
Kesempatan hidup untuk mendapat kebahagian itu didapat dari bagaimana kita menyikapi hidup dan bagaimana kita memandang kehidupan yang tengah kita jalani.
___________
Reyhan dan yang lainnya memutuskan untuk tinggal beberapa hari di kampung tempat sane kini berada, pagi berganti siang, siang berlalu berganti malam suara-suara penyeru di malam dan siang pun bergantian ketika pergantian waktu.
Rumah besar yang brada perkampungan itu terbilang sangat mewah meski rumah tersebut terbilang rumah jadul namun rumah tersebut masih terbilang mewah rumah tersebutpun memiliki beberapa kamar tamu yang khusus di sediakan untuk setiap para tamu yang datang kesana, tak jauh dari rumah tersebut terdapat bangunan pabrik karet atau leum yang setelah di cetak akan dibawa ke pabrik-pabrik oleh para pengusaha pembuatan berbagai macam bahan sepatu, sendal, furniture bahkan alat-alat rumah tangga yang terbuat dari karet.
Keluarga sane adalah pemilik tanah di perkampungan tersebut yang kini di wariskan terhadapnya, hampir tujuh puluh persen tanah di perkampungan tersebut adalah miliknya, di tanah perkebunan yang luas tersebut sane menyuruh para petaninya untuk menjadikan tanah tersebut menjadi sebuah perkebunan karet, cengkeh, kayu jati, juga kebun teh yang sangat luas, san juga membangunkan sebuah rumah untuk para pekerja yang bekerja di perkebunannya rumah tersebut biasa di sebut bedeng jika di kampung itu, rumah panggung terbuat dari kayu yang di bangun senyaman mungkin, bangunan tersebut sangat membantu masyarakat di sana yang belum memiliki tempat tinggal, di sana sane terkenal dengan keramahanya biasanya setiap sane berkunjung kesana menjadi suatu kebahagiaan bagi para pekerjanya, sane selalu membahagiakan para pekerjanya dengan berbagai cara dari mulai memberikan hadiah sane juga memberikan bonus tambahan dari gaji yang mereka dapat tiap bulannya.
__________
Reyhan, klara, dan intan tengah beristirahat di kamar tamu yang sengaja di sediakan khusus untuk mereka bertiga, sedangkan reynant, lira dan alea berada di dua kamar yang berbeda yang tak jauh dari kamar reyhan.
Reyhan duduk di sofa di sembari menggendong intan di pangkuannya sedangkan klara baru selesai membersihkan tubuhnya, selesai berpakaian dan merapihkan rambutnya klara mengajak intan ke tempat tidur.
"Sayang sini bobo sama bunda" ajak klara seraya menepuk kasur yang akan di tidurinya, intanpun turun dari pangkuan ayahnya dan berlari menghampiri klara lalu naik ke atas kasur kemudian membaringkan tubuhnya di samping klara yang juga sudah berbaring di kasur tersebut siap menidurkan anak semata wayangnya.
"Ayah gak di ajak bobo juga!" Goda reyhan.
"Ayah sini" ajak intan melambaikan tangannya.
"oke ayah segera meluncur kesana" kata reyhan yang bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri istri dan anaknya yang sudah berbaring di atas kasur.
"Sayang susunya sudah di minum belum yang tadi ayah bikinin?" Tanya reyhan pada anak kesayangannya.
"Udah ayahhh" jawab intan.
"Pinter anak ayah" puji reyhan.
"Ayah intan kan main sama aska aku di kasih sesuatu sama aska" kata intan.
"Sesuatu? Apa itu?" Reyhan mengernyitkan alisnya menanggapi.
"Aku ambil dulu ya" lalu intan turun dari kasur untuk mengambil sesuatu yang di berikan aska, tak lama intan kembali menghampiri kedua orang tuanya dan kembali naik ke atas kasur dan menunjukan barang yang ia maksud.
"Ini ayah" intan menunjukan gantungan kunci dengan bentuk karakter dari film kartun jepang yang sering di putar di televisi indonesia.
"bagus sekali sayang ini pasti mahal" kata reyhan.
__ADS_1
"Ayah ginian doang di tukang jepitan juga ada kali, di toko ku juga ada!" Sambung klara.
"Gak sayang ini gantungan mahal aku yakin ini di lapisi berlian aku yakin sekali aku tau mana yang asli dan yang palsu" jawab reyhan.
"Berarti ayah tau dong di toko bunda bukan yang asli" kata klara sembari memanyunkan bibirnya.
"Tau dong" ucap reyhan.
"Terus kenapa waktu itu beli mainan untuk intan di tempatku" protes klara.
"Ya karna kamu yang jual" ujar reyhan.
"Emang waktu itu kamu sudah tau kalau aku punya toko mainan di mall?" Klara penasaran.
"Tau lah, reynant selalu memberitahukan semua kegiatan kamu padaku waktu itu, termasuk kegiatan kamu saat pacaran sama si rinto" kata reyhan.
"Ohhh jadi gitu ya rupanya kamu nyimpen mata-mata buat mata-matain aku" tukas klara seraya mencubit perut reyhan yang berada di sebelah intan.
"Sakit sayang!" Reyhan mencoba menahan tangan klara yang kembali akan mencubitnya sedangkan yang berada di tengah-tengah tubuh antara badan orang tuanya merasa terganggu.
"Bundaaa" rengek intan.
"Ngantuk ya" tanya Reyhan.
"Ya udah kita bobo ya dan besok intan kembaliin ya gantungan kunci itu pada aska"
"Kenapa bunda?"
"Sayang kata ayah itu gantungan mahal yang terbuat dari berlian takutnya momy nya aska nanti nanyain, aska ngasih sama itu sama intan belum tentu momy nya ngasih, iya kan?" klara menjelaskan maksudnya pada intan.
"Bukan terbuat dari berlian tapi di lapisi berlian" sambung reyhan.
"Ya sama saja"
"Beda dong, kalau terbuat dari berlian seluruhnya terbuat dari berlian kalau di lapisi artinya hanya sedikit dan hanya di buat untuk memperlenkap atau mempercantik agar terlihat mewah dan berharga" reyhan.
"Iya lah terserah pak dokter saja, yuk sekarang kita bobo" klara memeluk intan.
Dan akhirnya karna intan sudah sangat cape seharian main bersama aska intan pun tertidur pulas dengan memeluk klara sedangkan klara masih belum mengantuk ia melirik reyhan yang tengah memainkan ponselnya.
__ADS_1
"Sayang sudah malam gak tidur? main hape mulu" tukas klara. Mendengar istrinya berkata reyhan menoleh kemudian menyimpan ponselnya di atas nakas di samping tempat tidur lalu berbalik menghadap klara dan memandang klara dengan lekat.
"Kamu jangan liatin aku terus" ucap klara dengan nampak terlihat malu.
"Sayang kamu cantik, selain cantik kamu baik kamu sangat bijaksana aku beruntung memiliki istri seperti kamu" kata reyhan seraya mengusap rambut klara.
"Kenapa tiba-tiba muji-muji aku! jangan-jangan mau sesuatu ya, maaf malam ini, jangan minta yang aneh-aneh ya! karna di kamar ini ada nich, bukan cuma kita berdua" klara menunjuk intan dengan matanya yang sudah tertidur pulas.
" kalau maunya sekarang giman? itu kenikmatan dunia sayang" ucap reyhan.
"jangan malam ini" kata klara.
"Tau gitu kemarin aku ajak asri kesini" ujar reyhan.
"Apa mas suka sama asri mas mau???....."
"Mau apa? siapa yang suka sama asri? Maksud aku ajak asri kesini biar intan ada yang ngasuh dan tidurnya sama asri, bukannya aku mau tidur sama si asri"
"Kirain mas mau tidur sama asri"
"Ya nggak lah kan aku punya istri yang cantik kaya gini masa tidur sama orang lain!" Kata reyhan.
"Emmmh awas aja kalau sampai aku melihat kamu sama orang lain!" Seru klara.
"Setiap hari kan kalau di luar rumah selalu sama orang lain, sama klient, sama para karyawan, bahkan sama para dokter dan perawat kalau lagi di rumah sakit" kelakar reyhan.
"Ya kalau itu beda, itu kan kamu lagi kerja" tukas klara reyhan tersenyum mendengar ucapan klara.
"Sayang kamu tenang saja aku gak akan macam-macam di belakang kamu aku hanya mencintai kamu gak akan ada orang lain lagi di hati aku" ucap reyhan sembari mngelus rambut klara.
"Yakin!?" Klara.
"Kenapa nggak? Kamu kan wanita yang paling baik dan aku beruntung memperistri kamu, benar-benar beruntung sayang" reyhan memandang wajah klara.
"Kamu itu berlebihan sayang muji-muji aku, nanti hidung aku terbang karna kamu puji-puji terus, mendingan kita tidur sudah malem" ajak klara seraya meraih tangan reyhan yang tengah mengusap rambutnya kemudian menggenggamnya lalu mencium tangan reyhan.
"Ya sudah tidur yang nyenyak ya sayang dan jangan lupa mimpiin aku dengan mimpi yang indah!" Reyhan.
"Pasti dong sayang karna kamu selalu ada di setiap mimpi aku" kata klara, reyhan tersenyum memandang wajah istrinya yang mulai memejamkan mata, reyhan pun mulai merasa mengantuk lalu ia pun mulai memejamkan mata dan akhirnya tertidur pulas.
__ADS_1
To Be Continue