
Esok pagi di kediaman reyhan
Klara yang baru beberapa jam memejamkan matanya ia kembali terbangun mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, rupanya reyhan telah bangun lebih dulu, klara bangun dengan pikiran yang masih di hantui kecemburuan dan praduga tak menentu.
Masih nampak kekesalan di wajah klara, kemudian klara bangkit lalu duduk di kasur, ia mendengar suara getar dari ponsel reyhan yang tergeletak di atas nakas klara melihat panggilan nama di layar ponsel reyhan bernama arul dengan ragu klara mengangkat panggilan tersebut dengan tidak mengeluarkan suara.
"Hallo boss polisi sudah berhasil menangkap dokter alin dan semalam dia langsung di bawa ke polse, boss anda juga bisa melaporkan dokter alin atas dugaan pencampuran obat terlarang keminuman anda malam itu, biar dia tau rasa boss! hallo boss, boss! mendengar saya kan?" tak ada jawaban dari klara, lalu klara memutus panggilan tersebut.
Mendengar perkataan anak buah reyhan di balik sambungan telpon klara terdiam dan kaget dengan apa yang di katakannya klara mulai berpikir, apa yang sebenarnya sudah terjadi pada suaminya, klara berpikir dengan keras seraya masih memegangi ponsel reyhan, saat keluar dari kamar mandi reyhan mendapati klara sudah terduduk di kasur.
"Sudah bangun" sapa reyhan klara dengan segera menaruh ponsel reyhan di belakang pantatnya karna tak mendapat jawaban dari klara, reyhan tak mau kembali membuat kesal istrinya lalu ia berjalan hendak memakai pakaian, saat sudah beberapa langkah klara melihat punggung suaminya yang masih telanjang dada, klara turun dari kasur berlari dan berhambur memeluk reyhan dari belakang, merasa mendapat pelukan reyhan menghentikan langkahnya.
"Ada apa?" Tanya reyhan.
"Maafkan aku" ucap klara.
"Untuk apa?" Reyhan.
"Maaf kan aku semalam aku sudah marah-marah sama kamu" mendengar permintaan maaf yang keluar dari mulut klara membuat reyhan melepas pelukan klara kemudian berbalik dan memandang wajah klara.
"Ada apa denganmu? kenapa tiba-tiba main peluk-peluk" reyhan merasa aneh dengan sikap klara yang tiba-tiba berubah mood.
"Maafkan aku! maafkan aku" klara menundukan kepala saat reyhan memandang wajahnya ia merasa terlalu besar rasa bersalahnya pada reyhan, saat mendapat ucapan maaf dari klara ponsel reyhan kembali bergetar.
"Sebentar aku angkat telpon dulu" ucap reyhan lalu mengangkat panggilan dari orang yang sama saat klara mengangkat panggilan yang masuk ke ponsel reyhan.
"Ada apa?" Tanya reyhan.
"ada apa?!!!Jadi boss tadi gak mendengar apa yang saya sampaikan?" Jawab arul.
"Kapan?"
"Barusan saya menelpon boss saya bicara panjang lebar tapi boss hanya diam"
"Ya sudah langsung saja kamu mau bilang apa?" Kemudian arul kembali menceritakan apa yang ia ceritakan pada klara yang tanpa sadar kalau bukan boss nya yang mengangkat telepon reyhan.
"Oke baiklah kalau begitu kita ketemu di kantor nanti"
"Baik boss" dan tut tut tut panggilan telpon di akhiri reyhan setelah menutup panggilan masuk dari arul, reyhan Kembali memandang klara yang berdiri di samping reyhan.
"kamu yang mengangkat panggilan masuk diponselku?" Tanya reyhan pada klara.
__ADS_1
"Iya maafkan aku sudah lancang! tapi Kenapa gak pernah bilang soal kejahatan alin?" Tanya klara.
"Untuk apa?"
"Untuk membuat aku tidak salah faham sama kamu" reyhan tersenyum pada klara, klara kembali memeluk reyhan dengan erat maafkan aku! Maafkan aku semalam aku sudah begitu marah sama kamu tanpa alasan, dan aku membiarkan kamu menghadapi masalah sendiri aku sebagai istrimu hanya sibuk dengan perasaanku yang tak jelas, maafkan aku!" Klara semakin mempererat pelukannya.
"Aku mendengar kata maaf itu sudah beberapa kali!" Reyhan.
"maafkan aku! aku gak mau jadi istri berdosa karna sudah memarahimu dan berkata kasar aku pantas di hukum" kembali permintaan maaf keluar dari klara. reyhan mencium pucuk kepala klara dengan mesra dan masih dalam keadaan bertelanjang dada klara mendongak dan memandang wajah reyhan hingga akhirnya mereka saling memandang kemudian reyhan menciumi wajah klara.
"menurutmu hukuman apa yang pantas untukmu?" goda reyhan.
"apa saja aku akan menerimanya, asal jangan meminta ijin untuk menikahi wanita lain" ucap klara.
"hahahahahaha" reyhan tertawa setelah lama tak mendengar suara tertawa reyhan hari itu ia kembali mendengar suara tertawa itu.
"kenapa tertawa?" Tanya klara.
"kamu pikir wanita mana lagi yang mau aku nikahi?" Reyhan balik bertanya.
"ya mana aku tau" jawab klara.
"aku hanya ingin kamu wanita satu-satunya yang akan menemaniku sampai hari tua dan menutup mata" kata reyhan.
"Sayang sekarang kita sudah sah menjadi suami istri?" Kata reyhan.
"Iya"
"dan aku ingin menghumu pagi ini"
"apa hukumannya?"
"aku mau Melakukan, lebih tepatnya aku ingin mrndapatkan hak aku"
"hak kamu, hak yang mana?"
"Hak aku yang selama ini aku tahan mumpung aku belum mengenakan pakaian?" Reyhan berbisik pada klara sembari mendekatkan tubuhnya pada klara dan menarik pinggang klara, klara dapat merasakan bagian tubuh reyhan yang sudah tegak berdiri yang hanya tertutup handuk seolah menacap tepat di bagian ***** klara apalagi saat itu klara menggunakan baju tidur berbahan tipis.
"Katanya mau menemui orang pagi-pagi keburu siang nanti" tukas klara setelah menyadari apa yang di maksud reyhan.
"oke baiklah aku akan pergi tapi kembali aku harus menahan apa yang harusnya sudah aku dapatkan, kamu gak tau betapa susahnya selama dua minggu aku selalu menahan hasrat untuk tidak mencumbumu ketika aku melihatmu berada di sisiku, apa lagi saat malam pertama di hotel waktu itu, itulah sebabnya aku lebih memilih menyibukan diri dengan pekerjaan" ucap reyhan.
__ADS_1
tanpa aba-aba klara mencium bibir reyhan dan tentu saja mendapat balasan dari reyhan sejenak klara melepas ciumannya dan berkata.
"Kenapa gak memintanya, apa kamu pikir aku nggak sama denganmu? Kamu tau setelah menikah dan tidur satu ranjang saat itu ingin rasanya ketika tidur aku berada dalam pelukanmu"
"sayang hari ini aku memintanya?" ucap reyhan, klara menganggukan kepala dan reyhan yang masih bertelanjang dada langsung membawa klara ke atas ranjang dan memberikan sebuah surga dunia yang biasa di rasakan pasangan suami istri, permainan semakin panas yang menghasilkan berkeringat di antara dua menjadi satu di pagi itu, untungnya semalam intan di jemput bu karina karna merasa kangen pada cucunya,
Reyhan kembali mendapatkan tubuh klara setelah beberapa tahun silam reyhan mendapatkan tubuh klara dengan penuh dosa dan penyesalan yang akhirnya melahirkan intan si gadis cantik hasil perpaduan dua embrio yang menyatu di rahim klara.
Namun kini tak akan ada penyesalan di antara mereka berdua yang ada hanya kebahagian yang akan saling melengkapi satu sama lain.
Pergulatan di atas ranjang akhirnya berkahir setelah titik ******* reyhan dapatkan, dan jatuh lemas di samping klara.
"terima kasih sayang, kamu masih menjaga kehormatan kamu untuku" ucap reyhan, lalu mencium kening klara dan memeluknya klara pun memeluk reyhan.
"sayang bukankah pagi ini mau ketemu orang?" Klara mengingatkan.
"aku jadi males" kata reyhan sembari memeluk klara yang masih dalam ke adaan te*******.
"lho ayolah semangat! sepulangnnya nanti aku mau mendengar apa yang sudah dilakukan alin padamu" klara.
"kamu beneran mau tau kejahatan apa yang di lakukan alin?"
"iya aku mau tau, karna sekarang aku istrimu dan aku gak mau ada yang kamu sembunyikan dari aku"
"baiklah aku akan cerita"
"tapi sayang bukankah kamu mau bertemu orang"
"tenang saja aku bisa cansel pertemuannya"
"ko bisa?"
"mau dengerin cerita soal kejahatan si alin atau mendengarkan cerita tentang bagaiman orang bisa tunduk di bawah perintahku?"
"ahh iya iya aku mau dengar soal alin" kata klara, reyhan bercerita sembari tidur dengan tangan memeluk istrinya.
Reyhan menceritakan apa yang terjadi padanya karna perbuatan alin.
satu bulan lalu reyhan mendapat masalah di rumah sakit milknya tempat alin bekerja sebelum reyhan memecatnya, rupanya pemecatan alin tak membuat efek jera pada alin.
alin merencanakan sesuatu untuk balas dendam pada reyhan alin menyuruh orang untuk menukar beberpa obat yang tak layak konsumsi di rumah sakit reyhan, hingga membuat beberpa pasien keracunan obat, dan beberapa di antaranya ada yang meninggal akibat ulah alin, perbuatan alin membuat reyhan mendapat masalah besar, rumah sakit reyhan di laporkan pihak keluarga pasien ke pihak berwajib dan mendapat kecaman dari pihak dinas kesehatan hingga membuat rumah sakit reyhan terancam di cabut perijinannya, tapi reyhan tak pantang menyerah begitu saja reyhan menyewa beberapa orang dari kepolisian untuk menyelidiki kejadian tersebut hingga akhirnya pelakunya yang tak lain adalah alin seorang dokter di tangkap yang pernah bekerja di rumah sakitnya di tangkap selain itu reyhan juga menceritakan bagaiman saat itu reyhan mau membalas ciuman alin, itu karna obat perangsang yang di masukan alin ke dalam minuman reyhan hingga reyhan sempat hampir terlena, untung obat tersebut masih dalam dosis rendah hingga tak membuat tubuh reyhan tak sadar, mungkin itu juga berkat doa seorang ibu yang selalu mendoakan anaknya agar selalu di jaga dari orang-orang
__ADS_1
To Be Continue