
...Malam kian larut buaian mimpi membawa jejak-jejak kehidupan manusia ke alam bawah sadar, namun tak terjadi pada manusia yang yang satu ini seorang klara andarista! malam itu justru ia tak dapat memejamkan matanya pikiran melayang mengingat kejadian demi kejadian yang ia alami akhir-akhir ini entah mengapa tiba-tiba ia teringat dengan awal pertemuanNya dengan reyhan si dokter yang pernah melarutkannya dalam buaian rasa yang penuh gairah namun hanya terjadi dalam sekejap kemudiam menghancurkan segalanya, kehidupan klara yang seharus bahagia bersama orang tua nya harus sirna ia rela berpisah dengan keluarga karna aib yang harus ia tanggung, ia pun masih ingat saat ia pertama kali menginjakan kakinya di rumah keluarga anggara meskipun tak ada sambutan sebagai menantu di rumah itu namun ia bahagia karna bu karina memperlakukannya dengan sangat baik meskipun saat ia belum mengetahui kalau klara adalah menantunya, bahkan ketika ia tau klara menantunya pun kasih sayang bu karina terhadapnya takbberubah justtu lebih sangat menyayanginya....
...Lalu ia pun teringat saat reyhan pergi meninggalkannya tanpa menoleh, dalam keadaan hamil besar klara berteriak memanggilmya agar reyhan tak meninggalkannya dan tetap di sisinya meskipun suaminya itu selalu cuek padanya saat itu klara sangat membutuhkan sosok seorang suami di sisinya....
...Dan tiba-tiba ia teringat rinto yang baru tadi sore ia temui bahkan mengajaknya makan klara teringat ucapan rinto....
ucapan yang di cut di episode sebelumnya ya.. readeriesku jadi gak ada di episode sebelumnya.
flash back
...Rinto memaksa klara untul bercerita tentang pernikahannya dengan reyhan, lalu dengan terpaksa klara menceritakan kisahnya pada rinto....
"lalu kenapa lu gak pulang ikut orang tua lu pulang?!" Tanya rinto.
..."aku masih memberikan harapan pada diriku untuk menunggu dokter reyhan pulang dan mengatakan rujuk padaku" ujar klara....
..."sane seandainya reyhan tak datang atau ia tak mau rujuk denganmu apakah kamu berniat untuk berumah tangga lagi?" rinto....
"ya iyalah mas aku kan masih muda, aku juga butuh pendamping untuk masa depanku dan juga intan, mungkin kali ini aku harus berhati-hati mencari pria karna aku juga bukan hanta mencari sosok suami tapi juga sosok ayah yang bisa menyayangi anaku" ucap klara.
..."sane... aku bisa menjadi sosok yang kamu inginkan" ucap rinto dengan seriusnya hingga membuat klara tak bisa berkata-kata....
"mas rinto gak salah? mas rinto gak kesambet kan? apa mas rinto sakit?!" ucap klara seraya memegang kening rinto.
..."ah gak panas ko" ucap klara lagi sebari membolak balik telapak tangannya di kening rinto, merasakan sentuhan tangan di keningnya rinto meraih tangan klara ia menggenggam nya dengan sebelah tangannya karana tangan satunya lagi ia gunakan untuk menopang tubuh intan du pangkuannya....
..."sane aku serius!" Seru rinto, klara masih tak dapat berucap ia tak percaya dengan ucapan rinto....
"tapi mas"
"tapi apa? hemm"
..."aku ini bukan orang kaya aku hanya orang kampung yang terlahir dari keluarga sederhana, mungkin aku bisa di bilang hanya orang miskin yang tak tau diri mengharapkan cinta seorang rey..." ucapan klara terputus saat telunjuk rinto mendarat di bibir klara untuk menghentikan ucapannya....
..."sane aku gak perduli kamu dari kampung, kamu, orang miskin atau gembel sekalipun bagaimanapun keadaan kamu jika kamu mau menjadikan aku pengganti reyhan di hati kamu, aku siap jadi pendamping dan sosok yang kamu harapkan sebenarnya sejak pertama kali aku mengenal kamu aku menyukai kamu" ucap rinto....
__ADS_1
"ini mas rinto serius?!" klara penasaran.
"aku serius"
"mas aku gak bisa menjawab sekarang, maaf mas" ujar klara.
"iya aku gak maksa kamu untuk menjawabnya sekarang"
flash back of
Klara bangun lalu ia pergi ke balkon meningalkan intan yang tertidur pulas.
..."apa mas rinto serius dengan ucapannya?! masa iya mas rinto mau sama aku??! tapi sepertinya mas rinto serius karna biasanya dia nyebut, elu dan gw tapi tadi sore.... aku kamu!!!?? mas rinto juga seorang dokter dia juga orang kaya sama seperti dokter reyhan! dia juga tampan pasti banyak perempuan cantik yang mau padanya, tapi kenapa dia mau sama aku? apa dia kasian sama aku karna di tinggalin sahabatnya" gumam klara seraya berdiri di balkon memandang pemandangan yang luas dari atas balkon, tiba-tiba "owak... owak... owak..." suara intan nangis, intan terbangun dari tidurnya....
..."ini mamah sayang!" ucap klara lalu ia mengempok-ngempok intan, intan pun berhenti menangis dan tertidur kembali kali ini klara pun tak bisa menahan rasa kantuk nya dan ia pun terlelap....
Di tempat lain
...Rinto yang baru pulang dari klub bersama temannya, ia membaringkan tubuh nya di kasur rinto yang tinggal di satu gedung apartemen dengan klara itu ia sering pergi ke klub bersama temannya namun ia tak pernah minum minuman keras beralkohol di atas 0,2 ia tak pernah sampai mabuk berat, ...
"klara!! dia sedang apa? apa dia sudah tidur? atau malah kerepotan dengan intan yang tak mau tidur kenapa gw jadi jatuh cinta sama dia? apa gw gak salah gw mencintai mantan istri sahabat gw sendiri" gumam rinto di tengah kesendiriannya. kemudian ia bangun dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Esok pagi di apartemen.
bell pintu apartemen temen klara bunyi, lalu klara dengan bergegas berlari untuk membukanya setelah pintu terbuka nampak lah wajah bi siti dan mang wiwi di ambang pintu.
"bibi... mang wiwi" ujar klara.
"non bibi kangen sama non klara"
"iya bi klara juga! masuk bi, mang" ajak klara.
kemudian mereka pun masuk
"ada apa bibi pagi-pagi datang kesini?" tanya klara.
__ADS_1
"kami di suruh nyonya, dan bibi mulai hari ini di suruh tinggal di sini nemenin non klara" kata bi siti.
"dasar mamah mamah! gimana aku mau mandiri kalau gini caranya" ucap kiara.
"dia terlalu sayang sama non klara, nyonya menganggap non sudah seperti anak kandungnya sendiri.
"oh iya mang wiwi tinggal di sini juga?"
"ya enggak atuh non mamang mah tetep tinggal di rumah besar mamang cuma bantuin bi siti nganterin barang-barangnya" jawab mang wiwi.
"oh korain mag wiwi juga mau jadi satpan disini"
"ya enggak atuh non masa mamang tinggal sama perempuan semua bukan muhrim lagi takut!"
"takut apa?"
"takut di keroyok"
"ah kaya yang beneran aja takut padahal mah seneng, kalau tinggal sama kita di sini sayang aja gak di suruh sama nyonya, malah katanya nyonya bilang mang wiwi jangan lama-lama cepet pulang lagi" ucap bi situ.
"ya saya di suruh jangan lama-lama karna di suruh nganterin nengsri belanja bulanan" kata mang wiwi, mereka terlihat sangat akrab.
"ya udah mang kalau gitu mang wiwi cepet pulang takutnya sri nungguin"
"ya sudah kalau begitu mamang pulang lagi"
"mang wiwi udah makan belum? kalau belum makan dulu! tadi klara udah masak" tanya klara.
"sudah non terima kasih"
"ya udah kalau begitu" ucap klara, mang wiwi kembali ke rumah besar.
Dengan kedatangan bi siti sekarang klara punya teman di apartemen itu dan tak sendirian lagi.
To Be Continue
__ADS_1