
Petang hari sepulang reyhan dan yang lainnya dari perkebunan karet setelah membersihkan badan semua berkumpul di ruang tengah bersenda gurau, gurauan reynant yang selalu membuat semua orang tertawa membuat suasana sore menjelang malam semakin hangat, mereka berkumpul bak keluarga besar yang tengah berkumpul bersama terdengar suara canda dan tawa di sana, sane terlihat semakin membaik benar-benar terlihat seolah tak pernah mengalami defresi apapun seperti apa yang di alaminya beberapa waktu lalu.
Emak memperhatikan cucu yang tinggal satu-satunya itu terlihat sangat bahagia.
"Apa kalian jadi pulang besok?" Tanya eumak.
"Iya mak" jawab reynant.
"Teu bisa kitu kalian teh tinggal beberapa hari lagi di sini?" Ucap eumak.
"Kita harus pulang mak mas han harus kembali kerja intan juga harus sekolah udah beberapa hari gak masuk" kata klara.
"Padahal eumak masih mau kalian teh disini selama kalian disini cucu eumak terlihat memiliki semangat lagi untuk melajutkan hindup"
"Kita kan bisa ketemu di jakarta nanti, iya kan mba?" Sane menjawab pertanyaan klara dengan anggukan seraya mengembangkan senyuman pada klara.
"Makasih ya kalian sudah pada datang kesini untuk melihat ke adaan ku dan alhamdulillah berkat kalian semua khususnya klara aku bisa sadar kalau masih banyak yang harus aku selesaikan" ucap sane.
"Iya mba, mba harus kembali bersemangat untuk menjalani kehidupan mba kembali, dan aku yakin banyak orang yang sangat menginginkan mba untuk kembali seperti semula" tukas klara.
"Iya" sane tersenyum.
"Oh iya bagaimana tadi soal perkebunannya menurut kalian" tanya sane.
"Perkebunannya bagus tapi kalau menurut aku lebih bagus lagi kalau perkebunan itu selain menghasilkan getah karet yang cukup bagus, bisa juga di buat untuk tempat wisata yang menyukai petualangan dan menguji adrenalin" jawab reynant.
"Maksudnya" sane.
"Maksud ku kenapa perkebunan tersebut gak di buat untuk wisata alam yang menyediakan beberapa permainan wahana seperti playing fox, outbond atau yang lain nya, namun tidak menghilangkan ladang penghasilan para pekerja di kebun, dengan tidak menebang pohon karet yang biasa di ambil para pekerja dan aku yakin dengan cara itu ke alamian alam nya akan selalu terjaga, dan di sana juga ada perkebunan teh yang posisinya berada di daerah yang cukup tinggi dan aku lihat juga ada beberapa tebing yang bisa di gunakan untuk olah raga paralayang, dan tanpa mengganggu para pemetik teh bahkan kita juga bisa memberikan akses pada para pengunjung untuk mencoba bagaimana caranya mememtik teh iya kan" kata reynant, sane mendengarkan dengan seksama ide yang di lontarkan oleh reynant dan rupanya sebagai pengusaha wanita yang sukses sangat mengerti dengan ide yang di berikan reynant.
"Baiklah kalau begitu kita kerjasama untuk itu" sane.
"kerjasama!? ku cuma memberikan ide saja mba"
"Ide mu itu harus di kembangkan dan aku ingin kamu yang membangun apa yang ada di pikiran kamu barusan kita bisa menjadi partner kali ini, bagaimana?" Ujar sane.
"Emmh bagaimana ya?!"
"Bagus itu rey, lagian kan kamu yang punya ide" klara angkat bicara.
"Iya bagus itu" ucap lira. Reynant melirik lira dan memandang wajah lira agak cukup lama.
"napa loe malah ngeliatin gw? cantik ya gw? emang gw cantik mudah-mudahan loe cepat nyadar" tukas lira.
"Oke kalau gitu aku setuju, dan kita berdua akan sibuk" ucap reynant pada lira.
__ADS_1
"Lho kenapa gw ikutan sibuk? kan loe yang punya rancangan!" Lira mengerutkan alisnya sedikit tak mengerti dengan ucapan reynant.
"Ya iya lah kita berdua akan sibuk karna loe bagian konstruksi di perusahan gw dan itu artinya loe bakal ikut dengan rancangan yang akan di bangun ini dan perusahan loe kembali mendapat job menguntungkan juga kan buat perusahaan loe" reynant menaik turunkan alisnya seraya memandang lira dengan tatapan ekstrim untuk mendapatkan jawaban ya.
Lira memandang reynant dan akhirnya lira setuju dengan tawaran kerja sama reynant
"Baiklah" lira
"Bagus" reynant.
"Kalian serasi banget" ucap sane tiba-tiba membuat lira maupun reynant mengalihkan pandangannya pada sane..
"Serasi apanya mba?" Lira mengernyitkan alisnya
"Serasi jadi partner bisnis mau pun jadi partner pasangan hidup" celoteh sane.
"Wath? No no no no no, jangan sampai mba" kata lira.
"Heh memang gw jelek banget di mata loe? baru di bilang gitu doang udah kaya mau di nikahin besok aja" protes reynant.
"Emang loe pikir loe ganteng?" Lira.
"Cuma cewe yang matanya piceuk kaya loe yang bilang gw jelek" kata reynant.
Di mulai dari klara, satu persatu mulai meninggalkan tempat mereka berkumpul karna tak ingin mendengar perdebatan antara reynant dan lira hingga akhirnya reynant dan lira sadar jika di sana hanya tinggal mereka berdua lira dengan segera menyudahi perdebatannya dengan reyhan dan pergi ke kamar yang ia tempati saat berada di gedong tersebut, sore bergeser berganti malam setelah makan malam klara dan reyhan istirahat di kamar begitu juga yang lain, semua beristirahat bersiap untuk kembali ke jakarta besok pagi malam semakin larut semua tertidur lelap memasuki alam bawah sadar dan menuju kedunia mimpi yang entah apa yang mereka alami di mimpi mereka masing-masing.
____________
Esok pagi
Semua bersiap untuk kembali ke jakarta karna mereka mesti kembali dengan pekerjaan dan aktifitas masing-masing yang tertunda, reyhan memasukan semua barangnya kedalam bagasi mobil begitu juga yang lain. klara dan semua nya berpamitan pada sane.
"aku pulang ya mba!" ucap klara.
"iya hati-hati di jalan" kata sane.
"mba jangan pernah berpikir yang aneh-aneh lagi ya!" seru klara.
"kamu tenang aja" sane.
"mba kapan pulang kejakarta?" tanya klara.
"entahlah, tapi aku akan usahakan secepatnya untuk kembali ke jakarta" jawab sane.
"aku tunggu di jakarta ya mba!" klara.
__ADS_1
"oke kita bisa ketemu lagi kan?" sane.
"tentu mba" klara
"san kita pulang dulu" pamit reyhan.
"iya dok hati-hati di jalan dan aku minta jagain klara jangan pernah dokter membiarkan dia sendirian lagi karna jika itu terjadi aku sebagai kakaknya yang akan turun tangan, dokter berani nyakitin dia aku yang lebih dulu akan mengutuk anda" kata sane.
"kamu tenang aja" reyhan.
"serem banget mba" sambung reynant yang sibuk menata kopernya dan koper dua gadis yang ikut bersama nya pada bagasi mobil.
setelah semuanya siap dan semua barang masuk ke mobil akhirnya mereka pun masuk ke mobil setelah berpamitan dengan sane dan juga eumak namun tidak dengan intan , intan masih berdiri seolah masih menunggu sesuatu.
"sayang ayo!" seru klara seraya menarik tangan intan.
"sebental bunda" intan.
"kenapa sayang? ada apa?" tanya klara.
"intaaan!" seru aska yang baru keluar dari gedong.
"aska" intan tersenyum.
"ini gantungan kuncinya ketinggalan" kata aska dengan memberikan gantungan kunci yang di berikan aska beberapa hari lalu awal intan datang kesana.
"oh iya aku lupa, makasih ya aska" ucap intan.
"sama-sama, intan jangan dulu pulang" ujar aska dengan lucunya.
"sayang intannya harus pulang dulu, nanti kita ketemu lagi sama intan di jakarta ya" kata sane sembari mengelus kepala aska.
"kita kejakarta sekarang aja mome!"
"gak sekarang sayang nanti aja ya pasti kita ketemu lagi sama intan"
"aska intan pulang dulu ya"
"iya intan"
"dadah aska nanti kita ketemu lagi di jakarta" ucap intan drngan nada cadelnya.
Kemudian klara menarik tangan intan lalu melambaikan tangan pada sane, aska, eumak dan juga pelayan yang berada di sana untuk mengantar barang klara le mobil akhirnya mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.
To Be Continue.
__ADS_1