Ex Bastard

Ex Bastard
EdAn-(18)


__ADS_3

Bagaimana bisa ini terjadi, bukankah ini alasan Anina menikah dengan Bagas agar anaknya tak menjadi anak haram.


Ketakutan Anina yang dulu akan terjadi sekarang.. itu tidak boleh tarjadi.. yang terjadi padanya dulu tak boleh terjadi pada Queen.


"Anina.."


"Anina.."


"AN.." Teriak Edward sejak tadi Edward memanggil Anina namun tak di dengar,Edward mencengkram bahu Anina lalu mengguncangnya.


Edward melihat Anina berkaca kaca, matanya memancarkan kesedihan dan penderitaan, Edward memeluk Anina dan membiarkan Anina menumpahkan kesedihannya.


"Tidak boleh Ed, itu tak boleh terjadi.. Queen bukan anak haram.. dia anak aku, aku punya kartu keluarga dia punya ayah.." Edward membiarkan Anina meracau.


Anina mendorong Edwad menjauh "Sudah aku bilang jangan dekati aku dan Queen, biarkan kami hidup sendiri dengan begitu aku tetap menjadi janda, dan Queen tetap anaknya Bagas.."


"Tapi dia anakku?"


"Mengapa tidak dari dulu kamu mengakuinya..? sekarang jadi rumit"


"Aku akan memperbaikinya"

__ADS_1


"Apa..? apa yang akan kamu lakukan, kamu gak tau rasanya di maki dan di hina sebagai anak haram, dijauhi semua orang,aku gak mau itu terjadi sama Queen.. gak akan"


"Itu gak akan terjadi An,." mengapa Anina bicara seperti itu,Edward tidak akan membiarkan itu terjadi.


Anina tampak kacau matanya merah, putus asa "Begini.. begini saja, kamu jauhi aku dan Queen, kembalilah pada Liza.. jauhkan Liza dari Queen.."


"Kamu gila, aku gak akan lakukan itu.. aku gak akan tinggalin kamu juga Queen" susah payah ia membawa Queen dan Anina dan sekarang ia harus melepas mereka, jangan harap..


"Tolong aku Ed.."


"Ada apa sama kamu An, aku gak akan biarin itu terjadi.. tenanglah.. kenapa kamu sepanik ini"


"Kamu gak ngerti Ed, aku.. aku tau rasanya dihina sebagai anak haram dan itu mengerikan"


Melihat Anina semakin kacau, Edward meminta pengasuh membawa Queen pergi, apa saja yang dialami Anina mengapa ia begitu takut padahal jelas jelas Edward tidak akan membiarkan itu terjadi.


Anina menatap kosong kedepan, sedang Edward hanya memperhatikan nya, ponsel Edward berdering.. melihat siapa yang menelponnya Edward mematikannya segera, tak ada waktu untuk meladeni wanita gila itu, ragu ragu Edward memegang tangan Anina "An..? ayo istirahat" sudah satu jam ia dan Anina masih ditaman.


"Mana Queen?" baru tersadar Anina baru bertanya dimana Queen.


"Dibawa pengasuh..ayo istirahat diluar sudah mulai gelap" hari sudah sore saat mereka main di taman tadi, dan benar saja langit sudah mulai menggelap.

__ADS_1


"Jangan khawatir Queen aman, kamu harus istirahat muka kamu pucat..aku harus pergi"


"Kemana?"


"Bukannya kamu gak mau seatap sama aku, anggap saja aku mau pulang dulu.." Edward memberi kecupan di dahi Anina lalu menyelimutinya dan bersiap pergi, namun tangannya di cekal Anina. "Apa? kamu butuh sesuatu?"


Anina menggeleng "Bisakah kamu pastikan itu gak terjadi pada Queen, tak perlu ungkapkan Queen anak kamu, biarkan orang mengira Queen anak Bagas, kita akan tetap menikah aku janji,, asalkan jangan biarkan itu diketahui orang lain,Bagas pasti mengerti.."


"Andai aku gak bilang, Liza akan tetap membeberkannya An, aku cuma memberi tahu agar nanti kamu gak kaget, dan salah faham" Edward yakin Liza belum menyerah ambisi Liza terlalu besar,apalagi Edward hanya mendapat kontrak kecil saja mau bagaimana lagi dengan reputasi Liza yang buruk hanya itu yang didapatnya. dan sejak dulu Liza tak menerima kekalahan dan bodohnya Edward tak tau hanya untuk mendapatkan keinginannya Liza rela memberikan tubuhnya, Edward duduk disisi Anina lalu mengusap pipi Anina lembut "Tenang lah aku akan melindungi kalian"


Anina memeluk Edward tiba tiba, bolehkan Edward senang sekarang, ini kali pertama Anina memeluknya secara suka rela, Edward mengeratkan pelukannya ingin sekali ia menghabiskan waktu bersama Anina lebih lama apalagi dalam posisi seperti ini,namun Edward harus pergi sekarang.


.


.


Ditempat lain Liza sedang mengumpat karna Edward mengacuhkan panggilannya "Sialan kamu Ed, bagaimana bisa aku cuma jadi model pengganti, kontrak apa yang kau dapatkan"


"Udahlah Liz memang apa yang bisa di dapatkan model yang udah tercemar kayak kamu" Manager Liza bersungut sungut. "Uang kamu sudah menipis, dan kamu udah gak menerima pesanan lagi sejak seminggu lalu, begini saja kamu terima pesanan hari ini dia berani bayar besar asal kamu bisa bersamanya tiga hari saja" Ya sejak bercerai dengan Edward ia tak di terima di agensi manapun, dan Liza menjajakan tubuhnya pada para pria hidung belang untuk di nikmati dengan bayaran besar, tentu saja gaya hidup mewahnya menjadikan nya tak pernah cukup.


Edward bahkan memberikan kompensasi atas perceraian mereka, juga rumah yang dulu mereka tempati menjadi milik Liza seutuhnya, namun Liza tak puas ia ingin kembali meraih ambisinya menjadi seorang model internasional yang belum tercapai.

__ADS_1


"Akan ku pastikan kamu menyesal Ed,.." gumamnya "Baiklah terima tawarannya" manager Liza bersorak senang, dan langsung menghubungi pria kaya yang menyewa Liza. "Ini untuk terakhir kali, aku pastikan setelah tiga hari, aku akan kembali keposisiku" Bodohnya Liza mengapa tidak langsung saja beberkan semuanya dari pada berharap pada Edward.. dengan begitu orang orang akan mulai iba padanya dan mengembalikan posisinya.


__ADS_2