
Niat klara pulang ke kampungnya untuk menghadiri pernikahan salah seorang sahabat lamanya yaitu rania, anak seorang ustadz di kampung tersebut keseharian rania tak pernah lepas dari kerudung, rania dengan wajah yang anggun dengan dandanan khas wanita muslimah nyang menambah ayu, selain cantik dan anggun rania juga sangat pandai ilmu agama bahkan lebih pandai dari klara itu karna ia selalu di ajarkan abahnya yang seorang ustadz karna selain cara berdandan yang harus mengikuti ajaran islam rania juga di ajarkan bagimana cara menghormati agamanya dengan cara menutup aurat, rania selalu di ajarkan bagaimana cara berteman agar tak terjerumus oleh teman yang justru menyesatkan.
Obat hati bagi orang islam ada lima perkara pertama bersujudlah kepada allah kedua untuk mendekatkan diri kita agar lebih dekat dengan allah, seringlah mendirikan shalat sunat di sepertiga malam karna di spertiga malam adalah waktu dimana do'a kita di izabah karna pada waktu sepertiga malam jarang orang berbuat maksiat mereka sibuk dengan kehidupannya di alam bawah sadar, yang ketiga seringlah membaca alqur'an dengan metaati kandungan isi dan ajaran di dalamnya, yang ke empat perbanyaklah puasa bukan hanya puasa ramadhan tapi juga puasa sunat seperti puasa di hari senin, kamis, puasa sunat di bulan maulud atau rajab atau di bulan dzulhijjah dan masih banayak lagi karna dengan bepuasa kita dapat menjaga tubuh kita dari asupan makanan yang berlebih dan menjaga tubuh kita dari makanan yang kita makan yang belum tentu tau apakah itu halal atau tidaknya selama kita berpuasa, yang kelima sering lah berkumpul dengan orang shaleh karna dengan berkumpul dengan orang-orang shaleh kita akan melihat bayangan perbuatan kita apakah kita lebih baik dengan orang yang kita gauli atau malah lebih buruk, selain itu jika kita sering berkumpul dengan orang soleh kita juga di ajarkan bagaimana cara kita agar bisa memperbaiki diri kejalan yang benar.
Setelah mendapat kabar tentang pernikahan sahabatnya klara memutuskan untuk pulang ke kampung tempat lahirnya meski tak berniat untuk berlama-lama disana.
Klara sudah tak sabar ingin segera menemui rania, klara datang kerumah rania dengan membawa sang buah hati nya intan sesampainya di rumah rania, ia sangat di sambut antusian oleh para ibu-ibu yang tengah sibuk dengan pekerjaan di rumah rania di karnakan pernikahan rania akan di langsungkan esok, saat klara pertama datang dari halaman rumah rania, terlihat ada beberapa orang bapak-bapak yang tengah membuat janur memasang, tenda, membawa kambing untuk di potong mungkin mau di jadikan sate kambing dan juga ibu-ibu yang sibuk dengan perkerjaannya masing-masing seperti mengupas kentang, wortel, kol, buncis dan banyak lagi yang lainnya, dengan kedatangan klara kesana semua orang yang nampak sibuk itu seketika berhenti sejenak guna menyapa klara tak sedikit yang mengagumi kecantikan klara apa lagi klara menuntun anak kecil yang sangat cantik yang tak lain adalah buah hati kecilnya yang begitu lucu dan membuat pusat perhatian orang-orang yang ada di sana.
"Asalamualikum" ucap klara saat menginjakan kaki di teras rumah rania.
"Wa'alaikumsallam" jawab orang-orang yang ada di sana serempak seraya melihat ke sumber suara.
"Eh klara ya allaah, sini nak!" Seru salah satu ibu-ibu yang ada di sana.
"Gustiiiii klara kamu sekarang cantik sekali ra, ini anak kamu?" Ujar ibu yang lain lagi.
"Iya ini anak klara" jawab klara.
"Namanya siapa? cantiknya"
"Namanya intan, salim dulu sama omah!" Seru klara pada intan, intan pun menurutinya intan bersalaman pada orang-orang yang ada di sana dengan lucunya pipi intan yang cabi jadu pusat mendaratnya tangan ibu-ibu yang gemas melihatnya.
"Lucu banget yah, oh iya suami kamu mana? Gak ikut kesini!" Tanya seseorang lagi.
"Nggak bu" jawab klara.
"Oh... tapi ikut pulang kesini kan?!" Tanya tang lain lagi.
"Nggak bu" klara.
"Loh ko gak ikut! Katanya mertua kamu ikut kesini kan!?"
"Iya tapi ayahnya intan gak ikut!" Ucap klara.
"Raaa....." panggil rania sang sahabat yang ingin klara jumpai tiba-tiba muncul dari dalam rumah.
Nia..." akhirnya mereka bertemu dan berpelukan di sana dengan di saksikan orang yang tengah sibuk dengan pekerjaannya.
"Ayo masuk" ajak rania.
"Eh ini anak kamu" tanya rania.
"Masyaallaah cantiknya anak kamu ra!" Kata rania.
"Iya dong emang gak liat ibunya" kelakar rania.
"Bisa aja kamu" rania lalu mereka pun masuk kedalam rumah rania.
"Bunda nenek mana" tanya rania menanyakan bu karina.
"Iya nanti sayang habis dari sini kita ke nenek" klara menenangkan anaknya yang sedari pagi menerengek minta di antar ke neneknya.
"Ra ini ayo di cicipi" rania menyodorkan beberapa makanan di meja.
"Makasih, gak usah repot-repot" rania.
"Ah repot apa? Kita ngobrol di kamarku aja yu!" Ajak rania
"Ah ga enak itukan mau di pake malam pertama hahaha..." klara.
"Ah apaan sih" rania bersemu malu mendengar candaan klara.
__ADS_1
"Yu kita ngobrol di kamarku aja" kembali mengajak klara ke kamarnya.
"Beneran nih gak apa?" Klara.
"Iyaaa tenang aja hahaha" kemudian mereka pun pergi kekamar.
Di kamar.
"Eh ngomong-ngomong yang lain udah pada kesini?" Klara menanyakan ke empat sahabatnya.
"Mereka udah pada nikah, cuma tinggal wati sama aku aja yang belum" jawab rania.
"Ah.... tapi tinggal menunggu esok barubah dech status seorang rania ini" klara.
"Iya juga yah" rania.
"Eh nia kamu tau gak adik ipar aku kan pernah kesini kalau gak salah empat tahun lalu" klara.
"Iya aku ingat dia sempat jadi rebutan para gadis di sini" rania.
"O ya, terus terus?" klara.
"Terus terus, kaya tukang parkir aja" kelakar rania.
"Iya terus gimana? Apa ada yang berhasil?" Klara.
"Gak lah adik ipar mu itu terlalu dingin pada para gadis di sini dan banyak yang patah hati karnanya" ucap rania.
"Hahaha kamu juga?" klara.
"Gak lah enak aja, lagian waktu itu aku lagi gak di kampung aku lagi ngajar di luar kota sebagai guru agama" jelas rania.
"Iya aku juga sempat mendengarnya dari si wati juga"
"Eh ngomong-ngomong sekarang si wati di mana? katanya belum nikah? Apa masih jadi pengembala kambing?" Tanya klara.
"Dia sekarang katanya tinggal di jakarta, gak tau deh dia di jakarta sama siapa?"
"Ohhh... di jakarta juga"
"Adam juga dia di jakarta"
"Kalau adam aku pernah ketemu dia kerja di klinik tempat eku memeriksa kandungan aku dulu"
"Kamu pernah ketemu?"
"Iya gak sengaja, dia kerja sebagai clining service di sana"
"Tapi sekarang katanya dia jadi bodyguard loh"
"Ohhh pantes aku gak pernah liat lagi dia kerja di klinik" saat mereka asyik ngobrol mereka gak sadar jika intan mengacak-ngacak makanan yang rania taruh di atas tempat tidur yang sengaja di siapkan untuk klara.
"Ya allah sayang, jangan di acak-cak dong inikan makanan sayang tuh, tar di marahin tante"
"Siapa aku? marahin dia gak lah, masa tante marahin si cantik ini!"
"Intan mau ke nenek, bunda" ucap intan dengan muka cemberut dan marah.
"Iihhh lucunya" ucap rania.
"Ih jangat cubit pipi intan" teriak intan pada rania karna ia kesal belum ketemu neneknya.
__ADS_1
"Eh gak boleh gitu sayang, bentar lagi kita ketempat nenek yah" klara berusaha menenangkan anaknya yang terus merengek.
"Tante punya sesuatu buat si cantik ini mau gak?" Rania menawarkan sesuatu pada klara.
"Apa?" Tanya intan. Lalu rania memberikan sesuatu dari dalam lemari di kamarnya.
"Ini, intan suka gak? Tante juga punya baju-bajunya banyak buat ganti-ganti" rania menyodorkan boneka muslimah miliknya, intan menganggukan kepala tanda ia menyukai boneka yang di berikan rania dan intan pun diam ia memainkan bonek yang diberikan rania.
"Janganlah itukan boneka kesayangan kamu" ucap klara.
"Gak papa, lagian aku mau nikah masa main boneka mulu" jawab rania.
"Intan main bonekanya dulu yah" ucap klara, setelah intan mendapat boneka ia tak lagi merengek minta ke neneknya, klara dan rania pun kembali melanjutkan obrolannya.
" nia kalau boleh tau kamu ketemu sama calon suami mu di mana?" Tanya klara.
"Aku ketemu di sana, dia guru baru di tempat aku mengajar dan kebetulan orang tuanya kenal sama abah" kata rania.
"Ohh gitu" klara.
"Kamu pasti bahagia banget sama pernikahan kamu ini, aku do'akan kamu bahagia yah" klara.
"Iya maksih do'anya, aku memang bahagia banget sama pernikahan aku besok soalnya ini yang aku tunggu-tunggu, kamu tau sendirikan di kampung ini gadis gede sedikit yang belum nikah di sebut perawan tua dan cuma aku perwan dewasa yang belum nikah aku malu kalau terus di sebut perawan tua yang gak laku" ujar rania, ia mengingat jika di kampungnya tak ada yang menikah di atas 23 tahun rata-rata usia di bawah 20 sudah di nikahkan dan kini usia rania memasuki usia 25 sama dengan klara dan klara pun sudah punya anak.
"Oh iya kamu sendiri gimana di sana?" Rania menanyakan balik kehidupan klara selama di jakarta.
"Alhamdulillah aku bahagia di sana neneknya kakeknya intan baiiiik banget sama aku dan sangat sayang juga sama intan karna intan cucu pertamanya, aku juga tinggal di apartemen berdua dengan intan" ucap klara tiba-tiba karna.
"Berdua! Bertiga kali suami kamu mau di kemanakan?" Ucap rania.
"Nia a-aku... aku cuma cerita sama kamu aja yah jangan pernah cerita sama siapapun!" Kata klara.
"Kenapa memangnya,"
"Aku sudah lama pisah sama dokter reyhan" ucap klara. Dengan muka sendu.
"Maksud kamu" rania penasaran.
"Bunda ayo" kembali intan merengek pada ibunya.
"Iya sayang, nia aku kayanya gak bisa lama-lama anaku nanyain neneknya terus dia udah biasa sama neneknya" ucap klara.
"Tapi ra kamu belum selesai loh cetitanya"
"Nanti aja aku cerita lagi" ucap klara.
"Aku pulang dulu yah, kita ketemu lagi besok" lalu tangan klara di tarik intan mengajaknya keluar.
"Ya udah, sayang boneka nya ko gak di bawa!?" Ucap rania pada intan yang melihat boneka nya tergeletak di atas kasur lalu rania memberikan bonekanya pada intan.
"Makacih" ucap intan.
"Sama-sama cantik" jawab rania.
"Aku pamit dulu yah" pamit klara.
"Iya jangan lupa besok kesini yah sama mertua kamu"
"Iyalah pasti!" Klara dan intan pun akhirnya keluar dari rumah rania dan berpamitan pada semua yang ada disana.
To Be Continue.
__ADS_1