Ex Bastard

Ex Bastard
Siapa suaminya?


__ADS_3

Selin berjalan dengan percaya diri memasuki sebuah restoran untuk menemui Raja, tak disangka Raja menghubunginya dan memintanya untuk datang, entah untuk apa namun Selin harap dirinya bisa kembali pada Raja,hingga dirinya tak perlu khawatir tentang semua hutangnya.


Terdengar dari suara Raja yang lembut menandakan jika Raja belum tau bahwa Selin sudah membuat Queen pergi.


Selin mengembangkan senyumnya saat terlihat ruang VIP yang sudah di pesankan Raja untuk pertemuan mereka.


"Selin.." Selin menghampiri Raja yang terlihat dari matanya begitu sendu.


"Kamu sudah lama menunggu" Selin duduk dengan anggun di depan Raja.


"Belum lama"


"Ada apa?" Selin bertanya saat melihat tatapan sedih Raja. "Kamu terlihat sedih?"


"Aku ingin minta maaf padamu atas apa yang terjadi, ternyata aku mendapat balasan karna sudah meninggalkanmu begitu saja"


"Apa maksudmu?" Selin mengeryit.


"Queen meninggalkan ku, dan ternyata selama ini dia hanya membalas sakit hatinya karna telah mengabaikannya dulu" Raja memperlihatkan surat yang ditinggalkan Queen untuknya.


Selin menutup mulutnya pura pura terkejut,saat melihat surat dari Queen, ternyata dirinya aman karna Queen tak bicara pada Raja tentang pertemuan mereka.


"Astaga dia benar benar keterlaluan"

__ADS_1


Raja mengepalkan tangannya "Ya," Raja mengusap wajahnya.


Selin berpindah duduk disisi Raja dan memberi usapan di bahu Raja.


"Selin ternyata dia tidak tulus dan aku baru menyadari bahwa selama ini hanya kamu yang benar benar tulus"


Selin tersenyum dalam hati, "Raja aku akan selalu ada untuk kamu.." percakapan terhenti saat pelayan datang dan menyiapkan makanan di meja mereka.


"Kamu tau aku selalu mencintai kamu"


"Terimakasih Selin" Raja menggenggam tangan Selin.


"Jadi.. apakah kita kembali bersama?"


Raja mengurai pelukannya setelah beberapa saat "Baiklah sekarang kita makan dulu aku yakin kamu pasti lapar" Raja mengelus rambut Selin.


Selin tersenyum dan mengecup pipi Raja "Baiklah ayo.." Selin mulai makan dengan hati riang,tak disangka dia bisa kembali bersama Raja dengan mudah,tahu begitu mengapa dirinya begitu ketakutan kemarin.


Setelah makanan habis mereka masih berbincang bahkan Selin kini sedang bersandardi bahu Raja,bahkan tangannya memeluk tangan Raja, namun tak seberapa lama Selin berhenti bicara dan matanya mulai menutup sempurna.


Raja menyingkirkan Selin begitu tau Selin sudah tak sadarkan diri hingga Selin terjungkal ke sisi sofa "Kau begitu menikmatinya sepertinya bagus juga jika kau mengepak kan sayap mu di dunia akting" Arman datang dengan seringaiannya


"Sialan kau, kenapa obatnya lama sekali bekerja,aku muak dengan wajah palsunya"

__ADS_1


"Aku tak bisa memberi obat yang terlalu keras bagaimana jika dia benar benar hamil, aku bisa terkena pasal pembunuhan nanti jika terjadi sesuatu pada janinnya" Arman menaruh obat tidur di minuman Selin.


"Terserah sekarang cepat lakukan rencana selanjutnya" Raja bangkit dan berjalan keluar ruangan.


"Hey.. aku dengan niat baik membantu mu, kenapa sekarang aku jadi seperti pesuruhnya, enak saja"


"Jangan lupa ini ide mu"


"Ya tapi tetap saja semua demi kau.." Raja menghentikan langkahnya.


"Ya aku akan berterimakasih nanti" lirih Raja lalu melanjutkan langkahnya.


Raja dan Arman tengah serius menatap layar monitor di depannya mereka tak mengerti karna layar tersebut hanya menampilkan layar hitam dan beberapa garis putih saja"Jadi bagaimana dokter? apa dia benar benar hamil?"


Dokter tersebut mengeryit saat melihat dua pria yang menatap penasaran padanya, dua pria di depannya ini membawa seorang wanita yang tengah pingsan keruangannya,dan menanyakan apa wanita ini sedang hamil?


"Jadi siapa diantara kalian suaminya?"


Arman dan Raja menegang, apa Selin sungguh hamil, mengapa dokter menanyakan siapa suaminya, jika Selin sungguh hamil siapa yang sudah menghamilinya, jika Raja tak pernah menidurinya.


Arman memberi rencana agar mereka memeriksa Selin diam diam dan memastikan Selin tidak hamil dan hanya membohongi Queen saja.


Namun melihat reaksi dokter Arman mulai ragu dengan rencananya jika Selin sungguh hamil bagaimana dia bisa membantu Raja memberi bukti pada Queen dan keluarganya.

__ADS_1


"Aku harus tau dulu siapa suaminya, untuk menjelaskannya, jadi siapa diantara kalian suaminya"


__ADS_2