Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
51 kehangatan dua keluarga.


__ADS_3

Pak abdi, bu indi dan anak sulungnya ali kini sudah berada di bandara dengan di antar oleh sopir yang menjemputnya untuk sampai di bandara atas suruhan mertua klara.


Selama di perjalanan bu indi tak berhenti bertanya pada sang sopir yang membawanya ke bandara tersebut dari mulai nama, alamat sang sopir, usia, istri, sampai punya anak berad pa dan masih banyak lagi beberapa pertanyaan yang di lontarkan bu indi pada sang sopir tersebut.


setelah turun dari mobil mereka bertiga pun di persilakan untuk menaiki pesawat yang sudah menunggu mereka tanpa menolak mereka bertiga pun naik tapi setelah sampai di pertengahan anak tangga pesawat bu indi kepikiran sesuatu bu indi menarik kemeja suami dari belakang, karna pak abdi yang lebih dulu menaiki anak tangga pesawat tersebut lalu bu indi pun berkata pada suaminya, yang kini juga menghentikan langkahnya setelah merasa kemejanya di tarik dari belakang.


"ada apa bu?" Tanya pak abdi.


"pak ko kita nngak di suruh beli tiket dulu langsung naik pesawat memangnya kita gak apa-apa jika langsung naik?!!" Ucap bu indi.


"iya juga ya bu" ucap pak abdi.


"ada apa bu" tanya ali di belakang bu indi.


"li kita gak beli tiket dulu!" seru bu indi pada anaknya.


"iya juga ya" ucap ali yang juga baru ngeh soal tiket pesawat yang akan mereka tumpangi lalu ali menoleh pada pelayan pesawat di belakang ali yang tengah sibuk dengan semua barang bawaan yang di bawa orang tua dan abang klara tersebut.


"maaf mas kita langsung naik saja gak usah beli tiket dulu?" Tanya ali pada pelayan.


"gak usah pak karna ini pesawat pribadi keluarga anggara sebaiknya anda masuk saja.


Tanpa kompromi lagi mereka pun memasuki pesawat tersebut dan katika mereka masuk mereka melihat sumua isi dari pesawat berbeda dengan pesawat pada umumnya, sungguh luar biasa pikir nya seperti apa yang di pikirkan klara pada saat ia pertama kali datang ke jakarta bersama suaminya. mereka bertiga terus mengagumi furniture dan interior dari setiap sudut pesawat.


"ibu, bapak dan mas semoga menikamati perjalanan anda ucap sang pramugari lalu sang pramugari mulai memberikan arahan pada mereka.


setelah menempuh perjalanan 1jam setengah akhirnya mereka pun sampai di bandara jakarta dan kembali di sambut sebuah mobil mewah beserta sopirnya.


"keluarga pak abdi silahkan masuk kami sengaja menjemput anda atas suruhan pak anggara kami akan mengantarkan anda ke kediaman pak anggara" kata sang sopir yang menjemputnya.


"mereka bertiga pun terlihat sangat aneh dengan semua penyambutan yang sengaja di di peruntukan untuk mereka, merasa seperti seorang raja dan ratu yang selalu di sambut pelayan.


"mari silahkan" ucap sang sopir sembari mengepakkan telapak tangannya pada mereka bertiga. lalu mereka pun satu persatu memasuki mobil yang akan membawanya bertemu anak bungsunya.


karna jarak rumah keluarga anggara tak terlalu jauh akhirnya mereka pun sampai di halaman rumah yang di mana ada anaknya di sana setelah mobil terparkir dengan benar mobil pun berhenti.


"Silahkan pak bu kita sudah sampai" ujar sang sopir sambil membukakan pintu depan mobilnya dan keluarlah ali lalu keluar juga bu indi dan pak abdi sebelum pintunya di bukakan oleh sopir tersebut.


"kita mau kerumah mertuanya klara bukan ke hotel!" tukas bu indi pada sopir yanh mengantarnya.


"ini bukan hotel bu ini rumah pak anggara mertua nona klara" kata sang sopir.


"astagfirullah!" Ucap bu indi.


"ada apa bu?" ali kaget mendengar ibu beristigfar.


"li ini rumah yang setiap hari di tempati adik mu adik mu tinggal di sini" kata bu indi.

__ADS_1


"iya mungkin bu" ucap pak abdi tak di pungkiri pak abdi dan ali pun mengagumi rumah kediaman keluarga anggara tersebut yang dimana ada anaknya juga di dalam sana.


Saat mereka belum berhenti mengagumi rumah yang akan mereka masuki, tiba-tiba ada dua orang pelayan laki-laki dan perempuan menghampiri mereka.


"sri ini orang tua nya nona klara" kata mang wiwi yang sibuk mengeluarkan barang bawaan orang tua klara.


"oh iya bu mari masuk anda sudah di tunggu non klara, nyonya dan juga tuan" ujar pelayan bernama sri.


"Lalu mereka pun mulai berjalan memasuki rumah tersebut mata mereka kembali menyapu ruangan di dalam rumah itu mereka tak henti-henti mengagumi setiap sudut ruanganny.


"ibu, bapak, abang" panggil seseorang.


"klara" ucap bu indi melihat anaknya berlari kecil karna terhambat kain kemben yang biasa si pakai oleh orang yang baru melahirkan. kain tersebut sengaja di pasang bu karina agar klara saat berjalan tak merubah cara jalannya, klara langsung berhamur memeluk ibu nya lalu bapaknya kemudian ia juga tak lupa memeluk abangnya.


"mana cucu ibu" tanya bu indi.


"lagi tidur baru saja" ucap klara.


"ibu gak sabar ingin segera melihat cucu ibu" kata bu indi.


"iya nanti bu sekarang ibu kan baru sampai capek juga kan!" klara.


"bang ka rina gak ikut?" Tanya klara menanyakan istri dan anak abangnya.


"nggak repot lah kalau ikut semua" jawab ali.


"tapi semuanya sehat kan bang?" klara.


"bu aku kangen sama ibu dan bapaknya


"iya ibu dan bapak juga kangen sama kamu, gimana kamu udah sehat kan?" tanya balik mngenai kabar kesehatan klara yang baru melahirkan.


"iya dong bu klara sudah sehat karna di sini klara di rawat dengan baik sama ayah dan juga mamah" tukas klara, sembari menoleh kebelakang ke arah mertuanya yang berdiri agak jauh dari klara, bu karina suaminya sengaja tak buru-buru menyapa besannya sengaja membiarkan menantunya melepaskan kan rasa kangen terhadapa keluarganya.


Bu indi dan pak abdi memberikan salam pada sepasang suami istri teraebut dengan membungkukan badan, lalu bu karina dan pak anggara mendekati mertuanya tersebut.


"apa kabar bu saya mertuanya klara ibu dari reyhan, Bagaimana tadi di perjalanannya?" ucap bu karina.


"iya saya dan keluarga baik" kata bu indi.


"iya bu perjalanan kami sangat menyenangkan" sambung pak ali.


"syukurlah kalau begitu, ya sudah kalau begitu mari silahkan masuk, bi siti kamar yang untuk besan saya ini sudah di bereskan" ujar karina pada bi siti yang sedang sibuk dengan pekerjaan di ruang tamu.


"sudah bu" jawab bi siti.


"mari bu" ajak bu karina sambil melangkah masuk kedalam.

__ADS_1


"iya bu terima kasih" ucap pak abdi.


"oh iya bu! kami kesini tidak membawa apa-apa hanya ini yang kami bawa" ucap bu indi sembari menunjukkan barang bawaannya pada bu karina.


"oh iya terima kasih ini semua untuk kami!" Tanya bu karina ia melihat kaget melihat semua sayur yang di bawa orang tua klara.


"iya bu saya di jakarta kan gak ada kerabat lagi" ujar bu indi.


"padahal gak usah repot-repot" ucap bu karina.


"ah gak repot ko ini cuma hasil dari ladang kami dan para tetangga juga yang sengaja ngasih untuk di bawa kesini" kata bu indi.


"wah terima kasih loh bu, ini masih seger-seger yah! kita masak sekarang aja, sri kamu yang membereskan kamar tamu biar bi siti memasak hari ini kita masak sayuran yang di bawa sama besan saya nanti kami mau makan bersama, yang enak masaknya!" seru bu karina.


"baik bu" jawab bi sri.


" mang wiwi bawa ini semua ke dapur! suruh yang lain juga untuk membawanya!" seru bu karina pada mang wiwi.


"baik bu"jawab mang wiwi.


"klara ajak keluarga mu ke atas untuk istirahat mereka pasti capek" kata bu karina.


"iya mah, ayo bu" ajak klara pada ibunya.


"kemana?" tanya bu indi.


"ke atas" ucap klara.


"ibu mau ketemu dulu sama cucu ibu" kata bu indi.


"oh iya ayo!" lalu klara membawa orang tuanya kekamarnya.


"itu dia lagi tidur" klara menunjukan anaknya pada orang tuanya.


"cantik banget, cantik yah pak" kata bu indi.


"iya dia cantik banget bu lucu banget" ucap ali.


Setelah beberapa lama bercengkrama di kamar klara akhirnya klara mengajak orang tuanya untuk istirahat di kamar yang sudah di siapakan


klara membawa ibunya ke kamar yang sudah di siapkan oleh mertuanya saat mendengar bahwa keluarga klara mau datang kerumah itu.


"bu pak ini kamarnya, ibu sama bapak bisa istirahat di sini dan kamar abang di sebelahnya, yang itu abang bisa langsung masuk saja" kata klara.


"Terima kasih" ucap ali sembari mengacak rambut adiknya.


"abang rambutku bisa kusut" tukas klara, sedang kan ali hanya senyum.

__ADS_1


Tak lama mereka beristirahat sampai pintu kamarnya di ketuk Uuntuk makan bersama dengan keluarga rumah tersebut di ruang makan juga sudah ada reynant namun tak terdengar asing di telinga orang tua klara karna setiap klara menelpon selalu membicarakan tentang reynant yang begitu baik padanya, rumah itu kini semakin hangat karna kehadiran seorang bayi di tambah lagi dengan kedatangan keluarga klara.


TO BE CONTINUE


__ADS_2