
"Begitu saja?" tanya Arman saat mereka keluar dari parkiran rumah sakit.
"Memang mau apa, tidak mungkin aku menghajarnya kan?"
"Ck..tidak seru, padahal dia sudah membuat Queen pergi jauh hingga Belanda" gerutu Arman
"APA?"
"Tak usah berteriak.." Arman menggosok telinga nya.
"Sh it dia pergi sejauh itu, pantas saja aku menunggu di depan rumah mertuaku tapi dia tak pernah muncul" Arman menggedikkan bahu nya seolah tak peduli.
Raja memacu mobilnya lebih cepat "Hey.. ini bukan arah pulang"
"Aku mau ke bandara"
"Kau mau langsung ke Belanda?"
Raja menggeleng "Sebelum menemui Queen aku harus meyakinkan mertuaku dulu,jika aku menantu yang baik"
"Cih..." Arman berdecih, lalu hening tiba tiba suasana menjadi canggung di antara mereka
Raja berdehem sebelum berkata"Arman?"
"Hmm" Arman bergumam malas.
"Terimakasih, dan maafkan aku.. tentang kejadian dulu, aku memang bodoh sudah percaya begitu saja pada wanita itu.."
Arman menghela nafasnya "Ya, kamu memang bodoh" Raja berdecih tapi tak membantah.
"Semoga kamu bisa kembali pada Queen"perkataan Arman membuat Raja tertegun, bisa dilihat doa itu tulus dari Arman
"Terimakasih.. aku kira kamu menyukai Queen"
"Ya, seandainya dia tak menolakku tapi sepertinya Queen perempuan setia yang tak goyah oleh lelaki yang lebih tampan darimu,kau beruntung..mendapat cintanya"
Raja menunduk merasa menyesal "Ya aku sangat beruntung.."
"Hmm.. dan Queen tak beruntung mendapatkan mu"
__ADS_1
"Sialan.."
.
.
.
Edward menatap Raja dengan tenang,baru saja Edward melihat bukti bukti dari Raja yang menyatakan Selin sama sekali tak hamil.
"Lalu.."
"Lalu..?"
Edward menghela nafasnya "Bagus jika perempuan itu tak hamil, lalu apa jaminannya jika kamu tak akan menyakiti putriku lagi?"
"Aku menjaminnya dengan nyawaku"
Edward terkekeh "Jika Queen ingin tetap berpisah,aku tak bisa berbuat apapun"
"Papa harus mendukungku, karna ini menyangkut keturunan keluarga ini juga"
Edward mengeryit "Apa?"
"Jadi ini hanya karna keturunanmu saja,ck.. tenang saja meski tak ada kamu, aku bisa jadi kakek sekaligus Ayah untuk cucuku.. ku pastikan cucuku tak akan kurang kasih sayang"
Raja menggeleng "Tidak pa, aku benar benar mencintai Queen, aku hanya butuh satu kesempatan lagi.."
"Baiklah.. tapi untuk saat ini beri Queen waktu untuk sendiri" Bukan Edward yang bicara tapi Anina.
"Ma..?" Edward ingin protes tapi Anina menatap Edward tajam,Anina masih marah saat Edward mengatakan putrinya pergi ke Belanda tanpa memberi taunya, lalu kembali melihat Raja yang masih menunduk.
"Dengan satu syarat, jika Queen sudah memutuskan maka kamu tak bisa memaksa lagi, kebahagiaan anak ku adalah yang utama" Anina mengusap bahu Raja.
Raja mengangguk pasti, ia yakin Queen akan kembali padanya karna Queen mencintainya,dan jika pun Queen menolak dirinya akan melakukan segala cara untuk mendapatkan Queen kembali.
.
.
__ADS_1
.
2 tahun kemudian...
😅😅 Enggak deng kelamaan..
2 bulan kemudian..
Belanda memasuki musim dingin sudah dua bulan Queen berada di negara dimana Granny nya berada, berniat menenangkan hati sebelum bersiap menghadapi kenyataan yang mungkin akan menyayat hatinya.
Entah apa yang terjadi dengan Raja, mungkinkah dia sudah menikah dengan Selin,karna ada janin yang harus di pertanggung jawabkannya.
Queen juga merasa sangsi atas perkataan Raja yang mengatakan jika dia mencintai Queen,entah itu jujur atau tidak.
Queen sering menghubungi Edward ataupun Anina, namun ia tak pernah mau menyinggung tentang Raja,lalu Queen akan mengalihkan pembicaraan saat Anina atau Edward memancingnya soal Raja.
Apakah Raja sudah menandatangani surat perceraian mereka..? ah, tentu sudah bukankah Raja harus menikahi dengan Selin apa lagi usia kandungan Selin pasti sudah lebih besar sekarang.
Queen berjalan tergesa saat merasa dibelakangnya ada seseorang yang mengikutinya,Queen mengeratkan mantelnya sambil terus berjalan menyusuri trotoar,ia baru saja keluar dari pusat perbelanjaan dan membeli beberapa kebutuhannya, namun di tengah jalan ia merasa ada seseorang yang mengikuti dan mengawasi garak geriknya.
Terlihat dari siluetnya Queen mengira itu seorang pria, wajahnya terbungkus syal tebal lalu kepalanya yang tertutup topi, hanya saja Queen tak bisa mencurigai seseorang begitu saja, terlebih tak hanya dirinya ada beberapa orang masih berlalu lalang disana,entah lah hanya perasaannya saja atau benar benar ada yang mengikutinya, beberapa hari ini beredar kabar bahwa ada seorang pria mesum yang selalu menguntit perempuan di daerah tersebut,tentu saja Queen ketakutan bagaimana jika itu adalah pria mesum dan akan berbuat jahat padanya.
Queen masih terus berjalan dengan sesekali melihat ke belakang,lalu mendesah lega saat semua terasa normal.
.
.
.
Pria itu menatap tajam jalanan yang menelan Queen, ia terlambat mengikuti karna langkahnya terhalang seseorang,sudah sejak tadi dia menunggu Queen keluar dari mini market,dan sekarang ia kehilangan jejak karna seseorang yang mencekalnya di tengah jalan.
"Siapa kau?"
Lalu tanpa aba aba..
Bugh..
.
__ADS_1
.
Cie..... Siapa yang berharap Raja ketemu Queen pas udah punya anak terus anaknya udah gede..?ðŸ¤