
Keindahan pesona wajah rupawan tak kian bisa di pandang dengan hati dan akal, banyak yang menginginkan dan terpesona dengan keindahan pandangan yang di lihat secara kasat mata karna tak dapat melihat dengan mata batin.
Reynant sang penolong korban penculikan kini sudah sampai di depan rumah tuan wiguna yang tak kalah besar dengan rumah keluarga anggara, mang wiwi membunyikan klakson dan munculah seorang penjaga, melihat mobil mewah terparkir di depan gerbang, sang penjaga memberikan hormat dan bertanya.
"Maaf ada yang bisa saya bantu" tanya penjaga.
"Saya mau bertemu tuan wiguna!" Seru reynant.
"Tuan sedang keluar" penjaga. Tiba-tiba ada sebuah mobil yang datang tepat di belakang mobil reynant
"Itu tuan" tunjuk penjaga pada mobil yang baru datang lalu dengan segera penjaga menghampiri tuan wiguna yang belum keluar dari mobil.
"Maaf tuan ada yang mencari anda" ujar sang penjaga.
"Siapa?" Tanya tuan wiguna.
"Saya belum sempat menanyakan namanya" jawab sang penjaga.
"Suruh dia masuk!"
"Baik tuan" akhirnya mobil reynan di persilakan untuk memasuki area rumah wiguna, mang wiwi memarkirkan mobilnya di parkiran rumah wiguna.
Tuan wiguna turun dari mobil setelah mobilnya berhenti di dalam area rumahnya, begitu juga reynant tuan wiguna menghampiri reynant.
"Maaf kamu siapa ada perlu dengan saya?" Tanya tuan wiguna.
"Perkenalkan tuan saya reynant" ucap reynant menyodorkan tangan untuk menyalami tuan wiguna, tuan wiguna menyambut uluran tangan reynant.
"Ada keperluan apa kamu mau bertemu saya" tanya wiguna.
"Tidak ada tuan saya datang kemari untuk mangantarkan anak anda" jawab reynant.
"Anak saya yang mana?"
"Azalea" reynant
"Alea! kenapa anak saya bisa sama kamu? Jangan-jangan kamu yang membawa kabur anak saya?" Tuan wiguna salah paham ketika mendengar anaknya bersama reynant tanpa pikir panjang ia mencengkran kerah baju reynant dan hendak memukul reynant.
Azalea yang baru bangun ia tersadar kalau sekarang dia berada di area rumahnya dan mendengar ayahnya memarahi seseorang, alea dengan segera turun dari mobil reynant, ia melihat sang ayah yang hendak memukul orang yang telah menyelamatkan nya dari penculikan dengan segera menghentikan ayahnya yang sudah mengangkat tangan untuk memukul reynant.
"Ayah! tunggu ayah!" Seru alea.
"Alea sayang!" Tuan wiguna sangat senang ketika melihat alea anak bungsunya yang stelah beberapa hari menghilang
"ayah mencarimu ke mana-mana kamu baik-baik saja sayang? Gak terjadi apa-apa kan sama kamu?" tuan wiguna melepas tangan yang mencengkram kerah reynant ketika melihat anak kesayangan nya.
"Ayah jangan pukul dia! Dia yang menyelamatkan alea" ucap alea.
"Apa?"
"Iya ayah kalau gak ada mereka berdua alea gak tau bagaimana nasib alea" kata alea, mendengar penuturan anaknya tuan wiguna merasa bersalah pada reynant.
"Maafkan saya sudah salah paham sama kamu, dan terima kasih sudah menyelamatkan anak saya dan membawanya pulang, sekali lagi saya minta maaf" ucap tuan wiguna pada reynant.
"Tidak apa-apa tuan saya mengerti bagaimana perasaan anda ketika dia hilang" kata reynant.
"Maaf kenapa anda bisa tau kalau rumah saya di sini?" Tanya alea merasa heran dari mana reynant tau alamat rumahnya padahal selama di perjalanan alea tertidur lelap dan belum sempat memberi tau alamat rumahnya.
__ADS_1
"Saya gak kenal sama kamu tapi saya kenal dengan ayah kamu dan saya pernah kemari" jawab reynant di depan tuan wiguna.
"Kamu pernah kemari?" Tanya tuan wiguna pada reynant.
"Iya tuan"
"Kalau begitu kita ngobrol di dalam"
"Tapi tuan saya harus pulang" reynant.
"Nanti saja, ayo mampirlah sejenak kedalam!" Seru tuan wiguna tanpa mau mendengar lagi alasan penolakan reynant tuan wiguna masuk kerumahnya dengan menggandeng alea yang terlihat lemas.
"Ayah saya gak suka di bantah" ucap alea tersenyum pada reynan.
"Bagaimana mang?" Renant.
"Tuan saya menunggu di sini saja, tuan non alea cantik juga" bisik mang wiwi.
"Mang wiwi naksir sama dia? Dia gak akan mau sama mang wiwi!"
"Saya tau tuan! Dia gak bakal mau sama saya, tapi saya yakin dia pasti mau sama tuan muda" ucap mang wiwi.
"Maksud mang wiwi?"
"Sudah lah tuan cepetan masuk siapa tau di sana jodoh tuan muda yang sedang menunggu" goda mang wiwi.
"Yakin mang wiwi gak mau ikut masuk?" Tanya reynant.
"Iya tuan saya tunggu di mobil saja" ujar mang wiwi.
"Mari" kembali alea mengajak reynant untuk masuk.
"Non alea sudah pulang! non baik-baik saja kan non?" Tanya sang pelayan yang melihat alea di gandeng ayahnya.
"Aku baik bi" jawab alea.
"Syukurlah non kita semua khawatir takut terjadi sesuatu sama non" kata sang pelayan yang bernama lastri.
"Alea gak apapa bi, bi tolong ambilkan sesuatu untuk tamu kita!" Seru alea.
"Baik non" kemudian lastri kembali mengambil sesuatu untuk menjamu reyhan.
"silahkan duduk" reynant di persilakan duduk di sofa ruang tamu oleh wiguna, mereka duduk bersama.
"Maaf sekali lagi kalau tadi saya sempat menuduh kamu" ucap tuan wiguna.
"Tidak apa tuan saya maklum" reynant.
"O iya tadi kamu bilang pernah kemari kapan?" Tanya tuan wiguna.
"Dulu saya pernah kemari dengan abang saya reyhan" ujar reynant.
"Reyhan?!" Wiguna.
"Iya reyhan alkatri anggara, abang saya kemari untuk membicarakan kerja sama bisnisnya di lombok dengan anda" ujar reynant.
"Oh jadi kamu adiknya dokter reyhan?" Wiguna.
__ADS_1
"Iya"
"Wah suatu ke hormatan buat saya kedatangan tamu yang dari kelauarga terhormat seperti keluarga tuan anggara" wiguna.
"Anda bisa saja" reynant.
"Kenapa saya bisa lupa kalau kita pernah bertemu" kata tuan wiguna.
Cukup lama reynant berada di dalam rumah tuan wiguna, reynant menceritakan bagaimana ia bertemu dengan alea begitu juga alea menceritakan bagaimana awal ia menjadi korban penculikan.
Alea di culik saat ia pulang dari kampus tempatnya kuliah ketika alea menunggu jemputan ada beberapa orang yang mengaku sebagai orang suruhan ayahnya.
Orang tersebut adalah orang suruhan yang sengaja di bayar untuk menculik alea, alea di bawa ke perkampungan yang cukup jauh dari daerah jakarta alea di sekap di sebuah gudang selama dua hari.
Alea dapat melarikan diri saat orang-orang yang menculiknya tak ada di tempat dan entah kemana alea mencari jalan untuk bisa keluar dari gudang tersebut ia berlari ke belakang gudang melewati perkebunan yang cukup rimbun alea berlari sekuat tenaga dengan harapan orang yang menculiknya tak segera kembali ke gudang dan mendapatinya tak ada di sana alea berlari semakin jauh dari tempatnya di sekap ia berlari tanpa ia sadari jika saat itu ia berlari hingga sampai di jalan raya dan ia tak sadar ada mobil yang tengah melaju dan akhirnya menabraknya yaitu mobil reynant yang di kemudikan mang wiwi.
***
Setelah ngobrol banyak reynant berpamitan pada alea dan juga tuan wiguna untuk pulang ke rumahnya.
"Reynant apa bisa kita bertemu lagi?"
"Kenapa tidak tuan?"
"Kalau begitu lusa saya akan ngajak anda untuk makan malam bersama di restaurant saya anggap saja sebagai ungkapan terima kasih karna sudah menyelamatkan anak saya" kata wiguna.
"Mudah-mudahan saya ada waktu tuan"
"Semoga, karna saya sangat berharap kamu bisa datang"
"Baik tuan akan saya usahakan, kalau begitu saya permisi tuan saya harus kembali, sekarang sudah hampir magrib" ucap reynant.
"Jangan terlalu formal dengan saya panggil saja saya pak! gak usah manggil saya tuan" wiguna.
"Oh iya baik pak kalau begitu saya permisi mari alea saya pamit jaga diri jangan sampai ada yang menculik lagi" kata reynant, alea menganggukan kepala dan tersenyum manis pada alea melihat senyuman alea jiwa playboy nya keluar "cantik juga ni cewe" gumam reynant dalam hati.
Reynant keluar dari rumah wiguna, tuan wiguna mengantar reynant sampi ke teras, reynant masuk ke mobilnya, mobil pun melaju di kecepatan sedang dengan di kemudikan mang wiwi.
"Tuan muda lama sekali di dalam saya sampai ngantuk menunggu tuan muda keluar!" Mang wiwi.
"Lama ya? perasaan tadi di dalam saya cuma sebentar!" reynant.
"Itu perasaan tuan muda karna di dalam tuan memandangi nona cantik itu iya kan?"
"Mang wiwi bisa saja, tapi emang benar mang si alea itu cantik"
"Hadeeeuhhh yang keberapa lagi tuan?" Ucap mang wiwi.
"Ah sudahlah mang aku gak mau memikirkan sesuatu yang gak terlalu penting, karna yang penting sekarang aku mau segera sampai ke rumah, berendam, makan dan tidur. sayang intan belum pulang kalau ada dia rame, sampai aku gak bisa tidur! mamah ngajak dia ke korea lama banget padahal kalau ada dia di rumah pasti dia nanyain oleh-oleh soalnya itu yang biasa dia tanyakan kalau aku pulang dari luar kota, mang" tukas reynant.
"Iya tuan gak ada nona kecil sekarang tiap saya nyuci mobil gak ada yang ngerecokin, biasanya nona kecil yang ngerecokin sambil tertawa-tawa" kata mang wiwi.
"Aku kangen sama dia mang, aku ngantuk mang, yang bener bawa mobilnya jangan sampai nabrak lagi!" Reynant.
"Tuan enak bisa tidur santai, saya dari tadi pagi bawa mobil emang gak cape gak ngantuk?" Protes mang wiwi.
"Udah gak usah protes bentar lagi juga nyampe" ucap reynant lalu ia memejamkan mata, mang wiwi yang melihat kelakuan bosnya hanya mengeleng kepala dan sedikit tersenyum.
__ADS_1
To Be Continue