
Reynant yang sempat kehilangan jejak dengan bantuan google maps reynant dapat melacak kemana sang penculik membawa lira hingga akhirnya reynant dapat menemukan kemana sang penculik membawa lira.
Reynant melihat mobil yang membawa lira terparkir di depan bangunan tua dengan segera reynant mengehentikan mobil dan turun lalu ia berlari sang sopir dan penumpang yang ada di dalam mobilpun panik.
"Pak tulang ayok kita tinggalkan tempat ini!" Seru salah satu penumpang.
"Tapi apa gak bakal terjadi apa-apa sam mas itu kasian dia sendirian?" Kata salah satunya lagi.
"Iya juga" jawab sopir.
"Apa kita ikut aja kesana?" Sang penumpang.
"Jangan nanti kita juga sekap sama penjahat di dalam sana" penumpang lain.
"Kita hubungi polisi saja" penumpang 1.
"Iya betul kita lapor polisi" penumpang 2.
"Biar saya telpon polisi saya punya nomer pengeduan polsek dekat sini" sang sopir.
"Iya tulang cepat lah tulang telpon polisinya" penumpang 1.
Sang sopir merogoh ponsel dari saku celananya kemudian ia mulai melakukan panggilan pengaduan.
Di dalam gedung tua.
Reynant melihat lira di ikat dengan mulut di sumpal para penjahat tersebut dan hendak di lecehkan.
"Hey bangsat hentikan!" Teriak reynant sontak membuat para penajahat kaget semua berbalik ke arah reyanant dan menghampiri reynant.
"Siapa lu" tanya salah satu penjahat.
"Jangan banyak tanya kalian hajar dia!" Perintah haryawan yang tengah duduk manis di kursi sofa yang sudah lapuk, dengan segera para anak buah haryawan menyerah reynant, reynant melawan mereka semua dengan sagala kekuatan dan ilmu silatnya yang pernah ia pelajari namun karna jumlah lawan tak seimbang reynant tersungkur reynant berhasil di pukul habis-habisan oleh para anak buah haryawan lira berteriak melihat reynant di hajar dan mulai mengeluarkan darah dari pelipisnya.
"Rey! Tolong lepaskan dia aku mohon tolong jangan pukuli dia kalian boleh apa-apakan saya tapi tolong jangan pukuli dia!" Seru lira sambil terus menangis mendengar ucapan lira haryawan tertawa.
"Hentikan!" Seru haryawan pada anak buahnya.
__ADS_1
"Kalian habisi dia dan silahkan lakukan apa yang mau kalian lakukan padanya sepuas kalian di depan pacarnya ini biar dia tau bagimana rasanya ikut campur dengan kita" kata haryawan mendengar ucapan bosnya anak buah haryawan menghentikan pukulannya dan salah satu dari mereka mulai mendekati lira melihat anak buah haryawan hendak kembali akan melecehkan lira reynant berusaha bangkit.
"Biadab lepaskan dia kalau sampai kalian apa-apa kan dia kalian akan tau akibatnya" kata reynant.
Haryawan tertawa puas melihat kekalahan reynant yang akan menyelamatkan lira Ia bangkit dari duduknya menghampiri reynant.
"Kenapa takut dia kenapa-napa" ucap haryawan.
ketika anak buah haryawan bicara pada reynant dan anak buahny hampir melecehkan lira tiba-tiba.
"Angkat tangan! Dan diam di tempat kalian sudah di kepung" Sang polisi datang tepat waktu haryawan kaget melihat polisi sudah mengepungnya ia hendak kabur namun melihat haryawan hendak bearlari tiba-tiba "Dorr" timah panas polisi mengenai kakinya membuat haryawan berhasil di lumpuh kan dan semua anak buahnya pun berhasil dibtangkap polisi reynant dengan segera membuka ikatan tangan dan kaki lira.
"Rey!" Lira dengan segera
memeluk reynant yang masih berjongkok dengan erat setelah membuka ikatan di kaki lira, begitu juga reynant ia memeluk lira lalu mengusap air lira mata.
"Kamu gak apa-apa kan?" Tanya reynant ia pun memeriksa tubuh lira.
"Nggak mereka belum berhasil apa-apakan aku Kamu sendiri? Ini pasti sakit ya?"
Reynant membantu lira berdiri, lira terlihat acak-acakan ada beberapa sobekan di baju lira akibat perbuatan anak buah haryawan.
"mas sama mba gak apa-apa kan? ayo mas maba kita segera kerumah sakit" ajak sopir angkutan dan juga penumpang yang rupanya masih belum meninggalkan tempat tersebut membuat mereka benar-benar menyaksikan detik-detik bagaiman polisi mengkap para pernjahat tersebut.
Akhirnya polisi membawa semua penjahat sedangkan lira dan reynant di bawa ke rumah sakit dengan ambulance yang di telpon polisi.
sampai di rumah sakit reynant di periksa oleh dokter ia di pasangi impusan di tangannya untuk memulihkan jaringan tubuh reynat, luka reynant di balut perban sedangkan lira masih diperiksa dokter lira harus mendapat perawatan selama dua hari kedepan di rumah sakit reynant menoleh pada lira yang terkulai lemas di atas pelbeat di sampaingnya setelah semua perawat dan dokter memeriksanya dan keluar reynant turun sambil memegangi perutnya sedangkan tangan satunya menarik tiang impusan menghampiri lira.
"kamu gak apa-apakan?" Tanya reynant masih terlihat cemas. meliha reynat menghampirinya bukannya menjawab lira kembali memeluk reynant menyamping.
"terima kasih sudah menyelamatkan aku kalau gak ada kamu aku gak tau sekarang aku bagaimana? hikhikhik" ucap lira sambil menangis tersedu.
"sudah kamu jangan nangis
gak usah pikirin kejadian itu" kata reynant.
"aku gak tau kalau kamu gak datang membawa polisi mungkin aku sudah menjadi mayat yang kehilangan kesucian karna para penjahat itu"
__ADS_1
"tapi tunggu aku gak pernah menelpon polisi bahkan aku gak kepikiran untuk menelpon polisi aku panik saat itu, saat aku melihat kamu di bawa dengan paksa oleh orang-orang jahat itu lalu aku meminjam mobil angkutan dan.... ooohh mungkin sopir angkutan itu dan penumpangnya yang melapor polisi mereka tau kalau aku sedang mengejar mobil penculik yang membawa kamu" kata reynant menejelaskan.
"aku harus berterima kasih pada mereka"
"iya nanti kita temui mereka sepulang dari sinI, sekarang kamu istirahat" reynant.
"kamu baik banget sama aku!" Kata lira.
"aku sayang sama kamu cewe kambing" ucap reynant.
"sayang!!!?" lira merasa aneh mendengar reynant berkata sayang.
"sayang kalau sampai kamu mati gak ada yang bisa aku sebut cewek kambing lagi"
"iihhh nyebelin" ucap lira seraya memukul pelan pipi reynant.
"awww sakit! kamu gak lihat bibir aku luka gara-gara berantem tadi? ini rasanya panas nyut-nyutan"
"maaf maaf habisnya kamu itu nyebelin, sini biar aku tiupin" tawar lira. lalu reynant menarik kursi lalu duduk di samping ranjang lira, lira mulai meniupi bibir reynant dengan jarak dekat membuat reynant menelan salivanya melihat bibir lira yang terlihat merah muda ketika meiupi bibir reynant.
"cewek kambing kamu tau kalau bibir aku gak sakit melihat bibir kamu sedekat ini dengan bibirku mungkin aku sudah habis memangsanya" celoteh reynant.
"iih dasar otak mesum" lira kembali memukul pipi reynant.
"aaww sakit" reynant.
"biarin sakit sekalian" lira.
"gak di tiupin lagi" reynant
"gak" lira memanyunkan bibirnya.
"jangan suka manyun gitu! tambah aku pengen melahap kamu" reynant terkekeh.
"reynant!" Seru lira.
To Be Continue
__ADS_1