Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Penyesalan sang dokter


__ADS_3

M**enjelang malam**


Semua berkumpul di ruang keluarga di sana nampak hadir reynant tengah mengajak bermain intan, intan sangat senang ketika mengetahui om nya datang ke villa, bu karina dan klara dan bi siti asik dengan siaran sinetron kesayangannya yang di tayangkan di salah satu stasiun televisi sedangkan bu mar setelah tuannya selesai makan malam dan membereskan semuanya bu mar pulang karumahnya karna menginap di villa tersebut kecuali bu karina membutuhkannya, pak anggara asik dengan laptopnya meskipun ia sedang di luar kota tapi ia tetap harus memantau perusahaannya lewat jaringan internet.


"Mana reyhan?" Baru saja bu karina menanyakannya reyhan pun datang.


"Sayang sini kumpul bareng, mamah kangen deh suasana seperti ini kumpul bareng" ujar bu karina, intan yang melihat reyhan datang ia langsung terdiam kemudian memeluk reynant ia seperti melihat orang asing, reyhan duduk di sofa di dekat bu karina.


"Unkle om itu siapa?" Tanya intan pada reynant yang kadang memanggil om dan kadang memanggil unkle karna reynant selalu menyuruh intan memanggilnya dengan sebutan unkle ia tak mau di panggil om sedangkan klara selalu menyebutkan om pada reynant untuk intan.


"Hahh emhh dia itu ayahnya intan" jawab reynant.


"Ayah!?" Intan terlihat aneh mendengar sebutan ayah.


"Iya ayah intan"


"Seperti unkle pada akeh, seperti bunda pada abah" reynant menjelaskan.


"Tapi aku punya papah, papah rinto" ucap intan.


"Iya itu papah yang ini ayah" reynant.


"Oh kaya abah sama akeh?" Intan.


"Pintar kesayangan unkle" puji reynant sembari mencubit pipi intan.


"Aw.. Sakit!"


"Sakit maaf" reynant mengusap pipi yang bekas di cubitnya.


"Reyhan medengar percakapan reynant dengan intan meski jaraknya agak jauh.


"Sana yuk" ajak reynant pada intan.


"Nggak"


"Kenapa?"


"Intan takut"

__ADS_1


"Ko takut!"


"Intan kan pernah di kasih boneka sama ayah intan itu kan" intan menganggukan kepala.


"Yuk unkle gendong" ajak reynant lalu reynant menggendongnya dan membawanya mendekati yang lain, reyhan tersenyum melihat intan, kemudian ia mendekati intan yang di pangkuan reynant intan terlihar semakin mempererat pelukannya pada reynant reynant jongkok di hadapan intan yang dalam pankuan reynant untuk menyetarakan tubuhnya semua yang hadir disana menyaksikan tingkah reyhan nampak senyuman di bibir kedua orangtuanya setelah saling melirik sedangkan klara hanya diam.


"Kita belum kenalan ya waktu itu" namaku reyhan.


"Kenalan dulu dong itu ayah intan lho!" Seru bu karina, pelan-pelan intan melepas pelukannya pada reynant dan menyodorkan tangannya pada reyhan.


"Aku intan" ucap intan.


"Intan boleh aku ayah!" Kata reyhan, namun di jawab oleh intan dengan gelengan kepalanya.


"Gak papa sayang kalau intan mau panggil ayah" dan lagi intan menggeleng kepala.


"Ya udah gak papa intan boleh panggil apa aja ya" ujar reyhan, sambil mengusap pipinya dengan ibu jarinya, dan dijawab oleh intan dengan anggukan.


"Mah aku tinggal dulu" pamit reyhan, ia pergi keluar villa dan meminta kunci mobil pada penjaga di depan villa karna sebelum pulang sang sopir selalu menitipkannya pada penjaga lalu reyhan pergi dengan mengendarai mobil yang terparkir di halaman villa reyhan tau kalau kuncinya pada penjaga karna sang sopir yang memberitahu.


"Mau kemana dia malam-malam begini?!" Kata bu karina.


"Biarkan lah mah dia itu udah gede lagian dia pernah tinggal disini" ujar pak anggara.


"Hushh! Kamu ini" ucap bu karina.


"Eh iya mah katanya ada yang mau bawa calon istri ya, tapi kok sampai sekarang gak ada" ledek klara pada reynant.


"Apa??? Jangan mulai deh!" Reynant.


"eh iya mamah hampir lupa" bu karina.


"Padahal ganteng tapi kenapa gak laku-laku ya?" Cetus bu karina.


"Siapa? aku? gak laku?" Kata reynant


"Siapa lagi!!!" Ucap klara.


"Behhh yang suka mah gak ketulungan tapi ya.. gitu deh aku nunggu ada cocok" jawab reynant.

__ADS_1


"Yang gak cocok nya siapa? kamu apa ceweknya?" Pak anggara angkat bicara.


"Wah gawat nih kalau si akeh sudah angkat bicara udah ah aku ngantuk" kemudian reynant pergi meninggalkan semua yang ada du sana semua tertawa melihat reynant yang ketakutan saat ditanya soal calon istri.


"Bi saatnya intan bobo!" Klara.


"Iya yuk sayang bobo" ajak bi siti lalu menggendong intan membawanya kekamar setelah bi siti pergi klara ngobrol dengan pak anggara dan bu karina soal reyhan.


"Mah, pah tadi pas intan tidur siang dokter datang kekamarku dia ingin melihat intan, klara mengizinkannya lalu ia menghampiri intan yang tertidur pulas mamah sama papah tau gak? dokter mencium kening intan dan yang membuat klara aneh lagi dokter reyhan kaya nangis gitu" klara memberitau apa yang ia lihat soal tingkah anehnya reyhan hari itu pada kedua orang tua reyhan.


"Masa sih sayang" mendengar ucapan klara mengenai sikap reyhan bu karina nampak bingung.


"Iya mah"


"Kenapa ya pah" bu karina bertanya pada suaminya ia nampak bingung.


"Mah aku kemar dulu mau lihat intan" klara.


"Iya sayang" bu karina.


"Ya udah yuk mah, papah juga ngantuk" ajak pak anggara, kemudian merekapun pergi kekamar sesampainya di kamar bu karina teringat apa yang di sampaikan soal tingkah reyhan.


"pah! mamah jadi kepikiran sama reyhan" ujar bu karina pak anggara yang kini sudah membaringkan tubuhnya di atas kasur mendengar ucapan bu karina bangkit kembali.


"papah juga gak ngerti mah mungkin sekarang saatnya reyhan merasakan hidup yang sebenarnya dan menyesali peneysalan yang sebenarnya, penyesalan karna dia sudah menelantarkan anaknya selama masih dalam kandungan sampai sekarang" tukas pak anggara menanggapi ucapan istrinya.


"iya sih pah tapi mamah gak tega melihat reyhan yang sepertinya berharap jika intan memanggilnya ayah, apa lagi saat mamah dengar dari klara kalau reyhan nangis, padahal sebelumnya anak kita itu paling tangguh" kata bu karina.


"mah gak ada jalan lain kita harus membuat mereka rujuk" saran pak anggara.


"tapi kayanya sekarang susah pah, klara sudah ada rinto yang juga sangat sayang padanya dan juga intan" bu karina.


"ya kita lihat saja nanti mah kedepannya bagaimana!?" pak anggara, lalu kembali pak anggara membaringkan tubuhnya dan menghentikan obrolannya.


Di jalan perkampungan kampung nanglu


Reyhan mengemudikan mobil tanpa ada tujuan, reyhan melewati rumah dinas yang dulu ditempati reyhan berhenti sejenak rumah dinas tersebut masih sama belum ada perubahan karna ke sibukan dengan urusannya di korea reyhan sampai melupakan semua aset-asetnya di negri sendiri bahkan sama sekali tak mengurusnya kalau bukan reynant yang menjalankannya mungkin semua usaha reyhan sudah hancur.


Reyhan memperhatikan rumah dinas itu dan membuat ia kembali teringat kenangannya di kampung tempat lahir seorang gadis yang pernah ia nodai ia juga teringat saat reyhan merenggut kesucian klara yang di mana reyhan menikmati tubuh klara dengan bayangan tubuh sane sang kekasih yang justru sekarang malah menikah dengan laki-laki lain dan dari hasil perbuatannya kini hadir seorang gadis cantik yang sama sekali tak mau menyebutnya dengan sebutan ayah.

__ADS_1


Reyhan marah dengan dirinya sendiri ia memukuli kemudi mobil hingga beberpa kali untuk melampiaskan kemarahannya sebelumnya reyhan tak pernah perduli dengan semua itu tapi setelah melihat bayi yang di lahirkan sane hasil buah cintanya dengan jun beberapa bulan lalu dan juga melihat keharmonisan keluarga kecil sane dan jun yang selalu memostingnya di sosial medianya reyhan jadi tersadar bahwa ia pun harusnya memiliki keluarga kecil namun sekarang sudah hancur karna perbuatannya yang ingin mengejar obsesinya mencitai sane yang tak kesampain, kini reyhan merasa sudah terlambat karna keluarga kecilnya seolah telah meninggalkannya jangankan istri anaknya pun seolah tak mau menerima kehadiran reyhan, disana reyhan menangis, apa yang harus ia lakukan sekarang? entah!


To Be Continue


__ADS_2