
Setelah makan malam di rumah besar
Malam itu keluarga anggara tengah berkumpul di ruang keluarga di sana nampak hadir seluruh anggota keluarga anggata, dan bi siti yang sedang mengasuh intan menunggu di jemput klara, sedangkan reyhan terlihat baru turun, kembalinya reyhan ke jakarta sudah di ketahui semuanya.
Reyhan yang baru turun ia melihat intan yang bermain dengan beberpa bonekanya reyhan menghampiri intan, ia jongkok mengimbangi tubuh intan.
"Hai cantik" ucap reyhan, intan hanya menatap reyhan tanpa berkata.
"Ini boneka mu?" Tanya reyhan, intan menganggukan kepalanya.
"Aku punya boneka yang sangat bagus lebih bagus dari ini, kamu mau? Ini" reyhan menyodorkan boneka yang ia sembunyikan di balik punggungnya, intan melirik ke arah kakek neneknya, bu karina tersenyum pada intan dan menganggukan kepalanya tanda menyuruhnya mengambil pemberian reyhan yang tak lain ayahnya sendiri, intan mengambil boneka yang di berikan reyhan.
"Mana senyumnya?" Ucap reyhan, tak di sangka intanpun tersenyum, sipat dingin reyhan pun sementara hilang ketika di hadapan intan.
"Telima kacih" ucap intan dengan cadelnya, sedangkan orang yang menyaksikan momen kelakuan reyhan dan intan mereka hanya tersenyum, tak terkecuali reynant.
"Mah pah kayanya sipat intan persis seperti ayahnya kalau aku perhatikan" ucap reynant.
"Iya yah dan kayanya reyhan juga sipatnya turun dari ayahnya juga" bu karina.
"Apa sih mamah ini" pak anggara.
"Untung gak turun ke aku" kata reynant.
Setelah memberikan boneka pada intan reyhan mendekati bu karina.
"Bi tolong bawa intan ke kamar" seru reyhan pada bi siti.
"Baik tuan, sayang ayo kita main boneka nya di kamar," bi siti. Setelah bi siti pergi mengajak intan ke kamar reyhan menghampiri bu karina.
"Mah apa aku benar-benar sudah cerai dengan klara?" Tanya reyhan, pertanyaan reyhan membuat semuanya terkejut.
"Kenapa memangnya?" Tanya bu karina.
"Gak apa-apa" jawab reyhan dengan muka datar.
"Mamah kan pernah menjelaskannya waktu itu sama kamu" bu karina.
__ADS_1
"Apa aku gak bisa rujuk sama dia?" Tanya reyhan, ucapannya membuat semua benar-benar terkejut.
"Mungkin bisa, tapi aku gak tau apa klara masih mau rujuk sama kamu atau tidak karna dia sudah menerima rinto sebagai kekasihnya" kata bu karina.
"Apa? Rinto!" Ucap reyhan.
"Iya klara menerima rinto beberapa bulan lalu setelah beberapa kali mendapat penolakan dari klara" kata bu karina.
"Lalu kenapa kalian tidak melarangnya dia masih punya suamu" ujar reyhan
"Haan, klara itu sudah bukan istrimu lagi setelah intan lahir, dia seorang janda, dan kebetulan rinto selalu perhatian pada klara dan anakmu intan, bahkan intan sudah menyebutnya dengan sebutan ayah, rinto selalu ada untuk intan dan klara saat mereka kesusahan hidup berdua tanpa sosok seorang suami atau ayah, mamah gak melarang hubungan mereka karna sekarang mamah gak menganggap klara menantu mamah lagi, tapi mamah menganggap klara anak perempuan mamah seperti anak kandung, dan mamah akan selalu mendukung apa yang terbaik untuk anak mamah" kata bu karina.
"Ok, mamah bilang selalu mendukung keinginan anak-anak mamah tapi kenapa mamah gak pernah mendukung aku saat aku dengan sane dan sekarang aku menginginkan untuk rujuk dengan klara" ujar reyhan.
"Mamah selalu mendukungmu dengan sane atau sama siapa pun, waktu itu mamah gak mendukung kamu dengan sane karna kamu sudah punya istri, dan saat belum ada klara di kehidupan kamupun mamah mendukung kamu tapi apa? sane sendirikan? yang belum menginginkan untuk menjalani hubungan serius denganmu dengan alasan masih mau mengejar karir, begitu juga saat kamu mengejar dia ke korea, mamah mendukungmu tapi apa? Sane sudah terlanjur mencintai orang lain dan ia bahkan sudah tahu kelakuan kamu, soal kamu mau rujuk dengan klara mamah akan mendukung jika klara menginginkannya karna kalian berdua anak mamah, mamah akan mendoakan yang terbaik buat kalian" bu karina menegaskan.
"Reyhan kenapa tiba-tiba kamu mau rujuk dengan klara? Kemana saja kamu selama ini? Klara sudah menunggu kamu selama tiga tahun, menunggu kamu untuk mengajaknya rujuk, dan sekarang sudah empat tahun berlalu dari kelahiran anak mu, kenapa baru sekarang kamu mau rujuk dengannya" pak anggara menekankan.
"Iya bang, harus kau ini sadar dengan kesalahan yang sebelumnya jangan sampai kisah cintamu kembali terulang saat abang mencintai sane abang benar-benar terluka kan karna abang sendiri tak bisa berbuat apa-apa ketika orang yang abang cintai sudah berpindah ke lain hati" reynant angkat bicara.
"Wah.. wah.. wah.. wah.. ngeledek rupanya lihat saja nanti aku bakal bawa ratu sejagat kerumah ini melebihi kekasihmu itu siapa namanya? aku lupa! Sane ya? Kalau gak salah" balas reynant.
"Ok aku tunggu kedatangannya" ucap reyhan.
"Silahkan di tunggu paling anda ngiler" ujar reynant sembari berlalu pergi menuju kamarnya, memang seperti itu setiap mreka berdua berkumpul pasti ada perdebatan di antara mereka meski sudah pada dewasa namun bukan perdebatan yang sengit yang memicu pertengkaran meskipun begitu tapi mereka saling menyayangi.
"Mah, pah han kembali ke kamar" saat reyhan hendak beranjak dari tempat terdengar suara pintu di ketuk dan di buka oleh sri terlihatlah dua orang berdiri di ambang pintu yang tak lain klara yang datang bersama rinto.
"Asalamualikum" ucap klara.
"Wa'alaikumsallam" jawab bu karina, reyhan yang telah berdiri kembali duduk setelah melihat siapa yang datang ke rumahnya.
"Mah intan di mana?" Tanya klara.
"Di kamarnya sama bi siti" ujar bu karina, lalu klara pergi menuju kamar intan sedangkan rinto di persilahkan duduk oleh bu karina.
"Hai bro kapan pulang?" sapa rinto pada reyhan.
__ADS_1
"Mungkin lu dah tau dari kekasih lu itu selamat buat lu" ucap reyhan dengan ketus.
"Maksud lu selamat untuk..." ucapan rinto terputus ketika reyhan menggibaskan tangannya dan berlalu pergi tak lama klara pun datang mengendong intan yang sudah tertidur, rinto dengan segera berdiri saat melihat klara yang terlihat kerepotan menggendong anaknya.
"Sini biar intan aku yang gendong" rinto mengendong intan dengan hati-hati, rinto memindahkan intan yang tertidur ke pangkuannya agar tak terbangun bu karina sudah tak aneh lagi melihat sikap perhatian rinto pada klara dan cucunya karna setiap intan di titip di rumahnya selalu itu yang di lakukan rinto bahkan biasanya rinto yang sengaja menina bobokan intan saat intan rewel ketika sakit pun rinto yang lebih dulu membawanya untuk di periksa rinto sudah seperti ayah kandung buat intan lalu mereka pun berpamitan pada kakek neneknya intan, reyhan yang belum sampai ke kamarnya ia kembali melihat ke ruang tengah tempat kumpul keluarga, ia melihat betapa perhatiannya rinto pada intan perhatian yang tak pernah ia lakukan, padahal dialah ayah kandungnya.
Satu minggu dari kembalinya reyhan ke jakarta hari itu klara mendapat kabar jika sahabatnya bernama rania akan melangsungkan pernikahan, klara pun berencana untuk pulang ke kampaung halamannya setelah beberapa tahun ia tak menginjakan kakinya di tanah kelahirannya, klara sibuk bebenah pakain yang akan di bawa ia memasukan barang bawaannya dan juga intan ke dalam koper, bu karina yang sudah mengetahui keberangkatan klara ia menelpon klara.
"Iya mah ada apa?" Tanya klara pada bu karina di balik sambungan teleponnya.
"Sayang kamu jadi berangkat?" Tanya bu karina.
"Iya mah aku berangkat besok di temenin mas rinto, kenapa memangnya mah" jawab klara.
"Gini sayang mamah sama papah memutuskan untuk ikut ke sana sekalian mamah mau melihat perkebunan dan kita mau istirahat beberapa hari di villa kita yang baru di bangun itu" kata bu karina, memang beberapa bulan lalu bu karina menyuruh orang dan arsitek yang sengaja di utus kesana untuk membangun villa di kampung nanglu tepatnya di perkebunan miliknya tujuannya agar suatu saat jika datang kekampung nanglu melihat perkebunan mereka tak akan susah mencari tempat istirahat karna menurutnya meskipun ada keluarga klara disana mereka tak mau merepotkan jika harus tinggal lama di sana, seperti sekarang bu karina akan menginap dan tinggal sementara mereka di kampung nanglu bu karina alan tinggal di villanya yang baru selesai di bangun.
"O ya, aku seneng banget kalau mamah sama papah ikut" klara nampak senang mendengar bu karina akan ikut ke kampung halamannya.
"Ya udah kalau gitu mamah siap-siap dulu" ujar bu karina.
"Iya mah" sambungan panggilanpun terputus, klara kembali menaruh ponselnya di kasur.
"Bi pakain intan dan barang-barangnya yang lain sudah masukkan?" Klara.
"Sudah non semua sudah bibi masukan ke koper nona kecil yang warna pink" ujar bi siti.
"Baju hangatnya jangan lupa soalnya di sana cuacanya sangat dingin!" Seruklara pada bi siti.
"Iya non" jawab bi siti.
"Bi siti juga harus bawa baju hangat, ntar bibi kedingainan di sana!" Klara kembali berseru pada bi siti, klara mengajak bi siti kekampung nya untuk menemani intan karna sejak lahir intan di asuh bi siti, intan paling dekat dengan bi siti setelah klara dan rinto.
"Tenang aja non sudah bibi siapkan" jawab siti sembari mengacungkan jempolnya, klara tersenyum.
To Be Continue
Maaf para readers ku jika banyak kata yang salah dalam penulisannya soalnya aku nulis 3 bab selaligus jadi belum sempat aku revisi dan maaf kan juga jika up nya kelamaan🙏🙏
__ADS_1