Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
32 bertemu rinto ( part 3 )


__ADS_3

Di jalanan kota


Jam menunjukan pukul 10 malam seorang gadis yang tengah hamil 6 bulan, ia berjalan dengan penuh kesedihan, dadanya terasa sesak namun bukan penyakit asma, hatinya sakit namun bukan penyakit hati, matanya perih dan terus menerus mengeluarkan air mata namun bukan akibat sakit di matanya, semua tubuhnya terasa lemas, lemah, lunglai tak berdaya, ia duduk di pinggir teroar sambil menangos, kakinya menjulur kedepan dengan tas selempangnya ia taruh di pangkuan dandanannya yang tadinya rapi kini semakin awut-awutan karna sedari tadi setelah ia keluar dari cafe, ia terus berjalan tanpa arah dan tujuan karna pikirannya yang sedang di penuhi kabut, ia tak perduli dengan orang-orang yang memperhatikannya.


Dia adalah seorang gadis bernama klara andarista seorang gadis dari kampung nanglu yang cukup terpencil dan jarang di ketahui orang, kini berada di jalanan di kota jakarta.


Jahat kenapa harus seperti ini kenapa aku berada disini? Kenapa suamiku tega? Itulah yang di pikirannya!.


Klara kini berada di jakarta dan harus merasakan kesedihan akibat suaminya yang akan menitipkannya pada seorang pria yang baru ia kenal.


"Harus tegar aku gak boleh kalah dengan semua ini, aku gak boleh sedih aku harus bisa menjadi wanita yang kuat aku akan menjadi seorang ibu" ucapnya sembari mengelus perutnya yang sudah telihat membuncit.


Klara tersadar jika kini ia berada di tempat yang sangat asing karna ia sama sekali tak pernah melewati jalan itu.


"Dimana aku" ucapnya. Lalu ia merogoh ponselnya dari dalam tas.


"Hahh mati lagi ponsel ku! Dimana aku sekarang?" Gumam nya. Malam semakin larut tak ada orang lagi yang lewat bahkan kendaraan yang tadinya berlalu lalang pun mulai tampak sepi ia berdiri dan melihat kesekeliling.


"Ibu,,,aku dimana sekarang?" Ucap klara menyambat ibunya sambil menangis dan beberapa kali mengusap air matanya.


Tiba-tiba sepasang lampu mobil menyorot tepat pada muka Klara, membuat matanya silau ia menutup muka dengan kedua punggung tangannya.


Mobilpun berhenti tepat di depan klara, sang pemilik mobil mematikan lampu mobilnya, lalu turun dari mobil dan menyapa orang yang menurutnya sudah ia kenal.


"Klara kamu ngapain di jalanan seperti ini?"


"Mas rinto" sapa klara setelah melihat orang yang turun dari mobil.


"Kamu ngapain disini bukannya tadi kamu pulang!" Ujar rinto.


"Aku,,,!"


"Ayo aku antar kamu pulang!" Ajak rinto.


"Gak usah aku bisa pulang sendiri" klara menolak ajakan rinto karna ia malu dengan sikapnya pada rinto saat di supermarket.


"Ini sudah larut malam!"


"Gak apa-apa nanti aku bisa pesan taxi online"


"Ok! tapi hati- hati ini jakarta sangat rentan dengan kejahatan jangan sampai kamu jadi sasaran mereka" kata rinto sembari hendak kembali ke mobil untuk melanjutkan tujuannya namun rinto pun tak benar-benar bermaksud membiarkan klara di jalanan sendiri di malam yang selarut itu. dan perkataan rinto berhasil membuat klara membayangkan bagaimana kejam nya kota tersebut klara merasa ngeri dengan apa yang ia bayangkan,

__ADS_1


"Tunggu!" Seru klara menghentikan langkah rinto, membuat rinto menarik sudut bibirnya ia tersenyum.


"Ayo" ajak rinto


"Anda bilang di kota ini banyak kejahatan!, anda tidak termasuk dengan mereka kan?!" Ucap klara.


"Jadi kamu pikir aku ini penjahat" ujar rinto.


"Ya siapa tau anda termasuk bagian dari mereka" cetus klara.


"Ya nggak lah, lagian kalau pun aku jadi penjahat gak mungkin berani sama lu, istri sahabat gue, tapi terserah sih jika lu mikirnya gua orang jahat" tukas rinto lalu kembali mngayunkan kakinya hendak meninggalkan klara disana.


Klara berpikir sejenak, lalu ia melihat ponsel di tangannya yang dalam keadaan padam karna kehabisan baterai, ia pun merasa takut jika harus di tempat tersebut sendiri jika benar-benar rinto akan meninggalkan nya, karna malam itu sudah benar-benar larut, klara kembali menghentikan rinto yang sudah membuka pintu mobilnya.


"Tunggu!" Seru klara, membuat rinto kembali menoleh pada klara dan menghentikan pergerakannya.


"Baiklah aku ikut, tapi mas rinto gak bakalan ngapa2in aku kan?!" Kata klara.


"Emang nya siapa yang nafsu sama orang hamil" cetus rinto, lalu klara menghampiri mobil rinto dan berdiri di sampingnya.


"Masuk lah" ujar rinto. Klara membuka pintu mobil depan rinto lalu masuk. Setelah mereka berdua berada di dalam mobil rinto melirik klara di sampingnya.


"Coba lu jadi istri gua" cetus rinto sambil pandangan kembali fokus pada jalanan di depannya.


"Iya coba lu jadi istri gua, lu gak bakalan di jalanan kaya tadi" jawab rinto.


"Terus aku dimana?" Tanya balik klara.


"Ya di rumah lah bermesraan sama gua ngelayanin gua sebagai suami lu" tukas rinto.


"Idiiih" ucap klara sambil bergidik.


"Ya iya lah, si reyhan itu orangnya gila dan bodoh" ucap rinto. Sontak ucapan rinto membuat klara kaget ia memandang rinto yang sedang fokus menyetir dengan lekat dan penuh rasa bingung.


"maksudnya?" Tanya klara


"Maksud gua si reyhan itu bodoh dia terus nginget-nginget kekasihnya yang sekarang sudah bukan miliknya lagi, gilakan dan tak pernah menyadari jika ia punya istri secantik lu yang sebentar lagi bakal ngasih keteurunan sama dia" ujar rinto.


"Maksudnya gimana aku gak ngerti?!" Tanya klara.


"Ternyata yang bodoh bukan si reyhan lu juga!" Cetus reyhan

__ADS_1


"Apaan sich!" Ucap klara.


"Habisnya gua ngomong lu gak ngerti2 nanya mulu" kata rinto.


"enak aja bilang aku bodoh! tapi Makasih sudah bilang aku cantik, aku memang cantik karna aku perempuan coba aku ganteng mungkin nasib ku gak bakalan kaya gini" ujar klara


"Iya kalau kamu ganteng gak mungkin hamil tapi ngehamiln anak orang" cetus rinto, klara tersenyum mendengar perkataan rinto.


"Memang nya sane itu sudah menikah" tanya klara pada rinto penasaran, ia masih menangkap perkataan rinto yang mengatakan jika kekasih reyhan bukan milik reyhan lagi.


"Bukan nikah"


"Lalu?"


"Nanti juga kamu tau sendiri" jawab rinto, klara cemberut karna tak mendapat jawaban dari orang di sebelahnya itu.


Mereka diam sejenak tak ada pembicaraan lagi, tiba-tiba rinto kepikiran pada reyhan lalu rinto menepikan mobil dan berhenti di pinggir jalan.


"Klara beneran lu mau pulang kerumah mertua lu" tanya rinto.


"Ya iya lah aku pulang ke sana, masa aku pulang ke istana kerajaan mahabarata" celoteh klara, rinto sedikit tertawa mendengar jawaban klara.


"Nggak maksudku gini, mendingan lu gak usah balik dulu kerumah mertua lu, lu mendingan ke apartemen gua dulu biar si dokter gila itu nyariin lu, gimana?" sirinto menyarankan agar klara pulang ke apartemen miliknya dulu untuk menguji reyhan apakah dia akan cemas pada klara atau tidak.


"Tapi gimana kalau yang lain ikut cemas?" Tanya klara klara.


"Gua yakin kalau yang lain di rumah itu gak bakalan cemas karena mereka ngira lu sama si reyhan. Kecuali kalau dia bilang kejadian awalnya itu juga setelah mengetahui lu gak ada di rumah, gimana lu maukan?" Ujar rinto.


"Tapi mas rinto gak bakaln ngapa2in kan?" Cetus klara.


"Kan udah gua bilang kalau gua gak nafsu sama cewe hamil" jawab rinto.


Klara berpikir sejenak "ide orang ini ada bagusnya juga tapi aku tinggal sama dia dong malam ini" batin dia.


"Tenang aja gua gak tinggal di sana gua pulang kerumah lagian gua jarang tinggal di sana" ucap rinto seolah tau isi hati klara.


"Ya udah dech" ucap klara dan akhirnya malam itu klara tak pulang kerumah mertuanya ia pulang ke apartemen milik rinto.


TBC


👉Ikutin terus kelanjutan ceritanya apakah reyhan akan mencemaskan klara atau tidak?👈

__ADS_1


Habis baca jangan lupa vote like komen and share yah sama readers yang lain biar karya ku bisa lebih baik lagi maaf jika ada kesamaan nama, tokoh, karakter tempat dan kejadian yang sama, karna ini hanya piktif belaka tanpa ada unsur di sengaja, ini hanya ilusi atau imajinasi dan pandangan author semata, tak ada nyinggung orang lain terima kasih sudah membaca🙏


__ADS_2