Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Ungkapan perasaan


__ADS_3

Klara masih gak yakin dengan apa yang di ucapkan reyhan ajakan nya untuk rujuk membuat klara kembali bertanya dan memasang pendengarannya.


"aku gak salah dengar?" Klara meyakinkan sembari mengusap air matanya.


"Nggak" reyhan.


"Kenapa tiba-tiba anda mau rujuk dokter reyhan?" tanya klara.


"Karna aku sadar aku di cintai seseorang" jawab reyhan.


"Siapa?" Klara.


"Kamu" reyhan.


"itu bukan alasan! aku sadar dari dulu aku mencintai laki-laki yang pernah jadi suamiku dan menelantarkan aku pada saat hamil tua tapi aku juga tau kalau suamiku itu gak pernah mencintaiku" ucap klara dengan sendu.


"apa sekarang kamu masih mencintai mantan suamimu?" Tanya reyhan.


"untuk apa anda bertanya hal itu, kalaupun aku masih mencintaimu itu satu hal yang sangat memalukan bagiku karna aku akan berharap mendapatkan cinta orang yang sama sekali tak pernah mencintaiku" jawab klara, sembari kembali membetulkan piamanya karna sedikit terbuka di bagian paha.


"kenapa jawabanmu seperti itu?" Tanya reyhan penasaran.


"Dokter aku gak mau kembali merasakan sakit hati yang pernah aku rasakan aku tau dalam bayanganmu bukan aku saat anda mengatakan itu" Klara semu.


"Apa maksudmu?" reyhan mengerutkan alisnya.


"Ya memang saat ini aku membayangkan wanita lain!" Ucap reyhan.


"Aku tau itu jadi dokter katakan kalau dokter mencintainya pada orangnya langsung aku gak mau kembali menjadi korban, permisi dokter aku harus segera memakai baju sebelum aku menjadi mangsamu" seraya berdiri dan hendak kembali kekamarnya untuk mengganti piama dengan pakaian lalu reyhan pun berdiri.


"Ya itu pasti aku akan mengatakannya pada wanita lain! lain dari yang dulu, karna yang aku bayangkan sekarang adalah kamu itulah kenapa aku datang kesini" klara menghentikan langkah mendengar ucapan reyhan.


"yakin kan dulu dengan pasti hatimu milik siapa" Klara kembali melangkah tapi reyhan mencegah klara dengan meraih pinggangnya dan melilitkan tangannya di sana lalu reyhan mencium bibir klara tanpa aba-aba, mendapat serangan tiba-tiba klara membulatkan matanya, namun tak ada penolakan dari klara, klara memejamkan matanya setelah reyhan memperhalus ciumannya, seolah menikmati serangan bibir reyhan yang mendarat di bibirnya. setelah merasa puas reyhan melepas ciumannya lalu memeluk klara.


"Aku ingin kita rujuk dan aku ingin semua orang tau kalau kita sepasang suami istri yang sudah memiliki anak yang lucu" kata reyhan masih memeluk klara.


"Tapi..." ucap klara dalam pelukan reyhan.


"Aku sudah bicara pada mama dan papa saat aku baru pulang dari korea, kamu tau? aku pulang ke sini karna aku ingin membawa kamu dan intan ke dalam kehidupan aku yang sebenarnya" tukas reyhan.


"mama sudah tau? lalu kenapa mama nggak bilang? dan kenapa saat itu dokter tak mengatakan lansung padaku?" tanya klara lalu menarik tubuhnya dari pelukan reyhan.


"Mama gak setuju dengan niatku untuk rujuk denganmu karna mama melihat hubungan kamu dengan rinto, mama gak mau merusak hubunganmu dengan nya itulah sebabnya aku memilih pergi ke lombok menenangkan diri sekaligus untuk meninjau perusahaanku di sana, tapi aku mendapat dukungan dari papa" kata reyhan lalu reyhan duduk di sofa di samping klara.


"Maksudnya" klara


"Kamu gak akan mengerti" lalu reyhan menceritakan semuanya saat ia di lombok.


Flas back


Lombok

__ADS_1


"Hallo pah" reyhan mengangkat sambungan telpon dari pak anggara.


"Kamu dimana?" Tanya pak anggara.


"Masih di lombok pa" jawab reyhan.


"Kami di kampung nanglu"


"Di kampung nanglu! Kampung nya klara?"


"Iya, papa, mama, klara, juga anakmu intan, dan tadinya rinto juga di sini tapi sekarang dia sudah kembali ke jakarta, kamu kemarilah bukankah kamu mau rujuk dengan klara! Ini saatnya kamu untuk mendekatinya" pak anggara.


"Baik pah han segera ke sana" reyhan.


"Pekerjaan kamu bagaimana?" Tanya pak anggara.


"Sudah rampung semua pa" jawab reyhan.


"Bagus cepatlah kemari dan ajak reynant dia selalu sibuk dengan pekerjaannya!" Kata pak anggara.


"Oke pa, reyhan ke jakarta dulu kalau begitu" reyhan.


"Ya, han sudah dulu sepertinya intan manggil papa" terdengar suara intan teriak teriak memanggil kakeknya dengan sebutan akeh di balik sambungan telponnya reyhan tersenyum mendengar suara anaknya yang cerewet.


Hingga akhirnya sambungan pun terputus reyhan terbayang bagaimana jika ia berkumpul dengan anaknya memiliki istri yang selalu menyambutnya setiap pulang kerja, anak yang akan menarik tangannya untuk mengajaknya bermain, minta di gendong, minta jajan dan selalu merecokinya setiap ia tengah bermesraan dengan ibunya namun itu semua takan membuatnya kesal sungguh momen yang sangat ia dambakan saat ini.


Flashback of


"Dokter..." ucapan klara terpotong setelah jari telunjuk reyhan mendarat di bibir klara.


"Tolong jangan bilang aku dengan sebutan dokter, aku tau aku seorang dokter bahkan semua orang juga tau kalau aku ini dokter! gak usah di sebut-sebut!" tukas reyhan.


"Panggil aku dengan sebutan yang lain" protes reyhan, di saat obrolannya belum selesai terdengar suara bell berbunyi.


"biar aku yang buka, pakai bajumu sebelum menemui tamu karna aku gak mau ada laki-laki melihat kamu dengan piama seperti itu" ucap reyhan lalu ia pergi untuk membuka pintu.


Sepeninggal reyhan klara masih berdiri mematung memandang reyhan dengan aneh dan sedikit kesal.


"jangan di lihat laki-laki lalu dia sendiri apa? dasar aneh!" gerutu klara.


Reyhan membuka pintu saat pintu terbuka nampak seorang perempuan berkerudung di ambang pintu.


"Siapa? pelayan baru? Masuk saja!" reyhan menyangka jika yang datang adalah pelayan yang akan bekerja di apartemen klara karna pikir pengganti bi siti, dan sang wanita berkerudung pun masuk


"silahkan duduk, tunggu sebentar klara sedang berganti pakaian!" Seru reyhan, setelah itu reyhan pergi kedapur lalu membuka kulkas mencari minuman yang bisa di minumnya setelah mendapatkan apa yang ia cari reyhan pergi ke balkon ia melihat betapa luasnya jakarta saat ia memandang dari lantai 20 apartemen yang di tempati klara.


Reyhan bertekad untuk menjalin kehidupan sesungguhnya dengan klara dan akan segera menikahinya ia juga membayangkan bagaimana ia berkumpul dengan intan anak yang selama ini di telantarkanya reyhan berjanji pada dirinya sendiri kalau dia akan membahagiakan intan.


Di ruang tamu


Seorang perempuan duduk di sofa ruang tamu menunggu klara, dan tak memakan waktu lama klara pun muncul.

__ADS_1


"Rania!" Ucap klara ia keget melihat rania datang.


"Ra..." rania berdiri lalu memeluk klara ia menangis di pelukan klara.


"Ada apa nia? mana mas rinto?" Tanya klara ia merasa aneh melihat rania menangis.


"Ra... maafkan aku!" Ucap rania.


"Maaf untuk apa? Duduk dulu! kamu datang kesini sendiri?" tanya klara.


"Ra a-aku aku minta maaf kalau aku sudah merusak hubungan kamu sama pak rinto!" rania berucap sembari menundukan kepalanya.


"nia aku gak merasa hubungan ku sama mas rinto hancur gara-gara kamu justru aku yang merusak hubunganku sendiri karna udah memberikan laki-laki terbaik sama kamu, dan sekarang mas rinto milikmu nia, dia sekarang milikmu! karna kamu istrinya, aku gak berhak lagi atas dia" jawab klara seraya menggenggam tangan rania.


"tidak ra, kamu bisa bilang seperti itu tapi pak rinto justru tidak bisa melupakan kamu ra" rania.


"maksud kamu?" klara.


"ra setelah ke datangan mu waktu itu pak rinto selalu uring-uringan ia sering marah gak jelas ia juga sering pulang malam dengan keadaan mabuk" kata rania.


"apa gak mungkin nia selama aku kenal mas rinto, aku gak pernah melihatnya mabuk-mabukan!" klara kaget mendengar penuturan rania tentang rinto.


"iya ra aku gak bohong, mungkin dia belum bisa melupakan kamu" rania.


"nia aku yakin itu hanya sementara suatu saat dia pasti akan mencintai kamu sepenuhnya kamu juga mencintainya kan nia?" klara. rania menganggukan kepalanya dengan ragu.


"aku bingung ra, aku mau cerai sama pak rinto"


"jangan nia, kamu jangan menyerah ingat semua sudah kamu berikan untuknya" klara meyakinkan rania, percakapan mreka rupanya di dengar oleh reyhan saat ia berniat mengambil ponselnya yang ia tinggal di ruang tengah, dengan tidak sengaja reyhan mendengar percakapan klara dengan sahabatnya, reyhan tersenyum mendengar ucapan klara yang sangat bijaksana terhadap sahabatnya reyhan baru menyadari sipat baik klara.


"nia aku yang minta maaf karna waktu itu aku sudah lancang masuk ke kamar rinto dan melihat kalian berdua yang sedang..." klara merasa gak enak untuk melanjutkan kata-katanya.


"sudah ra jangan di lanjutkan aku malu" pipi rania terlihat memerah karna ia kembali teringat saat ia di pergoki klara.


"sudah ngobrolnya?" tiba-tiba reyhan datang memotong pembicaraan mereka, reyhan duduk di samping klara sembari memainkan ponselnya dengan menyilangkan kakinya.


"Dokter! nia kamu masih ingatkan? ini dokter reyhan yang dulu di kampung kita!" klara.


"iya aku ingat, makanya aku yakin saat dokter reyhan yang membuka pintu kalau ini memang apartemen kamu, tapi kenapa kamu tinggal sama dia bukankah kalian sudah bukan suami istri lagi?!" seru rania.


"nggak nggak dokter reyhan gak tinggal disini dia kesini cuma mau menemui intan" jawab klara gugup karna ia takut jika klara berpikir lain.


"intan, mana intan aku sampai lupa mana dia aku mau ketemu" tanya rania.


"intan gak ada dia ikut ke prancis dengan neneknya tadi pagi" klara.


"lho katanya dokter reyhan kesini mau menemui intan tapi intannya gak ada, itu berarti dokter reyhan mau menemui kamu iya kaaan!!?" goda rania.


"nggak dia... dia... dia emang beneran mau ketemu intan iya kan dok" intan gugup lalu menyikut reyhan reyhan cuek ia hanya tersenyum dengan pandangan fokus pada layar ponselnya.


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2