Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Kembalinya seorang dokter.


__ADS_3

Sejauh mana itik berenang mereka tak kan jauh dari induknya


sejauh mana bola di tendang di permainan tetap akan di kejat di masukan ke gawang dan begitu juga manusia sejauh mana mereka berpikir tak kan jauh dari kesejahteraan hidup masing-masing.


****************


Klara tengah berada di toko miliknya ia terlihat sibuk ditemani satu pegawainya yang biasa menjaga toko tersebut.


"Sus hari ini kita ada pesanan ke rumah bu indah kamu anterin bisa kan soalnya kurir kita hari ini gak bisa masuk katanya?!" Seru klara pada susi pegawainya.


"Iya bu bisa" ucap susi.


"barangnya di sana udah aku kemas" ujar klra, seraya menunjuk barang yang siap antar.


"Baik bu" lalu dengan segera susi mengantar barang pesanan dan mengirimkan pada sang pemesan, tinggalah klara di toko ada beberapa yang datang ke tokonya ada yang hanya sekedar melihat-lihat ada juga yang sengaja datang untuk membeli barang dagangan klara, hari itu ada yang benar-benar membuatnya terkejut saat klara sibuk bebenah tokonya tiba-tiba!.


"Maaf mba ini berapa" tanya seseorang sembari memegang mainan yang akan di belinya.


"Iya... yang mana ma.....?" Ucapan klara terputus saat melihat orang yang datang ketokonya.


Seorang pria bertubuh tinggi putih berambut hitam, bermata sedang, pria tersebut penuh kharisma tengah berdiri di ambang toko milik klara dan dengan tatapan dinginnya, betapa terkejutnya klara saat melihat wajah tersebut seperti sedang berada di alam mimpi, sampai ucapannya pun terputus betapa tidak! Karna ia sangat mengenali orang yang saat ini ada di hadapannya.


"Dokter!!!!" Ternyata reyhan yang selama ini telah menghilang dari kehidupannya bertahun-tahun hari itu dengan tak di sangka tak di duga tiba-tiba datang ketokonya hendak membeli mainan anak yang entah untuk siapa?.


"Hemm.." reyhan sikap dinginnya.


"Dokter kapan pulang?" Tanya klara.


"Ini berapa harganya" bukannya menjawab pertanyaan klara reyhan justru malah menanyakan harga mainan di toko klra yang di tunjuknya.


"Tiga juta" ucap klara.


"Tolong bungkus yang rapi dan bagus dengan pembungkus kado yang sangat bagus" seru reyhan, klara tak segera menuruti permintaan reyhan ia malah terus bertanya seraya memandangi wajah reyhan.


" apa dokter belum kerumah?" Bukannya menjawab reyhan malah memberikan kartu atm nya pada klara untuk transaksi pembayaran barang yang di belinya.


"Tolong segera di bungkus aku gak ada waktu!" Ucap reyhan dengan segera klara membungkus barang yang telah di beli reyhan.


Setelah selesai membungkusnya lalu klara memberikannya pada reyhan


"Terima kasih" ucap reyhan setelah mendapatkan barang yang di belinya reyhan tak banyak bicara lagi ia berlalu pergi dari tempat klara, klara yang melihat dan merasa tak percaya dengan apa yang ia temui hari itu klara hanya diam memandang orang yang kini telah berlalu dari hadapannya.

__ADS_1


Tak lama susi pun kembali setelah menyelesaikan tugasnya mengantar barang.


"Sus ko lama sih!?" Ujar klara.


"Maaf bu alamatnya jauh rupanya, saya muter-muter dulu nyari alamatnya" jawab susi.


"Kan kamu bisa liat map!" Ucap klra.


"Udah bu tapi tetep aja aku bingung"


"Dasar, sus aku mau pulang dulu kamu jagain toko yah"


"Bu bagaimana dengan pesanan yang belum di antar?" Tanya susi.


"Nanti aku suruh ojol untuk mengantarnya, aku pulang dulu" lalu klara pergi ia memesan taksi online, tak butuh waktu lama taksi yang di pesannya pun datang.


Di dalam mobil yang ia tumpangi, klara terus terbayang reyhan saat datang ketokonya, dan klara pun teringat saat itu reyhan datang ketokonya untuk membeli sebuah mainan "untuk siapa dia membeli mainan itu? Dikter membeli mainan perempuan, Apa untuk intan?" Batin klara terus bergerutu bertanya-tanya.


Klara menuju rumah besar, rumah keluarga anggara sesampainya di rumah besar klra dengan segera turun dari taxi yang di tumpanginya ia langsung menuju masuk kedalam rumah itu tanpa sungkan, karna di sana klara sudah seperti anak tuan rumah itu sendiri karna memang klara sudah di anggap bagian dari keluarga itu bahkan seperti anak kandung.


Setelah berhasil masuk klara mencari seseorang ia melihat salah satu pelayan yang tengah membereskan meja di ruang makan.


"Bi..!" Seru klara pada pelayan tersebut.


"Bi intan sama mamah ke mana?"


"Di taman belakang non"


"Oh ya udah makasih" klara dengan segera menuju taman du belakang rumahnya, dan ternyata benar intan dan neneknya berada di taman belakang.


"Rupanya disini!" Ucap klara, mendengar ada seseorang bu karina dan intan pun menoleh pada sumber suara.


"Mamah..." ucap intan, ia berhambur memeluk ibunya, melihat klara datang bu karina pun menghampiri.


"Sayang ko pulang lagi! Ada yang ketinggalan?" Tanya bu karina.


"Nggak mah" jawab klara, lalu klara menggendong intan dan membawanya duduk di kursi taman tersebut diikuti bu karina.


"Ada apa sayang?" Tanya bu karina, penasan seolah tau apa yang ada dalam pikiran anaknya itu.


"Mah apa ada seseorang yang datang?" Tanya klara.

__ADS_1


"Seseorang datang?!!" Ucap bu karina dengan mengerutkan kedua alisnya merasa gak mengerti dengan ucapan klara.


"Mah, tadi...emm... tadi...!" Ucap klara dengan gugup.


"Iya tadi apa sayang?" Bu karina semakin penasaran


"Emm... tadi... tadi dokter datang ke toko!" Ucap klara.


"Dokter siapa? maksud kamu rinto!" Ujar bu karina.


"Bukan mas rinto mah!"


"Iya lalu siapa? Apa maksud kamuu... reyhan?!"


"Iya mah"


"Gak, dia gak ada kesini, memang dia bilang dia mau pulang tapi gak ada sampai sekarang, dia agak ada pulang kerumah, mamah gak aneh jika dia bilang akan pulang, sudah sering reyhan bilang akan pulang tapi saat mamah tunggu kepulangannya malah dia beralih kenegara lain untuk tugasnya sebagai seorang dokter yang semakin di kenal di departemen kedokteran di beberapa negara, jadi mamah sudah gak aneh lagi jika dia bilang akan pulang" tukas bu karina.


"Nggak mah kali ini dokter benar-benar pulang, tadi dia datang ke toko membeli mainan anak perempuan" ucap klara.


"Mungkin kamu salah!" Ucap bu karina.


"Nggak mah, klara gak mungkin salah, itulah sebabnya klara pulang lagi" klara berusaha meyakinkan.


"Tapi kemana dia pulang? Kalau memang itu reyhan kenapa dia gak langsung pulang kesini?!" Kata bu karina.


"Entahlah mah karna ada intan di sini"


"Nggak sayang, gak mungkin karna ada intan reyhan gak mau datang kemari, bagaimanapun juga intan itu anaknya, mungkin dia masih ada urusan lain" bu karina berusaha berfikir positif tentang anaknya.


"Mungkin" klara.


"Non kecil, ayo! saatnya minum susuuu!" Ucap bi siti yang datang menghampiri.


"Minum susu dulu sayang! sana sama bibu" Seru klara pada anaknya yang tengah bergelayutan manja di leher klara, intan pun dengan segera berlari menghampiri bi siti.


"Ayo bi!" Ajak intan sembari terus berlari lalu pandangan nya tertuju pada barby miliknya dan mengambil bola tersebut yang tergelatak bekas ia bermain yang belum sempat di bereskan kembali, setelah berhasil mengambilnya tiba-tiba bola tersebut terlepas dari tangan intan dan menggelinding jauh intan berlari kecil mengejar arah bola, sedangkan bi siti berbelok ke arah tempat ia menyimpan susu intan dan membiarkan intan mengejar bolanya karna ia merasa intan aman karna berada di dalam rumah, bola intan terus menggelinding dan berhenti ketika menabrak kaki seseorang laki-laki yang mengunakan sepatu mewah, intan melihat orang tersebut setelah bolanya mendarat di kaki orang tersebut, orang tersebut mengambil bolanya.


"Itu bola intan!" Seru intan, orang itu pun menghampiri intan.


"Ini" orang itu memberikan bolanya dengan berjongkok mengimbangi badan intan yang masih mungil.

__ADS_1


Bi siti yang hendak memberikan susu pada intanpun melihat kedatangan orang tersebut dan ia pun kenal betul orang tersebut mengapa tidak orang tersebut ialah tuan muda pertamanya yaitu dokter reyhan akatri anggara, lalu dengan segera bi siti memberitahukan klara dan bu karina, tak lama klara dan bu karina pun datang.


To Be Continue


__ADS_2