
Waktu makan malam
Klara berada di dapur membantu para pelayan yang sedang memasak untuk makan malam tiba-tiba ponsel klara berbunyi tanda ada panggilan video yang masuk ke ponselnya, klara tersenyum melihat nama panggilan di layar poneselnya lalu klara mengangkat panggilan tersebut.
"Hai sayang" ucap klara setelah melihat wajah intan di panggilan video.
"Bundaaaa!" Teriak intan.
"Sayang lagi apa?" tanya klara.
"Intan sama neney lagi video call sama bunda" jawab intan.
"Iya bunda tau kan video call sama bunda" kata klara. bu karina dan pak anggara yang mendengar percakapan ibu dan anak itupun tertawa disamping cucunya.
"Bunda intan pulang nya lama ya?" ujar intan.
"Iya lama kapan dong intan pulang kan bunda kangen sama kesayangan bunda" klara.
"Neney kapan pulang?" Intan menoleh pada neneknya seraya bertanya.
"Masih lama" jawab bu karina.
"Ya jangan lama-lama dong di sananya! bunda udah gak kuat kangen anak bunda" ucap klara.
"Bunda sini aja sama ayah!"
"Gak bisa sayang bunda kerja"
"Sayang kapan film kamu selesai?" Tanya bu karina.
"Bentar lagi juga selesai mah soalnya itu kan cuma film ftv gak menghitung episode seperti sinetron striping yang sering kita tonton itu mah" jawab klara.
"Gimana nanti aja deh, lagian belum tentu dokter reyhan mau aku ajak kesana, emang mamah masih lama di sana? Jangan lama-lama dong mah!" ucap klara.
"Mamah si maunya cepet pulang tapi tiba-tiba papah kamu ada urusan bisnis di sini" kata bu karina.
"Oh gitu ya udah baik baik disana semuanya, selalu jaga kesehatan dan jaga juga kesayanganku"
"Pasti sayang, ya udah, sudah dulu kamu juga sehat-sehat ya!"
__ADS_1
" iya mah pasti"
"Ya sudah sayang selamat beristirahat" bu karina menutup sambungan videonya.
♡♡♡♡♡
Setelah makan malam klara masuk kamar untuk beristirahat klara duduk dengan menyenderkan bahunya pada kepala ranjang ia teringat pada reyhan lalu meraih hpnya yang ia taruh di atas nakas kemudian menelpon reyhan namun tak ada jawaban lalu kembali klara menelpon reyhan masih sama reyhan tak mengangkat panggilan tersebut, klara tiba- tiba merasa khawatir dengan kekasih nya itu.
"Ada apa dengannya kenapa dia gak mengangkat teleponnya? Mungkin lagi mandi nanti aku telpon lagi" gumam klara.
Di rumah sakit.
Reyhan masih bergelut dengan pekerjaannya ya menumpuk karna besok adalah hari terakhir reyhan berada di rumah sakit tersebut setelah itu reyhan akan meninjau rumah sakitnya yang lain di luar daerah.
Disana reyhan di temani alin seharusnya alin sudah pulang tapi karna melihat reyhan sibuk alin memutuskan untuk menemani reyhan, reyhan sengaja meng silent ponselnya agar tak terganggu.
Jam menunjukan hampir tengah malam akhirnya reyhan menyudahi pekerjaannya, sedangkan orang orang suruhan reyah ia suruh untuk beristirahat di luar ruang kerja reyhan.
Alin yang melihat reyhan kelelahan alin berinisiatif mengambil makanan dan minuman di pantri untuk reyhan.
"dok di minum dulu!" alin menaruh makanan dan minuman tersebut di meja.
"terima kasih lin" kata reyhan.
"Sebentar lagi, kamu kalau mau pulang? Pulang saja duluan kamu bawa mobil kan? Dan terima kasih kamu sudah mau menemani saya sampai selarut ini" kata reyhan.
"Dok aku akan melakukan apapun untukmu" ucap alin reyhan yang yang tengah membereskan berkas-berkasnya di atas meja reyhan menoleh pada alin yang duduk semakin medekat.
"Maksud kamu?" Reyhan belum mengerti ucapan alin.
"Dok apa dokter tidak tau perasaanku atau dokter sengaja pura-pura tak menyadari perasaan ku selama ini" ucap alin.
Reyhan menghentikan tangannya yang tengah membenahi berkas-berkas,
"dok lihat mataku dok" pinta alin.
entah kenapa reyhan tertarik untuk memandang mata alin yang terlihat indah reyhan melihat ada sesuatu yang tersimpan di hati alin untuknya lewat pandangan matan dan entah setan atau dorongan dari mana pandangan reyhan beralih pada bibir alin yang terlihat merah muda reyhan menelan saliva nya kemudian alin mendorong pelan-pelan wajahnya mendekati reyhan dan cup bibir alin mendarat di bibir reyhan, reyhan memejamkan mata ia terlihat menikmati ciuman yang di berikan alin, reyhan membalas ciuman alin reyhan terus ******* bibir alin hingga basah dan memerah karna gigitan lembut alin, alin mengelus tekuk leher reyhan membuat reyhan mengeluarkan ******* lembut seraya berciuman, begitu juga reyhan ia menarik tekuk leher alin untuk memperdalam ciumannya dan saling mendesah lembut di tengah ciumannya, tangan alin menyusup ke dalam dada reyhan lalu membuka kancing kemeja reyhan dan mengelus dada reyhan.
"aku siap melakukannya malam ini bersamamu sayang dan aku kan memberikan seluruh tubuhku untuk mu dan setelah itu kau akam jadi miliku karna kau yang merenggut tubuhku" gumam alin dalam hati dengan piciknya saat ia terus ******* bibir reyhan.
__ADS_1
Saat reyhan menikmati ciumannya tiba-tiba wajah klara muncul dalam bayangannya, membuat reyhan tersadar kalau saat ini ia sedang melakukan kesalahan dengan alin, sebelum ia semakin melakukan hal lebih reyhan segara melepas ciumannya dan melepas tangan alin yang terus menyusuri dada reyhan.
"Alin maaf sebaiknya kamu pulang!" Seru reyhan setelah melepas ciumannya.
"Kenapa dok, bukankah barusan dokter sangat menikmatinya?" Ujar alin.
"Sorry lin aku..." ucapan reyhan terhenti karna telunjuk alin mendarat di bibir reyhan untuk menghentikan ucapannya.
"Dokter barusan sangat menikmatinya" bisik alin dengan tersenyum ia berpikir reyhan akan kembali melakukan adegan nya dan melanjutkannya sampai tubuh alin menyatu dengan reyhan namun semuanya di luar keinginan alin.
"Alin aku minta sebaiknya kamu pulang sudah larut malam" reyhan malah terkekeh menyuruh alin untuk keluar.
"Dok aku ingin melanjutkannya dok aku mencintai dokter, dan sekarang aku yakin kalau dokter juga mencintaiku karna barusan dokter sangat menikmati ciuman aku dok! dok aku siap memberikan tubuhku untukmu" alin terkekeh. Sambil meraih pipi reyhan dan hendak kembali mencium bibir reyhan, reyhan dengan segera melepas tangan alin.
"gila kamu alin! anggap itu suatu kesalahan, karna saat aku menikmati ciumanmu barusan hanya ada klara dalam bayanganku" kata reyhan. Seraya membetulkan kancing kemeja yang terbuka karna ulah alin.
"Apa?!! dok dokter membayangkan wanita lain saat berciuman denganku, tidak dok aku gak terima kamu tau dokter itu ciuman pertamaku" tukas alin marah.
"Maafkan aku lin!" Reyhan kembali membereskan berkas nya dan membawanya ke meja kebesarannya.
"Dok apa dokter menyukaiku?" Tanya alin panasaran dengan perasaan reyhan terhadapnya.
"Ya aku suka sama kamu tapi tak lebih hanya sebagai sahabat" jawab reyhan.
"Dok apa ada sahabat yang berani mencium bibir sahabatnya sampai mengeluarkan suara *******" alin.
"Alin aku sudah bilang barusan aku pikir aku sedang bersama klara" reyhan menaikan nada suaranya.
"Gak gak mungkin dok! gak mungkin! aku yakin dengan ciuman itu aku yakin dokter juga mencintaiku" alin masih terkekeh.
"Apa?" Tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan.
Reyhan membalikan badan menoleh pada sumber suara dan betapa kagetnya ketika ia melihat orang yang berdiri di ambang pintu ruang kantornya. Reyhan melihat klara yang berdiri di ambang pintu dengan segera menghampiri klara yang masih berdiri tak bergeming.
"Ciuman apa?" Tanya klara.
"Sayang gak ada ciuman" jawab reyhan gelagapan.
"Barusan aku dengar dengan jelas soal ciuman dan siapa yang mendesah?"
__ADS_1
"Sayang! gak ada" reyhan berusaha menutupi apa yang terjadi dengan alin.
To Be Continue