
Queen terduduk diatas closet ia mengusap pipinya yang basah karna air mata, setelah beberapa lama terdiam Queen memutuskan untuk segera membersihkan diri, tunggu setau Queen saat gadis kehilangan keperawanan nya bukannya akan terasa sakit, setidaknya itu yang Queen tau dari novel novel yang ia baca, Queen meraba intinya tak ada yang aneh dalam dirinya, tak sakit atau perih sedikitpun.
Apakah tidak terjadi sesuatu yang tak dirinya inginkan itu? benar ada yang aneh, dan ia harus cari tau, itu tak mungkin terjadi bukan? seingatnya ia hanya tertidur,lalu Raja,, Raja tak mungkin melakukan itu padanya apalagi mengingat Raja begitu membencinya jangankan untuk menyentuh berbicara saja Raja enggan.
Dan jika pun perkataan Raja selalu pedas tapi Raja tak pernah berbohong, pasti ada seseorang yang menjebak mereka.
"Apa mau kamu sebenarnya?" Raja mencegat Queen saat akan keluar dari kamar.
"Huh?"
"Kamu sengaja menjebakku bukan, lihat lah setelah ini kamu akan minta dinikahi,tapi jangan harap karna aku akan buktikan aku tidak bersalah"
"Kak, aku sungguh tidak melakukan itu aku juga terjebak disini"
"Cih.. aku baru tau selain kekanakan ternyata kamu juga murahan,berpura pura terjebak huh? rela melakukan apapun demi mencapai tujuanmu..segila itu kamu menyukaiku"
__ADS_1
"Kakak, salah paham aku sama sekali tak melakukan itu.."
"Baiklah, buktikan jika kamu tidak menjebakku, katakan pada orang tua kita tak ada kelanjutan tentang ini, anggap saja ini semua tidak pernah terjadi"
Kini Raja dan Queen duduk bersisian dengan semua pandangan mengarah pada mereka, para orang tua menatap dengan pandangan marah dan kecewa.
"Kalian akan menikah!" Azka memberi putusan, Raja mendongak.
"Ayah..kami sepakat tidak menikah" pungkasnya.
"Ayah, aku gak salah aku sama sekali gak sadar,, bagaimana mungkin aku menikah dengan dia"
"Dengar Raja,sadar atau tidak kalian sudah melakukan kesalahan, entah itu jebakan atau bukan, tetap saja Queen paling dirugikan disini..dan kamu harus bertanggung jawab!"
"Ayah, apa nya yang dirugikan, aku bahkan tak merasa melakukan apapun, dan jika pun itu terjadi dia sama sekali tak dirugikan, tak ada bercak darah yang menandakan dia kehilangan keperawanan, atau mungkin dia sudah tak perawan.." Raja menyeringai menatap Queen dengan tatapan mengejeknya.
__ADS_1
Queen bergetar mendengar perkataan Raja, dari sekian banyak kata kata pedas Raja kali ini ia benar benar menyakitkan, mengepalkan tangannya menahan amarah dan kekecewaan yang begitu dalam terhadap Raja, bagaimana mungkin selama ini ia begitu mengagumi sosok Raja, yang bahkan Raja tak lebih baik dari penglihatannya.
"Bukankah tidak dirugikan disaat dia juga tak perawan, itu berarti dia juga pernah melakukannya dengan lelaki lain,bahkan mungkin lebih dari satu kali, siapa yang tau?"
Degh..
Queen memejam.
"Cukup..!!" Edward berdiri dan melayangkan tatapan menusuk pada Raja rahangnya mengeras "Kamu sudah keterlaluan menghina putriku, maaf Azka aku tak sudi menyerahkan putriku pada pria brengsek seperti dia, aku bahkan tau apa saja yang dilakukan putriku diluar sana siapa dia berani meragukan kesucian putriku" Raja mendengus "Jika pun sesuatu terjadi dengan putriku, dengan seluruh hidupku aku akan melindunginya dan aku tak butuh tanggung jawab siapa pun" Anina menangis di pelukan Kanaya, mengapa Queen mengalami hal yang sama seperti dirinya dulu.
"Queen, ayo pulang!" Queen bergeming,lalu mendongak.
"Aku menuntut pertanggung jawaban, jika tidak, aku akan melaporkan kak Raja atas tindakan pelecehan"
Hening..
__ADS_1