
Ponsel klara berdering lalu klara merogoh ponselnya dari saku celana, klara melihat panggilan video masuk dari bu karina klara mengangkat panggilan tersebut.
"Haii sayaang" sapa bu karina, setelah sambungan videonya di angkat oleh klara.
"Haiii juga, lagi di mana? Itu pake baju apa" Tanya klara ia melihat anaknya yang berlari dengan aktif menggunakan hanbok (baju tradisional korea selatan).
"Bunda aku lagi jalan-jalan sama neney, akeh" ucap intan.
"Asyik dong" klara.
"Sayang coba kamu lihat dia seneng banget mama ajak jalan-jalan, sayang! kamu kesini dong sama reyhan pasti tambah seru kalau ada kamu" ujar bu karina.
"Gak bisa mah aku sekarang kerja" klara.
"Oh iya sekarang kan kamu artis" kata bu karina.
"Mama bisa aja"
"Kamu masih di rumah! belum berangkat?" Tanya bu karina.
"Bentar lagi ma, ma mama tau gak sekarang aku di mana?" Klara mengarahkan vidionya ke seluruh ruangan kamar barunya klara juga pergi ke balkon kamarnya memeperlihatkan lingkungan barunya pada bu karina yang terlihat jelas meski dari sambungan video.
"Dimana? Eh iya dimana tuh? Ada lautnya juga! mamah kayanya gak kenal sama tempatnya" kata bu karina.
"Mah aku di usir sama dokter dingin anak mama itu dari apartemen" tukas klara seolah mengadu.
"Apa? Bener bener tu si reyhan terus sekarang kamu tinggal di mana?" Bu karina kaget mendengar klara di usir oleh reyhan.
"Aku sekarang di rumahnya dia mah, ma tau gak tempatnya indaaaah banget kawasannya pinggir pantai tuh liat" klara memperlihatkan lingkungan sekitar rumahnya yang berada di sisi pantai.
"kamu berada di rumah reyhan! Yang baru, itu artinya dia bukan ngusir kamu tapi memindahkan kamu ke tempat yang lebih baik"
"Di sana juga baik, siapa coba orang kampung yang pernah tinggal di tempat apartemen? Cuma aku doang, coba mama pikir aku tinggal di rumah yang sebesar ini dengan tujuh asisten rumah tangga dan juga beberapa penjaga di depan pintu gerbang juga pintu masuk, aku gak suka kaya gini ma macam aku lagi buang air besar terus di tungguin orang banyak" ucap klara.
"Hahaha.... " bu karina tertawa mendengar ucapan klara.
"Ko mama ketawa?"
"Kamu itu lucu, sayang kalau mama pikir sikap reyhan seperti itu sepertinya dia ingin agar kamu kembali padanya" kata bu karina.
"Iya ma katanya dokter mau rujuk sama aku, dia juga bilang kalau sekarang klara kalau dia mencintaiku" ucap klara pada bu karina lewat sambungan video bu karina dapat melihat jelas wajah klara yang sedikit terlihat malu ketika mengatakan kalau reyhan mencintainya.
"Syukurlah sayang itu yang mama harapkan"
"Terus kamu sendiri bagaiman? Bagaimana dengan rinto" Tanya bu karina.
"Ma aku sama mas rinto udah bukan sepasang lekasih lagi"
"Lho kenapa kasian dia sayang dia selama ini sudah baik sama kamu dan intan"
"Dia sekarang bersama istrinya"
"Jadi dia belum menceraikan si rania itu?"
"Belum ma dan gak akan nanti aku bakal cerita sama mama"
"Kenapa sayang? Wah kayanya mama sudah melewatkan waktu curhat kamu, padahal mama di sini baru satu minggu" kata bu karina.
Klara tersenyum pada bu karina, saat bu karina asik dengan panggilan videonya pada klara tiba-tiba intan memanggil mengajaknya kembali bermain intan terlihat sangat lucu ia berlari dengan menggunakan hanbok.
"Ya sudah ma nanti kita ngobrol lagi" klara.
__ADS_1
"Iya sayang mama juga mesti menuruti tuan putri dulu"
"Iya ma baik-baik di sana ya"
"Iya sayang" dan akhirnya penggilan video pun terputus.
Setelah sambungan video terputus, dari balkon klara kembali ke kamar, kemudian ia mandi selesai mandi klara bergegas untuk pergi ke lokasi shooting. Sampai di teras rumah klara melihat beberpa penjaga tengan menikmati kopi dengan temannya melihat klara keluar dari rumah dua penjaga menghampiri klara.
"Nyonya anda mau pergi kemana?"
"Emang aku harus pamit pada kalian?"
"Maaf nyonya tuan memerintahkan kami untuk menjaga anda dimanapun dan kapan pun"
"Apa? hey dengar pak aku ini bukan pejabat yang harus di kawal kesana kemari lagian aku juga gak punya musuh yang bakal mencelakakanku jadi kalian tenang saja"
"Maaf nyonya tapi ini perintah tuan dan sudah jadi ke wajiban kami menjaga anda, jika anda mau pergi keluar saya akan mengantar anda"
"Baiklaaah! antar saya ke lokasi shooting"
"Baik nyonya mari mobil sudah kami siapkan"
"Siapkan?! Itu berarti kalian sudah tau kalau saya mau pergi!"
"Iya nyonya karna tuan reyhan yang memeberi tau saya lewat ini" sang penjaga menunjuk earpone yang menancap di lubang telinganya.
"Heeemh" klara menarik napas panjang lalu membuang kasar.
"Ya sudah ayo berangkat! sudah siang" ajak klara.
__________
"Siang dok" sapa alin.
"Ada apa lin?" Tanya reyhan.
"Kapan kita akan melakukan oprasi?"
"Besok?" Jawab reyhan.
"Hasil pemeriksaannya gimana?"
"Bagus"
"Basok pasien akan puasa sebelum kita melakukan oprasi, jam tiga siang baru kita lakukan operasinya"
"Baik dok" ucap alin dengan pandangn masih memandang reyhan dan masih belum beranjak dari tempat duduk.
"Masih ada yang mau di tanyakan?" Tanya reyhan. melihat alin masih tak bergeming dari tempat duduknya.
"Dok" panggil alin.
"Hem" sahut reyhan dengan fokus memeriksa data pasien pada selembaran kertas di dalam map di atas meja
"apa dokter yakin akan rujuk dengan mantan istri dokter itu?"
"Kenapa tidak?"
"Dok apa dokter gak takut kalau sampai dokter kembali bercerai untuk yang kedua kalinya?" Ucap alin, reyhan mendongak menatap alin lalu menyenderkan bahunya.
"Kita lihat saja nanti!"
__ADS_1
"Lihat nanti? Kenapa begitu? Dok bukankah pernikahan itu untuk sekali dalam seumur hidup!?" Alin.
"Memang begitu yang di harapkan semua orang, tapi nyatanya tidak seperti itu kalau pernikahan untuk seumur hidup kenapa ada perceraian kalau misalnya pernikahan untuk seumur hidup tak akan ada kata cerai yang mampu membuat pasangan berpisah tak akan ada kata talak jika memang pernikahan itu untuk seumur hidup" kata reyhan.
"Terus menurut dokter pernikahan itu bagaimana?"
"Menurutku pernikahan itu sesuatu yang sakral yang tak akan pernah ada ujung nya, seharusnya tak ada kata talak dalam pernikahan, dan seharusnya pernikahan di jadikan hal yang paling abadi yang di lakukan sekali seumur hidup"
"Tapi kata dokter kenyataannya tak seprti itu! banyak mereka yang telah menikah tapi kembali harus bercerai, bahkan yang telah puluhan tahun menikah pun mereka bisa cerai" alin.
"Ya karna mereka tak mampu menahan beban dalam pernikahannya dan karna itulah allah membuat kata talak agar suatu saat ketika sepasang suami istri sudah tak mampu menahan godaan yang malah membuat dosa bagi masing-masing pasangan, maka turunlah kata talak tapi juga kata talak seharusnya tidak untuk di ucap sembarangan karna itu kata yang sangat dilarang oleh agama meskipun ada dalam penikahan"
"Lalu kenapa dokter cerai dengan nya?" Alin mengerutkan alisnya.
"Alin alin! kamu ini sebenarnya datang kesini untuk menanyakan tentang pasien atau tentang pernikahan ku?" Reyhan menggelengkan kepala lalu kembali ke perkerjaan du atas meja.
"Aku kesini? ya karna aku mau tau tentang pasien"
"Lalu kenapa kamu mau tau lebih jauh soal pernikahanku, kamu mau tau alin? aku bercerai dengannya karna kesalahan ku bukan kesalahan istriku, dan aku akan kembali memperbaiki kesalahan ku dengan kembali rujuk dengannya" ujar reyhan.
"Tapi tidak harus rujuk kan dok!"
"Mungkin kalau aku belum punya buah hati darinya belum tentu aku rujuk"
"Jadi dokter rujuk karna anak bukan karna dokter benar-benar mencintainya?"
"Mungkin bisa di bilang seperti itu sebelum aku sadar kalau saat ini aku benar-benar mencintainya " jawab reyhan.
"Apa dokter gak bosen harus kembali pada orang yang sama?"
"dalam hidupku gak pernah ada kata bosan selama aku terus menikmati dan belum mendapatkan apa yang aku inginkan, meskipun aku sudah mendapatkan dan menikmatimya aku gak akan pernah merasa bosan"
"Beruntung ya wanita yang di cintai dokter, apa dokter yakin gak ada wanita lain selain dia?" Tanya alin seolah mengharap jika dirinya juga di cintai reyhan.
"Ada dua lagi wanita yang aku cintai dan aku sayangi" ucap reyhan. Kata-kata reyhan membuat alin tersenyum.
"Ada! Siapa? Apa dia juga cantik menurut dokter?"
"sangat cantik"
"Boleh aku tau?"
"Kamu sudah tau"
Alin semakin percaya diri dengan dirinya ia menganggap kalau salah satunya adalah dia.
"Apa dokter juga benar-benar mencintai dua orang itu? dan kenapa cuma mantan istri dokter saja yang mau dokter nikahi?" Tanya alin
Alin penasaran karna namanya belum terdaftar dalam ucapan reyhan.
"Cintaku terhadapnya sama seperti aku mencintai klara mantan istriku yang kini akan kembali menjadi istriku"
Saat mereka berudua masih asik ngobrol datang seorang perawat laki memberitahu bahwa ada pasien gawat darurat yang harus di tangani reyhan.
"Dok maaf ada pasien terluka parah dan mengamuk di ruang instalasi gawat darurat"
"Baik saya segera kesana" dengan segera reyhan menemui pasiennya dan di ikuti alin.
Selama melangkahkan kakinya ke ruangan IGD alin terus tersenyum sendiri, dalam hatinya ia bahagia karna dia yakin kalau dirinya menjadi salah satu orang yang di cintai reyhan, gak masalah baginya jika hanya menjadi wanita simpanan reyhan, yang penting dia di cintai oleh lelaki pujaannya itu, karna ia juga memiliki seribu satu cara untuk memisahkan reyhan dengan istrinya nanti karna ia pikir meski tak menjadi istrinya pun kedudukan nya sama, sama-sama di cintai reyhan, itulah yang di pikirkan alin dengan keyakinan dalam hatinya.
To Be Continue
__ADS_1