Ex Bastard

Ex Bastard
Lunch..?


__ADS_3

Seperti pagi biasanya Queen akan memasangkan dasi untuk Raja dan di hadiahi sebuah kecupan oleh Raja, kegiatan setiap pagi yang wajib mereka lakukan bahkan lebih dari itu Raja sudah mulai berani untuk mecium bibir Queen, bahkan memberi lu matan kecil sesekali.


"Hari ini aku mau makan di resto Arman boleh?" tanya Queen.


"Kenapa?"


"Gak papa cuma lagi mau aja"


"Ya udah nanti aku siang pulang dulu kita makan bersama"


"Kakak gak sibuk memang?, aku bisa makan sendiri"


"Gak ada, nanti makan sama aku" Tegas Raja lalu pergi keluar setelah memberi ciuman di bibir Queen.


Raja masih berkutat dengan pekerjaannya saat jam makan siang sudah dekat, Raja ingin menyelesaikan segera pekerjaannya agar bisa segera makan siang dengan Queen, namun tiba tiba seseorang mengetuk pintu "Permisi pak, mbak Selin meminta bertemu?"


Raja sedikit tersentak kala nama yang hampir dua bulan itu tak lagi terdengar, tidak tepatnya Raja yang masih belum menghubungi Selin kembali, ada apa dengannya hingga dia bisa lupa seperti ini?


"Biarkan dia masuk" tak berapa lama Selin muncul dari balik pintu, perempuan itu masih sama terlihat cantik dan dewasa, namun ada sesuatu yang baru saja Raja sadari Selin terlihat lebih kurus dan tampak tak bersemangat, Selin tersenyum sendu kearah Raja, matanya memancarkan kerinduan dan keputus asaan.


Ada setitik rasa bersalah di hati Raja karna sudah abai pada perempuan yang berdiri di depannya sekarang.


"Kamu apa kabar Ja?"


"Baik.."


"Ya, itu terlihat dari wajah kamu yang terlihat cerah, berbanding terbalik denganku" Selin menunduk namun setitik air matanya jatuh "Maaf tentang waktu itu.. aku.. cuma merasa putus asa, aku takut kamu melupakanku begitu saja" Raja bangkit dan duduk di sisi Selin dan mengusap air mata Selin dengan tisu.


"Tidak masalah aku sudah melupakannya" Selin mendongak menatap Raja dengan mata memerah dan sayu, lalu memeluk Raja.


"Makasih.. aku tau kamu pasti maafin aku"

__ADS_1


Tubuh Raja menegang saat Selin memeluknya, bahkan ia bisa merasakan pelukan Selin semakin erat, tapi mengapa rasanya berbeda, pelukan itu tak lagi terasa hangat seperti dulu,ada apa dengan dirinya bahkan ia tak merasakan dirinya bergetar sekarang.


"Aku gak bisa berhenti mikirin kamu Ja, aku bahkan selalu menangis setiap ingat waktu itu, aku malu.."


"Sudahlah jangan difikirkan lagi" Selin mengangguk.


"Jadi bagaimana dengan pernikahan kamu?"


"Huh?"


"Bukankah ini sudah hampir dua bulan"


Degh..


"Bukankan kamu bilang ini hanya tiga bulan itu berarti tinggal satu bulan lagi, aku menunggu kamu Raja,aku menunggu kamu kembali padaku"


Raja kembali menegang mengapa dia bisa lupa dengan waktu, setiap yang ia lewati dengan Queen tak terasa begitu saja,dan mengapa serasa begitu cepat berlalu.. satu bulan lagi?.. benarkah secepat itu?


.


.


"Silahkan tuan putri.."


"Ck.. lebay"


"Mau pesan apa Nyonya, khusus untuk anda akan saya buat spesial dengan tangan ajaib saya"


"Wow,, beruntungnya saya, terimakasih tapi saya masih menunggu suami tercinta saya, bisakah anda menunggu sebentar saja?"


"Baiklah, untuk lebih membuat anda nyaman saya dengan senang hati menemani anda berbincang sembari menunggu suami tercinta anda" Arman memutar matanya malas, sedangkan Queen terkekeh.

__ADS_1


Dan akhirnya Arman dan Queen berbincang sambil menunggu Raja datang, namun sudah hampir satu jam Raja tak kunjung muncul "Kamu yakin Raja akan datang"


"Ya, tadi katanya akan makan siang bersama"


"Lebih baik makanlah lebih dulu, kamu bisa kelaparan, mungkin dia sedang sibuk"


"Aku tunggu sebentar lagi.." Arman mengangguk, lalu terdengar notifikasi dari ponselnya, dengan segera Arman membuka dan melihat postingan seseorang,, Arman menghela nafasnya dan melihat kearah Queen.


"Queen makanlah dulu, Raja tidak akan datang"


Queen mengeryit, lalu Arman menunjukan ponselnya menunjukan laman Instagram seseorang..


Selin0604


lunch with my lover..❤️


Lalu tertera poto sebuah tangan tengah menggengam tangan seorang pria, dan Queen tau tangan siapa itu, terlebih cincin yang tersemat di jari manis sang pria sama dengan miliknya.


Queen tersenyum kearah Arman "Baiklah tuan chef aku mau sesuatu yang pedas, dan sangat pedas bisakah buatkan untuk ku"


.


.


.


Waduh.. waduh.. waduh..


siap untuk kembali memaki Raja,mari gaspol.. siapkan tisu untuk chap selanjutnya🤭


Aku up tiga chapter hari ini jangan lupa sawer ya, biar jarinya tambah semangat buat goyang💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2