
Pukul satu siang waktu indonesia.
Bu karina menelpon klara.
"Hallo sayang" ucap bu karina di balik sambungan telpon.
"Iya tante, apa tante sudah sampai di bandara?" Tanya klara.
"Sayang sepertinya tante gak jadi pulang hari ini!" Seru bu karina.
"Lho kenapa!? Gak terjadi apa-apa kan sama om dan tante dan juga mas reynant" klra merasa khawatir pada keluarga nya yang tiba-tiba membatalkan kepulangannya.
"Tidak sayang hanya saja tante dan juga paman masih ada urusan di sini, tapi reynant pulang hari ini dia mungkin sampai nanti sore" tukas bu karina.
"Oh gitu padahal klara udah masak banyak buat semuanya" ujar klara.
"Maaf ya sayang sudah bikin kamu kecewa" ucap bu karina.
"Ya sudah gak apa-apa tante, tante sama paman hapy yah di sana" ucap klara.
"Oh iya pasti dong sayang, jaga cucu tante yang dalam kandungan kamu jangan sampai kenapa-napa" ucap bu karina, ucapan bu karina membuat klara merasa tertegun.
"Andaikan kau benar-benar tau jika ini benar-benar cucu mu aku pasti merasa sangat bahagia saat kau berkata seperti itu, tapi meskipun kau tak tau kalau ini cucumu, aku sangat bahagia saat kau bilang ini cucumu dan menyuruhku menjaga anak dalam kandunganku ini" batin klara, klara sama sekali tak menyadari jika mertuanya telah mengetahui bahwa dia dan reyhan adalah suami istri dan cucu dalam kandungannya adalah cucu bu karina dan pak anggara, tanpa ia sadari air matanya mengalir di pipi putihnya.
"Sayang kenapa diam?" Bu karina menyadarkan lamunan klara di balik sambungan.
"Oh iya tante, klara pasti menjaga anak klara dengan sepenuh hati" ucap klara.
"Iya dong sayang karna dia juga cucu tante, eh mulai sekarang kamu panggil aku mamah ya sayang" ucap bu karina, klara semakin merasa aneh dengan ucapan bu karina, sebelumnya menyebut anak dalam kandungannya sebagai cucu, dan tiba2 menyuruh klara memanggil mamah pada bu karina namun klara tak berani bertanya.
"Tapi tante" ucap klara.
"Tuh kan kamu panggil tante lagi" ujar bu karina.
"Eh mamah" ucap klara.
"Nah gitu dong, sayang sudah dulu yah mamah tutup dulu telponnya" ujar bu karina.
"I Iya" dan tuuuuut sambungan di matikan oleh bu karina.
Selesai menelpon klara merasa aneh pada ibu mertuanya "mamah karina kenapa? Ko tiba-tiba aneh, apa mamah karina tau kalau aku dan dokter reyhan suami istri?!!" Gumam klara dalam hatinya.
__ADS_1
"Ah tapi masa iya ko reaksinya cuma gitu aja, mungkin karna mereka terlalu baik ia menganggap aku sebagai anaknya makanya mamah karina menyuruhku memanggilnya dengan sebutan mamah dan ia menganggap anaku sebagai cucunya" racau klara dalam batinnya.
"Non ini mau di taruh dimana?" kedatangan bi siti yang membawa makanan, sontak membuat lamunan klara buyar.
"Eh iya bi taruh di situ aja" jawab klara.
"Bi tante gak jadi pulang, cuma mas reynant aja yang pulang katanya dan sampainya juga nanti sore mungkin sebelum magrib" kata klara.
"Oh gitu non, terus masaknya gimana non?" Tanya bi siti.
"Nanti aja bi, klara tinggal dulu ya bi" ucap klara.
"Iya non" ujar bi siti.
Lalu klara pergi kekamarnya ia memikirkan sesuatu yang baru ia dengar lalu klara melaksanakan shalat dzuhur.
Flash back on
Canada pukul 09.10
Setelah mengetahui semuanya bu karina menangis ia tak tau harus senang atau kecewa karna orang yang selam ini ia percaya menutupi rahasia besar termasuk klara.
"Iya ayah minta maaf!" Seru pak anggara, berusaha menenangkan istrinya.
"Ayah aku sekarang gak tau harus bagaimana?" Ujar bu karina.
"Ya mamah gak harus gimana-gimana" ucpa pak anggara.
"Ayah aku sangat menyukai klara dan aku selalu berhayal jika saja dia anaku atau dia menantuku aku pasti senang sekali" ucap bu karina.
"Ya sekarang kenyataan klara itu menantu mamah menantu kita bagian dari keluarga kita" tukas pak anggara.
"Tapi dia tega menyembunyikan dirinya pada mamah dia tega menyembunyikan anaknya yang juga cucu mamah" bu karina semakin sedih ketika mengingat janin yang selama ini di anggap anak orang lain adalah anaknya.
"mah sekarang tenang mamah sudah tau semuanya mamah tinggal menyayangi mereka saja, dan sebaiknya kita pura-pura tidak tau saja kita ikuti sampai mana sandiwara mereka" kata pak anggara, seketika tangisan bu karina berhenti.
"Bener tuh mah rey setuju" ujar reynant sambil mengacungkan telunjuknya.
"Kamu ini main setuju-setuju aja" cetus bu karina pada reynant.
"Baik lah kalau begitu, eh tapi kenapa ayah gak nyegah reyhan saat mau pergi ke korea, itu artinya sekarang klara di sana tanpa suaminya" bu karina tiba-tiba ingat pada reyhan yang sekarang ada di korea.
__ADS_1
"Besok kamu pulang ke indonesia duluan, mamah sama ayah kamu mau ke korea!" Seru bu karina.
"Untuk apa kita ke korea" ucap pak anggara pada istrinya yang tiba-tiba membuat rencana sepihak.
"Kita lihat reaksi reyhan ketika kita ke korea apa dia ada perhatian pada klara yang sedang hamil muda" kata bu karina.
"Dan kamu bilang pada klara kalau mamah sama ayah mau melamar sane untuk reyhan dan lihat reaksi klara, apakah dia akan cemburu atau tidak, jika tidak itu artinya klara tak benar-benar mencintai reyhan, dan ada niat lain" celoteh bu karina.
"Ok mam" ucap reynant, sembari mengacungkan jempol nya.
Flash back of
Bu karina dan pak anggara hari ini bersiap untuk ke korea selatan tempat di mana anaknya seorang reyhan berada.
Setelah menempuh perjalanan 9 jam 30 menit menggunakan jetpri keluarga mereka akhirnya sampai tepat pukul 10.10 malam waktu korea karna mereka memasuki perbedaan waktu 13 jam.
Jakarta
Masih pukul 07 malam waktu indonesia, penghuni rumah anggara sibuk untuk menyambut kedatangan anak kedua keluarga anggara.
Tak lama mobil di kendarai mang wiwi untuk menjemput reynan masuk ke halaman depan rumah lalu berhenti dan turun lah reynant.
Dengan di sambut para pelayan di sana semua antusias menyambut kedatangan putra kedua keluarga anggara, tak terkecuali klara ia menyambut reynant.
"Hai klara" ucap reynant pada klara.
"Iya mas selamat datang" ucap klara sambil menyodorkan tangannya hendak berjabat tangan.
"Ah nora" celoteh reynant sambil menaiki anak tangga hendak pergi ke kamarnya.
"Loh mas orang salaman ko di bilang nora?" Tanya klara.
"Lagian pake salaman-salaman segala" ucap reynant.
"Ya kan mas kita ini orang indonesia harus tetap menjaga adat istiadat kita sebagai orang yang hidup di wilayah timur" ucap klara sambil terus membuntuti reynant.
Sebenarnya reynant bukan tak mau bersalaman dengan klara tapi reynant merasa tak adab jika klara yang menyodorkan tangannya lebih dulu mengingat klara adalah istri kakaknya secara tidak langsung klara pun kini jadi kakaknya meskipun hanya status sebagai kakak ipar.
**To be contue
jangan lupa lupa like and komen and vote karya aku yah readers ku sayang dan jangan lupa bikin novel aku vaforit kalian terima kasih hepy reading**.
__ADS_1