Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
47 Melahirkan


__ADS_3

Pagi itu semua penghuni rumah nampak sibuk, keluarga anggara akan segera mendapat anggota baru dengan lahirnya anak yang selama ini ada dalam kandungan klara seorang gadis kampung yang bukan keterunan keluarga kaya seperti keluarga anggara namun menjadi kebanggaan bagi keluarga tersebut karna selain baik klara akan memberikan keturunan untuk keluarga itu.


Klara di antar bu karina dan juga bi siti menggunakan mobil yang kabin nya cukup besar mereka sengaja membeli mobil yang di disign khusus untuk acara keluarga mobil tersebeut di sopiri mang wiwi, sopir pribadi kepercayaan keluarga tersebut.


Sedangkan pak anggara dan reynant berada di mobil lain di belakang mobil yang di kemudikan mang wiwi.


Di dalam mobil klara kandungan klara terus berkontraksi.


"sabar sayang kamu tahan ya! mang cepat mang kasihan klara!" seru bu karina pada mang wiwi.


"iya bu sebentar lagi"


"mah sakit" ucap klara.


"sabar ya" bu karina.


Tak memakan waktu lama akhirnya mobil pun berhasil sampai di depan rumah sakit yang di tuju, di sana seorang dokter dan juga perawat yang mereka hubungi sudah stand di depan menyambut kedatangan klara, klara pun di naikan ke atas pelbat


dan di bawa oleh para dokter dan juga perawat ke ruang persalinan dan di ikuti bu karina dan yang lainnya.


Sampai di depan pintu ruang bersalin dokter menyuruh keluarga menunggu.


"silahkan tunggu di luar hanya suami yang boleh masuk" ucap sang dokter bu karina pak anggara dan reynant bingung karna suami klara tak ada di sana.


"suaminya lagi di luar kota dok biar saya yang menemani" kata bu karina.


"oh baiklah" kta sang dokter. dokter pun masuk di ikuti bu karina.


Sementra menunggu dokter membantu persalinan klara di luar ruangan pak anggara dan reynant menunggu.


"yah aku lupa kita kan kasih tau bang han" ucap reynant pada ayah nya.


"iya kamu telpon dia" seru pak anggara.


Lalu dengan segera reynant merogoh ponselnya di saku celana dan melakukan panggilan ke nomor reyhan. "tut tut tut" sambungan telpon mulai tersambung namun belum ada jawaban lalu kembali sekali lagi reynant melalukan panggilan, masih sama panggilan masih tak di jawab hingga beberapa kali.


"bagaimana rey" tanya pak anggara.


"tak di angkat yah" jawab reynant.


"kemana anak itu?" kata pak anggara.


"mungkin bang han lagi sibuk" ucap reynant.


"mungkin" pak anggara.


Di dalam ruang bersalin.


klara tengah berjuang sekuat tenaga untuk melahirkan anaknya.


setelah beberapa menit klara berjuang akhirnya suara tangisan bayi terdengar hingga keluar ruangan.


Pak anggara dan reynant nampak terlihat terharu mendengar suara tangisan bayi yang terdengar sangat merdu.


"ayah! dengar gak" ucap reynant sambil memegang paha ayahnya yang duduk di sampingnya.


"iya rey" kta pak anggara.


Reynant sangat senang mendengar suara tangisan bayi yang bari di lahirkan klara ia memegangi kedua pipinya sendiri sembari tersenyum nampak kebahagiaan di wajah mereka berdua begitu juga bi siti yang sedari tadi menemani pak anggara dan reynant.


"bi dengarkan bayi sudah lahir bi" reynant.


"iya bibi dengar" bi siti.

__ADS_1


Setelah beberapa menit dokter yang membantu persalinan klara keluar dari ruang bersalin, dengan serempak reynant, pak anggara dan bi siti berdiri dari duduknya setelah melihat dokter keluar ruangan dan menanyakan ke adaan bayi dan juga klara.


"dok!?" ucap reynant.


"alhamdulillah nona klara berhasil melahirkan normal dan bayinya berjenis kelamin perempuan yang sangat cantik, tanpa kurang suatu apapun" kata sang dokter.


"alhamdulillah terima kasih dok" pak anggara.


"dok apa sekarang kita bisa melihat bayinya?"


"tentu tapi jangan semuanya karna pasien harus istirahat satu orang, satu orang aja masuknya sebelum nona klara dipindahkan ke ruang pemulihan" seru dokter.


"oke dok terima kasih!" reynant.


"sama-sama kalau begitu pak anggara saya tinggal dulu" ucap sang dokter lalu sang dokter pun pergi meninggalkan mereka, dokter tersebut sudah lama kenal dengan pak anggara karena dokter itu juga yang membantu persalinan istrinya ketika melahirkan anak2 nya beberapa tahun lalu.


"iya silahkan dok" Pak anggara.


"ayah aku dulu masuk" lalu reynant dengan segera masuk untuk melihat keponakannya.


"rey ayah dulu ayah kan kakeknya!" seru pak anggara namun keburu reynant masuk.


"kita tunggu saja dulu tuan" kata bi siti.


"saya sudah gak sabar ingin segera melihat cucu pertama saya, dia perempuan bi" ucap pak anggara.


"iya tuan saya juga pengen segera melihatnya pasti cantik banget" kata bi siti.


Di dalam ruangan.


setelah berada di dalam ruangan reynant mendapati klara yang terbaring lemas dan bu karina ya berdiri di sampingnya mengusap kening klara sambil sesekali tersenyum.


"mam mana bayinya?" Tanya reynant yang tiba-tiba masuk.


"loh ko di biarin sama perawat sich mam, tar bayinya di tuker lagi sama perawatnya jadinya kaya di sinetron yang dulu sering mamah tonton yang judulnya anak yang tertukar!" Ucap Reynant sambil mengaiskan sebelah tangannya semntara sebelahnya lagi menggaruk-garuk darinya.


"ah masa sich, iya juga yah gimana kalau di tuker cucu mamah lucu begitu, aakh tapi mamah masih ingat kalau cucu mamah di tuker mamah pasti tau karna mamah masih ingat wajah cucu mamah sangat cantik karna cucu mamah adalah bayi yang paaaling cantik tak ada duanya mukanya juga mirip reyhan" kata bu karina.


"yakin mam!?" reynant.


"iya kenapa nggak, kamu ini kebanyakan nonton sinetron!" cetus bu karina.


"lho bukannya mamah yang sering nonton sinetron" ujar reynant klara yang masih merasa lemas ia tersenyum melihat anak dan ibu berdebat.


"kak gimana rasanya melahirkan?" Tanya reynant pada klara.


"yah gitu dech" jawab Klara.


"gitu gimana?" reynant seolah penasaran.


"kamu ini ngapain nanya-nanya percuma kamu nanya-nanya juga toh kamu gak bakalan ngerasain" ujar bu karina.


"iya juga sich tapi kan gak ada salahnya reynant nanya mam biar ikut merasakan perjuangan seorang ibu" celoteh reynant.


"emmh ngomongnya kaya yang bener aja" ucap bu karina.


selagi asik ngobrol suster datang membawa bayi yang tak lain bayi yang di lahirkan klara.


"ini sudah selesai, sudah bersih dan makin cantik" ucap sang perawat yang menggendong bayi klara dan menyerahkannya pada bu karina yang sudah siap dengan untuk menggendong.


"haii cantik! kamu benar-benar mirip ayah mu" Ucap Reynant sembari mengelus pipi sang bayi yang masih merah itu.


"makasih ya sus" ucap bu karina pada perawat.

__ADS_1


"bunda apa sudah siap di pindahkan ke ruang pemulihan?" tanya si perawat pada klara namun bukan klara yang menjawab tapu malah bu karina.


"iya sus pindah ke ruang VVIP" kata bu karina.


"baik bu kita pindah sekarang, apa bunda sudah siap?" Tanya perawat lagi pada klara.


"Iya mba" jawab klara.


"mam aku keluar dulu kaya nya kakeknya lagi ngegurutu pengen cepet liar cucu kesayangannya yang cantik ini" pamit reynant lalu tangannya mencuil hidung si bayi lalu bergegas melangkah keluar.


"rey!" Seru bu karina.


"iya mam" reynant.


"kamu sudah hubungi abang mu?" Tanya bu karina.


"sudah mam tapi si kacrut itu susah di hubungi" jawab reynant.


"oh iya mam klara juga mesti kasih tau bapak sama ibu di kampung kalau klara sudah lahiran" kata klara.


"Iya dong sayang, emh ponselnya di tas kayanya tadi bi siti yang masukin biar mamah ambil dulu" ujar bu karina.


"makasih mah maaf merepotkan" ucap klara.


"aahh iya, kamu ini kaya sama siapa aja mamah ini kan mamah kamu" bu karina.


"ini si cantiknya mamah titip suster dulu, bisa kan dok pegang dulu sebentar cucu ku yang cantik ini?" kata bu karina sambil memberikan bayinya pada perawat yang ada di ruangan itu yang sedang mempersiapkan ke pindahan klara keruang VVIP.


"iya nyonya tentu" perawat.


Lalu tiba-tiba pak anggara masuk ke ruangan tersebut.


"mah mana cucu ayah?" Tanya pak anggara setelah mendapati istrinya di ruangan tersebut.


"eh ayah!" Bu karina kaget melihat suaminya yang tiba-tiba masuk bu karina yang baru akan menyodorkan cucu pada suster bu karina melirik suaminya dulu.


"kebetulan ayah masuk, sus biar kakeknya aja yang gendong" kata bu karina ia mengurungkan niatnya menitipkan cucunya pada perawat lalu ia menghampiri suaminya dan memeberikan bayi cantik itu pada suaminya yang juga kakek si bayi.


"mana sini biar aku yang gendong!" Seru pak anggara.


"hati-hati yah" ujar bu karina sembari memberikan bayi dari gendongannya.


"sayang cantiknya cucu opah, iya ayah tau ayah kan sudah sering gendong bayi" ucap pak anggara.


"hahh bayi siapa?" Tanya bu karina sambil menyipitkan matanya seolah ada kecurigaan.


"ya bayi ayah lah bayi kita!" Tukas pak anggara.


"maksud ayah anak-anak kita" bu karina.


"iya lah mam... mah.." pak anggara.


"mereka kan sudah pada gede bisa aja ayah lupa cara gendong bayi" kata bu karina.


"enggak lah ayah gak bakalan lupa, yah sayang opah gak bakalan lupa" ucap pak anggara yang kini fokus dengan cucu yang di gendongannya.


"pokoknya ayah hati-hati jangan sampai kenapa-napa!" Seru bu karina lalu ia kembali dengan niatnya untuk mengambil ponsel klara.


"iya" pak anggara.


ke bahagian nampak di terlihat di wajah pak anggara saat menggendong cucunya yang masih merah itu.


TBC

__ADS_1


Maaf baru update kembali di karnakan author baru sembuh dari sakit minal aidzin walfaidzin, baru sempat menyapa.


__ADS_2