Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Rania kesasar di kota besar


__ADS_3

Setelah beberapa bulan tinggal bersama bu anita rania makin merasakan ketidak nyamanannya, bu anita sama sekali tak pernah menganggapnya bu anita benar-benar memperlakukan rania seperti seorang pembatu, di tambah lagi rinto yang jarang pulang semenjak kedatangan bu anita, dan rania meminta untuk tinggal bersama mertuanya itu rinto jarang menemui rania, rinto sama sekali tak mengetahui bagaimana sikap bu anita terhadapnya karna setiap rinto menyempatkan pulang bu anita selalu berpura-pura menjadi mertua terbaik bagi istrinya bahkan entah mengapa rinto seolah tak mempedulikan rania sampai-sampai rinto lupa memberikan uang kebutuhan untuk rania, rania merasa bingung kebutuhan nya sangat banyak semenjak ia tinggal dengan mertuanya pengeluaran rania menjadi sangat boros itu karna sang mertua selalu meminta ini itu pada rania bukan hanya makanan sampai barang breandet pun bu anita selalu memintanya pada rania.


Rania gak tau lagi harus bagaimana mengatur keuangan yang tinggal sedikit sedangkan rinto semenjak rania tingal bersama bu anita hanya sekali mentransferkan uang untuknya hari itu rania bingung sang mertua menginginkan menginginkan makanan spesial karna malamnya bu anita mengundang temannya untuk datang kerumah


"Bagaimana ini? Uangku tinggal sedikit bagaimana aku bisa belanja sebanyak yang mama mau dan aku rasa semua bahan makanan itu pasti mahal dan cuma di jual sipermarket" gumam rania.


"Tapi apa aku cari di pasar saja ya! Tapi apa ada bahan makanan seperti ini? Ah aku cari yang mirip aja atau yang murahan gak apapakan? Paling rasanya beda sedikit, ya sudahlah aku pergi kepasar saja" racau rania dalam hati kemudian rania pergi ke dapur mengambil tas belanja sedang kan bu anita tengah sibuk memainkan ponsel menghubungi teman-temannya untuk mengundangnya makan malam di rumah tersebut setelah mengambil tas belanja rania segera pergi.


Sesampainya di pasar rania memasuki beberapa toko dan kios sayuran yang menjual bahan makanan yang hampir sama dengan apa yang di pesan mertuanya namun bukan yang asli setelah dirasa semua selesai rania hendak kembali kerumah rania berniat memesan taksi online rania merogoh ponsel di saku samping atasan bajunya dan rupanya rania melupakan ponsel yang sedang di carg di kamarnya.


"Ya ampun ponselku mana?" Rania mengubek-ngubek saku baju nya namun ponsel tetap tak ketemu lalu rania mencari ojeg untuk tapi rania sama sekali taknmenemukan ada ojeg yang mangkal rania memutuskan untuk berjalan kaki dengan harapan ada ojeg atau taksi yang menawarinya tumpangan namun nihil tak ada satu pun ojeg atau taksi rania terus berjalan menyusuri jalanan dan semakin jauh ia keluar dari pasar hingga akhirnya rania benar-benar jauh dari pasar rania tak tau tidak tau kini ia ada di mana rania sadar ia kalau kini ia berada di suatu tempat yang sangat asing untuknya.


Pandangan rania menyapu seluruh wilayah tempatnya kini ia berada rania semakin ketakutan.


"Aku dimana ini ya allah apa aku nyasar mana aku gak ponsel lagi" batin rania yang semakin ketakutan, hari terlihat semakin siang rania tak tau harus berbuat apa rania terus berjalan menyusuri jalan perkotaan yang sangat asing menurutnya kakinya mulai terasa lemas kepalanya mulai terasa pening karna sinar matahari semakin meninggi entah sudah berapa jam ia berada di jalanan seperti itu hingga akhirnya ada sebuah mobil mewah berhenti tepat di dekatnya dan rupanya ia pun mengenal pria di dalam mobil tersebut yaitu reynant adik ipar dari sahabatnya rania merasa senang ia bertemu dengan seseorang yang di kenalnya meski awalnya rania ragu menerima tawaran nya untuk mengantar rania pulang tapi rania kembali berpikir ini kesempatannya untuk dapat pulang dan akhirnya raniapun menaiki mobil reynant sesampainya di rumah rupanya sang mertua tangah menungguinya akan tetpai bukannya mencemaskan rania justru malah menuduh rania yang bukan-bukan hanya karena di antar oleh reynant.


Rumah tuan wiguna


Setelah mengantar rania reynant melanjutkan tujuannya kerumah tuan wiguna untuk menemui lira dan kini sampai di rumah tuan wiguna seprti biasa reynant di sambut salah satu


Karna tujuan reynant kesana untuk bertemu lira, lira yang masih belum mau keluar kamar dan masih trauma berinteraksi dengan dunia luar lira menyuruh lastri untuk membawa reynant kekamarnya sesampainya di ambang pintu lastri mengetuk pintu kamar lira setelah pintu terbuka atas perintah lira reynant pun masuk reynant melihat lira yang tersenyum memandangnya dari atas kasur.


"Rey!" Sapa lira stelah reynant makin dekat


"Hi gimana lu sekarang udah enakan?" Tanya reynant.


"Iya Aku baikan?" Jawab lima dengan nada masih lemah.


"Syukurlah"


" kamu ngapain kesini?" Tanya lira.


"Kita keluar yuk!" Ajak reynant.


"Males ah"


"Ko Males padahal gw mau nraktir lu" ujar reynant.


"Tumben! Biasanya pelit" cetus lira.


"Enak aja lu bilang gw pelit" protes reynant.


"Emang lu itu cowok pelit" lira kekeh.

__ADS_1


"Ya udah lah terserah lu"


"Gimana kerjaan proyeknya lantaran? " Tanya lira.


"Bagus lancar" Jawab reynant.


"Oh iya katanya klara sekarang lagi di sukabumi ya?" Lira.


"Iya, mereka mau nemuin mba sane"


"Kasian ya dia, Aku dengar ceritanya dari klara kemarin waktu dia kesini" kata lira.


"Iya katanya dia defresi berat sampai-sampai gak mau di temuan siapa-siapa" ujar reynant.


"Klara benar-benar baik dia mau menemui orang yang pernah membuat suaminya benar-benar terobsesi dan sampai menelantarkan dia dan anak yang bahkan masih dalam kandungannya" celoteh lira.


"Ya bang han beruntung dapet istri sebaik kak klara" kata reynant.


"Kalau aku jadi klara belum tentu aku mau nemuin sane" lira.


"Ya itu lu tapi kak klara gak kaya lu, mungkin kak klara pikir mba sane gak salah karna mba sane menjalin hubungan sebelum bang han berhubungan dengan kak klara, dan mba sane juga gak salah apa-apa, mba sane juga orang yang baik setelah mba sane tau kalau bang han menghamili seorang gadis mba sane melepas bang han dan selalu mengingatkan bang han agar kembali pada gadis yang telah di nikahi bang han namun bang han kekeh ia semakin jatuh cinta pada mba sane" tukas reynant.


"Jadi mba sane sudah mengetahui hubungan dokter reyhan dengan klara dari awal mereka hubungan?"


"Iya si dulu aku sering dengar namanya" lira.


"Ngomong-ngomong jadi gak kita keluar nih?" Reynant kembali ke awal nia dia datang menemui lira.


"Gak males" tolak lira.


"Ah ya sudah kalau begitu berarti gw meski bawa cewek lain tuk bisa di ajak jalan"


"Maksud lu?"


"Hari ini gw lagi boring tiap hari ke rumah, kantor bete gw"


"Ya sudah lu ajak tuh cewek-cewek lu yang biasa lu obok-obok" kata lira dengan muka masam.


"yakin lu?"


"ya ya yakinlah! kenapa nggak?"


"ahk tapi gw mau sama lu"

__ADS_1


"laaah katanya tadi mau ngajak cewek lu"


"gw berubah pikiran, lagian apa enaknya coba di kamar mulu kaya gini"


"rey gak tau gw takut untuk keluar rumah gw takut ada orang jahat lagi yang mau nyelakain gw"


"gak bakalan percaya sama gw, selama lu sama gw, lu aman gw bakal ngejaga lu" mendengar ucapan reynant lira terenyuh,


"apa dia beneran dengan kata-katanya udah kaya pasangan kekasih aja" batin lira. melihat lira terdiam reynant kembali berkata.


"rey!" lira


"hemm" reynant.


"kenapa kamu lu mau menjaga gw? gw kan bukan siapa-siapa lu!"


"memangnya kalau menjaga seorang wanita harus menjadi siapa-siapa gw dulu baru gw berhak menjaganya! gitu?" Tanya reynant.


"rey makasih ya waktu itu kamu datang untuk menolongku dan kamu rela di pukuli mereka" ucap lira lirih.


"meski aku gak berhasil menyelamatkan kamu?"


"siapa bilang gak berhasil? nyatanya aku sekarang ada di sini, dan aku gak di apa-apakan mereka"


"iya tapi itu bukan karna aku tapi karna sopir dan penumpangnya yang datang membawa polisi ketempat kejadian itu"


"tapi tetap gw selamat karna lu, kalau bukan karna lu yang berusaha menyelamatkan gw, mereka gak akan tau kalau ada seorang wanita yang tengah jadi korban penculikan" tegas lira.


"sudah lah lu jangan inget-inget soal penculikan itu oke? gini sekarang bang han dan kak klara berada di sukabumi gimana kalau kita kesana? katanya pantai di palabuahan ratu bagus" ajak reynant.


"gak bakalan apa-apa kalau kita kesana?"


"gak apa-apa?"


"gak lah kan ada gw"


"ya sudah tapi aku ajak alea ya"


"oh iya tentu mau ajak satu kampung juga gak apa-apa" celoteh reynant.


Akhirnya reynant berhasil mengajak lira pergi.


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2