Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Pertemuan klara dengan wati


__ADS_3

Azlira mendapat alamat tempat tinggal klara dari adiknya azalea lira mendatangi rumah klara sendiri sampai di depan rumah klara, lira menghentikan mobilnya ia memperhatikan sejenak rumah klara, ia ragu dan bertanya dalam hatinya "apa benar ini rumah klara? Gila mewah banget!" kemudian lira membunyikan klakson dan munculah sang penjaga rumah tersebut dari pintu gerbang, lira turun dari mobilnya.


"Maaf anda siapa? Dan mau bertemu siapa" Tanya sang penjaga.


"Saya azlira, saya mau bertemu klara" jawab lira.


"Sebentar saya tanya nyonya dulu" kata sang penjaga kemudian sang penjaga menelpon klara.


Setelah menutup telponnya sang penjaga mengijinkan lira masuk atas ijin majikannya.


"Pak tapi ini benarkan rumahnya klara andarista?" Tanya lira kembali bertanya ia takut jika rumah yang ia datangi bukan rumah klara sahabatnya melainkan klara yang hanya mirip namanya.


"Iya betul ini rumahnya nyonya klara dan tuan besar dokter reyhan" jawab sang penjaga mendengar nama reyhan lira yakin kalau itu adalah rumah sahabatnya.


"Ya sudah pak antar saya ketemu dia!" Seru lira.


"Iya mari saya antar" kata sang penjaga.


Lira masuk kembali ke mobil lalu melajukan mobilnya memasuki area rumah reyhan, lira memarkirkan mobil di parkiran rumah reyhan sesuai perintah penjaga.


Mobil sudah tetparkir lira turun dari mobil lalu sang penjaga membawa lira ke dalam rumah guna bertemu majikannya, sampai di dalam lira tak melihat klara, hanya ada beberapa pelayan dan salah satunya menyambut kedatangan lira, lira di persilahkan untuk duduk di kursi ruang tamu, semenjak menginjakan kaki di rumah reyhan pandangan lira terus menyisir setiap sudut rumah tersebut dalam hatinya ia tak berhenti mengagumi rumah yang kini ia masuki.


"Beruntung banget klara punya suami seorang dokter yang juga pengusaha sukses dengan begitu menyayanginya" gumam klara, saat lira menyisir dan mengegeledah rumah Klara dengan pandangan kagumnya, munculah klara dan menyapa lira, lira berdiri saat melihat klara berjalan menghampirinya.


"Maaf anda mencari saya? Apa saya kenal anda?" Tanya klara seraya menyodorkan tangan untuk menyalami lira, lira bukannya menjawab ia terus memandangi wajah klara.


"Ra ini kamu?" Ucap lira.


"Iya ini aku! Maaf kamu siapa?" Tanya klara, klara merasa aneh mengapa orang itu mengenalnya sedangkan klara sendiri sama sekali tak mengenalnya.


"Ra kamu gak kenal aku!?" Kata lira.


"Maaf sepertinya kita baru ketemu!" Jawab klara.


"Ra lihat aku! Aku wati!" lira mengakui dirinya adalah wati.


"Wati!?" Klara.


"Iya wati si pengembala kambing di kampung kamu dulu" kata klara meyakinkan klara.


"Wati! Beneran kamu wati sahabat aku?" Klara kembali bertanya.


"Iya ra aku sahabat kamu" ponakannya bi aida.


"Ya allah kamu wati?" ucap klara


"Ra aku kangen banget sama kamu!" Kata lira.


"Aku juga wat, wati kamu cantik banget aku benar-benar gak mengenali kamu, ayo kita duduk dulu, beneran kamu cantik banget Jangan-jangan kamu oplas yahhhh?" Ucap klara sembari mengajak lira duduk.


"gak lah aku gak pernah oplas mungkin beda aja karna dulu kan aku dekil bau lagi, maklum lah dulu aku bergaulnya sama kambing hahaha" kata wati sembari menghenyangkan pantatnya di sofa ruang tamu


"eh tunggu! Jangan-jangan kamu wanita yang di ceritakan reynant yang di temui di rumah temannya?!" Saat sudah duduk klara tiba-tiba ingat apa yang di ceritakan adik iparnya.


"Oh iya ra kemarin pagi dia kerumah ngejemput adik aku alea pergi ke kampus, tapi dia tidak mengenaliku dasar laki-laki menyebalkan aku benci sama dia, kenapa coba aku harus di pertemukan lagi dengan dia? Dan kenapa sih kamu harus punya adik ipar kaya dia?" Ujar lira dengan ketus ketika mengingat Reynant musuh bebuyutannya.


"Gitu-gitu juga dia adik ipar kesayangan aku dia itu orangnya baik banget, gak sama siapa aja mungkin dia jodoh kamu!"

__ADS_1


"Iiihh amit-amit gak mungkin lah aku berjodoh sama dia, dia itu laki-laki yang paling menyebalkan di dunia, emang sih dia baik karna dia juga yang menyelamatkan adiku dan lagi pula dia sekarang lagi deket sama alea adik aku" celoteh lira.


"Siapa tau deket sama adiknya nikahnya sama kakak nya" celoteh klara.


"Gak lah kita gak bakalan clop kalau kita berjodoh pasti tiap hari aku berantem sama dia" lira.


"Wat aku dengar cerita kamu dari reynant yang katanya kamu di culik dan mengalami amnesia bertahun-tahun apa bener"


"Iya ra itu bener kalau nggak, gak mungkin aku bisa tinggal di kampung nanglu,Ko dia bisa tau?" Lira.


"Katanya adik kamu yang cerita" klara.


"pantes semalam dia nanya soal aku ketemu dia dimana! ceritanya panjang" lira.


"Aku mau dengar" saat lira hendak menceritakan awal kisah ia ada di kampung nanglu sang pelayan datang membawakan makanan ringan dan minumannya.


"Makasih mba, mba tolong panggil intan" kata klara pada sang pelayan yang akan segera kembali ke belakang.


"Iya nyonya" jawab sang pelayan.


"Intan?" Lira mengerutkan alisnya.


"Intan anaku, dia baru berusia empat tahun setengah" jawab klara.


"Jadi kamu sudah punya anak?" Tanya lira.


"Sudah emang kamu gak tau?"


"Nggak, beneran aku gak tau waktu itu setelah beberapa minggu aku ketemu adik ipar kamu yang nyebelin itu gak lama ingatan aku pulih dan mengingat semuanya karna aku sempat tertabrak mobil yang datang ke kampung, aku juga gak tau itu mobil siapa? Setelah sadar aku tiba-tiba ingat semuanya dan waktu adik ipar kamu ke sana apa anak kamu sudah lahir?" Tanya lira.


"Ini anak kamu? Mashaallaah cantik banget ra" kata lira.


"Ini ni mutiara kesayangan aku sama dokter reyhan" ucap klara.


"Hai cantik boleh kenalan?" Ucap lira.


"Sayang ini tante..., wati apa lira nih aku ngenalinnya?" Tanya klara pada lira bingung.


"My name is aonty azlira, may i know what is his name?" Tanya lira pada intan memperkenalkan langsung nama aslinya.


"My name is Intan, her daughter is Klara's mother and Reyhan's father" jawab klara dengan lucunya.


"Oooohh smart english, apparently klara's mother's child huh!" Puji lira.


"Kalian ngomong apa sih aku gak ngerti sumpah" ucap klara.


"Hahaha kamu memasukan anakmu kursus bahasa inggris, kamu juga dong kursus biar ngerti bahasa anakmu" saran lira pada sahabatnya.


"Bukan aku yang memasukan nya kelas bahasa inggris tapi neneknya" kata klara.


"Bunda! intan mau pipis" ucap intan.


"Intan mau pipis!?, mba... mba... mba ilah" klara memanggil salah satu pelayan di rumahnya yang biasa ngasuh intan.


"Iya nyonya" sang pelayan yang di panggil klara menghampiri.


"Ini intan katanya mau pipis"

__ADS_1


"Mari non" sang pelayan ngajak intan.


"Anak kamu pintar, lucu lagi, cantik banget!" Lira kembali mengagumi intan.


"Iya lah pasti! kan aku eumanya" celoteh klara lira tersenyum.


"O iya ra aku denger dari alea katanya beberapa bulan lalu dia di undang di acara pernikahan kamu, aku sempat bingung kenapa di undang di pernikahan kamu padahal kamu kan nikah kalau gak salah enam tahun lalu ya?!" Ujar lira.


"Iya itu acara pernikahan aku yang kedua kalinya tapi sama laki-laki yang sama"


"Maksudnya kamu sempet cerai sama dokter reyhan?" Lira penasaran.


"Iya pokonya nanti aku ceritain, sekarang kamu yang cerita dulu!" Seru klara pada lira sahabatnya.


"Gak kamu dulu yang cerita" lira.


"Kamu yang mau cerita kan tadi jadi kamu duluan nanti aku ceritain kisah aku" klara.


"Oke aku akan cerita, jadi gini ceritanya....." lira menceritakan apa yang pernah ia alami sampai ia berada di kampung nanglu dari mulai dia di culik hingga detik-detik ia kembali ke jakarta bertemu keluarganya dengan di antar pak soleh dan bu aida orang yang pernah merawatnya .


"Jadi pak soleh sama bi aida pernah keJakarta?" Tanya klara.


"Sering, petama kali kesini mereka yang mengantar aku pulang kesini dan bertemu keluargaku dan sekarang ayah sengaja sering mengundang mereka ke sini"


"Bagaimana dengan yang lain apa mereka tau tentang siapa kamu sebenarnya?"


"Nggak, orang-orang di kampung nanglu gak ada yang tau siapa aku karna paman soleh dan bi aida setelah tau aku siapa dan apa yang terjadi padaku sebelum aku bertemu dengan mereka membuat mereka khawatir dan gak mau sampai ada orang yang tau tepatnya orang yang dulu pernah berbuat jahat sama Ku tau kalau aku masih hidup dan mereka kembali mencelakaiku paman soleh dan bu aida sudah begitu menyayangiku seperti anaknya sendiri mungkin karna mereka gak mempunyai anak" ujar lira.


"syukurlah kamu selamat, tapi siapa yang sudah menculikmu wat?" Klara penasaran.


"Entah lah karna Sampai sekarang belum ketahuan siapa yang pernah menculiku tapi aku yakin yang menculiku adalah orang yang sama yang sudah menculik azlea adik aku" kata lira.


"Serem juga ya! Kamu sama adik kamu hati-hati wat harus selalu ada pengawalan, ngeri kan!"


"Iya makanya kita selalu di ikuti bodyguard kemana-mana bahkan sekarang aku ke sini di buntuti bodyguard"


"Aku gak bisa membayangkan jadi kamu waktu itu" ucap klara.


"Tapi ra kalau aku gak mengalami hal itu mungkin sekarang kita gak saling kenal karna kita tidak belum tentu bertemu"


"Iya juga ya! Wat maaf aku manggil kamu wati gak apapa kan?"


"Kamu ini! Ya ga papa lah aku suka ko dengan sebutan itu jadi inget masa lalu"


"Ah tapi sama sekali gak cocok sama wajah kamu yang sekarang"


"Masa sih? kamu bisa aja"


"Wat tapi kamu udah nikah apa belum?" Tanya klara.


"Belum ra aku baru menyelesaikan study aku di amerika karna sempat tertunda"


"Aku gak nyangka loh ternyata kamu bukan orang sembarangan" kata klara.


"Terus orang apa dong?" Tanya lira.


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2