Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
45 kepulangan nyonya dan tuan besar


__ADS_3

ย 


๐Ÿ–haiii pembaca setiaku apa kabarmaaf nih aku baru nongol lagi soalnya selama bulan ramadhan kegiatanku padat jadi harap ma'lum yah dan jangan pernah tinggalin aku karna aku bakalan** sedih banget tanpa kalian ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ kita lanjut yuk ceritanya?! gimana yah sekarang kabar klara dan dokter reyhan๐Ÿค” langsung aja kita tengok klara yang sedang berbincang di dapur dengan adik iparnya.


ย 


__________


Reynant memperhatikan klara yang menggantikan nya mengupas bawang.


"ka kamu gak apa-apa?" Tanya reynant.


"enggak aku gak apa-apa" jawab klara sambil semakin mengbungkuk dan mengusap air matanya.


"kamu nangis?" reynant melihat klara mengusap air matanya.


"enggak aku cuma perih aja karna bawangnya" klara mencoba agar reynant tak curiga jika ia nangis bukan karna bawang tapi karna suaminya yang juga abang nya Reynant.


"terus gunanya nyelipin tuh bawang di rambut gak ada paedahnya dong, katanya biar matanya gak perih! tapi masih aja nangisin bawang" ucap reynant.


"aku kekamar dulu yah" klara ingin menghindari reynant yang terus menerus seolah memojokannya klara dengan segera beranjak dari duduknya dengan memegangi perutnya yang kini semakin terlihat besar seperti orang hamil pada umumnya dan segera pergi.


"tapi ka ini bawangnya masih banyak lo ka" seru reynant.


"nanti aja aku selasaikan" klara sedikit teriak ia pergi menuju kamarnya sedangkan reynant hanya tersenyum melihat sikap klara ia tau jika klara menangis bukan karna bawang melainkan karna reyhan suaminya.


"maaf kan aku! aku gak berniat membuat hatimu sakit aku cuma mau tau sebesar apa cintamu pada abangku yang kurang waras itu" gerutu reynant.


"biii bi siti" panggil reynant.


"iya tuan muda" bi siti tergopoh menghampiri reynant yang memanggil namanya.


"bibi selesaikan ini" ucap reynant sambik menunjuk nampan yang berisikan bawang merah.


"iya tuan muda" jawab bi siti, lalu reynant pun pergi meninggalkan dapur.


Di kamar klara


klara terlihat termenung ia duduk di sofa yang biasa ia jadikan tempat tidur, klara menangis meratapi nasibnya ia kembali teringat perkataan reynant jika dokter reyhan suaminya telah melamar sane kekasih pujaan reyhan ia menangis tersedu.


diladang di kampung nanglu pak abdi hendak meminum air di botol yang biasa ia bawa keladang tiba-tiba pak abdi tetsedak hingga ia menyemburkan minumnya hampir mengenai bu indi.

__ADS_1


"kenapa pak pelan-pelan minumannya" ujar bu indi.


"iya bu, bu bapak tiba-tiba ingat klara" ucap pak abdi.


"sudahlah pak jangan mengingat-ingat dia kasihan nanti dia gak betah di sana karna ingat sama kita" bu indi.


"iya juga sih bu" pak abdi.


"teruskan lah pekerjaannya biar cepet selesai udah mau dzuhur, kita harus pulang" seru bu indi.


kemudian pak abdi kembali melanjutkan pekerjaan nya menyiangi tanaman diladangnya.


Di jakarta klara masih terus menggerutu.


"kenapa aku harus ada di sini? kenapa aku jadi begini? kenapa aku kenal sama dokter itu? bapa ibu klara kangen klara mau pulang" ucap klara di sela tangisnya di tengah kesendiriannya. ia membungkukan kepalanya pada senderan sofa lalu ia mengusap perutnya.


"sayang maafkan ibu jika saja ibu tak melakukan kesalahan bersama ayah kamu mungkin kau tak akan ada di dalam kandunganku sekarang di saat ibu tak di hargai oleh ayahmu, mungkin jika kamu berada di rahimku nanti ketika ibu hidup bahagia dan menikah dengan seorang yang di cintai ibu dan mencintai ibu kamu gak merasakan keluh kesah ibu seperti saat ini, maafkan ibu sayang" ucap klara pada anak dalam kandungannya yang sebentar lagi akan melihat dunia.


Dunia mungkin bisa di kata indah juga bisa di kata suram, dunia terlihat indah dan terasa nyaman jika yang merasakan nya seseorang yang selalu hidup dengan penuh kebahagian namun sebalik nya dunia sangat terasa suram ketika di rasakan oleh orang yang measakan penderitaan semasa hidupnya, namun semua harus yakin ketika kita mendapat musibah atau keburukan kita akan mendapat kebaikan alloh tak akan selalu memberi duka pada umatnya apa lagi ketika kita ikhlas menjalaninya kita akan mendapat hadiah terbesar dari alloh. maka selalu ikhlas katika kita di uji agar mendapat hadiah istimewa yang sangat indah.


klara melihat ponsel yang tergeletak di sofa ia meraih ponsel tersebut lalu ia membuka kontak panggilan di ponselnya ia mengscrol nama yang ada di ponselnya lalu ia melihat nama dokter reyhan di sana klara mencoba mentouch nama tersebut mencoba melakukan panggilan pada reyhan panggilan tersambung hingga beberapa kali klara melakukan panggilan di ponselnya.


Di luar suara mobil terdengar terparkir di halaman rumah keluarga anggara tersebut dan ternyata bu karina dan pak anggarai sudah sampai di jakarta semua pelayan sangat sibuk mereka menyambut kedatangan tuan besar dan nyonya besarnya semua pelayan dengan sigap ada yang membawakan koper ada yang yang membawakan tas jinjing bu karina.


Saat masuk rumah bu karina merasa ada yang aneh ia melihat menantunya tak nampak menyambut nya.


"bi kemana klara?" Tanya bu karina.


"tadi ada bu ia baru aja selesai menyiapkan makanan untuk menyambut kedatangan ibu mungkin di kamarnya barangkali perlu saya pangilkan?" jawab sang pelayan.


"gak usah biar saya saja kesana" ucap bu karina.


lalu menoleh pada suaminya.


"ayah!, ayah duluan aja ke kamar istirahat mamah mau nemuin klara dulu!" seru bu karina.


"hmm" pak anggara berjalan menuju kmar utama tempatnya dan bu karina beristirahat.


Sebelum kekamarnya bu karina berniat menemui klara ia sengaja tak mengetuk pintu kamar klara berniat memberi kejutan namun saat bu karina membuka pintu bu karina melihat klara tergeletak di atas sajadah dengan masih mengenakan mukena bu karina berpikir lain.


"astagfirullah klaraaaa teriak bu karina, ayah, rey" bu karina berteriak memanggil suami dan anaknya sontak teriakan bu karina membuat pak anggara dan reynant kaget pak anggara yang baru membuka pintu ia dengan segera menghampiri isyinya yang tiba-tiba teriak dengan nada panik begitu juga reynant ia berlari.

__ADS_1


"ada mam?" reynant.


"iya ada apa sih mam?" pak anggara.


"ayah klara" ucap bu karina sambil berlari ke arah klara.


"masallah" ucap pak anggara pun.


"loh tadi baik-baik aja, apa jangan-jangan gara-gara omongan ku tadi" ucap reynant yang masih berdiri mematung di ambang pintu. lalu reynant tersadar dari lamunannya lalu ia pun menghampiri bu karina yang mulai meraih tangan memeriksa denyut nadinya.


"masih berdenyut yah" ucap bu karina pada suaminya yang berda di hadapan.


"klara klara ini mamah nak" ucap bu karina ia menepuk nepuk pipi klara dan mengangkat kepala klara dan menaruhnya di paha sambil menangis.


"Klara bangun kita bawa kerumah sakit aja mah" ucap pak anggara.


"ya sudah ayo angkat rey" reynant dan pak anggara hendak mengangkat klara untuk di bawa kerumah sakit lalu tiba-tiba klara terbangun.


"eh eh eh ini ada apa?" klara merasa kaget ketika merasa tubuhnya ada yang mengangkat.


lalu dengan segera rey dan ayahnya melepaskan kembali pegangannya dari klara.


"loh klara kamu gak apa-apa?" Tanya bu karina.


"tante kapan nyampe? maaf klara tadi ngantuk banget gak kerasa klara ktiduran di sini habis shalat" ujar klara.


"oh kirain tadi kamu pingsan" kata bu karina.


"enggak lah, paman sama rey ada di sini juga ngapain di sini?" Tanya klara yang tak menyadari bahwa tadi tubuhnya sempat di angkat untuk di bawa kerumah sakit.


"dasar mamah lebay orang gak kenapa-napa juga" gerutu reynant sembari pergi keluar dari kamar klara.


"tante klara kangen" ucap klara sambil memeluk bu karina.


"lo ko manggilnya tante lagi!" Ucap bu karina.


"eh iya klara lupa" klara kembali memeluk bu karina.


"sama mamah juga kangen sama kamu apa lagi sama cucuku ini" bu karina berucap sambil mengelus perut klara.


Klara tersenyum mendengar ucapan ibu mertuanya,

__ADS_1


__ADS_2