
Rumah sakit
Reyhan masih berbincang dengan orang dari dinas kesehatan.
"Jadi begini dokter reyhan! Saya datang kemari menemui anda, dengan membawa tawaran seperti sebelumnya kami mau merekomendasikan anda sebagai dokter ahli bedah saraf di korea, karna dari sekian banyak dokter, di indonesia menurut kami anda lah dokter yang kompeten dan mampu menjalankan tugas dan misi kami mengirim anda kesana dan yang pantas ke sana, sekaligus kami percaya anda mampu memperbaiki cintra kedokteran indonesia, karna memang selama ini kan dokter di indonesia masih banyak di sepelekan oleh pihak luar negri, jangankan luar negri warga negara kita aja banyak yang mencari pengobatan di luar negri, padahal dokter-dokter di negara kita juga tak kalah hebat,
nah! maka dari itu saya berharap anda berkenan untuk di rekomendasikan oleh kami kesana, ini juga bukan untuk jangka waktu lama, karna masalah waktu anda tinggal di sana itu anda yang menentukannya, bagaimana dokter?" Kata pak anton dengan panjang lebar menjelaskan.
"Gimana yah?! Apa tidak ada dokter yang lain yang bisa di kirim kesana selain saya?" Tanya reyhan.
"Menurut kami cuma anda" jawab pak anton terkekeh. Tiba2 reyhan teringat klara yang sebentar lagi akan melahirkan, sebenarnya reyhan sangat ingin kesana entah kenapa saat berpikir akan kesana bayangan klara selalu menari-nari di benaknya, membuat dia kembali memikirkan apa yang akan ia lakukan.
"Bagini saja beri saya waktu beberapa hari lagi untuk berpikir karna saya juga tidak bisa meninggalkan tugas-tugas saya di sini begitu saja, masih banyak yang harus saya urus di sini bukan cuma maslah pekerjaan saya sebagai dokter, tapi yang lain juga" tukas reyhan.
"Baiklah jika memang begitu kami akan tunggu keputusan anda, saya juga mengerti pasti dokter spesialis seperti anda dan sebagai pemilik rumah sakit ini banyak tanggung jawab yang harus di jalankan, kami akan tunggu" ucap pak anton.
"Bukan saya yang punya rumah sakit ini, tapi ayah saya, saya juga cuma kerja sebagai dokter di sini" ucap reyhan merendah.
"Anda bisa saja!, baiklah kalau begitu saya harus kembali ke kantor masih banyak urusan di luar" ucap pak anton.
"Ok pak anton" jawab reyhan.
"Saya permisi dulu saya tunggu kabar dari anda" ujar pak anton.
"Ok siap" ucap reyhan sambil menerima jabat tangan pak anton, setelah pak anton keluar ruangan reyhan kembali duduk di kursi kebesarannya, lalu kembali fokus pada laptopnya.
Di supermarket
"Tante sebenarnya tante mau beli apa?" Tanya klara.
"Bentar sayang" jawab bu karina yang dari tadi muter-muter di dalam supermarket, klara bingung memperhatikan bu karina yang tak ada ujung muter-muter di dalam supermarket, dan saat bu karina menemukan barang yang di carina tiba-tiba pandangan bu karina tertuju pada satu orang yang sedang berbelanja, "seperti aku kenal orang itu" gumam bu karina dalam hati.
"Bukankah itu si rinto!!!??" Ucap bu karina.
"Siapa bu?" Tanya klara.
"Itu!' bukannya itu suami kamu" ucap bu karina, klara bingung dengan ucapan bu karina karna yang dia ingat suaminya adalah reyhan.
"Mana tante disini gak ada dokter?" tanya klara sepontan.
"Bukan reyhan, gimana sih kamu ini, suami kamu tuh lihat" ujar bu karina sembari membalikan muka klara mengarah orang yang di tuju dengan keduan telapak tangannya, dan terlihatlah oleh klara seprang pria tampan tinggi putih. Lalu klara teringat jika yang di maksud bu karina adalah orang lain.
"Hah gak mungkin tante suamu klara kan di luar negri" ujar klara berusaha meyakinkan.
"Masa tante salah sih, ayo kita samperin dia" ajak bu karina sambil menarik tangan klara, dan dengan segera di hentikan oleh klara.
"Tunggu tante gimana kalau kita salah" ucap klara.
"makanya kita kesana" kembali bu karina menarik tangan klara, kali ini klara pasrah dan tak bisa menahan lagi tarikan tangan bu karina.
"Tapi tante" klara mencoba menahan lagi "aduh gimana ini!?" gumam klara dalam hati, tangan klara terus di tuntun oleh bu karina.
__ADS_1
"Rinto,,," panggil bu karina, setelah tinggal beberapa langakah lagi pada orang yang tuju, lalu orang yang di panggil pun menoleh karna merasa namanya di panggil.
"Iya saya" sahut orang yang memang ternyata orang itu adalah rinto.
"Kamu rinto kan?" Tanya bu karina.
"Iya saya rinto" jawab rinto.
"Kamu kenal sama tante kan?" Tanya bu karina lagi, rinto terlihat mengingat bu karina.
"Sebentar! tante mamahnya reyhankan? apa kabar tante?" ucap rinto sambil mengulur kan tangan hendak besalaman.
"Bagus kamu ingat sama tante, Iya saya ibunya Reyhan, saya baik" jawab bu karina setelah melepaskan jabat tangan nya, dengan ketus.
"Kamu juga nggak lupa sama istri kamu kan" ucap bu karina.
"Maksud tante? istri!" rinto bingung.
"Bukankah kamu di luar negri?" Tanya bu karina.
"Saya baru pulang seminggu yang lalu, tante" jawab rinto.
"Apa seminggu! Kamu sudah pulang seminggu yang lalu tapi kamu sama sekali tak menemui istri kamu! Klara kamu jangan diam aja!" Seru bu karina.
"I-iy-iya tante" ucap klara, lalu tiba-tiba klara langsung memarahi rinto yang tak tau apa-apa.
"Dasar suami tak tau diri, kamu bilang kamu masih di luar negri, kamu bilang kamu mau jemput aku setelah sudah kembali, dasar pengecut aku benci sama kamu, kamu sama sekali tak bertanggung jawab dengan perbuatan kamu, kamu mau enaknya saja, awas kalau kamu cari aku lagi! awas kamu kalau kamu mau ketemu sama anak kita! setelah anak kita lahir!, ayo tante kita pergi dari sini, aku sudah gak mau lihat orang ini lagi" klara memarahi rinto, dengan suara yang cukup keras lalu menarik tangan bu karina dan mengajaknya segera keluar dari supermarket tersebut, sedangkan rinto hanya terkesima dan kaget mendengar klara yang tiba-tiba memarahinya.
karna ia tak pernah sama sekali mengenal klara, rinto juga bingung belum sempat berkata apa-apa Klara langsung pergi dan rupanya beberapa kali ia shooting, bakat aktingnya sudah terlihat, suara klara didengar semua mengunjung supermarket tersebut dan tak sedikit orang yang berbisik macam2 dengan apa yang di dengarnya, rinto merasa bingung dengan yang ia temui hari ini tiba-tiba ada seorang wanita ngaku sebagai istrinya, rinto berdiri mematung merasa heran, ia menatap kepergian klara dan bu karina.
"Kalau sudah punya suami jangan mau enaknya saja, harus mau beratanggung jawab" ucap salah satu pengunjung.
"Iya mas kasian istrinya lagi hamil" kata pengunjung yang lain.
"istri siapa sih sebenarnya dia? kenapa orang-orang di sini juga jadi ikut-ikutan stres" gerutu rinto lalu ia segera pergi dari supermarket tersebut ia merasa malu dengan pengunjung yang lain di supermarket itu.
Rinto kembali ke mobil nya setelah berada di dalam mobil ia tak langsung menjalankan mobilnya, ia masih memikirkan wanita yang mengaku-ngaku jadi istrinya, lalu ia teringat pada reyhan mengingat wanita yang mengaku istrinya datang dengan bu karina.
"reyhan ya aku harus telpon reyhan" gumam rinto, kemudian ia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi reyhan namun tak ada jawaban.
"Kemana sih si reyhan?" Gerutu rinto semakin kesal, lalu kembali menghubungi lagi hingga beberapa kali, sama masih tak ada jawaban, karna tak ada jawaban rinto melajukan mobilnya, saat setengah perjalanan ponsel rinto berbunyi dan ternyata reyhan yang menelpon, rinto segera menepikan mobilnya setelah melihat nama panggilan masuk di ponselnya.
"Hallo brother whatsup man?" Tanya reyhan.
"Lu dari tadi gua telpon kaga dia angkat kemana?" Tanya rinto.
"Sorry gue lagi periksa pasien ada apa memangnya?" Tanya reyhan.
"Lu tau gak cewe yang lagi hamil sama nyokap lu?" Tanya rinto.
"Cewe?!" Ucap reyhan.
__ADS_1
"Iya, gue ketemu cewe stres tadi tapi dia bareng sama tante karina nyokap lu" tegas rinto.
"Maksud lu klara? memangnya kenapa?" Tanya reyhan.
"Dia tadi marah-marah sama gue katanya dia istri gue lah, lagi hamil anak gue lah, katanya gue suami gak bertanggungjawab lah, gue masih lajang bro, seingat gue, gue belum nikah kenapa ada yang ngaku jadi istri gue lagi hamil lagi, kapan coba gue enak enak sama tuh cewe gila kali yah dia!!!? Dan aneh nya dia sama nyokap lu dan kayanya akrab banget " ucapan rinto sontak membuat reyhan kaget.
"jadi klara sama mamah ketemu s rinto gawat!!!" Gumam reyhan dalam hati.
"Wooy han lu denger gue gak?" Tanya rinto.
"Iya gue denger, jadi sekarang lu di jakarta?!" Tanya reyhan.
"Iya gue udah seminggu di jakarta" jawab rinto.
"Kita bisa ketemu kan?!" Tanya reyhan.
"Gue nanyain cewe itu lu malah ngajak ketemuan gimana sih lu! Lagian gue males ketemu sama lu gak asik, boring yang di ceritain cuma,,, si siapa bidadari lu itu?" seru rinto.
"Iya nanti gue ajak tuh cewe ketemu lu" ucap reyhan.
"Apa! nggak nggak nggak! gue gak mau ketemu sama tuh cewe lagi, bisa-bisa gue di marah-marahin lagi sama tuh cewe, males gue yang ada gue jadu bahan perbincangan ibu rempong lagi, males ah emang sih dia cantik tapi sengklek, emang siapa sih dia?" Tanya rinto penasaran.
"Dia istri gue" jawab reyhan.
"Apa???? Istri lu, ko bisa?" Ucap rinto dengan spontan teriak kaget.
"Panjang ceritanya" kata reyhan.
"Sepanjang apapun ceritanya gua pengen denger" ujar rinto.
"Jadi begini, gue gak sengaja nikahin dia, kamu tau sendiri kan kalau aku cinta mati sama sane" lalu reyhan menceritakan pertemuannya dengan reyhan sampai ia menikahinya dan kemudian membawanya kejakarta dan memperkenal dengan orang tuanya sebagai istri rinto, reyhan menceritakan dengan detail kisahnya bersama klara.
"Ah lu rese ke kenapa mesti gue yang lu bilang suaminya temen lu yang lain kan banyak bukan gue doang" ujar rinto.
"Karna gue pikir lu lagi du luar negri dan bakalan lama di sana" ucap reyhan.
"Ya kalau gini caranya gue harus menanggung beban dong, masa nikah aja belum udah menanggung beban mending beban sendiri ini menanggung beban istri orang" ucap rinto.
"Ya sorry, tapi lu bisa kan bantu gue?!" Kata reyhan.
"Harusnya lu jujur sama nyokap bokap lu jadi gak bakalan gini ceritanya"
"Gak bisa lah gue masih mencintai sane gue gak bisa berpindah ke lain hati meskipun sekarang gue gak tau perasaannya sane sama gue gimana!" Ujar reyhan.
"Ya lu jangan egois, kasian juga kan tuh cewe, itu bukan kesalahan nya dia doang tapi kesalahan lu juga" tukas rinto.
"Ya sudah to nanti malam kita bisa ketemu kan? Soalnya sekarang gue ada jadwal oprasi" ucap reyhan mengalirkan pembicaraan.
"Ok bisa kita ketemu di Gino's kafe" ucap rinto.
"Ok" kemudian reyhan menutup sambungan telepon nya kembali rinto termenung di dalam mobil.
__ADS_1
"Dasar dokter gila masa kelakuannnya kaya gitu, kasian tuh cewe mana cantik lagi coba dia jadi istri gue, gue elus-elus tuh cewe sayang aja dia istri orang " gerutu rinto sambil menggelengkan kepalanya, lalu kembalumelajukan mobilnya.
TBC