
Seminggu sudah bu indi dan pak abdi berada di rumah keluarga anggara, acara aqikah di percepat hari ini baru selesai acara aqikahan anak nya klara semua berkumpul di ruang tengah, klara memutuskan untuk pindah rumah besok kekontarakan yang sudah ia lihat bersama bu indi dan bu karina.
"sayang kamu beneran mau pindahan besok" tanya bu indi.
"iya mah"
"tapi sayang kontrakan yang mau kamu tinggalin itu kecil, sayang ijinkan mamah memberikan yang terbaik untuk cucu mamah kamu tinggal di apartemen milik kami yah, kebetulan apartemen itu gak pernah di tempati kamu bisa tinggal di sana, tolong yah sayang mamah gak bisa ngbiarin cucu dan anak mamah tinggal di rumah petak seperti itu kamu tinggal di apartemen mau yah?!" bu karina menawarkan apartemen milik keluarganya apartemen tersebut hanya di tempati oleh pelayan yang di bayar untuk membersihkannya.
"tapi mah!"
"klara, gak ada salah nya kamu tinggal di sana, mertuamu ingin yang terbaik untuk cucu nya" ucap ali.
"baik lah, tapi klara gak ngerti kalau mesti naik turun menggunakan lemari berjalan itu" celoteh klara membuat semua orang tertawa.
"lemari berjalan!"
"iya klara aneh waktu pertama kali jalan-jalan ke mall sama mamah, klara aneh orang yang masuk lemari itukan cantik dan pas lemari itu kebuka lagi ko jadi nenek-nenek. klara bingung, terus klara juga masuk eh tiba-tiba! klaea kaget lemarinya naik, klara takut dan rasanya klara mau muntah kaya naik pesawat waktu itu" klara lagi-lagi membuat semua orang tertawa hanya bu indi dan pak abdi yang merasa tak mengerti dengan ucapan klara.
"oh maksudnya lift" kata bu karina.
"eum..."
"tapi sekarang kamu sudah tau kan?" bu karina.
"tau lah tapi klara gak tau tombol mana yang mesti Klara pencet" ujar klara.
"tenang aja nanti aku yang bakal ngajarin kak klara" ucap reynant sambil tertawa kecil.
"bapak sama ibu tinggalah lebih lama lagi di sini" saran bu karina. pada orang tua klara.
"mau nya sih begitu bu, tapi mau bagaimana lagi kami seorang petani, gak bisa terlalu lama meninggalkan ladang kami karna setelah panen kami harus segera menyiangi kembali ladang kami dan sawah kami juga takut kekeringan karna itu adalah pencaharian kami" jawab bu pak abdi.
"oh gitu! disana tanahnya subur yah, hingga bisa menghasilkan pertanian yang sebagus itu" ujar bu karina.
__ADS_1
"iya tentu, tanah di sana sangat subur itulah sebabnya mayoritas di sana kebanyakan sebagai seorang petani" jelas ali.
"pah gimana kalau kita juga invest di sana!" Ucap bu karina.
"maksud mamah" pak anggara gak ngerti dengan ucapan istrinya.
"maksud mama gimana kalau kita membeli tanah di sana dan kita juga bisa bertani gimana?" jelas bu karina.
"iya... kalau ada tanah yang di jual" jawab pak anggara.
"emang mama mau jadi petani? mana mungkin mama mau turun ke sawah atau ke ladang paling ntar kakinya jinjit nginjek tanag iya kan!" ledek reynat sembari mencontoh kan.
"enak saja lagiam mama gak akan turun ke ladang atau sawahnya! kan mama bisa mempekerjakan orang sana yang bisa berkebun gampang ko" ujar bu karina.
"pak abdi bisa bantuin saya kan siapa tau aja ada orangyang mau jual tanahnya!" seru bu karina.
"iya bu nanti saya akan tanya sama tetangga di sana kebetulan saya juga sebagai kepala dusun disana" pak abdi.
"pak bukannya tanah bu dori mau di jual" bu indi tiba-tiba ingat kalau tanah tetangganya yang akan di jual karna mau pindah ke kota
"oh iya... tapi dia mau menjual semuanya untuk modal usaha di kota katanya karna dia mau pindah kekota dan menyekolahkan anaknya" sambung pak abdi.
"nah ya sudah kalau begitu kita beli saja semuanya berapa luasnya?" Tanya bu karina.
"sangat luas bu kalau gak salah 2 hektar lebih"
"ya kita beli, kamu nanti ikut pak abdi ke kampung lihat tanahnya!" seru bu karina pada reynant.
"ko rey"
"iya lah"
"mam rey kan kuliah jauh-jauh ke canada bukan di bidang pertanian tapi di bidang bisnis" tukas reynant.
__ADS_1
"ah sudahlah kamu harus nurut ini juga kan salah satu bisnis, iya kan bisni pertanian" ucap bu karina.
"apa? bis-nis per-ta-nian" reynant bingung dengan ucapan ibunya.
"mama mu ada benarnya juga" pak anggara mulai angkat bicara.
"papah juga, oke lah terserah kalian berdua, aku mau tidur dulu" ucap reynant lalu ia beranjak dari tempat duduk dan pergi ke kamarnya meninggalkan semua yang ada di sana.
"mah klara ke kamar dulu mau menidurkan intan dulu" klara pun pergi ke kamarnya untuk menidurkan anaknya yang kini sudah memiliki nama yaitu intan azalea.
"iya ibu juga belum sholat bapak juga belum kan?" Tanya bu indi pada suaminya.
"iya bapak juga belum shalat" jawab pak abdi bapak paruh baya itu tak pernah melepaskan pecinya kecuali mau tidur dan whudu, pak abdi pun tak pernah meninggalkan sholat bahkan sholat di sepertiga malam pun tak pernah ia tinggalkan, katika datang hari jum'at pun ia selalu melaksanakan sholat jum'at meskipun di jakarta ia memberanikan diri sholat di masjid terdekat walau ia tak kenal dengan orang-orang di sana dan rupanya pun kini orang-orang yang sering kemesjid pun mulai akrab dengan pak abdi, semenjak ke datangan pak abdi reynant pun mulai kemesjid untuk melaksanakan sholat dengan pak abdi, awalnya ia mengantar pak abdi, bahkan reynant yang biasanya jarang mengikuti sholat jum'at kini ia mulai mengikutinya dengan ajakan pak abdi.
Begitu pula bu indi yang selalu rajin dengan ibadahnya membuat bu karina kagum selama, bu indi tinggal di rumah itu, bu indi menjadi contoh teladan bagi keluarga anggara, seperti pak abdi yang tak pernah lepas dengan pecinya bu indi pun tak pernah lepas dengan kerudungnya apalagi di depan yang mukan mahrom, meskipun bukan keturunan kiya'i tapi pak abdi cukup mengerti dengan agama karna warga kampung tempat tinggal mereka sering mengadakan pengajian dan warga di sana selalu antusias untuk mengikuti pengajian yang di adakan setiap seminggu sekali itu, dari sana lah pak abdi maupun yang lainnya dapat memetik ilmu agama meskipun bukan dari keturunan kiya'i tapi mereka cukup mengerti dan paham karna mereka menggunakan ilmu atau mempraktekkan ilmu yang ia dengar setiap minggunya.
Kini malam telah larut klara tertidur pulas di kamarnya di temani bu indi setelah klara melahirkan klara mulai meniduri kasur yang ada di kamarnya, dan selama ada di jakarta bu indi selalu menemani klara dan bayinya di kamar, sedangkan pak abdi ia tidur sekamar dengan ali meski ali di sediakan kamar untuknya tapi karna bu indi selalu menemani klara jadi ali memilih untuk tidur dengan bapaknya.
°°°°°°°°°°°°
Di korea
sementara di jakarta semua sibuk dengan acara aqikahan anak dari seorang reyhan alkatri anggara, reyhan justru sibuk mengurusi gadis yang kini tengah terbaring lemah di sebuah rumah sakit termewah di korea,
Di rumah sakit reyhan sebagai seorang dokter ahli nedah saraf ia terlihat kesana kemari dengan membawa peralatan dokter rupanya ia dengan dokter yang lain nya hendak melakukan operasi di kepala sane.
Di ruang tunggu kini ada jun kekasih sane yang pada awalnya tak mengatahui penyakit sane kini ia sudah tau semuanya karana bebrapa haei lalu reyhan sempat datang ketempat jun sang aktor korea yang terkenal di seluruh jagat hiburan itu, reyhan tak tega melihat sane dalam keadaan kritis sane selalu memanggil jun bukan namanya dan menjelaskan semuanya pada jun
Sebenarnya reyhan tak pernah tega jika melihat seorang wanita menangis tapi di mana hati jun saat ketika klara menangis, meronta, berteriak dalam keadaan hamil ia meminta agar reyhan tak pergi meninggalkannya sampai klara terduduk di lantai halaman rumahnya bahkan saat itu dalam keadaan hujan, bisa si bayangkan bagaimana keadaan hati klara saat itu reyhan sama sekali tak menghiraukannya sungguh hilang rasa iba reyhan terhadap klara.
TO BE CONTINUE
👉maaf di bab ini ada yang author rubah panggilannya untuk pak anggara biasanya di panggil ayah author rubah jadi papa soalnya gak enak manggil nya pasangan mamah kan papa... bukan ayah😁 maaf ya sekali lagi 🙏 jangan lupa like and komen nya ya dan jangan lupa vote juga terima kasih sudah baca novel ku salam manis dari author love yu hapyy reading 😘
__ADS_1