Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Keakraban


__ADS_3

Ketenangan hati adalah benih dari kebahagaian, ketenangan hati adalah suatu hal yang paling berharga dalam hidup, ketenangan hati adalah awal tumbuhnya percaya diri.


_________________


Masih di pelabuhan ratu.


Pagi itu klara, reyhan dan intan baru bangun tidur selesai sholat subuh klara langsung ke dapur membantu para pelayan yang biasa kerja disana. Sedangkan sane masih berada di kamarnya bersama aska.


Saat klara membantu pelayan untuk di dapur untuk memasak eumak datang ke dapur.


"Kamu teh lagi ngapain neng geulis di dapur?" ucap eumak yang datang dari arah belakang klara.


"Eh ini mak aku lagi bantuan bibi masak" jawab klara.


"Gak usah kamu gak usah repot-repot kan ada bu aas dan yang lainnya yang biasa masak disini" ujar eumak dengan mengembangkan senyuman.


"Gak apa-apa mak aku udah biasa masak untuk makan semua keluargaku" kata klara.


"Lo memangnya di rumah gak pelayan yang bisa masak!?" Tanya eumak.


"Ada, di rumah ada tujuh pelayan yang sengaja mas reyhan sediakan untuk melayani kami tapi aku merasa gak lengkap menjadi seorang wanita dan yang sudah memiliki suami jika cuma masak aja harus oleh pelayan aku mau menyediakan masakan untuk suami dan anaku dengan memasak sendiri seperti yang biasa ibuku dan mama karina lakukan pada keluarganya kebiasaan mama mertuaku dan ibuku menjadi suatu pelajaran berharga buatku" jawab klara.


"Kamu benar-benar wanita yang sangat bijak" puji eumak. Saat klara memgobrol dengan eumak datang lira ke dapur yang mencari keberadaan klara.


"Lu di sini, kirain belum bangun" ucap lira.


"Iya aku di sini kenapa emang?" Tanya klara.


"Aku mau pinjem charger ponsel kamu dong, punya aku ko gak masuk ya dari semalam di charge malah mati ni ponsel" kata lira.


"Ohh... itu ada di kamar, aku ambil sebentar ya" ujar klara lalu ia pergi untuk mengambil charger. Sementara di dapur sepeninggal klara tinggalah lira dan eumak di sana.


"Ari si eneng ini teh sama dari jakarta juga?" Tanya dengan logat sundanya.


"Iya saya dari jakarta kebetulan saya dan klara berteman sejak di bangku sekolah" jawab lira.


"ohh kitu" eumak.


"klara orang yang sangat baik, dia pernah di telantarkan dokter reyhan hingga beberapa tahun karna dokter reyhan sangat tergila-gila pada mba sane namun ia tidak pernah merasa dendam, klara masih menerima dokter reyhan sebagai suaminya lagi, dan sekarang mendengar mba sane wanita yang pernah menduduki bagian teratas hati suaminya mengalami defresi klara merasa ingin membantunya tanpa ia merasa takut kalau suaminya akan kembali jatuh cinta pada mba sane, klara selalu berpikir positif pada siapapun yang ia anggap baik, klara berpikir baik tentang mba sane karna dokter reyhan selalu bercerita tentang kebaikan mba sane itulah sebabnya klara berpikir tak pantas jika dirinya berpikir negative tentang orang yang sudah terdengar tentang kebaikannya" tukas lira.


"ia eumak tau dia itu teh awewe bager pisan, sudah ngabantu memulihken sane eumak sangat berterima kasih pisan padanya" kata eumak. saat mereka klara dan eumak mengobrol klara datang.


"ini wat chargeran nya" ucap klara membawa charger mau di pinjam lira.


"oh iya ra aku ke kamar dulu ya!" lalu lira pergi meninggalkan dapur. sedangkan klara kembali pada masakan di atas kompor yang sebelumnya ia masak.


"neng gak usah repot-repot masak atuh! da ada bu aas yang biasa masak di sini" ujar eumak.


"gak apa-apa mak klara suka masak ko" jawab klara.

__ADS_1


"kamu asli dari mana neng?" Tanya eumak.


"aku dari kampung nanglu" jawab klara.


"nanglu?!" ucap eumak.


"iya" klara.


"derah mana?" eumak kembali bertanya karna menurutnya sangat asing dengan kampung tersebut.


"pulau ka******an" ujar klara.


"jauh juga ya"


"lumayan mak, dari jakarta memakan waktu dua hari untuk sampai ke kampung nanglu jika mengunakan kapal laut, tapi jika sekarang kami kesana sering menggunakan pesawat pribadi milik keluarga mas reyhan hanya beberapa jam sudah sampai di sana" kata klara.


"ya kalau naik pesawat pasti cepat sampai" eumak.


"sekali-kali ikutlah kami kesana di sana tempatnya hampir sama seperti di sini masih banyak lahan kosong yang di buat untuk perkebunan malah mamah karina sengaja membeli lahan perkebunan di sana" klara.


"oya?!" eumak tersenyum mendengar klara menceritakan tentang kampungnya.


"iya makanya eumak lain kali main ya ke kampungku" tukas klara.


"iya insyaallah kalau ada umur" eumak.


"harus dan eumak harus selalu sehat dan selalu kuat karna kasian mba klara sekarang ini dia hanya punya eumak dan aska" ucap klara.


"ini sudah matang klara angkat dulu ya" klara kembali pada masakan di atas kompor yang sedang ia masak.


"oh iya biar eumak ambil tempat nya" lalu eumak mengambil mangkuk untuk tempat masakan yang di masak klara.


***********


Selesai sarapan eumak menyuruh sane untuk mengajak klara berkeliling di sekitar pabrik melihat-lihat apa yang di kerjakan dan cara pengolahan getah karet yang akan di jadikan bahan sintetis oleh para pengusaha industri berbahan sintetis.


Sedangkan yang lain memilih untuk berkeliling ke sekitar perkebunan yang cukup luas mengunakan mobil gunung yang biasa di gunakan para pekerja perkebunan ketika mengontrol para pekerja yangvbekerja sebagai penyadap karet atau pun pemetik daun teh, mereka juga di temani beberapa pekerja perkebunan.


Sane sangat menyukai klara sane semakin akrab dengan klara begitu juga aska dan intan mereka sangat terlihat menggemaskan apalagi ketika intan jatuh aska berusaha membangunkan intan dengan tangan mungilnya meskipun aska terpaut satu tahun lebih kecil dari intan namun aska sudah tau bagaimana caranya menjaga wanita sebagai mahluk yang di ciptakan lebih lemah dari laki-laki.


Para karyawan pabrik dan para pekerja perkebunan merasa sangat senang ketika melihat majikannya kembali pada dirinya yang semula lepas dari defresinya bagaimana tidak? ketika majikan mereka dalam keadaan drop semua merasa seakan merekapun ikut menjadi seperti apa yang di alami majikannya tak hanya karyawan dan para pekerja di perkebunan, bahkan semua karyawan di beberapa perusahaan besarnya yang berada di beberpa kota bahkan di luar negri merasakan kesedihan yang sama saat tau sane mengalami defresi akibat di tinggal suami dan kakak tersayangnya, mengingat sane selalu bersikap baik pada semua karyawannya membuat para semua karyawan menagalami duka yang mendalam atas apa yang menimpa sane.


Selesai berkeliling sane dan klara kembali ke geudong atau rumah besar tempat tinggal mereka disana, mereka duduk bercengkrama, bu aas menyuguhkan minuman dan makanan ringan untuk mereka.


"bunda ayah mana?" tanya intan.


"ayah pergi sama unkle, sama aonty lira, juga sama kak alea" jawab klara.


"kok intan gak di ajak!?" protes intan.

__ADS_1


"sayang ayah pergi ke perkebunan itu artinya ayah pergi kekebun dan di kebun banyak nyamuk gede-gede yang suka menggigit nanti intan di gigit nyamuk gede! intan mau?" kata klara.


"nggak intan gak mau di gigit nyamuk suka gatal, tapi bunda nanti ayah di gigit nyamuk!?" ujar intan.


"ayah kan udah gede, tangan ayah juga besar kalau ayah di gigit nyamuk ayah bisa memukulnya dengan tangan ayah yang besar" klara.


"ohhh gituuu, intan gak mau ah gak mau pergi kekebun, aska jangan suka pergi kekebun ya!" kata intan pada aska.


"nggak aku gak suka kekebun iya kan momy?" kata aska pada sane, sane dan klara tersenyum melihat ke akraban anak mereka.


"mba kapan mba akan kembali ke jakarta?" Tanya klara.


"entahlah, aku masih mau di sini"


"mba jangan pernah mrmikirkan hal yang buruk lagi karna akan membuat mba terpuruk lagi" kata sane.


"iya aku akan ingat pesan kamu, terima kasih ya kamu sudah membuat aku menyadari tentang takdir dan ketentuan allah atas diri aku" ucap sane.


"mba gak usah berterima kasih sama aku, karna itu semua karna mba wanita yang sangat tangguh yang mampu menghadapi masalah sekeras apapun" sane tersenyum seraya memandang klara.


"klara aku sekarang gak punya siapa-siapa lagi selain eumak dan aska apa aku boleh menjadikan kamu sebagai adik aku?"


"maksud mba!?"


"aku ingin kamu jadi adik angkat aku dan kamu anggap aku sebagai kakak kamu sendiri"


"suatu kebahagian buat aku di anggap adik sama wanita cantik seperti mba sane aku memang gak punya kakak perempuan selain kakak iparku.


"ngomong-ngomong soal kakak ipar aku juga punya kakak ipar dan ponakan yang sekarang tinggal di bandung, kak selly kakak iparku juga saat ini merasa sangat terpukul atas kejadian yang menimpa kami, kak selly di ajak keluarganya untuk sementara tinggal di bandung sebelum keadaannya kembali stabil.


"lain kali kita kesana yu mba! siapa tau setelah melihat mba kak selly bisa lebih baik" klara.


"iya boleh, kamu kapan pulang masih lama kan disini?"


"aku besok harus pulang mba mas han harus kerja dan intan juga kembali masuk sekolah" kata klara.


"ohh padahal aku masih mau kamu tinggal di sini lebih lama lagi"


"gak bisa mba, tapi kita kan bisa ketemu di jakarta aku bisa main ketempat mba atau kalau nggak mba main ketempat aku" klara.


"iya juga, tapi janji ya kita bisa ketemu di jakarta"


"tentu mba kalau aku pasti bisa soalnya aku bukan wanita karir, jangankan jadi wanita karir kaya mba, punya toko satu aja mas han ngelarang aku untuk mengurusnya dan malah menyuruh orang untuk mengurus semuanya, aku hanya tunggal terima uang nya saja"


"hahahahaaa"


"hahahahaaa"


Terdengar suara tawa di antara mereka berdua.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2