
Di kamar klara
Klara lansung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur ia menangis, karna harus kembali mengingat apa yang reyhan lakukan bersama alin, sepray yang menjadi tempat ungkapan perasaan klarapun mulai basah dengan butiran butiran bening yang semakin deras keluar dari pelupuk bola indah milik klara.
saat ini hati klara merasa gundah tak karuan, butiran bening mulai membentuk sungai kecil seolah mengadu dan bercerita jika saat ini pemilik ruangan mewah tersebut tengah berada dalam ke gundahan.
Saat ia merasakan dadanya terasa sesak tiba-tiba ponsel yang masih ia genggam berdering, klara mengusap air matanya dan melihat nama panggilan di layar ponselnya klara melihat nama panggilan di ponsel rupanya bu karina menelponnya klara dengan segera mengangkat panggilan tersebut.
"Iya ma" ucap klara pada bu karina di balik sambungan dengan nada pelan seolah males mengangkat panggilan telponnya.
"Sayang lagi apa? ko kaya lemes gitu kamu gak apapa kan?" kata bu karina.
"Gak apapa ko ma"
"Sayang hari ini kita mau pulang kejakarta" kata bu karina mendengar mereka akan pulang klara menarik tubuhnya dari kasur dan duduk di tepian, yang tadinya merasa lemas setelah mendengar bu karina akan pulang klara merasa kini energi tubuhnya kembali bersemangat ia berdiri dan duduk di sofa yang sengaja di tata di ruangan klara.
"Ma aku senang kalian akan pulang aku sudah kangen banget sama intan"
"Sama mama kamu gak kangen!?" Goda bu karina.
"Ya kangen dong ma"
"Ya sudah sayang mama mau packaging dulu siap siap"
"Iya ma hati di jalan ya!"
"Iya sayang"
"O iya intan mana ko gak kedengaran suaranya?!"
"Tidur sama kakeknya mungkin bentar lagi juga bangun ya sudah ya sayang mamah mau packing dulu yah"
__ADS_1
"Iya ma hati-hati ya"
"Iya sayang" dan tut tut tut... sambungan terputus, klara merasa senang karna hari ini buah hati dan keluarga kesayangannya akan kembali berkumpul dengan nya.
Mendengar anaknya akan pulang klara memutuskan untuk pergi kerumah besar guna menyambut kedatangan orang-orang tersayangnya yang berencana akan pulang hari itu.
Dengan segera klara turun untuk makan malam setelah sampai di bawah klara di sapa oleh asri pelayan yang beberapa hari ini agak dekat dengan klara.
"Malam nona" sapa asri.
"Iya malam"
"Makan malam nya sudah siap"
"Iya terima kasih" lalu klara duduk di kursi makan kemudian seperti biasa dua pelayan yang biasa menunggui majikannya makan sudah bersiaga berdiri di belakang klara.
"Kalian bisa gak? Gak usah menunggui aku saat makan! Aku merasa gak nyaman lagi pula kalau aku butuh apapa aku bisa ambil sendiri lagi pula aku bisa panggil kalian kalau memang benar-benar aku tak mampu melakukan sendiri" kata klara pada dua pelayan yang berdiri di belakangnya sebelah kiri kanannya, sang pelayan saling melirik dan masih tak bergeming.
"Tapi non perintah tuan"
"Tuan kamu menyuruh kerja untuk siapa? Untuku kan? Jadi kalian harus mengikuti perintah ku kalau nggak nurut aku akan melaporkannya pada tuan mu, sekarang dari pada kalian berdiri seperti itu mendingan kalian duduk di sini makan dan temani aku" ujar klara.
"Tidak nona kami gak bisa makan bareng anda" tolak sang pelayan.
"Kenapa?"
"Kami hanya seorang pembantu di sini, jadi kami punya tempat sendiri saat kami makan, ini bukan tempat kami" kata sang pelayan.
"Oke baik lah, tapi aku mau tanya sesuatu sama kamu? Apa seorang pembantu bukan manusia?"
"Ucap klara"
__ADS_1
"Maksud non"
"Kalian dengar! Menurutku aku sama kalian sama, sama-sama manusia buat aku tak ada bedanya mungkin aku hanya sedikit lebih beruntung dari kalian karna aku di berikan sebuah rumah mewah ini dengan segala seisinya oleh dokter reyhan yang sangat terkenal dan kaya raya yang katanya mencintaiku, tapi itu bukan alasan kalian harus membedakan diri denganku, kalian tau aku juga sama dengan kalian aku bukan orang kaya aku hanya seorang anak petani dari kampung yang nasib nya sangat beruntung karna sudah mengenal keluarga anggara yang begitu menyayangiku, jadi gak usah memperlakukan aku seperti ratu kaya gini" Mendengar perkataan klara kedua pelayan yang berdiri di belakangnya dan juga pelayan lain yang berada di dapur hanya diam dan saling memandang satu sama lain, mereka kagum pada majikannya yang tak pernah sombong dengan apa yang sekarang miliki.
"Tapi non kami harus tetap mentaati perintah tuan"
"Kenapa? Apa karna kalian di gaji sama dia?"
"Iya non dan selain itu dokter reyhan sangat baik sama kami dengan bekerja di sini kami bisa dapat rumah di kampung tanpa mengandalkan uang gaji kami dan tanpa potongan sepeser pun, tuan yang membangunkannya dan yang sudah punya rumah namun rumahnya hampir mau roboh tuan yang merenovasinya hingga kembali layak huni, kami bekerja dengan tuan reyhan sudah cukup lama dan kami sangat mengenal sipat tuan reyhan sipatnya sangat baik" ucap sang pelayan yang berdiri di belakang klara bernama herni.
Mendengar perkataan para pelayan klara merasa ikut mengagumi kebaikan hati reyhan terhadap semua orang yang di kenal nya.
"Baiklah kalau begitu aku akan hubungi tuan kalian agar dia mengijinkan kalian untuk menemani aku makan" kata klara, tapi saat akan menelponnya klara teringat bahwa dia masih marah pada reyhan lalu klara menyuruh penjaga untuk menelpon reyhan dan menyampaikan maksud klara pada reyhan.
"Hallo tuan" ucap sang penjaga pada reyhan setelah panggilan telponnya di angkat.
"Maaf tuan saya di suruh nyonya untuk menyampaikan sesuatu"
"Kenapa dia gak menyampaikan nya langsung? Emang Apa yang dia katakan"
"Maaf tuan nyonya mau ngajak para pelayan di rumah makan bareng dengannya tapi para pelayang menolak karna takut sama anda tuan" kata sang penjaga.
"Kamu panggil semua orang yang ada di rumah itu dan loudspeak ponselnya" Seru reyhan.
"Baik tuan" dengan segera sang penjaga menuruti perintah tuannya dan mengumpulkan semua orang yang ada di rumah itu setelah semuanya berkumpul sang penjaga memberi tau tuannya.
"Sudah tuan semuanya sudah berkumpul"
"Kalian dengar semuanya, aku membayar kalian semua untuk klara dan nanti akan ada anak saya intan jadi saya minta apapun yang di inginkan klara yaitu nyonya atau intan anak saya kalian harus menurutinya kalau kalian sampai menolaknya siap2 kalian saya pecat dengan tidak hormat" ujar reyhan di balik sambungan telpon, klara yang mendengar ucapan reyhan ia hnaya diam menyangga dagu dengan dua telapak tangannya.
"Dia sungguh sangat berkuasa di muka bumi ini sampai sampai semua orang takut padanya, padahal orangnya tidak ada cuma mendengar suaranya saja mereka sudah ketar-ketir seolah orang nya berada di hadapan mereka berkacak pinggang dan memelototi mereka, memang benar uang bisa menaklukan segalanya" gumam klara dalam hati sembari memperhatikan semua orang yang terlihat takut pada tuannya padahal hanya lewat sambungan telpon.
__ADS_1
To Be Continue