
Setelah memarkirkan mobil sang pemandu mengajak semuanya untuk menuju rumah yang di maksud, setelah sampai reyhan dan yang lainnya di persilahkan masuk sedangkan sang pemandu memanggil salah satu pelayang di rumah tersebut untuk memanggil majikannya.
"Euma ada dimana? Tolong bilang tamunya sudah datang" kata sang pemandu.
"Mas jadi mereka sudah tau kalau kita mau kemari?" Bisik klara pada reyhan setelah mendengar sang pemandu mengatakan seolah orang akan si temui sudah tau akan kedatangan mereka.
"Pasti sayang asisten rumah tangga di rumah neneknya sane pasti bilang kalau ada yang mencari sane" jawab reyhan.
"Emmmhhhh" gumam klara.
"Silahkan duduk dulu eumanya lagi di panggil dulu" sang pelayan mempersilahkan semuanya untuk duduk.
"Terima kasih" ucap klara.
"Gila ya tempatnya jauh banget ko mba sane mau si tinggal di perkampungan kaya gini!" celoteh reynant
"Eh tapi gak nyangka lo di pedalaman kaya gini ada bangunan yang sebesar ini dan cukup elegant menurut aku" kata lira.
"Iya kalau menurut semuanya juga bagus" timpal reynant.
"Gak semuanya, contohnya lu, menurut gw lu gak ada bagus-bagusnya" cetus lira.
"Itu karna mata lu kelilipan ikan asin" reynant.
"Enak aja lu kalau ngomong" protes lira.
"Sudah, sudah dimana-mana berantem mulu" klara berusaha menghentikan perdebatan mereka berdua.
"Tau ih mas rey sama kakak debat mulu tiap ketemu" sambung alea.
Tak memakan waktu lama akhirnya orang yang mau di temuipun muncul namun bukan sane melainkan nenek sane yang biasa di panggil eumak.
"Reyhan!" Sapa eumak, semuanya berdiri setelah melihat sang pemilik rumah datang.
"Iya mak apa kabar?" Jawab reyhan sembari menyalami eumak.
"Alhamdulillah eumak baik" kata eumak mambalas salam reyhan.
"Kamu sendiri kumaha? Sehat?" Tanya Eumak dengan logat sundanya.
"Aku baik mak alhamdulilah, kenalkan ini istri saya dan ini intan anak saya" reyhan memperkenalkan keluarga kecilnya.
__ADS_1
"lucu sekali anakmu" eumak mengusap pipi intan.
"Istri kamu teh meni geulis pisan!" Eumak mengagumi klara.
"Ini reynant ya?" Eumak mengenali reynant karna waktu reyhan dulu masih menjalin hubungan dengan sane reynant sering bertemu keluarga sane termasuk eumak yang sering bolak-balik jakarta pelabuhan ratu meskipun usianya sudah tua namun masih nampak sehat dan kuat.
"Iya mak aku reynant eumak masih ingat aku mak?" Kata reynant.
"Ya ingat atuh meskipun eumak sudah kolot tapi ingatan eumak belum pikun" jawab eumak.
"Sok atuh duduk" eumak mempersilahkan untuk duduk kembali.
"Aduh.. ari orang kota meuni garelis pisan nya!" Kata euma seraya ikut menghenyangkan pantatnya.
"Sok atuh kalian kesini ada apa? Pasti ada perlu nya?" Ujar eumak.
"Kita kesini mau ketemu sane bagaimana keadaannya?" Tanya reyhan.
"Emmhhh sangat buruk itu sebabna eumak membawa dia kesini" kata eumak.
"Buruk bagaimana?" Tanya klara seolah penasaran.
"Pokok namah buruk, sane mengalami defresi lagi setelah di tinggal suami sama kakaknya, ya allah kunaon nasib budak teh menang jelek-jelek teuing eumak sudah gak kuat melihatnya sedangkan sekarang dia sudah punya anak"
"Sekarang dia gak mau bertemu siapa pun malah askapun anaknya di suruh menjauh karna katanya dia membawa sial semua orang di larang untuk mendekatinya eumak juga kasian pada aska setiap dia mendekatinya aska malah di marah-marahi" kata eumak.
"Separah itu mak?"
"Iya eumak kasian sama dia, dia terus nyalahken dirina sorangan yen manehna pembawa sial katanya"
"Sudah di bawa psikiater?" Tanya reyhan.
"Sudah beberapa dokter psikiatri yang kami temui bahkan kami sengaja menyewa dokternya untuk tinggal satu minggu di sini namun tak ada perubahan rencananya kita akan membawa sane ke jerman untuk pengobatannya di sana.
"Apa boleh kita menemuinya?" Ujar reyhan.
"Boleh tapi kamu pasti kaget melihat ke adaan dia sekarang" kata eumak.
"Dimana dia?" Tanya klara.
"Mari" eumak mengajak reyhan dan klara ke tempat sane .
__ADS_1
"Kalian tunggu di sini!" Seru klara pada yang lain.
"Oke" jawab lira.
Lalu dengan segera klara mengikuti eumak untuk menemui sane, karna rumah tersebut cukup besar bahkan orang di kampung sana biasa di sebut gedong.
Reyhan dan sane di bawa eumak ke sebuah ruangan yang di mana ada sane di sana, eumak membuka pintu ruangan tersebut, nampak seorang wanita yang terduduk bersender di satu sofa tunggal dengan mengangkat kedua kakinya ke atas sofa dan mendekap lututnya dan sama sekali tak bereaksi ketika eumak membuka pintu ruangannya.
Wanita yang malang! seorang wanita yang boasa dengan biasa dengan gayanya yang modis namun tetap sederhana pesona kecantikannya yang selalu terurai, tak sedikit kamu adam yang tergila-gila padanya ketika melihat kecantikan sane, seorang wanita dengan memiliki seribu kuasa, apapun yang di harapkannya akan terpenuhi hanya dengan jentikan jari, sane adalah seorang pengusaha sane yang memeliki beberapa perusahan di luar dan dalam negri.
Namun kini wanita yang dulu di kenal kenal dengan kekuasaan nya itu kini keadaannya berbalik seratus delapan puluh derajat keadaannya sangat buruk tak lagi nampak sane yang dulu.
"Itu dia" tunjuk eumak, reyhan dengan jelas dapat melihat sane yang terlihat kusut dari ambang pintu, keadaannya sangat buruk.
"Mak! kenapa di tempatkan di ruangan seperti ini?" Tanya reyhan.
"Di gak mau di ruangan yang lain, sane lebih suka disini, eumak menyuruhnya untuk pindah ke ruangan lain tapi dia malah menangis dan marah" jawab eumak.
"Boleh aku kesana?" Reyhan.
"Tentu Silahkan siapa tau sama kamu dia akan lebih tenang kalau begitu eumak tinggal dulu" kata eumak.
"Ayo sayang" ajak reyhan pada klara seraya mengenggam tangan klara, lalu reyhan dan klara masuk dan mengahampiri sane yang hanya terdiam tanpa bereaksi apa-apa.
"Hi cewek cantik" sapa reyhan setelah berada di dekat sane, dengan masih menggenggam tangan klara.
Sane mengangkat kepalanya dengan pelan dan melihat reyhan, sane memandang reyhan dengan seksama.
"Pak reyhan" ucap sane dengan nada lemas.
"Iya ini aku" reyhan melepas tangan klara lalu membungkuk mengimbangi tubuh sane yang duduk di sofa.
"Tidak jangan dekat-dekat pergi! Aku gak mau kalian celaka karna aku, aku pembawa sial pergi, pergi!" Ucap sane sambil berlari dan pergi menjauhi reyhan.
"Sane tolong jangan bilang seperti itu" ujar reyhan lalu reyhan berusaha mendekati sane yang berdiri gemetar di dekat jendela yang masih tertutup gorden.
"Jangan mendekat!" Seru sane.
"Sane aku gak mungkin celaka karna mendekati kamu" kata reyhan.
"Nggak, nggak, nggak aku pembawa sial, aku pembawa sial semua orang yang aku cintai akan meninggal" ucap sane, ia menjatuhkan tubuhnya kelantai dengan berpegangan pada gorden kini ia terduduk di lantai dab terlihat lemas.
__ADS_1
"Oke! kalau menurut kamu orang yang kamu cintai akan meninggal, tapi aku bukan orang yang kamu cintai kan?! dan aku kesini, aku mau memperkenalkan istriku" ujar reyhan, perkataan reyhan berhasil membuat sane tenang.
To Be Continue