
Setelah satu minggu bu karina dan pak anggara berada di korea.
Hari ini kedua orang suami istri itu tengah bersiap-untuk pulang ke indonesia, selama satu minggu di korea bu karina tak pernah luput membujuk anak sulungnya untuk segera kembali ke jakarta, namun reyhan tetap bersikeras untuk mengajar cintanya.
Sungguh miris seorang laki-laki begitu kuat hatinya mencintai wanita yang kini sudah tak lagi menginginkannya, bahkan mungkin bisa di bilang kini reyhan yang seorang dokter spesialis saraf terkenal itu sudah tak memiliki harga diri lagi di hadapan seorang sane.
Sane sudah tak menginginkan reyhan ia bahkan sudah tak berharap apa-apa lagi pada laki-laki itu karna sane sendiri sudah mengetahui segala pakta kebenaran tentang reyhan lelaki yang dulu pernah merajai hatinya yang kini akan segera memeliki anak dari wanita lain.
Sane bukanlah wanita bodoh sane wanita pemilik segala kenikmatan dunia dari mulai harta, tahta, jabatan ia miliki semua apa pun yang dia inginkan di dunia, ia mampu mendapatkannya dengan jentikan ujung jarinya dan itulah yang juga di lakukan sane ketika ia menginginkan informasi tentang reyhan saat di kampung nanglu yang sama sekali tak pernah mengabarinya.
Tanpa sepengetahuan reyhan sane menyuruh orang suruhan untuk memata-matai reyhan di kampung tersebut, dan sane mendapat kabar dari orang suruhannya bahwa reyhan sudah menikah, bahkan sane tau kalau sekarang klara tengah hamil tua dan sebentar lagi akan melahirkan keturunan reyhan.
Namun sane salah ketika orang suruhannya ia kirim untuk mengetahui informasi tentang reyhan orang suruhan sane mengatakan jika reyhan kini memiliki wanita lain padahal yang sebenarnya cinta di hati terdalamnya adalah sane meskipun ia telah menghamili orang lain namun sane yang tetap menjadi ratu, yang tetap menjadi permaisuri yang tak akan pernah tergantikan di hati reyhan sane pemilik tahta kerajaan di hati reyhan.
Sane menyangka lain karna selain orang suruhan nya mengatakan reyhan saat itu telah menikah, sane juga melihat di akun medsosnya reyhan selalu dekat dengan seorang wanita.
Betapa marah nya sane saat itu katika mendapat kabar tentang reyhan, apalagi saat ia melihat photo kedekatan reyhan dan klara saat itu di akun medsosnya, meskipun reyhan saat berphoto dengan klara tak memiliki hasrat apa-apa namun sane menyangka lain.
--Di apartemen reyhan__
"Mamah sama ayah yakin untuk pulang harini?" Tanya reyhan di ambang pintu kamar yang di tempati kedua orang tua nya, reyhan melihat kedua orang tuanya tengah berkemas.
"Ya! untuk apa kita lama-lama disini" ucap bu karina dengan ketus.
"Mam jangan gitu harus nya mamah mendukung anaknya" reyhan mengerti dengan ucapan ibunya.
"Mamah akan selalu mendukung apapun keinginan anak mamah jika keinginannya sesuai dengan keinginan mamah" masih dengan nada sedikit kesal.
"Aku antar ke bandara!" Seru reyhan.
"Gak usah" ucap bu karina seraya terus mamasukan barang bawaannya ke dalam koper.
"Mam ayolah!" Reyhan.
"Mamah sama ayah kamu bisa naik taxi" ujar bu karina.
"Jadi mamah beneran gak mau di antar han!?" Tukas reyhan.
"Gak usah kamu fokus aja sama tujuan kamu mengejar orang yang gak jelas" sindir bu karina.
"Ya sudah han suruh sopir nganter kalian kebandara" bu karina hanya diam. Lalu reyhan keluar dari kamar orang tuanya ia segera menelpon seseorang yaitu seorang sopir untuk mengantarkan orang tuanya ke bandara.
__Jakarta__
Di kediaman keluarga anggara, semua orang sibuk orang satu rumah itu sudah mengetahui kabar kepulangan nyonya besar dan tuan besarnya tak hanya pelayan klara pun terlihat sibuk untuk menyambut mertuanya.
Di dapur klara ikut sibuk mempersiapkan apapun yang di butuhkan untuk menyambut kedatangan mertua nya.
Di tengah kesibukannya reynant datang menghampiri klara yang sedang mengiris beberapa sayuran yang akan di masaknya.
__ADS_1
"perlu bantuan?" Tanya reynant.
"Rey!" Ucap klara. Menoleh sebentar pada reynant dan kembali pokus pada pekerjaannya.
"Mau aku bantuin?" Reynant menawarkan jasa
"Gak usah ini pekerjaan perempuan" ujar sane.
"Memang nya laki-laki gak boleh bantuin perempuan memasak?!" Tanya reynant yang bersikeras ingin membantu klara
"Hemmm tapi boleh dech kamu iris bawang merah aja!" Seru klara seraya menarik napas panjang dan membuang kasar.
"Mana" tanya reynant.
"Emang bisa" klara.
"Bisalah" reynant.
"Ya udah nih iris semua bawang merahnya!" Klara menyodorkan satu nampan bawang merah.
"Ini semua di iris?" Reynant kaget melihat setumpuk bawang merah yang di sodorkan klara.
"Iya kenapa?" Tanya klara.
"Gak apa-apa cuman apa gak kebanyakan!?" Reynant.
"Gak lah kan kita mau bikin bawang goreng banyak nanya mulu dech perasaan, katanya mau bantuin" ujar klara.
"Gitu dong" klara.
Klara meninggalkan reynant yang mengiris bawang merah di meja dapur ketika klara kembali ke dapur klara melihat reynant seperti lagi nangis.
"Rey kamu nangis kenapa?" Tanya klara pada reynant seraya menghampiri.
"Aku di putus kan pacarku kak" jawab reynant sekenanya.
"Ya ampun rey kamu ini gimana? Kamu ini laki-laki masa putus cinta aja nangis malu dong sama perempuan yang tegar mereka gak akan menangisi pacarnya yang sudah menjauh, lagi pula ngapain di tangisi toh suatu saat bakalan balk lagi kalau dia jodohmu" kata klara.
"Oh gitu yah, kak klra mau tau gak pacarku siapa?" Tanya reynant.
"Ya mana aku tau! emang siapa?" klara blik tanya penasaran.
"aku juga gak tau" reynant.
"dasar! terus?" klara.
"karna ini nih" reynant nunjuk bawang di hadapannya.
"oh bawang! aku kirain beneran putus cinta" kata klara.
__ADS_1
"kak gak ada dalam sejarah percintaan ku yang namanya putus cinta apa lagi di putusin malu-maluin, gak reynant gak begitu"
"aish sombong nyah..." kata klara.
"bukan sombong tapi ini kenyataan, ngomong-ngomong mataku makin perih nih ka" ujar reyhan sambil ngucek matanya.
"baru gitu aja udah nangis! itu baru bawang gimana kalau sama cewe, sini aku kasih tau kalau di kampung aku biar mata nya gak perih saat ngiris atau ngupas bawang merah salah satu bawang yang bakal kita kupas di selipin ke rambut nih gini caranya" klara memperagakan ritual biar ngupas bawang ga perih dan ga peke acara drama nangis kaya nonton drama korea.
"ihh... bau lah rambutnya masa bawang di selipin di rambut" ucap reynant.
"nggk bakal bau lah soal nya bawang nya juga kan belum di kupas, bawang bakalan kecium bau kalau udah di kupas" kata klara.
lalu reynant berusaha menyelipkan bawang merah di rambutnya tapi terus terjatuh.
"susah ah rambutku mana bisa buat nyelipin bawang, memang seharusnya masalah perbawangan itu kodratnya perempuan kali yah, nih kak klara lanjut aja" reynant menyodorkan pisau yang dia pake buat ngupas bawang.
"emh dasar lagian suruh siapa kedapur pake so soan mau bantuin" ucap klara.
"ya kan tadinya mau jadi anak baik biar di sayang orang tua" ujar reynant.
"uuh... dasar" klara.
klara melanjutkan pekerjaan reynant.
"kalau kata orang tua dulu jika kita udah memulai pekerjaan jangan di tunda harus di selesaikan sampai tuntas biar jodohnya nanti langgeng" ucap klara
"emang iya?" Tanya reynant.
"iya kata pepatah orang tua dulu" klara
"ah mitos itu, lagian kalau jodohnya bagus kita mau langgeng, kalau jodoh nya jelek? terus tiap hari kita berantem terus? yang ada juga malah berdo'a biar bisa cerai!!!" Tukas reynant.
"kamu ini kalau di bilangin" klara menggeleng kepala mendengar ucapan reynant.
"kak bang reyhan suka nelpon kak klara gak?" pertanyaan reynant membuat klara bingung untuk menjawab klara diam dan berpikir sebentar untuk ucapan yang akan ia ucapkan.
"kenapa mesti nelpon aku, mungkin dia pikir aku ini bukan siapa-siapa nya dia" jawab klara.
"iya sih mungkin cuma istri sahabatnya kali yah" reynant mengikuti drama klara.
"emang nya kenapa nanya begitu?" klara.
"nggk apa siapa tau aja gitu dia bilang sesuatu sama kak klara, tau gak mamah sama ayah ke korea untuka apa?" reynant.
"jalan-jalan" jawab klara.
"mereka mau melamar sane untuk bang reyhan karna bang reyhan yang meminta" reynant sengaja berkata demikian untuk melihat ekspresi klara.
Klara mendengar ucapan reynant betapa hancur hatinya betapa luluh lantahnya pikirannya saat ini bagai di terpa badai besar yang tiba-tiba datang menerpa, betapa remuk redam hatinya bagai di himpit bumi hacur berkeping keping, terasa perih bagai luka di siram air garam, sakit menyayat bagai di iris pisau tajam dan lehernya bagaikan di tebas samurai panjang, tubuhnya bagai di cabik-cabik ribuan harimau, panas bagaikan di siram air keras, seluruh tubuhnya bagaikan berada di kobaran api yang sebentar lagi akan menghanguskan tubuhnya menjadi abu lalu terbang menjadi debu tertiup angin kencang itulah persaan klara saat ini ketika mendengar perkataan reynant.
__ADS_1
__To Be Contnue__