Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Keluarga kecil reyhan menemui sane


__ADS_3

Di pagi yang cerah reyhan mengajak klara dan juga intan kerumah sane, sesampainya di rumah sane mereka di sambut dengan hormat oleh semua penghuni rumah terumatama salah satu pekayan yang bernama ningsih, namun sang tuan rumah tak nampak.


"dokter reyhan, saya pikir siapa? apa kabar dokter?" ucap ningsih.


"alhamdullilah baik" jawab reyhan.


"silahkan duduk dok" ningsih mempersilahkan duduk.


"terima kasih" ucap reyhan.


"ini istri anda?" tanya ningsih.


"iya, ini klara istri saya dan ini anak saya intan" reyhan memeperkenalkan keluarga kecilnya.


"cantik cantik sekali" ningsih.


"terima kasih" klara


"dokter mau ketemu non sane?" ningsih sudah begitu kenal dengan reyhan dan tau bagaimana hubungan reyhan dengan sane ningsih seorang asisten rumah tangga kepercayaan keluarga sane yang bekerja sudah cukup lama.


"Iya, katanya dia sudah pulang dari korea" kata reyhan.


"iya beberapa hari lalu non sane pulang bersama euma tapi euma membawa non sane pulang ke kampungnya" ujar ningsih.


"ke kampung?!! maksudnya ke pelabuhan ratu?" reyhan.


"iya ini saya juga tengah bersiap-siap untuk kesana"


"kenapa di bawa kesana?" Tanya reyhan.


"semenjak kejadian yang menimpa suami dan kakaknya non sane benar terpukul sampai sekarang keadaan sane benar-benar sangat buruk dia masih belum bisa menerima apa yang terjadi sane terus memanggil suami dan kakaknya dokter tau sendiri kan non sane begitu menyayangi kakaknya sangat sulit bagi dia kehilangan seorang kakak yang sudah seperti orangtuanya sendiri" ningsih menceritakan apa yang terjadi pada majikannya mendengar perkataan ningsih tentang sane membuat klara kembali ikut merasakan kesedihan hingga membuat pipinya kembali di basahi air mata setiap mendengar cerita sane.


"bagaimana kalau kita juga kesana aja" usul klara pada suaminya.


"kepelabuhan ratu?" reyhan.


"Iya kalau bukan kita yang kesana kapan lagi kita akan ketemu dia" kata klara.


"bener juga, ya udah kita kesana" kata reyhan.


"bareng saya saja saya juga mau kesana hari ini" sambung ningsih.


"teh ningsih duluan saja nanti saya belakangan" ujar reyhan.


"ya sudah kalau bagitu" ningsih


"sayang kita pulang dulu sekarang untuk siap-siap"


"iya sayang" reyhan.

__ADS_1


"teh! kita pamit pulang dulu" pamit reyhan.


"lho gak makan dulu dok? sudah di siapkan" kata ningsih.


"gak teh terima kasih, kita pamit dulu" klara.


"ya sudah kalau begitu" ningsih.


"sayang salim dulu sama mba nya" kata klara pada intan yang sedari tadi anteng bermain dengan boneka kesayangannya yang tak pernah tertingal selalu ia bawa kemana-mana.


"intan pamit dulu ya" intan menyalami ningsih dengan menggemaskan.


"iya sayang, iihh lucu banget" kata ningsih sembari mengusap pipi intan dan akhirnya reyhan dan keluarga kecilnya pulang dari rumah sane.


____________


Hari itu reynant berniat untuk kerumah lira melihat keadaan lira namun di perjalanan reynant tak sengaja melihat seorang wanita berkerudung berjalan kaki menyisir pingiran jalan raya. reynant memperjelas pandangannya ia merasa kenal dengan wanita yang ia lihat dan ternyata benar wanita yang ia lihat adalah rania istri rinto, reynant mengehentikan mobil tepat di dekat rania lalu menurunkan kaca mobilnya.


"kamu rania kan?" Tanya reynant, merasa ada oramg yang menegenalinya rania menoleh.


"i iiya" jawab rania gugup.


"kamu dari mana? mana bang rinto? kenapa berjalan kaki sendirian disini?" Tanya reynant.


"a aku pulang dari pasar" kata rania.


"tapi aku beneran dari pasar, tapi aku juga bingung tadi pasarnya di sebelah mana" tukas rania rupanya rania kesasar ia tidak tau jalan pulang menuju kembali kerumahnya.


Reynant melihat tas belanja yang di bawa rania yang memang benar isinya terlihat ada beberapa jenis sayuran.


"mau aku antar pulang!" tawar reynant.


"emmmhh tapiii"


"tapi apa?"


"nanti aku merepotkan"


"nggak, cepetan naik!" seru reynant, lalu membukakan pintu mobil bagian depan untuk rania, rania masih ragu untuk menaiki mobil reynat, melihat rania yang merasa ragu reynant kembali berseru.


"ayolah aku bukan orang jahat, aku ini kan adik iparnya sahabat kamu" kata reynant dan dengan ragu akhirnya rania menaiki mobil reynant setelah rania naik reynant kembali melajukan mobilnya.


"kenapa kamu bisa berada di sini?" reynant penasaran.


"aku lupa jalan pulang" rania.


"apa jadi barusan kamu kesasar, kamu gak minta di antar suamimu?" Tanya reynant.


"enggak pak rinto lagi di luar kota" jawab rania.

__ADS_1


"terus kenapa kamu gak minta di antar sopir bang rinto atau pesan taksi online" reynant.


"aku gak bawa ponsel" kata rania.


"harusnya kalau mau kemana-mana bawa ponselnya biar kalau ada sesuatu kamu gampang menghubungi seseorang"


"aku lupa" rania, tak lama reynant mobil reynant terparkir di area parkir apartemen yang biasa di tempati rinto dan rania.


"kita sudah sampai" kata reynant, rania tak segera turun rania menyapu seluruh area parkiran tersebut.


"kita di mana?" Tanya rania.


"hah dimana!!! ini aparteman tempat tinggal kamu dengan bang rinto kenapa kamu lupa? jangan-jangan kamu amnesia gawat!!!" ucap reynant.


"nggak mas aku gak tinggal di sini lagi aku sudah pindah rumah beberapa bulan lalu" ucap rania.


"ohhh jadi kamu sudah pindah lalu sekarang kamu tinggal dimana?"


"aku tinggal di rumah orang tua pak rinto"


"orang tua bang rinto? yang saya tau orang tua bang rinto sudah lama pisah dan bang rinto sendiri juga gak tau di mana orang tuanya" kata reynant.


"ibunya pak rinto sudah kembali dan sekarang aku dan pak rinto tinggal dengan ibunya di rumah peningalan neneknya"


"o ya! jadi begitu, ya sudah sekarang aku antar kamu ke sana"


"mas rey tau tempat tinggal kami?"


"kalau memang sekarang kalian tinggal di rumah neneknya bang rinto aku tau rumahnya" lalu reynant memutar kembali mobilnya dan melajukannya menuju rumah yang di tuju.


setelah memakan waktu kurang lebih separapat jam dalam ke adaan lancar akhirnya mereka sampai di tempat yang di tuju reynant memarkirkan mobilnya di halaman rumah tersebut setelah mobil berhenti reynant rania pun turun dan rupanya rania tengah di tunggu sang mertua, dari dalam rumah sang ibu mertua ketika melihat menantunya datang ia langsung menghampiri.


"kamu dari mana saja? kepasar lama banget kamu kepasar atau ke luar negri?!" tanya sang ibu mertua dengan judesnya.


"maaf bu tadi mah tadi nia.." belum rania menyelesaikan perkataannya sang mertua kembali bekata.


"apa? kamu mau bilang apa, ohhhh pantes kamu lama kamu di antar siapa? siapa yang mengantar kamu itu hah jangan-jangan itu selingkuhan kamu pantesan kamu kepasar dari pagi sampai sekarang baru pulang" tukas sang mertua yang bernama anita itu, reynant yang masih belum pergi memeperhatikan sikap bu anita dari dalam mobil lalu ia turun katika mendengar rania di tuduh hal yang buruk.


"maaf bu saya reynant adik dari dokter reyhan"


"emh emh emh pinter ya kamu rania kamu pinter menjerat pria kaya raya"


"maaf bu saya saya rania ketemu di jalan dia tadi kesaar dan kebetulan bertemu saya lalu saya menawarkan diri untuk mengantarkan pulang" ucap reynant.


"baiklah saya berusaha percaya saja meskipun saya gak yakin dengan kalian, rania ayok masuk kamu gak usah cari muka disini!" Seru bu anita.


"baik bu kalau begitu saya juga pemit" ujar reynant, bu anita sama sekali tak berkata ia lansung kembali masuk kedalam rumahnya reynant merasa aneh dengan sikap bu anita tanpa berkata lagi reynant pun pergi.


TO Be Continue

__ADS_1


__ADS_2