
Reyhan menceritakan apa yang terjadi pada sane.
"han mamah minta maaf sebenarnya mamah sama papah kamu sudah tau semua tentang sane" kata bu karina.
"apa? mamah sudah tau semuanya dan mamah sama sekali gak ngasih tau aku!" reyhan menaikkan intonasi suaranya terlihat marah.
"kapan mamah tau?" Tanya reyhan.
"waktu mamah sama intan pertama kali kesini setelah mamah beberapa hari di sini mamah melihat berita di televisi kalau seorang aktor korea yang juga suami dari sane mengalami kecelakaan itulah sebabnya mamah mengundur kepulangan kita ke indonesia mamah juga selalu datang ke tempat sane untuk memberikan semangat agar tak merasakan kesedihan yang mendalam namun kesedihan sane terlalu dalam karna dia juga tak bisa menerima kenyataan di tinggal kakaknya, han waktu itu mamah takut kamu kembali sama sane sedangkan mamah berharap kamu kembali pada klara, dan saat itu kamu juga tengah kembali memperbaiki kesalahan kamu pada klara" jawab bu karina.
"mam tapi menurut aku mamah keterlaluan meskipun saat itu aku tau aku gak mungkin kembali pada sane karna aku sudah mencintai klara"
"tapi sayang"
"sudah lah mam" reyhan beranjak dari tempat duduk lalu pergi dari ruangan tempat bu karina dan pak anggara berkumpul.
"sayang!" seru klara lalu ia pun menyusul reyhan.
"sayang kamu jangan seperti itu sama mamah!" ucap klara lirih.
"harusnya mamah memberi tau aku soal sane mungkin aku gak akan merasa bersalah padanya" kata reyhan yang berdiri di balkon memandang ke area luar.
"sayang aku tau kamu pasti kecewa tapi apa kamu gak bisa memaklum mereka, kalau waktu itu mamah atau papah memberitahukan tentang sane mungkin sekarang kita belum menjadi suami istri kembali iya kan? karna kamu pastu sibuk mengurusi sane" kata klara reyhan memandang klara dan kembali memeluk klara.
_________________
Bali
lira kembali tenang alea duduk di samping lira ia terus memegangi tangan lira yang mulai kembali memejamkan mata setelah dokter memberikan obat penenang, sedangkan tuan wiguna duduk di sofa ia tengah mengobrol dengan reynant tentang kejadian yang menimpa anaknya.
"kita harus membawa lira ke jakarta" kata reynant.
"iya sebaiknya begitu" jawab tuan wiguna.
"kapan rencananya kamu akan kembali ke jakarta" tanya tuan wiguna pada reynant.
"sebenarnya pekerjaan kita sudah selesai dan kita rencana kembali besok" reynant.
"ya kita akan kembali ke jakarta besok dan hari ini saya akan menemui haryawan di kantor polisi"
Sor**e hari ke esokan harinya**
keluarga tuan wiguna dan juga reynant telah kembali ke jakarta reynant kini berada di rumah ia tengah duduk di kursi makan dengan laptop di meja yang berada di hadapannya tiba-tiba reynant beberala pelayan berlarian keluar rumah.
"ada apa si dengan mereka? apa ada kebakaran?!!" gerutu reynant dengan pandangan menyapu seluruh ruangan dan mengendus-ngendus bau sesuatu
__ADS_1
"ahkk gak ada kecium bau barang kebakar!" gerutu reynant lagi, reynant memandang ke arah para pelayan pergi, kebetulan pada salah satu pelayan yang tak ikut berlari muncul.
"hey kamu"
"iya tuan muda" sang pelayan yang di panggil menghampiri reyhan dengan membungkukan kepala.
"kenapa semuanya pada berlari keluar?" tanya reynant.
"anu tuan, tuan muda reyhan dan juga nona sane pulang" jawab sang pelayan.
"hahhh!!!" reynant tak berkata lagi ia diam dengan mukut sedikit menganga reynant merasa bingung kenapa kedatangan abangnya sudah seperti kedangan sang raja dari kerajaan majapahit sampai segitunya pelayang menyambut abangnya itu yang di pikirkan reynant.
"ada yang mau di tanyakan lagi tuan"
"gak ada sudah lah kamu kembali sana dan kamu ikut menyambut raja pajajaran itu!" Kata reynant.
"baik tuan, eh maaf tuan katanya tadi raja majapahit tapi ko ganti lagi jadi raja pajajaran" ucap sang pelayan.
"iya terserah kamu maunya kamu kerajaan mana?" jawab reynant
"baik tuan" lalu sang pelayan dengan segera pergi dari hadapan reynant.
"kanapa jadi ngebahas kerajaan!!! aduhhh nurut aja lagi dia, emang bang han itu dia beneran keturunan raja?" kata reynant bicara sendiri setelah sang pelayan pergi menyusul temannya untuk menyambut reyhan dan juga klara.
"prabu siliwangi kita sudah pulang" ucap reynant.
"mamah pulang juga"
"gak papah masih ada urusan di sana"
"orang tua gak pernah diam di rumah dari dulu gitu sudah tua mikirin bisnis terus gak inget apa kalau di sini dia punya anak!" gerutu reynant.
"kamu ini kayak anak kecil"
"ya emang dari aku kecil kan bang di tinggal mulu gede dikit di suruh sendiri di negara orang"
"ah kamu protes sana sama orangtua kamu itu, kamu sudah pulang dari bali gimana proyek kamu di sana?" Tanya reyhan setelah melihat reynant datang menhampiri.
"proyek aku lancar bang cuman ada masalah sedikit" jawab reynant kemudian ia pun duduk di sofa dekat reynant.
"bang han sendiri ko sudah pulang!? bukannya kata abang masih akan beberapa hari lagi di sana"
"aku pulang karena ada urusan di sini"
"intan mana?" tanya reynant.
__ADS_1
"itu" reyhan memnunjuk intan yang tertidur lelap tengah berada di gendong salah satu pelayan.
"bang han ko pulang nya kesini?"
"kenapa memangnya? Gak boleh aku kesini?"
"ya bukannya gak boleh aneh aja gitu biasanya juga bang han jarang kesini"
"aku kesini sengaja soalnya klara mabok perjalanan makanya mampir dulu kesini kalau langsung kerumah kan jauh lagi kasian dia"
"emmh gitu, tadi aku kaget waktu bang han datang kirain ada kebakaran semua pada keluar eeh taunya menyambut raja salman datang kemari" celoteh reynant.
"bagus dong, aku nemuin klara dulu" lalu reyhan pergi kekamar untuk menemui klara.
"bagaimana sayang sudah enakan?" Tanya reyhan pada klara yang tengah di uruti bahunya oleh sri salah satu pelayan lama yang bekerja di rumah keluarga anggara.
"lumayan aku sudah enakan"
"intan mana sayang?"
"intan tadi samaaa siapa namanya aku gak tau" jawab reyhan.
"sama bi elas non, di tidurkan du kamarnya"
"oh iya maaf kan aku ya merepotkan kalian" ucap klara.
"nggak non siapa yang merasa di repotkan?"
"sayang kamu mau mandi?" tanya klara pada reyhan yang duduk di sofa.
"iya nanti saja"
"mba sri udahan aja aku sudah enakan mba bisa kembali"
"baik non" sri keluar dari kamar klara.
"sayang mandi sana, setelah itu nanti aku yang mandi"
"aku mau kita mandi bareng, sambil mein sesuatu disana!" kata reyhan dengan mengedipkan sebelah matanya lalu mengahampiri klara.
"apaan si" klara membuka pakainnya dan menggantinya dengan piama mandi.
"ayolah sayang, semalam kita gak melakukannya kan" ucap reyhan lalu memeluk klara dari belakang dan menciumi leher klara tanpa memperdulikan bau minyak urut yang menepel di disana, reyhan membalikan klara kemudian mencium ***** klara tangan reyhan mulai bermain pada dua gunung milik klara lalu meng******* membuat klara******* reyhan menarik Klara ke kamar mandi kemudian menarik tali piama yang melingkar di pinggang klara hingga piama klara terbuka reyhanpun ******* lalu melempar nya ke sembarang tempat reyhan menyalakan shower dan mengguyur mereka berdua dan penyatuan tubuh di bawah guyuran air yang keluar dari showerpun terjadi, hentakan demi hentakan ke tubuh klara reyhan lakukan di bawah di sana dengan air terus menguguyurnya.
To Be Continue
__ADS_1