
Jakarta
Setelah selesai sarapan reyhan langsung pergi ke rumah sakit,
Sedangkan klara pergi ke klinik kandungan untu memeriksakan kandungannya karna sudah jadwalnya periksa kandungan.
Di klinik
Setelah di periksa.
"Gimana dok perkembangan janin saya?" Tanya klara pada sang dokter kandungan
"Bagus posisi kepala sudah mulai kebawah, apa bunda sering merasa sesak?" Tanya sang dokter.
"Kalau tidur sih dok emang bahaya dok?" jawab klara.
"Nggak itu biasa karna saat kandungan berusia 7 bulan janin semakin membesar, dan rasa sesaknya akan hilang ketika bayi siap lahir, Pertumbuhan dan perkembangan janin di masa hamil 7 bulan akan semakin pesat. Kebutuhan nutrisi janin mencapai titik puncaknya pada kehamilan trimester ketiga." sang dokter menjelaskan tentang pemahaman kehamilan.
"Kira makanan apa yang sehat janin saya?" Tanya klara
"Sebaiknya, bunda banyak mengonsumsi cukup makanan bergizi yang kaya dengan protein serta vitamin dan mineral, seperti vitamin C, zat besi, asam folat, dan kalsium" jawab sang dokter.
"Oh gitu baik dok saya akan ingat pesan dokter" ucap klara.
"Bagus kalau begitu pemeriksaan nya sudah selesai dan bunda jangan lupa selalu rutin periksa kembali kandunganny untuk mengetahui perkembangan janin dan juga kesehatan bunda" saran dokter.
"Baik dok kalau begitu saya permisi dok" klara berpamitan pada sang dokter yang biasa memeriksanya.
Setelah berpamitan klara keluar dari ruangan tersebut, klara berjalan menyusuri lorong klinik, lalu tiba-tiba namanya di panggil seseorang.
"Klara!" Panggil seseorang, karna merasa namanya di panggil, klara menoleh pada sumber suara.
"Adam!!!" Ucap klara, setelah melihat orang yang memanggilnya, klara mersa aneh melihat adam ada di klnik tersebut.
"Klara kamu ngapain disini?" tanya adam.
"Memangnya kamu tidak lihat kalau aku lagi hamil, dan harusnya aku yang tanya kamu ngapain di sini?" Ujar klara.
"Aku kerja di sini" jawab adam.
"Oya kamu kerja di sini sudah berap lama?" Tanya klara.
"Baru dua bulan" jawab adam.
"Oh gitu bagus lah akhirnya kamu dapat pekerjaan juga" kata klara.
"Eh kamu hamil berapa bulan?" Adam menunjuk perut klara yang sudah semakin terlihat.
"Tujuh" jawab klara, sambil mengelus kandungan nya.
"Tujuh!!! bukan kah kamu menikah baru 5 bulan?" celoteh adam.
__ADS_1
"Ah iya kah mungkin aku lupa" jawab klara.
"Masa lupa!" Ucap adam, Klara semakin merasa tak nyaman ngobrol dengan adam.
"Dam aku kaya harus segera pergi suamiku nungguin aku" ucap Klara.
"Emang nya suami kamu nggk kerja?" Tanya adam seolah curiga.
"Hemm maaf ya dam kaya aku harus segera pulang lain kali kita ngobrol lagi, aku pergi dulu" tukas klara sambil melangkah pergi
"Tapi ra kita belum selesai ngobrol!" Teriak adam ketika melihat klara pergi namun klara tak menghiraukan ucapan adam, klara masuk ke mobil yang di kendarai mang wiwi, tak memakan waktu lama klara mobim yang kendarai mang wiwi sampai di halaman rumah keluarga andrayan, yang menjadi tempat tinggal klara juga beberapa bulan ini.
Klara turun dari mobil kalara meluhat mobil reyhan terpakir di sana klara segera masuk dan mencari reyhan.
Saat sampai di ruang tengah klara bertemu bi siti.
"Bi dokter pulang lagi?" Tanya klara.
"Iya non" jawab bi siti
"Dia gak apa kan?" Klara merasa khawatir karna tak biasanya reyhan bolak balik kerumah ketika bekerja.
Klara mencari reyhan ke kamarnya, dan ternyata benar reyhan berada di kamarnya, ia sedang memasukan beberapa pakaian nya pada koper.
"Dokter, dokter mau kemana?' Tanya klara.
"Aku akan kekorea" jawab reyhan.
"Untuk apa?" Tanya klara lagi.
"Tapi dok sampai kapan?" Tanya klara dengan muka yang sedikit sendu karna ia merasa tak ingin di tinggalkan reyhan suaminya.
"Entahlah mungkin akan lama" jawab reyhan.
"Dokter jangan tinggalin aku!" Seru klara ia mulai menangis.
"Aku harus pergi klara" ucap reyhan.
"Dokter apa dokter akan pulang saat aku lahiran?" Tanya klara.
"Mungkin aku gak ada" jawab reyhan, air mata klara semakin deras.
"Dokter kumohon jangan tinggalin aku, aku kesini karna aku ikut dokter kalau tak ada dokter aku bagaiman?" Rengek klara sambil terus memegangi lengan reyhan.
"Sudahlah klara kamu jangan cengeng, lagi pula mamah sebentar lagi pulang mungkn besok" tukas reyhan,
"Klara aku harus pergi sekarang" kata reyhan sambil menjinjing tasnya hendak segera pergi, sedangkan klara ia terus menangis ia diam sejenak melihat kepergian reyhan lalu dengan segera ia mengejar reyhan.
"Dokter kumohon dokter jangan pergi, dokter" klra terus meminta reyhan agar tak pergi meninggalkannya tapu reyhan tak menghiraukannya ia tetap pergi.
"Sampai di garasi depan rumah nya reyhan menyuruh mang wiwi memasukan kopernya ke mobil.
__ADS_1
"Mang antar saya ke bandara!" Seru reyhan pada sopir yang akan mengantarkanya.
"Baik tuan" ucap mang wiwi.
"Dokter, jangan dokter aku gak punya siapa-siapa di sini aku cuma punya dokter di sini" klara memohon sambil mengatupkan tangannya di depan dada sambim terus menangis.
"Klara maafkan aku aku harus pergi, aku harus membawa kembali seseorang, yang selama ini ada dalam hati dan pikiranku aku gak bisa seperti ini, tapi kamu jangan khawatir setelah anak itu lahir aku akan mengurus semuanya, dan aku akan menceraikan kamu agar kamu bisa bebas tak terbebani dengan status pernikahan, masalah keungan aku sudah memberi kamu kartu tanpa batas agar kamu bisa membeli kebutuhan kamu apapun yang kanu mau" ucap reyhan tanpa ia sadari ucapannya sangat menyakiti perasaan klara semakin menangis, dan reyhan segera pergi dan di antar mang wiwi.
Klara terus menangis memandang kepergian reyhan ia terduduk lemas di lantai, bi siti memperhatikan klara dari dalam lalu bi siti dengan segera menghampiri klara membantunya berdiri, dan membawanya masuk, setelag berada di kamar bi siti mengambil air putih untuk klara.
"Ini non di minum biar non tenang" ucap bi siti.
"Bi kenapa dia pergi biiii hik hik hik?" Klara memeluk bisiti sambil menangis.
"Sudahlah non, non klara jangan nangis terus!" Kata bi siti.
"Bi aku gak mau dokter pergi" ucap klara.
"Non sudahlah non tuan reyhan tak pantas non klara Tangisi dia bukan suami yang baik buat non" ucap bi siti sontak ucapan bi siti membuat klara kaget.
"Bi, bi siti sudah tau kalau klara dan dokter reyhan suami istri?!" Tanya klara.
"Iya non bibi sudah tau" jawab bi siti.
"Tau darimana" tanya klara.
"Maaf non bibi gak sengaja mendengar percakapan non dan tuan muda reyhan saat di dapur.
"Terus kenapa bibi gak bilang sama klara kalau bibi tau?" Tanya klara.
"Untuk apa non, bibi gak mau ikut campur urusan kalian" jawab bi siti.
"Siapa saja yang tau hubungn klra sama dokter?" Tanya klara penasaran.
"Kayanya nggak cuma bibi aja ko non" jawab bi siti.
"Aku takut kalau semua orang tau kalau aku hamil anaknya dokter reyhan, aku malu" ucap klara.
"Kenapa haru malu?"
"Ya malu bi aku ini hamil di luar nikah" kata klara.
"Astagfirullah non" bi siti ber istigfar saat mendengar ucapan klara.
" gak usah malu non, itu sudah terjadi no gak usah malu, yang sekarang harus non pikirin kandungan non agar lahir dengan selamat, sebaiknya non beritaukan pada nyonya besar dan tuan kalau anak dalam kandunganmu itu adalah cucunya" saran bi siti dan saran bi siti membuat klara berpikir.
"Apa tidak akan apa-apa kalau klara bilang pada mereka?" Klara ter lihat bingung.
"Ya tidak non mungkin mereka akan senang karna sebentar lagi akan menimang cucu" ujar bi siti.
"Tapi dokter melarang ku bilang pada siapapun kalau aku istrinya" tukas klara
__ADS_1
"Untuk apa non patuh padanya tuan muda sendiri juga myakiti non" ucap bi siti, bi siti sangat baik dan peduli sama klra, bi siti merasa klara seperti anaknya sendiri.
TBC