Ex Bastard

Ex Bastard
Raja Dewangga


__ADS_3

Seorang pria bersetelan resmi berjalan terburu buru memasuki sebuah rumah sakit,dan terus berjalan melewati lorong demi lorong,menerobos sebuah kamar, begitu tiba raut nya terkejut kala mendapati sesuatu yang ada di depannya "Bunda are you okay??" tanyanya khawatir.


Melihat Bundanya terbaring di ranjang dengan selang infus ditangannya " Hay sayang, bunda baik baik saja" Yasmin mengelus pipi putranya yang kini sudah tumbuh semakin dewasa. "Bunda kangen kamu"


"Aku juga, aku khawatir sama bunda, begitu dengar bunda sakit aku langsung kesini" Raja mencium tangan Yasmin, terdengar pintu toilet terbuka dan menampakan sang Ayah, yang tak lagi muda namun masih terlihat tampan. "Ayah bagaimana kabarnya?"


Azka tersenyum lalu memeluk Raja "Ayah baik, hanya bundamu yang membuat Ayah khawatir tau sendiri dia keras kepala dan tak mau dirawat,dan bersi keras ingin pulang"


"Aku cuma anemia mas, gak usah lebay deh"Yasmin mencebik.


"Kalo cuma, gak mungkin pingsan sayang, itu artinya kamu harus dirawat" Yasmin akhir akhir ini memang sering pingsan, dan dokter menyatakan bahwa dia terlalu lelah dan mengalami anemia.


"Ayah benar bun, harusnya chek up lebih lagi agar bisa mencegah sesuatu yang tak diinginkan" Bujuk Raja, "Bunda tau aku langsung ambil penerbangan dari Yogya kesini, karna khawatir" Raja bahkan meninggalkan rapatnya saat Azka memberi tahu Yasmin masuk rumah sakit,Raja memang sudah tak tinggal bersama Yasmin lagi, ia tinggal bersama Sandi ayah kandungnya dan meneruskan perusahaan papanya di Yogyakarta, karna Sandi yang tak punya keturunan lain, bahkan setelah ia memutuskan menikah lagi,terlebih setelah tuan Anggoro meninggal seluruh harta keluarga Anggoro jatuh ke tangan Raja.


Sebenarnya Raja enggan karna ia jadi berjauhan dengan Yasmin dan Azka,namun mau bagaimana lagi saat Ayah biologisnya mulai menua dan menginginkan istirahat di masanya sekarang ia dengan terpaksa memegang kendali, di usianya yang ke 29 tahun,ia sudah terbiasa karna semenjak di bangku SMA, Sandi selalu melibatkannya dalam perusahaannya.


Raja Dewangga nama yang di berikan Yasmin saat memutuskan merawat Raja sendiri saat itu, ibu Raja meninggal dunia saat melahirkan Raja,juga Sandi yang tak mau mengakui Raja kala itu, baru setelah Sandi merasakan kemalangan dan menyadari kesalahannya Raja mendapat pengakuan dan Sandi kembali memperjuangkan Raja sebagai anaknya, (Baca Aku bukan hanya bayangan season 2)


"Adik adik kamu juga sudah membujuk tapi tetap tidak mau" Azka menghela nafasnya.

__ADS_1


"Ya sudah aku jagain bunda di sini sampai bunda beneran sehat mau?" Yasmin tersenyum lalu mengangguk.


Azka mendesah lega akhirnya Yasmin mau di rawat lebih lama.


Pintu terbuka menampakan dua gadis cantik yang membawa beberapa kantung makanan "Loh ada Kakak?" Rona menghambur memeluk Raja, disusul adiknya Aqila, yang masih berseragam SMA.


"Kuliah kamu sudah selesai?" Raja yang melihat Rona masih membawa tasnya juga Aqila yang masih mengenakan berseragam putih abu.


"Iya, tadi langsung kesini soalnya khawatir ayah belum makan" Rona memberikan kantung berlogo sebuah restoran kepada Azka "Ayah makan dulu, aku beli, soalnya gak sempat pulang tadi"


"Gak papa, makasih sayang" Azka pun duduk di sisi Yasmin dan mulai memakan makan siangnya sesekali memberi suapan pada Yasmin agar ikut makan, makanan yang di beli Rona adalah makanan sehat, maka dari itu Azka tak membantah saat Yasmin juga menginginkannya.


Raja, Rona dan Aqila duduk di sofa sambil berbincang melepas rindu pada Raja yang karna kesibukannya jadi jarang datang mengunjungi mereka, meski kadang Rona juga berlibur ke Yogya untuk sesekali bertemu Raja.


"Baik, papa sama mama besok menyusul jenguk bunda" Rona mengangguk, mereka memang akrab satu sama lain terlebih mama sambung Raja juga pribadi yang ramah dan baik.


"Kakak, aku belum minta hadiah ku, kemarin aku dapat peringkat pertama lagi" Aqila menengadahkan tangannya.


"Wow, adik kakak memang selalu hebat.." Raja mengusak rambut Aqila, yang bersandar dibahunya. "Kamu mau apa? nanti kakak belikan.." belum sempat Aqila menjawab Rona tiba tiba berdiri mengingat sesuatu.

__ADS_1


"Oh iya aku lupa tadi aku datang sama Queen juga.."Rona menepuk jidatnya, ia baru ingat meninggalkan Queen di parkiran,Tak lama suara ketukan pintu terdengar lalu terbuka.


"Siang om, tante.." sapa Queen dengan senyum tiga jarinya.


"Oh, hay Queen, kamu kesini?"


"Iya tante, kebetulan tadi jadwal kelas sama Rona bareng jadi begitu denger tante sakit aku ikut kesini" Queen memberikan bingkisan yang tadi dibelinya bersama Rona.


"Ya ampun kamu kenapa repot repot bawa bingkisan segala, makasih loh" Yasmin menyerahkan bingkisan nya pada Azka dan di simpan di atas nakas.


"Maaf Queen aku sampai lupa kalau kesini sama kamu" Rona menggaruk tengkuknya.


Queen mendelik untung saja tadi dia bisa menemukan ruangan ini dengan bantuan resepsionis jika tidak mana tau ruangan dimana Yasmin di rawat.


"Eh.. ada kak Raja, apa kabar kak?" Queen mendadak bersemangat saat melihat ada Raja diantara mereka.


"Hmm.. Baik" Queen tersenyum kecut, selalu saja begitu Raja tak pernah menggubrisnya dan bersikap datar.


.

__ADS_1


.


Queen sejak masa kanak kanak memang selalu menaruh kekaguman pada sosok Raja, Raja yang begitu menyayangi keluarganya dan bersikap lembut pada adik adiknya dan juga pada Yasmin.. Terang saja karna Queen tau dari mommy Kanaya Raja di asuh oleh Yasmin sejak ia bayi merah, hingga dewasa maka Raja begitu menomor satukan bundanya juga adik adiknya, bahkan di banding papa kandungnya sekalipun.


__ADS_2