Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
sentuhan rinto di pagi hari


__ADS_3

Kini malam telah berlalu dan pagipun menjelang di saat penghuni villa sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, tiba-tiba terdengar suara motor masuk ke halaman villa.


"Siapa yang datang bu mar?" Tanya bu karina.


"Sebentar saya lihat dulu" jawab bu mar lalu bu mar melihat siapa yang datang.


"Pak rinto!" Ternyata rinto yang datang dengan menggunakan ojeg.


"Klara mana?" Tanya rinto sembari terus masuk ke villa dan mencari klara.


"Klara di kamarnya" jawab bu mar, lalu rinto pergi ke kamar klara dan benar klara di kamarnya baru selesai mandi untung sudah mengenakan pakaian, rinto memeluk klara dari belakang.


"Sayang aku kangen" ucap rinto klara hanya diam saat di peluk rinto.


"Mas!" berusaha menghindari ciuman rinto.


"Hemmm" gumam rinto sambil terus menciumi rambut klara yang basar karna habis keramas.


"Terima kasih ya mas" ucap klara.


"Untuk?" Tanya rinto masih memeluk dan menciumi rambut klara.


"Mas udah mau membantu rania menggantikan laki-laki yang tak bertanggung jawab itu!"


"Semuanya demi kamu sayang"


"Terima kasih ya sekali lagi"


"Sayang! aku yang pengantin ko kamu yang mandi basah" celoteh rinto, mendengar ucapan rinto klara berbalik menghadap rinto lalu ia meraba rambut rinto.


"Ko gak basah" ucap klara.


"Maksud kamu?"


"Iya ko gak basah kamu kan baru menikah dengan rania"


"Kamu gila!, kamu mau aku melakukan itu dengan sahabatmu?" Kata rinto.


"Kenapa nggak diakan sudah sah jadi istrimu" ucap klara.


Kini malam telah berlalu dan pagipun menjelang di saat penghuni villa sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, tiba-tiba terdengar suara motor masuk ke halaman villa.


"Siapa yang datang bu mar?" Tanya bu karina.


"Sebentar saya lihat dulu" jawab bu mar lalu bu mar melihat siapa yang datang.


"Pak rinto!" Ternyata rinto yang datang dengan menggunakan ojeg.


"Klara mana?" Tanya rinto sembari terus masuk ke villa dan mencari klara.


"Klara di kamarnya" jawab bu mar, lalu rinto pergi ke kamar klara dan benar klara di kamarnya baru selesai mandi untung sudah mengenakan pakaian, rinto memeluk klara dari belakang.


"Sayang aku kangen" ucap rinto klara hanya diam saat di peluk rinto.


"Mas!" berusaha menghindari ciuman rinto.


"Hemmm" gumam rinto sambil terus menciumi rambut klara yang basar karna habis keramas.


"Terima kasih ya mas" ucap klara.


"Untuk?" Tanya rinto masih memeluk dan menciumi rambut klara.


"Mas udah mau membantu rania menggantikan laki-laki yang tak bertanggung jawab itu!"


"Semuanya demi kamu sayang"


"Terima kasih ya sekali lagi"


"Sayang! aku yang pengantin ko kamu yang mandi basah" celoteh rinto, mendengar ucapan rinto klara berbalik menghadap rinto lalu ia meraba rambut rinto.


"Ko gak basah" ucap klara.


"Maksud kamu?"


"Iya ko gak basah kamu kan baru menikah dengan rania"

__ADS_1


"Kamu gila!, kamu mau aku melakukan itu dengan sahabatmu?" Kata rinto.


"Kenapa nggak diakan sudah sah jadi istrimu" ucap klara.


"Klara apa maksudmu, kamu kan tau aku menikah dengannya karna aku di suruh sama kamu dan aku gak pernah mencintainya dan aku akan mence..." tiba-tiba mulut rinto di bekap telapak tangan klara.


"Kumohon jangan sekarang kalian baru saja menikah kasian rania"


"Kamu terus memikirkan perasaan temanmu itu, kamu tidak pernah memikirkan perasaanku dan aku mau tanya bagaimana perasaan kamu melihat aku mengucap ijab kabul dengan wanita lain?" Tanya rinto, rinto menggoyangkan tubuh klara yang berdiri tak bergeming.


"Mas aku tau mas rinto mencintaiku, aku gak pernah sakit hati melihat mas mengucap ijab kabul dengan wanita lain apa lagi wanita itu sahabatku sendiri" kata klara.


"Aku mandi dulu" ucap rinto entah kenapa perasaan rinto merasa aneh ketika mendengar ucapan klara yang tek merasa sakit hati melihat rinto menikahi wanita lain, rinto masuk kekamar yang ia tempati.


Di dalam kamar rinto berdiri di depan kaca kamarnya menghadap keluar ia teringat akan ke bersamaannya dengan klara dan tiba-tiba ia teringat dengan rania wanita yang terpaksa ia nikahi karna suruhan klara wanita yang benar-benar ia cintai rinto teringat saat rania menangis


Flash back


malam hari di malam pengantin saat itu rania tidak tidur di kasur ia bersama rinto rania menggelar sehelai karpet di lantai di bawah kasur tanpa melepaskan kerudungnya rania menangis tangisannya didengar oleh rinto, lalu rinto bangun.


"Hei kenapa kamu nangis malam-malam begini?" tanya rinto.


"Nggak aku gak apa-apa" jawab rania.


"Nggak papa kenapa kamu nangis? Aneh!" Ucap rinto, tapi tangisan rania bukannya berhenti tapi malah bertambah keras.


"Hei hentikan tangisanmu itu nanti orang mengira aku ngapa-ngapain kamu!" Tukas rinto.


"Kenapa nasibku seperti ini? apa aku tak seberuntung ini harus merasakan di tinggal calon suamiku saat ijab kabul apa salahku?" ucap rania, rinto merasa kasihan melihat wanita yang kini menjadi istrinya.


"Kamu gak salah apa-apa hanya takdir yang mengatakan lain" kata rinto.


"Setelah ini apa anda akan pulang kejakarta?" Tanya rania setelah menghentikan tangisannya.


"Ya aku akan pulang" jawab rinto.


"Lalu aku bagaimana?" Rania.


"Kamu bisa menjalani hidupmu seperti biasa" ujar rinto, kembali rania mengeluarkan tangisannya.


"Apa aku boleh ikut ke jakarta?" Tanya rania.


"Apa???"


"Aku boleh ikut kejakarta setelah sampau di sana aku janji aku gak akan minta tinggal sama anda aku akan cari pekerjaan" ujar rania, rinto diam sejenak.


"Kenapa kamu ikut kejakarta?"


"Aku malu tinggal di sini"


"Malu kenapa?"


"Aku malu setelah anda pergi statusku akan gak jelas" ucap rania.


"Gak jelas kenapa"


"Karna sekarang aku di bilang sebagai wanita yang sudah menikah tapi tak ada suami" rinto kembali terdiam ia terlihat memikirkan sesuatu setelag lana ia berpikir rinto pun berucap.


"Gimana nanti saja, sekarang tidurlah dan aku gak mau mendengar tangisan lagi ok?!" Seru rinto, lalu rinto kembali membaringkan tubuhnya di kasur yang biasa di tiduri klara.


Flash back of


"Hem kasian juga tuh cewe" gumam rinto.


"Eh tunggu gw jadi mikirin dia akkkhhhh" rinto kembali bergumam ia juga telihat kesal dengan mengacak rambutnya, dan sebelah tangannya berkacak pinggang.


Lalu tiba-tiba ponselnya berdering kemudian ia merogoh ponsel tersebut di saku celananya, dan melihat siapa yang menelponnya rupanya dari pihak rumah sakit.


"Maaf dok saya perawat dari rumah sakit anda ada masalah dok ada salah satu pasien yang mengamuk karna tak terima keluarganya meninggal yang katanya akibat kelalayan pihak kami padahal kami sudah sebisa mungkin untuk menolongnya" kata sang perawat di balik sambungan telponnya.


"Kenapa bisa begitu?"


"Kami juga gak mengerti dok"


"Baiklah kalau begitu aku akan pulang besok" rinto, lalu rinto memutus sambungan telponnya.

__ADS_1


"Ada-ada saja" gumam rinto lalu rinto keluar lagi dari kamarnya.


"Papah..." seru intan yang tak sengaja melihat rinto.


"Sayang papah" ucap rinto.


"Papah intan punya boneka bagus" ucap intan.


"O ya mana papah lihat?" Tanya rinto.


"Ini bagus kan?"


"Oh iya bagus, boneka nya pakai kerudung!" Ucap rinto.


"Iya bagus kan? Ini di kasih temannya bunda tante....tante..." intan menunjuk dagu dengan jari telunjuknya karna lupa dengan nama orang yang sudah ngasih bunga padanya.


"Siapa? tante siapa sayang?" Rinto.


"Temannya bunda yang pakai keludung" kata intan.


"Siapa? Tante rania?" Tebak rinto.


"Iya itu, intan di kacih boneka ini, bajunya juga banyak" intan.


"Baju bonekanya?" Tanya rinto.


"Iya"


"Ya udah intan main lagi aja sama bonekanya ya papah mau nemuin nenek!" Seru rinto.


"Iya" jawab intan, lalu dengan segera intan hendak berlari meninggalkan rinto yang masih jongkok.


"Eh tunggu dulu, hari ini papah belum dapat ciuuuman kayanya" sontak membuat intan kembali seraya berlari kecila menghampiri rinto dan memberikan ciuman di pipi kiri dan kanannya rinto bibir mungil merah muda dengan pipi cabinya intan benar-benar sangat lucu, lalu giliran rinto yang menciumi pipi dan kening intan.


"Ihh papah bau!" ucap intan.


"Papah wangi"


"Bau!"


"Tapi kayanya emang bau soalnya papah belum mandi"


"Tuh kan papah jolok" ucap intan lalu ia berlari entah kemana, lalu rinto kembali berdiri dan berjalan mencari pak anggara ia melihat pak anggara tengah santai di kursi halaman belakang, rinto menghampiri.


"Pagi om" ucap rinto.


"Ya kamu sudah pulang aja!"


"Ngapain lama-lama disana"


"Gimana rasanya jadi pengantin sehari hahaha.


"Gak enak om" jawab rinto.


"Hahahahaha...." pak anggara tertawa.


"Om kayanya aku mesti segera pulang kejakarta"


"Kenapa?"


"Ada masalah di rumah sakit"


"Masalah apa?" Lalu rinto menceritakan apa tang ia dengar dari salah satu pegawai rumah sakitnya.


"Ko bisa?!"


"Entahlah"


"Tapi kalau menurut saya itu biasa terjadi saya juga sering terjadi seperti itu, kamu berikan saja konpensasi pada keluarganya jika memang itu kelalaian pihak kita dengan uang semua beres"


"Emang bisa semudah itu?"


"Coba saja, emang kapan rencana kamu akan pulang"


"mungkin besok" jawab rinto.

__ADS_1


To Be Continue.


__ADS_2