Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Rumah baru


__ADS_3

Klara sampai di tempat barunya dengan di jemput orang suruhan reyhan, melihat bangunan rumah mewah, sebuah rumah kaca dengan design modern setiap relifnya tetlihat sangat rapi, di halaman terlihat beberapa bunga hias yang tertata, klara bingung kenapa dia di bawa kesana dan beberapa pengawal reyhan terlihat berdiri di depan pintu.


"Ngapain pintu di jagain toh gak bakalan kabur" gerutu klara dalam hati Seraya memandang dua orang yang berdiri di ambang pintu satu persatu.


"Untuk apa kita kesini?" Tanya klara pada orang-orang suruhan reyhan.


"Nyonya silahkan turun!" Sang suruhan reyhan membukakan pintu untuk klara, meminta klara untuk turun dari mobil, mata klara menyapu sekeliling halaman rumah tersebut Seraya mengikuti orang suruhan reyhan, terlihat ada beberapa pengawal yang berjaga di setiap sudut bagai rumah pejabat negara, klara mengikuti hingga masuk ke dalam rumah tersebut.


"Silahkan masuk nyonya"


"Untuk apa kita kemari?" Kembali klara bertanya.


"Silahkan tuan sudah menunggu di dalam"


"Tuan?" Klara.


"Iya mari!"


Semakin dalam klara memasuki rumah itu klara di bawa hingga lantai dua di sana klara kaget melihat reyhan dengan penuh pesonannya duduk menyilangkan kaki, memakai kaca mata hitam, menggunakan kemeja berwarna putih dengan dua kancing di bagian atas sengaja di biarkan terbuka memperlihatkan separuh dadanya yang bidang ketampanan reyhan semakin terlihat.


"Dokter! anda di sini?" Ucap klara yang melihat reyhan duduk di sofa yang super elegant, lalu reyhan menyuruh orang-orangnya untuk meninggalkannya bersama Klara dengan jentikan dua jari.


"Kenapa?" Tanya reyhan.


"Bukannya tadi bilang mau ketemu seseorang"


"Iya tadinya begitu"


"Lalu kenapa di sini?"


"Aku mau ketemu kamu sebelum menemui orang lain"


"Oh" ucap klara singkat.


Reyhan menghampiri klara yang masih berdiri memandangnya dengan aneh.


"Dok ngapain kita di sini?" Klara masih bingung.

__ADS_1


"Kamu akan tinggal di sini"


"Hah tinggal di sini?" Klara kaget mendengar dia akan tinggal di rumah mewah itu.


"Dok gak mungkin aku tinggal di rumah sebesar ini hanya berdua dengan intan"


"Siapa bilang kamu akan tinggal berdua? Aku sudah menyewa tujuh ART yang bekerja di sini dan empat security di depan yang akan berjaga secara bergantian sesuai sif masing-masing" lalu reyhan merogoh ponsel di saku depan celananya.


"Kalian semua kemari!" ucap reyhan pada sambungan telponnya, tak lama tujuh orang yang di panggilpun datang.


"Kalian di sini bekerja untuk dia!"


"Iya tuan" ucap sang tujuh pelayan yang serempak.


Klara semakin merasa bingung.


"Aku sudah punya bi siti gak perlu banyak yang bekerja, lagi pula aku cuma punya usaha toko mainan yang hasilnya tak seberapa aku gak bakalan mampu gaji mereka" kata klara.


"Siapa suruh kamu bayar mereka? Dan bi siti akan bekerja hanya untuk intan" tukas reyhan.


"Terus siapa yang bayar mereka?" Tanya klara.


"Nyonya" gumam klara ia merasa aneh karna ia merasa bukan orang yang pantas di panggil nyonya.


"Baik tuan mari nyonya" ajak salah satu pelayan seraya mengegerek koper yang milik klara.


Klara dengan ragu mengikuti pelayan yang mengantarnya ke kamar, klara menoleh pada reyhan tapi reyhan seolah tak perduli, pandangan reyhan kembali ke layar laptop di atas meja.


Sesampainya di pintu kamar yang akan di tempatinya, klara melihat kamar itu begitu besar, mewah dengan semua pasilitas lengkap di dalamnya semua dinding yang menghadap ke luar di lengkapi dengan kaca yang besar hingga membuat ruang kamar yang akan di tempati klara terlihat cerah, pandangan klara menyapu seluruh isi ruangan tersebut.


"Ini kamarku?" Tanya klara pada sang pelayan.


"Iya ini kamar nyonya sengaja di siapkan tuan untuk anda" jawab sang pelayan, klara masuk lebih dalam sedangkan sang pelayan menaruh barang-barang klara di tempat yang sudah tersedia sesuai pungsinya.


"Biaklah, eh jangan panggil aku nyonya! Panggil saja aku klara"


"Tapi nyonya ini perintah tuan, kami di suruh memanggil anda dengan sebutan nyonya"

__ADS_1


"Kalian takut sekali sama dia!"


"Kami di sini di bayar sama dia untuk melayani anda"


"Ya sudah terserah kalian" saat klara masih berbicara pada pelayan tiba-tiba reyhan datang ke kamar tersebut.


"Kamu suka kamarnya?" Tanya reyhan yang sudah berada di kamar.


"Tuan" sang pelayang membungkukan kepala saat melihat reyhan.


"Kamu boleh keluar!"


"Baik tuan"


Tingglah klara dan reyhan berdua di kamar itu.


"Kenapa kamu melakukan ini semua? Aku gak perlu tinggal di sini, aku dan intan gak butuh semua kemewahan ini yang aku dan intan butuhkan adalah kasih sayang kamu bukan hal yang berlebihan seperti ini aku gak biasa dengan hal yang seperti ini" ucap klara pada reyhan.


"Hahahaha" reyhan tertawa sedangkan klara hanya memandang reyhan yang menertawakan ucapannya.


"Kenapa tertawa?" Tanya klara.


"Kamu pikir aku nggak sayang sama kamu dan intan? Dengar aku bukan reyhan yang dulu yang pernah menelantarkanmu san juga anaku sendiri, Aku mencintaimu kamu tau jika aku sudah mencintai seseorang aku bisa melakukan apapun untuknya meski kejahatan sekalipun aku akan lakukan asal kamu tau itu, aku juga sayang sama intan karna dia darah daging ku, aku sengaja memberikan ini semua karna aku ingin anaku menikmati semua hasil kerja kerasku selama ini, semua yang aku miliki adalah untuknya, kalau kamu gak suka dengan semua ini aku gak masalah tapi intan anaku apa kamu mau tinggal terpisah dengannya aku yakin kamu gak akan muu berpisah dengannya, jadi jangan pernah menolak semua yang aku berikan" jawab reyhan, mendengar perkataan reyhan klara hanya terdiam, melihat klara terdiam reyhan berbalik hendak keluar dari kamar meninggalkan klara, tapi klara mencegahnya dengan memeluk reyhan dari belakang, merasakan sentuhan di punggungnya reyhan menghentikan langkahnya lalu melihat tangan klara yang melingkar di perutnya.


"Dok terima kasih karna kamu sudah mencintaiku" ucap klara dengan mempererat pelukannya, tapi reyhan hanya diam dan tanpa kata.


"Aku mencintaimu, tapi jika kamu berani memiliki pria lain aku bisa melakukan hal yang buruk melebihi apa yang aku lakukan pada pacarmu itu" tukas reyhan, lalu melepas pelukan klara dan berlalu pergi meningalkan klara sendiri di kamar barunya.


Sepeningal reyhan klara termenung sendiri ia menghampiri dinding kaca klara melihat pemandangan yang luas di luar sana, saat klara memperjelas pandangannya klara melihat seperti ada pantai dan ombak yang mengulung lalu klara membuka jendela dan pergi ke balkon ternyata benar rumah yang di tempati klara berada tak jauh dari bibir pantai kamar klara tepat menghadap ke pantai.


"Kenpa dari tadi aku tidak menyadari kalau aku sedang berada di dekat pantai dan kenapa aku tidak mendengar suara ombak" gumam klara.


Rumah yang di tempati klara saat ini berada tak jauh dari bibir pantai, reyhan tau bahwa klara sangat suka dengan pantai dan angin laut itulah sebabnya reyhan sengaja memindahkan klara ke rumah yang ia bangun di dekat pantai beberapa tahun lalu yang biasa ia gunakan untuk mempasilitasi tamu atau para koleganya dari luar kota maupun dari luar negri tapi hari itu reyhan memberikan rumah itu pada klara dengan mengganti semua furniturenya pelayannya pun masih sama yang biasa melayani para tamu reyhan.


Klara begitu senang dengan apa yang ia lihat di hadapannya, tapi klara kembali memikirkan sikap reyhan yang kembali dingin tehadapnya hanya karna salah paham.


"Aku mencintaimu dokter reyhan" ucap klara di kesendiriannya.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2