
Raja keluar dari kamar mandi dan mendapati Queen yang sedang duduk melamun di tempat tidur.
"Hey, ada apa? kamu melamun?" Raja berjongkok di depan Queen.
Queen tertegun,apa yang harus ia katakan, dan mulai dari mana, dan apa Raja akan marah? tidak apapun yang akan Raja lakukan Queen akan menerimanya sekalipun Raja akan menyalahkannya,asalkan jangan Nathan dan Nala yang jadi sasaran,seperti apapun mereka Queen menyayangi mereka.
"Aku ingin bicara" Queen menunduk enggan menatap mata Raja.
Raja makin heran dengan raut Queen yang terlihat sedih, tangannya terangkat untuk menyentuh dagu Queen hingga Queen mendongak,mata mereka beradu Queen menarik nafasnya.
"Ada apa?"
"Itu.. tentang.." baru saja Queen membuka mulutnya ketukan pintu menghentikannya.
"Nona den Nathan dan non Nala sudah datang" seorang pelayan memberi tahukan Queen lalu pergi setelah Queen mengiyakan.
"Kak.. aku mau bicara soal.."
"Nanti saja kamu temui dulu si kembar nanti aku susul setelah pakai baju"Raja yang masih mengenakan handuk di pinggangnya, dan merasa masalah yang akan Queen bicarakan bisa ditunda.
Queen menggeleng tidak Raja harus tau dari Queen sebelum Raja tau dari Nathan dan Nala yang sebenarnya,agar Raja tak terkejut nantinya "Tapi kak aku mau bicara soal Nathan dan Nala sama kakak"
Raja mengeryit, sedangkan Queen menghela nafasnya "Aku gak masalah kakak marah sama aku, marahi saja aku tapi jangan marahi Nathan sama Nala, mereka adik adik ku"
"Kamu ngomong apa sih,ngapain aku marahin mereka,mereka juga adik adik aku, lagian kalo mereka gak salah apa apa ngapain aku marahin" Raja menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Itu sebenarnya mereka yang masukin obat tidur ke minuman kita dan menjebak kita tidur waktu itu.." Queen mengucap dengan satu tarikan nafas,Raja terdiam dan mematung.
"Apa?" Bagaimana bisa kedua bocah itu berulah seperti itu kesalahan mereka sangat besar.
"Aku gak masalah kamu marah sama aku,asal..kakak maafkan mereka"
"Sejak kapan kamu tau?" Queen diam nada suara Raja bahkan meninggi dan itu membuat Queen terkejut"Kamu tau itu,dan gak bilang sama aku!!" Queen melihat Raja dan wajah Raja di balut penyesalan yang amat dalam.
"Kamu.. tau Queen kesalahan mereka sangat besar, kamu tau gara gara mereka kita.."
"Ya aku tau, kakak terpaksa menikah denganku.. lalu kehilangan mimpi kakak menikah dengan perempuan yang kakak suka, tapi tidak bisakah cukup sampai disitu..aku sudah menerima semuanya semua hukuman kakak dengan membenciku, aku cuma minta maafkan mereka"
Raja menukik alisnya,bukan itu maksudnya , tapi gara gara kelakuan Nathan dan Nala Raja bahkan sampai salah faham pada Queen lalu berkata kasar hingga menyakiti Queen,kala itu dan itu membuatnya menyesal hingga sekarang.
"Bukan itu.. maksud ku" Queen menunduk ia meredam sakit dihatinya mungkin masih ada penyesalan dalam diri Raja menikah dengannya dan kehilangan Selin, andai drama ini tak pernah terjadi, pasti Raja dan Selin tak akan berpisah dan hidup bahagia mungkin mereka sudah menikah sekarang.
Raja mengepalkan tangannya lalu matanya menatap tajam kearah Queen "Kenapa kamu terlalu mudah mengucapkan itu Queen, apa pengakuan ku sama kamu tak pernah kamu anggap? aku kira kamu sudah mengerti dengan isi hati ku.. aku tak mengungkit masa lalu tentang perempuan sialan itu" Raja meremas rambutnya "Ini tentang kita Queen,aku menyesal karna aku sudah mengatakan hal hal kasar sama kamu waktu itu, dan itu gara gara mereka, tapi sepertinya kamu tak percaya kata kataku bahkan jika seribu kali aku bilang aku cinta kamu,kamu tidak akan percaya bukan?" Queen tercenung.
Raja mengambil pakaiannya asal lalu masuk ke kamar mandi dengan membanting pintu, hingga suara debumannya menyentak Queen hingga berjengit.
Raja benar Queen tak harus mengucap kata cerai,bukankah masih banyak cara membicarakan semuanya,dan Queen menyesal sekarang.
Raja keluar dengan rambut yang kembali basah dia mengguyur kembali kepalanya yang serasa akan meledak karna ucapan Queen.
Raja melewati Queen begitu saja,amarahnya masih menyala ia takut menyakiti Queen lebih baik ia menghindar sekarang,namun tiba tiba Queen memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Kak.. maaf aku minta maaf, aku gak akan bilang itu lagi.." Raja hendak melepas kaitan tangan Queen,namun Queen menggeleng keras dan mengeratkan pelukannya.
"Jangan tinggalin aku.. aku.. aku gak akan bilang itu lagi, aku percaya kakak,aku janji.. aku juga cinta kakak"
Raja menghela nafasnya,beberapa saat lalu berucap "Queen.. aku gak akan tinggalin kamu, sekalipun kamu yang minta aku pergi aku gak akan pergi" Raja berkata dengan lembut.
Raja membalik tubuhnya hingga kini ia bisa melihat tangis Queen, tangan Raja terangkat menghapus air mata Queen "Semarah apapun kamu, seperti apapun pertengkaran kita di masa depan,tolong jangan katakan cerai dengan mudah Queen,aku gak akan pernah mau kehilangan kamu" Queen mengangguk haru lalu kembali memeluk Raja.
"Dan tentang Nathan dan Nala, kedua bocah itu tetap harus dapat hukuman.. kamu tau gara gara mereka kita salah faham meski tak dapat dipungkiri gara gara mereka juga aku menyadari perasaanku dan aku bisa mendapatkan ratuku" Queen mengeratkan pelukannya.
"Baiklah kakak boleh hukum mereka..Tapi jangan berat berat,mereka juga sudah dapat hukuman dari daddy Bagas"
"Oh ya?" Queen mengangguk "Baiklah otakku sekarang sedang memikirkan hukuman apa yang harus mereka dapatkan dan akan membaut mereka menyesal"
"Kakak ku bilang jangan berat berat jadi jangan berfikir menyiksa mereka dengan.."
"Oh.. istriku, my Queen,my Honey,sudah berani manja padaku" Raja mencubit hidung Queen gemas hingga Queen tersipu malu.
"Baiklah aku suka wajah merona ini,jadi bagaimana jika kita hukum mereka dengan membersihkan mansion mereka sendiri tanpa pembantu selama satu bulan?"
Queen melotot tajam"Kakak mansion daddy sangat luas.. mereka bisa mati kelelahan" Raja terkekeh lalu mengecup bibir Queen.
"Aku mencintai kamu Queen,ratuku aku gak akan lelah ucapkan itu agar kamu benar benar yakin padaku" lagi lagi Queen tersipu, dirinya bersyukur cintanya yang sejak dulu ia rasakan ternyata kini mendapat balasan dari Raja, dan Raja tak main main Raja benar benar mencintainya
Melihat pipi merah Queen,yang tersipu juga senyum manis yang membuat Raja gemas hingga fikiran fikirannya tentang dirinya yang menyatu dengan Queen kembali terlintas, Raja sudah tak sabar ingin melakukannya lagi,tentu saja baru sekali merasakannya lalu libur dua bulan karna pertengkaran, dan sekarang masih harus menunggu..lagi.
__ADS_1
"Jadi berapa hari lagi datang bulannya selesai?"