
Kampung nanglu
Pagi yang cerah di kampung tempat lahir seorang klara andarista, seseorang datang dari kota dengan wajah tampan penuh karisma yang mempesona, seorang reynant anak dari pemilik rumah sakit terbesar yang terletak di jantung kotanya kampung nanglu, hampir semua warga kampung nanglu setiap ada yang mengalami kecelakaan atau sakit parah ketika pustu terdekat sudah tak mampu menangani maka akan di rujuk ke rumah sakit milik keluarga anggara tersebut, namun di sana reynant bukan sebagai dokter seperti abangnya melainkan di suruh seorang ibu yang ia sayangi yaitu bu karina untuk mencari sebidang tanah yang akan di jual dan akan ia beli atas suruhan orang tua nya mau tidak mau ia harus nurut pada ibunda tercintanya.
Saat ini ia yang di temani pak abdi tengah berada di tanah yang kini telah ia beli dari salah satu warga di kampung nanglu tanahnya pun cukup luas setelah selesai melihat semua tanahnya ia dan pak abdi berniat untuk kembali ke rumah, reynant hendak mencari jasa orang yang mau menggarap tanahnya ia pun mengutarakan niatnya pada pak abdi di dalam mobil.
"pak kira-kira di sini ada gak orang yang mau menggarap tanahnya dan kami akan membagi hasil ladangnya l ketika ladangnya sudah menghasilkan! kita akan bagi fifti-fifti aja ketika sudah mendapat hasil dan balik modal membeli bibitnya?" ujar reynant.
"Jangan khawatir kalau mas! kalau mas dan ibu mas percaya sama bapak, bapak sendiri juga sanggup menggarapnya dan yaa!... dengan bentuan yang lain juga" ucap pak abdi.
"beneran pak!? Bapak sendiri kan punya ladang juga yang mesti bapak urus?"
"Ladang dan sawah bapak kan cuma sedikit jadi kalau pekerjaan di ladang dan sawah bapak selesai, biasanya sementara menunggu panen tanaman palawija dan sawah, bapak paling cuma berdiam diri di rumah dan sebagai kepala dusun paling bapak ke kantor desa dua sampai tiga kali seminggu itu pun jika ada keperluan atau ada panggilan dari kantor desa" tukas pak abdi.
"oh gitu ya sudah kalau begitu saya percayakan tanah itu sama keluarga pak abdi" ucap reynant.
"syukurlah kalau bapak percaya, tapi bapak juga gak mungkin sendiri bapak akan ngajak rekan bapak yang juga biasa bercocok tanam di ladang dan pesawahan"
"baiklah bagus kalau begitu" ucap reynant.
"oh iya mas di sana rumah rekan bapak" pak abdi menunjuk salah satu rumah yang akan di lewati mobil yang di kendarai reynant.
"di sini?!" seru reynant saat sudah berada di depan rumah yang di maksud pak abdi.
"iya mas kita mampir dulu kesana"
"bapak sendiri dulu bisakan? soalnya rey mau cari signal dulu mau nelpon mamah nanti rey jemput lagi" ucap reynant.
"oh iya mas, mas rey nanti kalau mau langsung pulang, pulang saja duluan takutnya bapak lama ngobrolnya biar nanti bapak pulang minta anter pardi, rekan bapak itu" kata pak abdi.
__ADS_1
"beneran"
"iya bapak sudah biasa bolak-balik kesini!"
"kalau gitu rey nanti langsung pulang aja ya!"
"iya mas!" lalu pak abdi pun turun dari mobil, setelah pak abdi turun reynant kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang di saat setengah perjalan menuju tempat yang akan ia tuju di mobil ia melihat ponsel yang tergelatak di dasbok depan kemudi lalu ia meraih ponselnya saat sekejap ia melihat layar ponselnya lalu pandangannya kembali beralih kedepan dan "ciiiiiiiit" reynant menginjak pedal rem mobilnya ketika ia melihat segerombolan kambing yang kira-kira tak kurang dari 30 ekor melintasi jalan yang hendak ia lewati.
"kambing siapa sih?" gumam reynant.
Reynant melihat ke kanan dan kiri samping dan juga belakang mobilnya berharap menemukan si pemilik kambing, namun tak terlihat juga si pemilik kambing tersebut lalu dengan terpaksa reynan turun dari mobilnya ia berusaha menyingkirkan kambing-kambing dari jalanan karna menghalangi mobilnya akan tetapi si kambing tak mau pergi, reynant semakin kesal ia berseru memanggil si pemilik atau si pengembala kambing-kambing tersebut.
"Heeeeey pemilik kambing di mana kau? nih kambing nya mau gw tabrak?!" teriak reynant dengan kesal seraya menyingkirkan kambing dengan menutup hidungnya karna bau dan saat reynan berusaha menyingkirkan kambing itu salah satu kambing membuang kotoran tepat di dekatnya berdiri dan hampir mengenai kakinya, membuat reynant hampir muntah, reynant semakin kesal dan ia pun menendang salah satu kambing tersebut dan tiba-tiba ada suara seorang perempuan terdengar.
"Hey kamu apakan kambingku?" Seru seorang wanita berpakaian lusuh menggunakan rok pendek dan kaos oblong sedikit longgar dengan topi petani yang berbuat dari bambu di kepalanya ia tergopoh.
"Ohhhh jadi kamu pemilik kambing ini?"
"Pake nanya, kamu gak liat nih kambing menghalangi jalan ku!harusnya aku yang tanya, kenapa kambingnya kamu di biarkan berkeliaran seperti ini?" Tukas reynant semakin kesal
"Hheeeehh Memangnya apa masalahnya ini kambing aku, kenapa anda yang repot?"
"Dasar bodoh ya jelas lah aku repot kambing kamu menghalangi jalanku aku mau lewat!" jawab reynant.
"Hey memangnya jalan ini milik nenek moyang kamu, pake ngaku-ngaku segala, ini jalan ini jalan kamu! Ini jalan milik semua orang! Milik umum!" Ucap wati.
"Ia ini milik umum, umum buat manusia bukan hewan"
"Enak saja, hewan juga berhak lewat kesini"
__ADS_1
"Iya berhak menurut lu, tapi bisa gak? ini sodara lu, lu suruh kampanyenya di pinggir aja gak usah ke tengah jalan dan menghalangi kendaraan orang yang mau lewat?" Perdebatan mereka semakin sengit reynant pun semakin kasar karna kesal ucapan reynant biasanya lembut pada semua perempuan namun tidak pada wati mungkin karna saking kesalnya karna ia tak biasa mencium bau-bauan hewan palagi kotorannya, begitu juga wati ia biasanya tak pernah seberani itu sama laki-laki tapi entah kenapa kali ini sama reynant ia begitu berani hanya karna ia melihat kambingnya di tendang oleh reynant sampai ia merasa jika dirinya benar.
"Apa kamu bilang sodara! Kamu gak lihat aku sama mereka berbeda wujud, pake bilang kampanye lagi! sekarang belum waktunya kampanye pemilu masih lama!" celoteh wati.
"Ya itu sodara lu! Pada lagi kampanye, ya... gw tau lu sama kambing lu beda wujud tapi sipatnya sama, sama-sama ngeselin dan sama-sama bau kambing, sekarang kamu singkirin tuh kambing-kambing atau gw tabrak biar pada mati sekalian males gw berdebat sama cewe bau kaya lu" cetus reynant seraya berjalan dan hendak kembali masuk ke mobilnya.
"Heh cowok sombong kamu pikir kamu wangi, kamu juga bau" ucap wati sembari berjalan menghampiri reynant lalu menarik baju reynant, reynant pun kembali membalikan badannya.
"Hahaha gw wangi gak bau kambing kaya lu coba lu cium tuh badan lu baunya minta ampun, bau kambing" celoteh reynant.
"Oh jadi aku bau?"
"Ya jelas kamu itu sangat bau dasar cewe kambing"
"ohh... Sebentar biar kita impas" ucap wati sembari berkacak pinggang kemudian wati kembali menuju kambing-kambing nya dan ia melihat kotoran kambing lalu meremas-remas kotoran tersebut dan???...
"Heyyy cewe gila...!" seru reynant ia menaikan intonasi suaranya setelah wati denagan sengaja mengelapkan tangannya yang bekas meremas kotpran kambing tersebut ke seluruh baju yang di kenakan reynant.
"Gimana impaskan? kita sama-sama bau, bau kambing" ucap wati lalu dengan segera ia kembali menghampiri kambing-kambingnya.
"Cewe gila! Lu liat apa yang bakalan terjadi sama kambing-kambing lu nanti "ancam reynant.
"Aku gak takut!"
"O ya...! lu liat ntar" reynant masuk ke mobil lalu mencium badannya yang bau kambing "uwek" reynant hendak muntah kemudian ia membuka bajunya,
"dasar cewe kambing" lalu reynant kembali menjalankan mobilnya dengan sangat cepat setelah semua kambing milik wati menjauh
"Uuuhhhh dasar cowok brengsek liat aja kalau ketemu lagi" ancam wati lalu ia dengan terpaksa menyingkirkan semua kambingnya ke pinggir jalan.
__ADS_1
**To Be Continue
maaf ya readerisku tersayang author sering telat up di karnakan aku sebagai pekerja dan sebagai ibu rumah tangga juga jadi keseharianku selalu sibuk tapi aku bakal usahain untik update, maaf ya sekali lagi harap readeriku selalu setia membaca novelku dan menunggu kelanjutannya terima kasih๐๐๐**