
Kegundahan seorang wanita ketika dimana saat ia merasa bahwa dirinya akan di hianati ia akan merasakan hatinya selalu resah karna merasakan takut jika orang yang di cintai nya benar-benar berpaling.
------
jam 10 pagi
Sepulangnya rinto dari rumah keluarga anggara, kini tinggal keluarga anggara sendiri yang tengah berkumpul di ruang keluarga, terlihat pak anggara berbincang dengan reyhan sedangkan klara memijat pundak bu karina yang tiba2 mengeluh jika badannya terasa pegal, lalu klara menawarkan jasa untuk memijat pundak dan punggung bu karina di tengah perbincangannya bu karina bertanya pada klara.
"Sayang kamu gak apa-apa kan tetap tinggal di rumah kami!?" Seru bu karina pada klara.
"Memang nya kenapa tante?" Tanya klara yang fokus memijat pundak bu karina.
"Suami kamu kembali menitipkan kamu pada tante karna katanya pernikahan kalian belum mendapat restu juga!" Ucap bu karina dan membuat klara terdiam tanpa sepatah kata terucap dan tangannyapun berhenti memijat, karna merasa klara hanya diam tanpa jawaban bu karina membalikan badannya menghadap klara dan meraih dagu klara dengan jemari tangannya.
"Sayang kamu sedih yah karna kamu gak bisa tinggal bareng suamimu?" Ucap bu karina, masih tak ada kata dari mulut klara, klara memandang tajam wajah bu karina air terjun kecil tercipta di sana di pipi putihnya klara, lalu tiba-tiba klara merangkul bu karina dengan erat ia menangis namun tetap tak berkata apa-apa hanya berkata dalam batinnya "mamah karina, aku menantumu! selama ini aku tinggal serumah dengan mertua terbaiku dan suamiku meskipun aku tak satu kamar dengan suamiku" gumam klara dan masih memeluk bu karina dengan tangisan yang tak berhenti sedangkan reyhan hanya sesekali melihat sikap klara yang seolah manja pada bu karina begitu juga pak anggara.
"Jangan nangis sayang, tante yakin suatu saat nanti kamu pasti bahagia" ucap bu karina lalu klara melepaskan pelukan nya.
"Terima kasih tante! Tante selalu baik sama aku" ucap klara
"Sebenarnya tante gak rela kalau kamu pergi dari rumah ini karna tante sudah menganggap kamu seperti anak tante sendiri" kata bu karina
" iya tante klara juga sudah menganggap tante seperti orang tua klara sendiri" ucap klara.
"terima kasih sayang kamu sudah menganggap kami seperti orang tua kamu sendiri"
"o iya apa tante jadi berangkat ke canada hari ini?" Tanya klara
"Iya sayang jam tiga sore nanti tante sudah harus ke bandara" jawab bu karina
"Yah sepi dong rumah ini tanpa kalian berdua" ucap klara.
"Kan ada reyhan, bi siti, sri dan yang lain nya juga" ujar bu karina
"Iya sich, tapi kalau gak ada tante rasanya gimana gitu! Kata klara pak anggara dan reyhan hanya senyum, melihat ke akraban menantu dan mertua tersebut.
Setelah selesai bercengkrama di ruang tengah, kini masing-masing berada di kamar,
bu karina dan pak anggara telihat sibuk mempersiapkan barang-barang yang akan di bawanya dan di bantu oleh bi siti,
Sedangkan klara baru selesai mandi sedangkan reyhan mendapat panggilan jika di rumah sakit ada pasien gawat darurat yang harus di tangani olehnya.
Kemudian reyhan menemui bu karina dan pak anggara di kamarnya "tok tok tok"
Suara ketukan pintu kamar pak anggara dan bu karina yang di ketuk oleh reyhan.
"Masuk!" Seru bu karina, lalu tak lama masuk lah reyhan ke kamar tersebut.
"Mam jadi berangkat?" Tanya reyhan
__ADS_1
"Iya dong ini udah siap-siap" jawab bu karina
"Maaf ya mam han gak bisa nganterin ke bandara han harus ke rumah sakit ada pasien gawat darurat" ucap reyhan.
"Iya gak apa kan ada mang wiwi yang selalu siap nganterin kita kemanapun" kata bu karina.
"Ya sudah kalau gitu han pergi yah" pamit reyhan.
"Ya sudah sana tar pasien kamu nungguin lagi" ujar pak anggara, lalu reyhan dengan segera keluar dari kamar orang tua nya untuk pergi ke rumah sakit,
Singkat cerita
Kini pak anggara dan bu karina berada di canada setelah dua hari meninggalkan jakarta sedangkan reyhan dan klara seperti biasa menjelang isa merka berada di kamar masing-masing, klara merasa bosan lalu ia pergi ke kamar reyhan klara mengetuk pintu reyhan dan reyhan menyuruh nya untuk masuk
"Ada apa?" Tanya reyhan karna tak biasanya klara masuk kekamarnya.
"Gak apa-apa" jawab klara.
"Dokter kita keluar yu" ajak klara.
"Ngapain males ah" jawab reyhan.
"Aku bosen di rumah terus" ucap klara.
"Ya kamu pergi aja sendiri minta anter mang wiwi" seru reyhan.
"Ko mang wiwi" kata klara sambil cemberut.
"Gak mau ah mendingan aku tidur kalau gitu" klara merasa kecewa dan hendak kembali ke kamarnya namun di panggil lagi oleh reyhan.
"Klara" klara pun dengan segera menoleh.
"Hemm" kata klara dengan memperlihatkan wajah kecewanya.
"Mau jalan kemana?" Tanya reyhan.
"Aku gak jadi" jawab klara.
"Aku yang temenin" ucap reyhan.
"Beneran" klara merasa senang karna reyhan mau menemaninya jalan.
"Iyaaaa" jawab reyhan.
"Asyikkkk, aku ganti baju dulu yah" ucap klara dengan sangat senang lalu pergi dari kamar reyhan.
"Dasar anak itu udah mau punya anak tapi masih kekanak-kanakan" gerutu reyhan dengan mengembangkan sedikit senyuman.
Akhirnya klara pergi jalan bareng dengan reyhan untuk yang kedua kalinya.
__ADS_1
Reyhan membawa klara keliling jakarta klara selalu mengoceh apa lagi ketika ia melihat tempat yang menurut ia sangat bagus dan mengagumi nya sedangkan reyhan hanya senyum melihat tingkah klara yang kampungan ya... karna memang ia baru datang dari desa.
Akhirnya berkali-kali muter-muter keliling jakarta klara merasa lapar.
"Dokter aku lapar" ucap klara.
"Kita makan di cafe tempat aku makan" ujar reyhan.
"Dokter aku mau makan itu aja" pinta klara melihat gerobak ketoprak di pinggir jalan.
"Jangan itu kurang higienis kita makan di cafe aja" reyhan menolak untuk makan makanan pinggir jalan karna memang sejak kecil bu karina dan pak anggara tak pernah ngajak areyhan makan makanan pinggir jalan.
"Emang nya dokter tau kalau orang yang memasak di cafe itu seperti apa?" Tanya klara
"Ya cafe aku rasa lebih bersih gak ada debu jadi lebih sehat lah, yang masak nya juga shef jadi mereka lebih tau mana makannan yang sehat dan yang enggak" jawab reyhan
"Jadi menurut dokter mereka yang berjualan di pinggir mengandung penyakit?! Itu sih menurut dokter yang ahli dengan makanan cafe, tapi kalau menurutku emang sih mereka jualan di pinggir jalan tapi kita juga gak tau mungkin penjual di pinggir jalan lebih higienis cara membuatnya, lagi pula pemlik cafe itu kan orang kaya makanya mereka bisa jualan di tempat sebagus itu Ia kan? sedang kan orang yang bejualan di pinggir jalan mereka benar-benar membutuhkan bahkan mungkin anak istrinya sedang menunggunya pulang membawa bekal untuk kehidupannya esok jika kita membeli satu porsi aja maka secara tidak langsung kita sudah membantu nya, iya kan?" ucap klara.
"Tapi..." Reyhan hendak berkata namun di putus oleh klara.
"Dokter mau nanti bayinya ngeces gara-gara dokter gak mau membelikan aku ketoprak?" Klara berusaha agar reyhan mau mampir du tukang ketoprak yang tadi ia tunjuk.
"Ya sudah tapi ketoprak nya sudah kelewat kita balik lagi nih?" Ucap reyhan.
"Ya tinggal putar balik doang" ujar klara, akhirnya reyhan mengikuti permintaan klara ia memutar balikan mobilnya menuju tukang ketoprak yang di maksud klara
Sampai di tukang ketoprak reyhan duduk di bangku yang s sengaja di buat panjang untuk duduk para pembeli.
Setelah memesan tak lama ketoprak pun siap di santap, klara memakannya dengan lahap.
"Dokter cobain dech!" Seru klara
"Nggak aku gak usah"
"Kenapa dokter ini enak loh"
"Enggak apa-apa aku gak suka ketoprak"
"Gak suka ketoprak atau tempatnya"
"Gak aku gak suka"
"Ya udah aku mau pesen sepuluh bungkus untuk orang rumah yah dok boleh kan?" Klara teringat orang-orang yang bekerja di rumah mertuanya.
Akhirnya mereka pun selesai jalan-jalan setelah selesai mereka pulang, sampai rumah klara memberikan ketoprak yang sengaja di pesan nya untuk orang berada di sana.
Setelah itu klara masuk kamar begitu juga reyhan, ia membuka jaketnya melempar nya ke tempat tidur, lalu tiba-tiba reyhan menyalakan tv di kamarnya setelah tv menyala mata reyhan langsung di suguhkan dengan berita kedekatannya dengan sane dengan aktor korea reyhan nampak terkejut dengan pemberitaan tersebut, setelah berita selesai reyhan kembali mematikan tv nya lalu ia melempar remote tvnya dengan keras.
"Aku harus kesana aku harus ketemu sama dia! ya aku harus menemui dia" gumam reyhan
__ADS_1
TBC