Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Kembali di culik


__ADS_3

Lira terdiam merasakan perasaan yang tak menentu lira memejamkan matanya ia merasakan sentuhan bibir reynant, pelan-pelan lira membalas ciuman reynant namun lira tiba-tiba ingat saat reynant menerima telpon dengan panggailan si cantiku seminggu yang lalu dan lira juga sering mendengar reynant mendapat telpon dari seseorang dan berkata mesra, dengan segera lira melepas ciuman reynant lalu mendorong tubuh reynant.


"Apa-apaan si lu? dasar mesum" kata lira.


"Kenapa barusan lu menikmatinya kan?"


"Pergi lu dari sini!" lira mendorong reynant untuk keluar.


"Lira sebentar lira"


"Keluar! keluar! keluaaaarr" lira terus mendorong tubuh reynant lira pun berhasil mendorong reynant hingga keluar dari kamar yang ditempati lira.


Setelah berhasil mendorong reynant keluar dari kamarnya, di dalam kamar lira terlihat merutuki dirinya sendiri.


"Gila apa yang gw lakukan barusan? Kenapa gw membalas ciuman dia? bodoh bodoh bodoh lira memukul-mukul kepala denga kedua telapak tangannya lalu ia pergi menuju washtapel lira mencuci bibirnya menggosok dengan kasar berharap sentuhan bibir reynant yang masih terasa dapat hilang namun lira tetap masih dapat merasakan bagaimana sentuhan bibir reynant yang masih terasa di bibirnya lira melihat dirinya di cermit lalu meraba bibirnya dan tiba-tiba lira teringat pada adiknya yang begitu mengidolakan reynant alea sangat menyukai reynant dan berharap menjadi kekasihnya, lira mengacak-ngacak rambutnya sendiri dengan segera lira pergi ke atas kasur lalu membereskan berkas-berkas yang berserakan setelah semuanya berpindah tempat, lira naik ke kasur dan membaringkan tubuhnya lira melihat jam di tangannya baru menunjukan pukul empat sore.


merasakan perutnya yang keroncongan lira pun turun untuk mencari kuliner yang mungkin bisa membuat perutnya ter isi tak lama lira sampai di suatu tempat yang menjajakan makanan sederhana di pinggir jalan namun tak di sangka reynant pun berada tak jauh dari tempat lira membeli makanan reynant tersenyum.


Lira berdiri di pinggir jalan ia menikmati camilannya sambil berjalan menapaki tepian jalan raya yang di hiasi pedagang kaki lima untuk menjajakan berbagai makanan sederhana tiba-tiba sebuah mobil berwarna hitam menghampiri lira satu orang turun dari mobil dan menarik paksa lira kedalam mobil lira tak sempat berteriak karna mulutnya di bekap sampai di dalam mobil lira di lepas.


"Siapa kalian" tanya lira dengan panik pada orang yang membawanya masuk ke dalam mobil di dalam mobil rupanya ada tiga pria lainnya yang menunggu di dalam termasuk pengemudi, lira di jaga dari sisi kanan dan kiri pintu mobil ia terus meronta untuk keluar dari mobil namun sia-sia mobil yang membawa lira mulai melaju.


"Diam kamu!" Kata sang penculik.


"Apa yang kalian inginkan? Kenapa kalian menculiku?" Tanya lira.


"Diam jangan banyak tanya kamu nanti kamu akan tau sendiri sekarang bos kami sedang menunggu kamu" sang penculik membentak lira seraya memegangi kedua tangan lira.


"Bos!?" Batin lira.


Reynant yang tengah memperhatikan gerak gerik lira dari kejauhan, dengan jelas dapat melihat detik-detik lira di bawa paksa seseorang kedalam mobil reynant mulai panik reynant mencari kendaraan untuk mengejar mobil yang membawa lira.


Reynant melihat angkutan umum yang baru menurun kan penumpang lalu dengan segera reynant mendatanginya sampai di angkutan umum tersebut reynant memaksa sang sopir agar bergeser tempat duduk untuk mengambil alih kemudi sang sopir kaget.

__ADS_1


"Ada apa ini?"


"Bli istri saya di culik mobil di depan biar saya yang membawa mobilnya"


"Jangan coba-coba menipu kamu! Kamu pencuri mobil ya?"


"Nggak bli saya berani sumpah tolong bli keburu penculiknya jauh bli lihat ini! Ini saya, ini saya pemilik perusahaan" reynant memperlihatkan photo-photonya di ponsel.


"Baiklah tapi kamu jangan coba-coba menipu saya" sang sopir angkutan pun bergeser ke kursi samping pengemudi. Kebetulan angkutan tersebut baru saja di naiki dua orang penumpang baru yang tak tau mobilnya di bajak reynant, tanpa memperdulikan apapun dengan segera reynant melajukan mobil dengan kecepatan maksimal membuat dua penumpang di belakang menjerit karna kaget mobil yang mereka tumpangi tiba-tiba melaju kencang begitu juga sang sopir angkutan tersebutpun ia berpegangan dengan kencang.


"Aaaaaaaaaaahhhkkkk ada apa ini?" Tanya salah satu penumpang.


"Mas jangan kencang-kencang bawa mobilnya" teriak sang penumpang.


"Maaf saya sedang mengejar penculik di depan" ucap reynant dan membuat sang penumpang semakin panik.


"Apa penculik? Siapa yang di culik?"


"Istri saya"


Hingga akhirnya mobil si penculik membawa lira ke bangunan tua lira di seret di paksa masuk ke bangunan tua tersebut.


"Turun!" Sang penculik menarik paksa lira untuk turun dari mobil, lira pun turun dan kemudian di bawa masuk kedalam bangunan tua yanh sudah lapuk penuh denga lumut yang sudah menebal, sampai di lira di suruh untuk menduduki bangku tunggal yang terbuat dari kayu.


"duduk!" Lira pun duduk di bangku tersebut tangan lira di ikat di belakang bangku yang di dudukinya.


"Sebenarnya siapa yang menyuruh kalian untuk menculik saya?" Tanya lira.


"Saya yang menyuruh mereka" tiba-tiba seorang pria setengah baya muncul dengan pakainnya yang nyentrik lira kager ketika melihat orang tersebut.


"Om haryawan!" Ucap lira ia dapat dengan mengenali pria yang kini berada di hadapannya.


"Kenapa kamu kaget? Gak usah kaget karna ini bukan kali pertama kamu di culik" haryawan.

__ADS_1


"Maksud om?" Lira penasaran.


"Bukankah kamu pernah di culik? Dan kamu tau siapa yang waktu itu menculikmu? Dan juga yang menculik adik kamu tapi sayang kalian selalu beruntung dapat lepas dari kami hanya ibumu yang berhasil saya lenyapkan" Kata harayawan.


"Apa Jadi meninggal karna di bunuh sama om? Dan om juga yang dulu menculiku?!" Tanya lira.


"Kamu pikir siapa lagi?"


"Om keterlaluan Kenapa om melakukan ini? Kami ini keluragamu apa salah ayah pada om?"


"Aku ingin merasakan apa yang aku rasakan akibat perbuatannya dulu! Jadi aku ingin kaliam semua mati kecuali ayah kamu aku ingin semua anggota keluarga si wiguna mati" Jawab haryawan lira menangis.


"Kamu tau bagaimana kejamnya dulu ayah kamu padaku yang tak lain adiknya sendiri, dia, dia! yang yang sudah membuat anak dan istriku meninggal karna dia kamu tau itu?" Bentak haryawan.


"Maksud om apa?"


"Kamu masih belum mengerti? Biar aku ceritakan, dulu ayah kamu sangat berkuasa di keluarga kami semuanya dia yang mengatur termasuk perusahaan orang tua kami pun dia yang menguasainya dan status sayapun anak di keluarga kami tapi apa? Saya tak mendapat sepeserpun hak saya bahkan ketika saya benar-benar dalam kesulitan ekonomi dan sangat membutuhkan bantuan, aku datang menemui ayah kamu dan apa yang dia lakukan dia mengusir saya dengan berkata dan kasar memperolok saya bagai pengemis padahal saat itu istriku tengah berjuang untuk melahirkan anak kedua kami di rumah sakit dan benar-benar butuh uang untuk oprasi persalinan karna kehamilan istriku bermasalah tapi karna kejam nya ayah kamu saya mau harus merelakan istri dan anak kedua saya meninggal saat melahirkan dan kamu tau juga anaku yang pertama saya pun ikut menyusul ibu dan adiknya karna harus menahan lapar setiap hari sedangkan saya sebagai anak pemilik perusahaan besar tak mampu berbuat apa-apa untuk anak saya sendiri, karna perbuatan ayah kamu yang menjelek-jelekan saya pada media hingga membuat saya sulit mendapat pekerjaan" haryawan menceritakan masa lalunya pada lira dengan air mata mengalir deras mengiringi ucapannya, sedangkan lira hanya diam mendengar perkataan omnya.


"Saya mengerti bagaimana perasaan om waktu itu, tapi apa mereka akan kembali hidup jika om melenyapkan kami juga? Tidak om, om hanya akan membuat om menyesali perbuatan om nanti" kata lira.


"Menyesal? hahahaha dengar saya gak akan menyesali perbuatan saya justru hidup saya gak akan tenang kalau belum melenyapkan kalian semua" jawab haryawan


"Adam segera kamu lenyapkan dia dan kalau kalian mau silahkan nikmati dulu tubuhnya aku mau melihat wiguna hancur sehancurnya mendapati anaknya mati mengenaskan dan giliran adik kamu yang akan kami lenyapkan!" Seru haryawan pada anak buahnya jaryawan sudah benar-benar di kuasai api dendam.


Anak buah haryawan yang di panggil adam mendekati lira, lira kaget ketika melihat wajah pria yang hendak mendekatinya lira kenal betul siapa adam.


"Adam! Kamu adam yang dari kampung nanglu yang pernah jadi pacar klarakan?" Ucap lira menghentikan langkahnya diam sejenak.


"Siapa kamu?"


"Aku wati teman klara adam tolong jangan apa-apakan saya" adam memandang lira, melihat adam terdiam anak buah haryawan yang lainnya menghampiri adam.


"Heh gak usah pakai perasaan kalau jadi penjahat ingat kita ini penjahat kalau kamu gak suka biar saya mulai duluan menikmatinya pria tersebut mulai mendekati lira ia berusaha menyentuh lira dan hendak membuka paksa pakaian lira, lira terus berteriak ia meronta.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2