Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
bermain di tepi pantai


__ADS_3

Di tepi pantai


Alea terlihat senang ketika duduk berdua dengan reynant.


"Mas suka gak tempat ini?" Alea memulai pembicaraan setelah mereka terduduk.


"Iya aku suka pemandangannya bagus udaranya juga sejuk meskipun berada di tepi laut tapi udaranya sejuk.


"Iya mas mungkin karna suasana di sini masih di penuhi dengan alam, oh iya mas gak ada niat mau punya pacar dan menikah atau mungkin sudah punya yang serius?" Alea penasaran.


"Pacar? Pacar banyak tapi yang serius aku belum menemukannya, kamu mau aku ajak serius" ujar reynant tiba-tiba, tentu saja di anggap serius oleh alea wajah alea terlihat bahagia mungkinkah reynant lagi mengungkapkan perasaannya pikir alea, dan ketika alea hendak menjawab pertanyaan reynant reynant mematahkan hati alea.


"Hahahaha..., aku bercanda doang aku gak terlalu memikirkan hal serius macam itu" kata reynant sambil tertawa, alea dan reyhan terlihat akrab dengan alea karna memang sebelum bertemu kembali dengan wati atau yang kini di sebut lira, reynant lebih dulu dekat dengan lira bahkan mungkin kalau bukan karna reynant ingin menjemput alea, reynant tidak akan bertemu dengan seorang wati yang kini telah menjelma menjadi gadis cantik seperti pada awal ia sebelum menjadi wati.


Obrolan alea dan reynant berakhir setelah beberpa menit berlalu dan reynant merasakan yang terasa gatal akibat pasir yang menempel dengan keringat reynant kembali ke hotell lalu membersihkan tubuhnya dari kotoran.


Di kamar pasangan suami istri klara dan reynant.


"Mas kita jadikan menemui sane besok?" Tanya klara pada suaminya yang baru keluar dari kamar mandi.


"Kalau kamu mau, jadi" jawab reyhan sembari mengeringkan rambutnya yang basar dengan handuk.


"Sayang kamu gak bakal ada perasaan lagi sama dia?!" Ucap klara mendengar ucapan klara reyhan menurunkan tangan dari kepalanya yang memegang handuk.


"Kenapa tiba-tiba nanya seperti itu?" Reynant mengenyitkan alisnya.


"Ya aku takut aja kalau kamu bakal ninggalin aku lagi demi dia!" Kata klara.

__ADS_1


"Sayang kalau kamu ragu dengan perasaan aku sebaiknya dari kemarin kita gak usah kesini untuk menemuo dia" ujar reyhan.


"Ya... tapi... kalaupun aku gak kesini kamu bakalan nemuin dia sendiri tanpa ngasih tau aku kan?" Cetus klara.


"Sayang! dengarkan aku? Untuk saat ini dan seterusnya aku hanya mencintai kamu dan yang aku sayangi sekarang hanya kamu dan intan dan itu yang akan selalu ada di hatiku selamanya, kamu gak usah lagi meragukan perasaan aku karna meskipun aku kesini sendiri untuk menemui dia itu bukan karna aku mencitai dia tapi aku hanya merasa simpatì sama orang yang pernah merajai hatiku dulu, dan meskipun aku pernah begitu mencintai dia bukan berarti aku kesini untuk kembali menempatkan dia di posisi terdalam di hatiku, sebab sekarang yang merajai hatiku dan yang berada di posisi terdalam di hatiku hanya kamu dan intan untuk selamanya dan itu gak akan pernah berubah, aku sudah pernah bilang sama kamu jika aku sudah mencintai satu orang wanita maka itu untuk selamanya kecuali wanita itu menjadi penghianat aku tidak akan segan-segan untuk mebuangnya jauh-jauh dari hati dan hidupku" jawaban yang cukup panjang dari seorang reyhan berusaha meyakinkan agar istrinya dapat mempercayai dirinya.


"Sayang aku beruntung menjadi wanita yang berada di posisi terdalam di hati kamu, terima kasih sayang" klara memeluk reyhan.


"Harusnya dari dulu aku menempatkan kamu di hati aku di posisi saat ini, maafkan aku ya sayang" reyhan mengecup kening klara.


"Aku sayang kamu" ucap klara seraya mempererat pelukannya.


" sayang intan mana? dia belum mandi badannya kan kotor!" Tanya reyhan.


"Intan sama wati dia di mandiin sama dia katanya" jawab klara.


"Terus perlengkapan mandinya? handuknya? Dan sama yang lainnya? Sayaaang jangan biarkan intan pakai handuk hotell!" Tukas reyhan


"Ya bagus, kamu istri teladan juga ya!" Reyhan mencuil hidung klara.


Hari semakin gelap setelah makan malam reyhan, klara dan semuanya memutuskan untuk tidur kebetulan udara di sana terasa dingin menusuk tulang jika malam hari sepasang suamo istri, reyhan dan klara berada di satu selimut sedangkan intan berada di tengah, menyekat antara reyhan dan klara hingga membuat mereka harus menahan hasrat untuk menyalurkan sesuatu yang seharusnya di lakukan sepasang suami istri.


_________


Esok pagi di pelabuhan ratu.


Selesai breakfeast reyhan dan klara serta intan bersiap untuk meninggalkan hotell dan pergi ke tempat sane berada dan mereka juga di antar oleh orang yang bekerja di rumah nenenya sane.

__ADS_1


Saat akan keluar dari hotell tiba-tiba reynant, lira dan juga alea muncul dan menghampiri klara yang hendak berangkat.


"Ra!" Panggil lira.


"Ada apa?" Tanya klara.


"Kita ikut boleh kan?" Ucap lira.


"Ikut kemana?"


"Yaa ikut kalian menemui sane, boleh yaaa, plesh ya ya ya?" Lira mengatupkan kedua tangannya marayu agar di ajak bersamanya.


"Boleh gak sayang?" Klara bertanya pada suaminya.


"Ya sudah tapi di mobil terpisah dan jangan membuat keributan dengan berantem sama pacar kamu itu" reyhan menekankan.


"Pacar???" Lira memasang muka masam.


"Maksudnya reynant" klara memperjelas ucapan suaminya dengan membisikan ketelinga lira.


"Whath pacar no no no no" lira berucap setengah berteriak.


"Sudah yu sayang kita berangkat" ajak klara menarik tangan suaminya yang tengah menggendong intan.


Dan akhirnya mobil melaju dengan menuju tempat yang mereka tuju sang penunjuk jalan sengaja reyhan suruh untuk duduk di jok depan samping reyhan sedangkan klara dan intan di belakang.


Keluar dari hotel sang penunjuk jalan mengarahkan reyhan agar berbelok ke kanan setelah tak jauh dari hotell reyhan pun menuruti arahya.

__ADS_1


Karna tempat sane berada sekarang tepatnya di pedalaman pelabuhan ratu, yang agak jauh dari pantai pelabuhan ratu dan jalannya pun cukup menguji adrenalin karna setelah jalan aspal di lewati, merekapun harus melewati jalan kecil yang hanya cukup untuk satu mobil saja, jalannya pun sedikit ancur dan dan berkerikil selain itu merekapun harus melewati jembatan besi pejinggalan jaman belanda yang beralaskan kayu, klara mempererat pegangannya dan memeluk intan, jembatan tersebut meskipun beralaskan kayu namun karna di bawahnya di palangi besi baja hingga membuat jembatan tersebut kuat untuk di lewati mobil bermuatan sedang, selama perjalanan tak sedikit nampak rumah warga yang di bangun di tepian jalan yang berkerikil tersebut, rumah-rumah sederhana dan terbilang mewahpun di bangun di sana meski keadaan jalan yang terbilang buruk, mobil mewah milik reyhan dan juga reynant yang mengikuti di belakang terus melaju, hingga akhirnya setelah memakan waktu kurang lebih setengah jam sang pemandu jalan mengarahkan lagi ke arah jalan yang lebih ancur lagi yaitu jalan bebatuan sekitar lima ratus meter dari sana sampailah di depan halaman bangunan besar bangunan yang masih jadul namun nampak terlihat legendaris, sang pemandu jalan mengarahkan untuk memarkir mobil di tempat biasanya para tamu memarkirkan mobil mereka.


To Be Continue


__ADS_2