
Malam semakin larut klara masih tak bisa tidur ia memikirkan kehidupannya kedepan setelah ia melahirkan anaknya lalu berpisah dari reyhan dan entah apa yang akan terjadi setelah itu,
Klara teringat kembali dengan tawaran bu sapira untuk menjadikannya seorang artis ia berpikir ada baiknya ia menerima tawaran tersebut karna setelah ia melahirkan se enggak nya klara akan punya pekerjaan jika aktingnya bagus dan terpakai lagi ia terus berpikir malam itu.
Jam menunjukan pukul 10. 23 Tiba2 pintu kamar klara di ketuk seseorang.
"Tok tok tok" suara pintu kamar klara di ketuk dari luar.
"Siapa" tanya klara.
"Aku reyhan" jawab reyhan, lalu dengan bergegas klara membuka pintu kamarnya, dan nampak lah reyhan yang sedang berdiri di ambang pintu.
"Dokter ada apa kemari"
"Kenapa memangnya, gak boleh aku kesini?"
"Bukan begitu gak enak di lihat orang" lalu tiba2 reyhan menerobos masuk ke kamar klara.
"Aku kan suami kamu" ujar reyhan.
"Iya aku tau, tapi kan orang-orang di rumah ini tidak ada yang tau kalau dokter suamiku"
"Sudah lah klara aku kesini cuma mau tanya, apa tadi kamu jadi beli handphone nya?" Tanya reyhan.
"Iya aku beli"
"Mana nomornya"
"Ini dokter cari saja sendiri, aku juga nggak tau"
"Kok gak tau"
"Habisnya aku gak ngerti handphone nya terlalu canggih"
"Ya sudah mana handphone nya" pinta reyhan, lalu klara memberikannya pada reyhan.
"Ini" klara memgambil ponselnya di dalam laci nakas lalu memberikannya pada reyhan.
"Ini siapa yang pilih?" Tanya reyhan setelah melihat handphone klara, lalu mengeluarkan handphone nya dari saku celana depan, dN melakukan panggilan dari ponsel klara ke ponselnya.
"Pantesan"
"Kenapa?"
"Kalau kamu yang pilih pasti modelnya gak akan begini, pasti model-model jadul hahaha" ucap reyhan sambil mengutak-atik layar ponsel baru klara.
"Dokteeer ngledek klara yah"
"Enggak, bukan ngledek tapi emang benerkan!?"
"Iya juga sich soalnya handphone kaya gitu susah, ribet"
"Ini" reyhan menyerahkan kembali ponsel klara
"Sudah ada nomornya, sudah ketemu"
"Sudah, tadi yang bunyi itu panggilan masuk dari ponsel kamu ke ponsel ku, dan nomor ponsel kamu sudah masuk kesini,"
"Oh gitu"
"Uang kamu masih ada?" Tanya reyhan.
"Masih, kemarin dokter memberikan uang sama klara banyak"
"Hemat banget emang tadi kamu belanja apa"
"Ya gitu dech perlengkapan hamil, seperti baju hamil, susu hamil, ya itulah" ucap klara, lalu reyhan melihat sofa yang sering di tiduri klara, kemudian melihat lagi kasur yang masih rapih.
__ADS_1
"Klara kamu tidur di situ?" Tanya reyhan.
"Emm iya"
"Tiap malam?"
"Iya kenapa?"
"Kenapa kamu gak tidur di kasur, di sini kan ada kasur" seru reyhan.
"Emmm klara cuma takut kalau kasurnya bakalan kotor jika klara tiduri, lagi pula klara gak pantas tidur di kasur sebagus dan semewah itu, klara kan cuma gadis kampung"
"Klara maksud kamu apa? Kamu pikir kami disini suka membeda-bedakan, derajat seseorang!" Cetus reyhan, lalu klara duduk di sofa yang biasa ia tiduri tiap malam.
"Nggak bukan begitu dokter, aku cuma gak mau aku ke enakan dengan semua pasilitas mewah yang di sediakan di rumah ini karna ini semua bukan untuk aku, aku bukan siapa-siapa di sini aku hanya seorang tamu yang di bawa dokter ke sini, aku takut lupa diri dari mana aku berasal, karna aku tinggal disini bukan untuk selamanya, tapi untuk sementara sampai anak ini lahir, dan setelah itu aku akan kembali ke habitat ku sebagai gadis kampung, aku gak mau ketika aku kembali aku lupa dengan siapa aku dan dari mana aku berasal" ujar klara dengan meneteskan air mata.
"Klara maafkan aku, aku belum bisa mengakui kamu sebagai istriku, tapi tolong kamu nikmati semua yang aku berikan untukmu setidaknya untuk bayi yang ada dalam kandungan mu, karna itu juga anaku kan" ucap reyhan.
"Dokter bayi dalam kandungan ku gak perlu menikmati semua ini karna setelah ia lahir ia tidak akan tinggal di sini, jadi ia tak perlu merasakan semua kemewahan ini dia juga harus belajar jadi manusia sederhana tanpa kemewahan ini, lagi pula dokter gak akan menganggap anak dalam kandungan ku sebagai anak dokter, terkecuali anak yang lahir dari wanita lain iya kan" reyhan terdiam sejenak mendengar ucapan klara.
"Kenapa kamu berkata begitu, itu anakku juga?"
"Iya ini anak dokter, dalam hati dokter. mengakuinya tapi scara lahir dokter tak mau mengakui karna dokter malu iya kan?"
"Ah sudah lah klara, aku pusing terserah kamu" ucap reyhan sambil mengacak-ngacak rambutnya lalu ia hendak berjalan keluar kamar namun di hentikan oleh klara.
"Dokter tunggu!" Seru klara, reyhan menghentikan langkahnya, dan kembali menoleh ke arah klara.
"Ada apa?" Tanya reyhan,klara menghampiri reyhan dan mendekati reyhan dengan jarak yang sangat dekat, setelah berada di hadapan reyhan klara berkata.
"Boleh aku bekerja" tanya Klara, reyhan mengerutkan kedua alisnya.
"Kerja apa?"
"Aku di tawarin main filem sama temannya mamah tadi sore"
"Apa hahaha kamu di tawarin jadi artis Hahaha ?!" reyhan menertawakan ucapan klara seolah tak percaya, jika ada yang mengajaknya main film.
"Gak apa-apa, lucu aja kalau kamu jadi artis"
"Apanya yang lucu sampai tertawa segitu lepasnya" gerutu klara sambil cemberut.
"Boleh gak?"
"Kenapa kamu mau kerja apa uang yang aku kasih kurang?"
"Nggak, cuman siapa tau aja aku beneran jadi artis jadi setelah kita pisah nanti aku punya pekerjaan"
"Ya sudah terserah kamu"
"Beneran?"
"Iya"
"Makasih dokter"
"Tapi kamu hati-hati jaman sekarang banyak penipu yang menjanjikan pekerjaan sebagai seorang artis"
"Tapi ini temannya mamah ko"
"Oke aku kan tanya dulu sama mamah siapa orang yang ngajak kamu jadi artis"
"Oke" ucap klara singkat sambil mengacungkan jempolnya, reyhan memandang wajah klara yang kegirangan, ia terus menatap klara agak lama.
Reyhan memperhatikan klara dan melihat bibir klara yang merah muda membuat birahi kelaki-lakian nya muncul, reyhan menggenggam lengan klara klara kaget, reyhan mendekatkan wajahnya ke wajah klara bibirnya tinggal beberapa centi lagi mengenai bibi klara, klara hanya tediam melihat tingkah reyhan, dan saat tinggal satu kecup klara mendorong reyhan!.
"Dokter sebaiknya dokter segera keluar sebelum ada orang yang melihat" ucap klara.
__ADS_1
"Maafkan aku, aku keluar" ucap reyhan seperti merasa tak enak dengan apa yang akan ia lakukan pada klara meskipun klara adalah istrinya, karna ia tak pernah menyentuh kembali tubuh klara setelah kejadian waktu itu yang membuat klara sampai hamil, reyhan merasa aneh dengan sikapnya, ia keluar dari kamar klara, dan masuk ke kamarnya.
"Aahhh apa yang aku lakukan?" Ucap reyhan dalam kesendirian untung kamarnya kedap suara jadi suara reyhan tak terdengar keluar kamar.
"Tapi sekarang dia istriku, aku berhak atas dia bahkan tubuhnya harus nya aku yang memilikinya" gumam reyhan dan kembali ia teriak sambil mengacak-ngacak seprey dan melempar bantal yang ada di atas kasurnya.
"Aaahhh bodoh-bodoh-bodoh kenapa aku berpikir begitu, cintaku hanya sane aku hanya menginginkan dia, dia yang selalu ada dalam hatiku" ucap reyhan, sambil memukul-mukul keningnya dengan telapak tangannya, lalu ia mengambil ponsel dan melihat gambar-gambar dirinya dan juga video bersama sane saat masih bersamanya.
"Maafkan aku sane sayang bukan maksud aku untuk menghianati kamu" ucap reyhan sambil menangis memandangi photo sane di ponselnya.
Pagi menjelang
Saatnya sarapan disana semua menikmati sarapan dengan khidmat setelah selesai sarapan mereka tak segera beranjak dari tempat duduk pak anggara melihat reyhan yang hanya diam.
"Reyhan gimana perkembangan kamu di rumah sakit" tanya pak anggara.
"Baik pah, kemarin aku di rekomendasikan pihak rumah sakit untuk menjadi dokter spesialis saraf di korea"
"Oh ya bagus dong" ucap bu karina
"Terus kamu mau kesana" tanya pak anggara, reyhan melirik klara yang sedang menikmati makanannya.
"Mungkin nanti setelah klara melahirkan" ucap reyhan.
"Ya baguslah" ucap pak anggara.
"Lho apa hubungannya? Nanti juga kan si rinto teman kamu itu bakalan pulang kan, jika klara lahiran? lagi pula kalau pun dia gak pulang klara ada mamah sama ayah kamu di sini yang akan membantu persalinannya" ucap bu karina ia merasa aneh dengan Sikap anaknya, sedangkan reyhan bingung dengan apa yang akan ia ucapkan kembali, lalu ia teringat dengan permintaan klara semalam.
"Mam apa benar ada yang mengajak klara main filem?"
"Iya kenapa?"
"Siapa?"
"Teman mamah jeng sapira"
"Memangnya dia punya rumah produksi perfileman?"
"Dia pemilik PH"
"mamah sudah lama kenal sama dia?"
"Ya lama suami dia itu koleganya papah, namanya pak gunawan iya kan pah "
"Iya"
"Papah kenal sama pak gunawan sudah belasan tahun"
"Kenapa sayang?"
"Nggak mam, semalam klara bilang dia ada yang ngajak main filem, aku nanya aja sama mamah takutnya penipuan gitu" ucap reyhan.
"Ohh nggak ko dia emang beneran punya PH"
"Ya udah kalau gitu aku gak ragu ngijinin klara" ucap reyhan sambil meraih air minum lalu meminumnya.
"Duuhh kamu perhatian banget coba kamu jadi suaminya" mendengar ucapan mamahnya reyhan yang sedang minum tiba-tiba tersedak dan hampir menyeburkan air yang hampir masuk ke kerongkongannya.
"Hati2 dong minumnya" ucap bu karina pada anaknya.
"Mam kayanya aku harus segera pergi" kata reyhan lalu dengan segera ia beranjak dari tempat duduk nya.
"Dia kenapa sich" ujar bu karina, yang melihat reyhan terlihat aneh.
"Mungkin dia lagi di tunggu pasien nya"
"Ah dasar anak itu"
__ADS_1
Semuanya selesai sarapan bu karina dan pak anggara segera beranjak dari ruang makan ia mengantarkan suaminya yang akan pergi kekantor sedangkan klara setelah selesai sarapan ia membantu bi siti di belakang.
TBC