Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
23 jadi artis


__ADS_3

Beberapa hari


Setelah mendapat ijin dari reyhan untuk menerima tawaran bu sapira untuk main film, ini klara tengah berada di lokasi shooting di sana peran klara bukan sebagai pemeran utama melainkan sebagai pemeran pembatu yang di mana klara adalah seorang wanita cantik kekasih pemeran utama pria yang datang dari luar negri namun setelah kedatangan nya pria tersebut mengabaikannya karna ke hadiran pemeran utama jadi peran klara di film nya bukan pemeran antagonis mau pun protagonis,


Ternyata akting klara sangat bagus dan sangat di sukai oleh produser meskipun klara baru belajar bermain film hari itu adalah hari terakhirnya ia shooting karna pembuatan film nya sudah rampung seratus persen,


Beberapa hari setelah film di tayangkan di tv kini wajah klara tampil di tv terlihat ada beberapa adegan yang di lakukan klara, akting klara sangat bagus.


Di kampung nanglu


Di kampung nanglu tempat orang tua klara tinggal, bu indi dan pak abdi baru pulang dari ladang pertaniannya di perjalanan tak sengaja bertemu dengan salah seorang tetangganya


"Bu indi dan pak abdi baru pulang dari ladang?" Sapa bu dora


"Iya" jawab bu indi


"Eh pasti kalian belum liat ya kalau di tv ada yang mirip klara dia main film ftv, mungkin dia beneran klara" bu dora memberitahukan bu indi dan pak abdi bahwa ia melihat ada artis baru yang mirip dengan klara,


"Ah bu dora ini ngaco gak mungkin anak saya jadi artis hahaha" pak abdi dan bu abdi menertawakan ucapan bu dora


"Ih tpi ini beneran dia mirip banget sama klara cuma dandanannya beda dia seperti orang kaya" bu dora berusaha membuat suami istri itu percaya


"Masa sich" ucap bu indi


"Ya sudah lah bu dora kita harus pulang karna kita belum shalat dzuhur" ujar pak abdi mengalih pembicaraan karna menurut pak abdi itu hal yang tak penting,


"Iya pak saya juga hampir lupa saya mau ke toko sebrang jlan sana saya duluan" kemudian bu dora melnjutkan perjalanannya menuju toko yang akan di tuju nya begitu juga pak abdi dan bu indi ia melanjutkan perjalanan pulangnya, dan sampai di halaman rumah tiba-tiba ada seseorang yang memanggil


"Bu bu indi!" Panggil seseorang dan ternyata rania sahabat klara yang sengaja datang menemui orang tua sahabatnya,


"Eh nak rania ada apa?" Tanya bu indi, sedangkan pak abdi terus masuk kedalam rumahnya,


"Bu saya kesini cuma mau nagsih tau kalau tadi saya melihat klara ada di tv pasti ibu belum melihatnya kan?" Rania sengaja datang ke rumah pak abdi untuk mememberi tahukan jika ia melihat klara di tv seperti apa yang dia lihat bu dora.


"Yang benar nak rania? Tadi bu dora juga bilang kalau ada yang mirip klara di tv!" Bu indi bingung antara percaya atau tidak.


"Iya bu rania rasa itu memang klara bukan cuma mirip, soalnya rania lihat di lehernya ada tahi lalat seperti yang di miliki klara" rania meyakinkan bu indi


"Mungkin kebetulan aja orang itu juga punya" ucap bu indi


"Masa sama banget sich! Bu klara suka nelpon ibu nggak?" Tanya rania


"Iya dia sering nelpon kesini apalagi setelah dia di belikan handphone oleh suaminya dia sering nelpon kesini" ucap bu indi


"Wah syukurlah bu, aku sebagai temannya ikut bahagia" rania adalah sahabat terbaik klara rania sering mengajarkan kebaikan pada klara karna dia adalah anak seorang ustadz.


"Iya dia sering cerita sama ibu kalau mertuanya sangat baik padanya, oh iya nak klara masuk yu masa mau berdiri terus di sini" ajak bu indi yang baru menyadari jika sedari tadi mereka ngobrol sambil berdiri,


"Gak usah bu lagian rania gak lama ko" "nanti saja masuk dulu, selama klara ikut suaminya ibu jarang ketemu nak rania"


"Terima kasih bu, kayanya rania harus pulang takut di cariin umi"


"Baiklah"


"Rania permisi ya bu maaf kalau tadi rania ganggu" rania berpamitan pada bu indi


"Gak apa-apa" kemudian bu indi masuk kerumahnya ia mencari suaminya.


"Pak.. pak.. pak..!" Bu indi memanggil-manggil suaminya di dalam rumah


"Ada apa bu aku di sini di kamar mandi" jawab pak abdi dari dalam kamar mandi

__ADS_1


"Bapak cepetan dong mandinya ibu mau bicara sesuatu" bu indi tak sabar ia ingin membicarakan anaknya yang katanya jadi artis


"Bicara apa bu" pak abdi yang kebetulan baru mandinya selesai keluar dari kamar mandi


"Pak mungkin benar yang di tv itu yang di lihat rania sama bu dora memang klara" bu indi mulai mempercayai apa yang di katakan rania dan bu dora


"Ah ibu ini kita kan belum lihat artis itu siapa tau cuma mirip"


"Tapi pak kata rania gadis yang di tv itu juga punya tahi lalat di leher seperti klara" ucap bu indi sambil berjalan mengikuti suaminya menuju kamar.


"Mungkin kebetulan saja bu"


"Ah bapa ini"


"Ah sudah lah bu bapak mau shalat dzuhur dulu" ucap pak abdi sambil memakai kopiah, setelah berpakaian rapih kemudian pergi keluar hendak pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat dzuhur di masjid terdekat karna sudah jadi kebiasaan warga kampung sana melaksakan shalat selalu di masjid meski ketinggalan berjamaah.


"Sudah lah bu sekarang mendingan ibu segera pergi mandi dan shalat setelah itu baru ibu cari klara di tv" ucap pak abdi sedikit mledek istrinya.


"Dasar bapa ini" kemudian bu indipun pergi mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi


Jakarta


Di lokasi shooting klara baru akan pulang, dari shooting film keduanya, yang baru akan di mulai dan kali ini klara sebagai pemeran utamanya saat akan pergi dia di panggil seseorang.


"Klara...!" Klara berbalik pada sumber suara yang memanggil,


"Iya ada apa"


"Bisa kita bicara sebentar" seru orang tersebut.


"Kenalkan nama saya arneta casandra, panggil saja arnet" ucap orang yang bernama arnet, sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan sebagai salam perkenalan.


"Saya manager majalah lala" sambung arnet setelah memperkenalkan dirinya pada klara.


"Bisa kita bicara di cafe sebrang sana?" Ajak arnet


"Emm... boleh, tapi maaf sebelumnya ada apa ya!?" Tanya klara penasaran


"Nanti kita bicara di sana saja nggk enak kan kita bicara sambil berdiri"


"Iya baiklah"


"Ayo" kemudian arnet mengajak klara menaiki mobilnya karna tempatnya tak jauh dari lokasi tempat shooting klara akhirnya sampailah di cafe tersebut, lalu arnet memanggil cafe waitress lalu memesan makanan dan minuman untuknya dan untuk klara.


"Kamu mau minum apa?" Tanya arnet, klara bingung karna ia tak banyak tau mengenai makanan di cafe elit seperti itu.


"Samakan saja sama mba arnet" ucap klara karna ia pikir ia tak mau salah pesan makanan yang akan membuat perutnya sakit.


Tak menunggu lama makanan dan minuman pesanan mereka datang klara melihat makanan yang di pesan arnet sangatlah asing menurutnya.


"Kenapa sich mba arnet ini ngajak aku ke cafe ini! di sini pasti makanan sama minumannya mahal kaya di restoran mall waktu itu mana makanan, cuma secuil lagi! ini mah pasti uangku habis buat bayar makanan ini, tapi kalau nolak nggak enak juga" gumam klara dalam hati, lalu ia menikamati makanan yang terhidang tersebut, dan ia segera bertanya pada arnet soal tujuan membawanya ke cafe tersebut


"Maaf mba sebenarnya mba ada apa ya ngajal saya di sini?" Tanya klara ia tak mau berlama-lama


"Begini klara, saya cuma mau membicara soal bisnis"


"Bisnis apa ya mba?" Tanya klara penasaran


"Jadi begini Perusahaan kami sedang mencari artis perempuan cantik untuk cover majalah kami, dan saya melihat kamu di televisi, saya rasa kamu cocok untuk caver majalah kami" ucap arnet


"Ah mba ar-arnet ini ada-ada saja, saya cantik dari mana mba, masih banyak artis yang lebih cantik dari saya masa saya di bilang cantik! Eh tapi terima kasih sudah muji saya"

__ADS_1


"Beneran kamu ini cantik, makanya saya nawarin kamu untuk jadi model di majalah saya, kamu mau kan?"


"Emang kerja gimana mba?"


"Cuma pemotretan doang"


"Oh gitu tapi saya harus ijin dulu sama suami" ucap klara yang membuat arnet kaget karna ia tak tau jika klara sudah menikah!


"Jadi kamu sudah menikah?"


"Iya mba dan sekarang saya sesang hami 4 bulan"


"Hamil!!!!!" Arnet kaget


"Iya mba memang belum kelihatan mba makanya saya ikut shooting sebelum film pendek soalnya kalau kelamaan shooting perut saya bakalan kelihatan"


"Umur kamu berapa?"


"Aku 20th mba"


"Oh ternyata kamu nikah muda"


"Tapi nggak apa-apa karna perut kamu belum kelihatan jadi masih bisa untuk pemotretan"


"Maaf mba tapi nanti pake bajunya seksi nggak?" Tanya klara


"Nggak ko ini majalah untuk semua umur jadi pakaian yang akan kamu kenakan nanti nggak terlalu terbuka untuk mencegah pornografi"


"Oh gitu baiklah mba nanti saya bicarakan pada suami saya dulu"


"Ok gak masalah"


"Baiklah kalau begitu silahkan di lanjut menikamati makanannya, ini cafe terbaik lho di jakarta, gimana makanan nya enak kan?"


"Enakan juga masakan ibu di kampung dari pada kue yang cuma secuil ini" gumam klara, namun ia harus tetap menghargai arnet karna ia yang mengajaknya ke cafe tersebut.


"Iy-iya enak mba, tapi kayanya saya harus segera pulang mba" menjawab pertanyaan arnet


"Baiklah saya bayar dulu makanannya" kemudian arnet memanggil cafe waitress


"Berapa semuanya?" Tanya arnet pada


Pelayan yang membawa bil setelah melihat jumlah yang harus di bayar arnet memberikan uang pada pelayan tersebut


"Ini semuanya"


"Punya saya biar saya saja mba yang bayar


"Nggak usah kan saya yang ngajak kesini, jadi saya harus tanggung jawab"


"Tapi mba itu sangat mahal"


"Nggak apa-apa ko harga segini sudah biasa ko biasanya malah labih dari segini"


"Oo ya wah mba ini pasti orang kaya" cetus klara, arnet tersenyum mendengar ucapan klara


"Enakan juga masakan ibu di kampung dari pada kue di sini" gumam klara


Setelah selesai makan mereka pulang


Klara pulang dengan taxi online yang di pesannya, sebelumnya klara sempat mau di antar arnet namun di tolak oleh nya karna ia nggak mau kalau sampai orang tau kalau ia tinggal di rumah mewah.

__ADS_1


TBC


__ADS_2