika reyhan membalikan badannya dan memandang klara di sampingnya.


"Apa kamu mau jadi model cover majalah!?" Reyhan sedikit menaikan intonasi nada suaranya.

__ADS_1


"Biasa aja kali bilang nanya nya, aku kan kaget!" Ucap klara.


"Iya bolehkan dok?" tanya klara lagi, dengan tatapan penub harap.


"Kamu tau nggak jadi model itu seperti apa?" Tanya reyhan, klara menjawab dengan gelengan kepala.


"Klara,,, jadi model itu kamu harus mau berdandan menor, sexi, dan juga harus mau di peluk pria yang akan jadi pasangan model di cover majalah tersebut, lagian kamu sedang hamil?" ucap reyhan berusaha mengingatkan.


"Tapi enggak ko dok, katanya nggak photo sexi ini kan buat majalah semua umur,


buat mencegah pornografi jadi gak adà photo sexi-sexian, lagi pula mba arnet sudah tau ko kalau aku lagi hamil" ujae klara.


"Apa? jadi kamu bilang ke orang-orang kalau kamu lagi hamil, terus kamu bilang juga kalau aku sumaimu, iya!??" Reyhan mersa takut jika ia ketahuan sudah menikah.


"Nggak aku nggak pernah bilang pada siapapun kalau dokter itu suamiku"


"Baguslah" ucap reyhan lalu kembali berbalik menghadap jendela.


"Bolehkan dok aku jadi model cover majalah itu?" Tanya klara lagi.


"Terserah kamu tapi kamu harus membuat perjanjian agar kamu tidak di manfaatkan oleh mereka, kalau kamu mau terjun ke dunia seperti itu kamu harus pintar agar nggak di manfaatkan orang! Kamu ngerti?"


"Iya aku ngerti"


"Mungkin besok atau kalau nggak lusa"


"Oke nanti asisten pribadiku akan melihat prosedur-prosedur yang di buat pihak perusahaan majalah itu, apakah perjanjian kontraknya berat sebelah atau tidak" tukas reyhan.


"Baiklah kalau begitu terima kasih dokter sudah memberi izin"


"Hemm" jawab reyhan,


"Aku kembali kekamar"


"Klara" panggil reyhan


"Iya dok ada apa?"


"Apa kamu masih mengalai morning sicknes?" Tanya reyhan karna selama klara tinggal di rumah keluarga anggara reyhan tak pernah melihat klara muntah.


"Enggak dok selama aku tinggal di sini aku nggak pernah merasakan apa-apa, kecuali pergerakan lembut dari janin ku" jawab klara sambil melihat perutnya dan mengusap perut yang mulai terlihat buncit.

__ADS_1


"kadi dia sudah mulai gerak?"


"Iya dok usianya kan sekarang sudah empat bulan malah hampir lima bulan"


Reyhan tersenyum.


"Boleh aku memegangnya?"


Klara sedikit aneh dengan sikap reyhan yang tiba2 ingin memegang perutnya, klara diam sebentar lalu menganggukan kepalanya sebagai tanda bahwa ia mengijinkan reyhan memegang perutnya, klara juga menyadari bahwa reyhan adalah ayah dari jabang bayi yang di kandungnya.


"Kenapa enggak" kemudian reyhan mulai meraba perut klara dan lama ia menaruh tangannya di sana untuk merasakan gerakan jabang bayi yang tinggal beberapa bulan lagi akan lahir kedunia, tiba-tiba saat reyhan memegang perut klara tangan reyhan merasa ada getaran yang ia rasakan di telapak tangannya, reyhan terlihat tersenyum.


"Klara aku merasakan getarannya aku rasa dia akan jadi anak yang aktif, klara hanya diam saat reyhan memperlakukan dirinya seperti layaknya seorang istri pada umumnya, klara mulai menitikan air mata di pipi putihnya, dan bergumam.


"Seandainya kita benar-benar menjadi suami istri yang sebenarnya, aku pasti bahagia sekali" batin klara, reyhan melpas pegangan tangan nya dari perut klara dan menatap klara, lalu dengan segera klara mengusap air matanya saat melihat reyhan akan menatapnya.


"Kapan jadwal kamu kontrol kehamilan mu?" Tanya reyhan.


"Masih lama mungkin dua minggu lagi" jawab klara.


"Kamu jangan sampai lupa kontrol" seru reyhan


"Iya aku gak pernah lupa ko" ujar klara.


"Emm.. dok aku kembali ke kamar ya" pamit klara.


"Ya" lalu klara keluar dari kamar reyhan sampai di ambang pintu klara menoleh lagi ke arah reyhan, dengan tatapan sendu lalu segera pergi dari sana.


Sepeninggal klara reyhan kembali kekasur ia duduk di tepi kasur ia tersenyum saat ia ingat bagaimana getaran dari janin yang di kandung klara ia masih merasakannya lalu ia menatap telapak tangan kanannya, dan kembali tersenyum.


ke esokan paginya


seperti biasa klara mempersiapkan sarapan untuk semua pemilik rumah itu, tak lama pak anggara dan ku karina masuk keruang makan dan di susul oleh reyhan.


"tante paman sarapannya sudah siap"


"makasih sayang" kemudian bu karina duduk di kursi makan lalu klara mengambilkan nasi untuk pak anggara dan memasukan nasi tersebut ke piring pak anggara dan ia juga memasukan nasu ke piring bu karina.


setelah selesai ia pun duduk mengambil nasi dan lauk pauk untuknya.


Mereka sarapan dengan khidmat pagi itu setelah selesai sarapan klara reyhan dan pak anggara pergi ketempat pekerjaannya masing-masing tinggalah bu karina dan klara di rumah itu.

__ADS_1


**TBC


JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN NYA UNTUK MENDUKUNG DAN JANGAN LUPA VOTE NTA JUGA OKE OKE**


__ADS_2