
Pagi yang indah cuaca yang cerah banyak orang memulai aktivitasnya di pagi hari dan karna pagi itu adalah hari sabtu membuat tak begitu banyak orang untuk pergi bekerja hanya terlihat beberapa orang berolah raga pagi seperti berlari-lari kecil dan ada juga yang menggunakan sepeda.
Lira baru bangun dari tidurnya ia kaget melihat matahari sudah meninggi lira dengan segera bangkit dari tidurnya dan kemudian ia pergi ke kamar mandi setelah selesai mandi lira segera turun menuju ruang makan.
Di ruang makan sudah ada tuan wiguna dan juga alea yang hampir menyudahi sarapannya, semua orang memandang lira.
"Kamu baru bangun?!" Tanya tuan wiguna.
"Aku kesiangan ayah malem lira pulang larut malam"
"Jangan terlalu serius dengan pekerjaan, bagaimana hasil persentasinya?" Tuan wiguna.
"Aku memenangkan tendernya ayah, tapi ayah tau? Perusahaan itu perusahaan siapa?"
"Siapa?" Tuan wiguna penasaran.
"Teman kamu yang gila itu" kata lira pada alea.
"Maksud kakak siapa?" Tanya alea.
"Siapa lagi kalau bukan si reynant menyebalkan itu" jawab lira.
"Jadi sekarang kakak kerja sama dengan perusahaan mas reynant?" Tanya alea.
"Iya sebenarnya males banget kakak kerja sama dengan dia dan kalau aku tau itu perusahaannya dia aku gak bakal mau ikut persentasi" tukas lira.
"Bagus dong ka perusahaannya mas reynant kan perusahaan besar" kata alea.
"Iya besar tapi CEO orang gila" celoteh lira.
"kakak jangan gitu dong, Kak sekarang kakak mau kemana kok sudah rapi gini?" Tanya alea.
"Mau kerja lah" jawab lira dengan pedenya.
"Kerja! Emang di perusahaan kakak hari sabtu juga karja?" ucap alea.
"Ohh sekarang hari apa emang?"
"Hari sabtu kak dan besok hari minggu" kata alea.
"Ups aku lupa pantesan kalian gak ada yang bangunin aku" kata lira sembari menggaruk punggungnya yang tak gatal, tuan wiguna dan alea tertawa melihat tingkah kakaknya dan tiba-tiba alea menghentikan tawa nya saat melihat bibir lira.
"Kak bibir kak lira kenapa?" Tanya alea.
"Haah i-ini gak apapa cuma ke tusuk sendok saat makan" jawab lira gugup.
"Ketusuk ko bisa gitu kaya bekas gigitan" kata alea.
"Haah gigitan di gigit siapa? gak lah" elak lira.
"Huahaha biasa aja kali kak kakak gak usah gugup kita gak bakal nyangka yang aneh-aneh kok kita percaya sama kak lira" kata alea yang hendak baranjak dari tempat duduknya
__ADS_1
"Mau kemana?" Tanya lira pada adiknya.
"Aku mau ke kamar kak mau nonton film kesukaan aku dan menikmati hari libur" jawab alea seraya pergi meningalkan kakaknya dan tuan wiguna, namun saat alea hendak menginjakkan kakinya pada anak tangga tiba-tiba terdengar suara klakson alea merasa senangnya ketika mendengar suara klakson tersebut tak lama seorang pelayan datang menamui lira dan memberi tau jika reynant datang untuk menemuinya, alea yang awalnya mengira reynant datang untuknya ia sedikit kecewa karna kali ini reynant datang untuk menemui kakaknya,
lira terpaksa menyudahi sarapannya untuk menemui reynant di ruang tamu.
"Ada apa?" Tanya lira pada reynant.
"Mas reynant!" Sapa alea yang juga muncul di belakang kakaknya
"Alea" reynant tersenyum pada alea.
"Mas reynant kesini ada apa?" Tanya alea.
"Aku kesini ada yang harus aku bicarakan sama orang ini" jawab reynant menunjuk lira yang masih berdiri.
"Nama gw azlira" protes lira.
"Bukan wati si pengembala kambing?" Celoteh reynant.
"Terserah" kata lira seraya menghenyangkan pantatnya di sofa ruang tamu.
"Ya sudah mas kalau gitu alea tinggal dulu ya mas" alea
"Iya" reynant.
"Langsung aja lu mau ngomong apa? kenapa lu gak ngomong semalam? aja" Tanya lira.
"Ya sudah ngomong sekarang!" tukas lir.
"Kita harus ke bali hari ini juga" ucap reynant membuat lira kaget.
"Apa?! Ke bali? Hari ini!!!" Gila lu ya?" cetus lira.
"Kenapa? Gak mau? Mau gak mau harus! Karna kita akan meninjau proyek yang akan mulai di bangun" kata reynant.
"Gila lu! males banget gw harusnya hari ini gw santai-rantai ria, bermanja-manja di atas kasur menikmati hari libur gw, dan sekarang lu ngajak gw, kebali hari ini lu bener-bener gak bisa membuat hidup gw tenang, lagian kenapa mendadak banget semalem lu gak ngomong apa-apa sama gw! lagi pula harus ya! lu sendiri yang datang kesini langsung? kenapa gak menyuruh orang memberi tahukannya? atau lewat telpon gitu! apa karna emang lu suka membuat gw kesal dengan melihat muka lu!?" celoteh lira.
"Gw sengaja datang lansung kesini untuk ngasih tau lu karna kalau bukan gw yang datang lansung lu bakal nolak" jawab reynant.
"Tapi kita harus berangkat sekarang, dan tenang aja lu bisa bermanja-manja sama gw gak usah bermanja-manja pada kasur lu yang bau tengik"
"Enak aja lu bilang kasur gw tengik muka lu tuh tengik siapa juga yang mau bermanja-manja sama lu bukan di manja, gw malah di bunuh sama lu" cetus lira lalu melempar muka reynant dengan bantal sofa yang di pangkuannya.
Saat reynant hendak berkata muncul tuan wiguna.
"Rey!" sapa tuan wiguna.
"Pak wiguna" reynant berdiri dan menyalami tuan wiguna.
"ada apa nih hari libur pagi-pagi sudah kesini?" Tanya tuan wiguna.
__ADS_1
"jadi gini pak, kemarin saya memilih lira sebagai pemenang tander dan hari ini saya rencana akan meninjau proyek apartemen yang akan di bangun di bali itu, lira sebagai pimpinan perusahaan konstruksi yang terkotrak dengan perusahaan saya maka saya mengajak lira ikut dengan saya ke bali hari ini, karna anda tau saya gak mau menunda-nunda pekerjaan" kata reynant.
"ohh bagus itu" ucap tuan wiguna.
"ayah..." lira
"sudah lah sekarang kamu siap-siap lebih cepat lebih baik untuk memulai suatu pekerjaan" kata tuam wiguana.
"Iya kita harus berangkat sekarang" reynant.
"heh dasar menyebalkan, berapa lama kita di sana?" tanya lira sembari beranjak dan pergi untuk mengambil barang-barang yang akan di perlukan selama di sana.
"paling satu atau dua minggu" jawab reynant.
"lama banget gak bisa lebih cepat?"
"tergantung pekerjaannya"
"ya sudah aku ambil barang-barang ku dulu" lira dengan segera pergi untuk mengambil barang-barangnya.
Di ruang tamu
"Rey tolong jaga anak saya selama di sana! kamu tau kan dia pernah menjadi korban penculikan? sama gak mau kejadian itu kembali terulang karna sampai sekarang penculik itu belum tertangkap" kata tuan wiguna pada reynant.
"iya pak tenang saja! lagi pula saya di sana membawa beberapa orang suruhan yang mampu menjaga kami di sana" jawab reynant.
"saya percaya sama kamu, kalau begitu saya temui lira dulu" tuan wiguna.
"Iya silahakan" reynant.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya lira turun dengan mengegerek kopernya yang di ikuti adiknya dari belakang.
"sudah siap kita berangkat sekarang?" Tanya reynant pada lira.
"ya udah ayo, tapi nanti kita jemput rani dulu asisten aku"
"gak masalah"
"mas rey jagain kak lira ya?"
"tenang aja gak akan ada yang berani macam-macam selama ada aku paling juga aku yang memakan dia" jawab reynant.
"lu pikir gw makanan?" kata lira.
"kakak pergi dulu ya! baik baik di rumah, ayah lira pergi dulu!" Seru lira pada ayahnya yang terlihat baru muncul, akhirnya lira dan reynant berangkat, reynant melajukan mobilnya setelah menjemput rani asisten lira reynant langsung menuju bandara dan di sana sudah ada asisten reynant tengah menunggu reynant berangkat menggunakan jetpri milik keluarga anggara setelah semua berada di dalam pesawat dan tak ada yang tertinggal pesawat pun lepas landas menuju pulau bali.
**To Be Continue
hai para readers boleh naik lagi bacanya ke 3 bab di atas ada yang aku revisi karna kesalah kata ada kata yang belum selesai aku sudah naikin tuk jadiin bab baru.
maaf ya! atas ke tidak nyamanannya saat membaca maklum pemula, masih belajar terima kasih dan aku juga mau ingetin habis baca jangan lupa tinggalkan jejak ya, dengan komen like and vote**.
__ADS_1