
Adult lagi..!!!
Edward meletakkan Anina perlahan diatas ranjang yang dikelilingi tirai tipis angin yang menerpa dari luar menerbangkan tirai menjadi lambaian lambaian indah menambah suasana romantis mereka, Edward sedang mengungkung Anina dan menatap wajah Anina yang memerah.
Ayolah Anina malu, dirinya sudah telan jang bulat dibawah Edward dan menantikan apa yang akan Edward lakukan selanjutnya.
"Kamu lelah..?" Ingin Anina mengatakan iya, namun Anina tak ingin merasai kenikmatan nya sendiri sedangkan Edward belum menyelesaikan has ratnya.
Anina menggeleng lalu mengalungkan tangannya kebelakan kepala Edward lalu mengelus rambut di belakang kepala Edward sesekali meremasnya.
"Hmmm kamu tau cara menggodaku" Anina tak tau itu bisa menggoda Edward ia hanya melakukannya secara spontan.
"Kamu cantik sekali sayang.." Edward mengecup bibir Anina sesaat,lalu menatap kembali manik Anina.
"Ed,,, "
"Hmm.."
"Kenapa belum melakukannya..?"
__ADS_1
Edward terkekeh "Kamu sudah tidak sabar rupanya?" Anina makin merona..
"Aku tidak.." Edward mengecup kembali bibir manis Anina beberapa kali sebelum melu matnya dan kembali menjelajahi rongga mulut Anina.
Edward melakukannya perlahan, ia tak ingin terburu buru dan membuat Anina kaget, bibirnya tak henti memberikan kecupan dan hisapan di leher hingga mulai tenggelam kembali di kedua squisi Anina, dan membuat Anina kembali mendesah, bahkan melengkungkan tubuhnya saat rasa geli bercampur nik mat kembali menghantamnya.
"Ouhh..."
"Kamu suka?" tanpa sadar Anina mengangguk dan Edward kembali melakukan tugasnya memberi rang sangan pada Anina sebelum ia memulai intinya.
Edward merasa tak tahan lagi saat mendengan desa han Anina semakin keras saat Edward memasukan jarinya kedalam sandwich Anina.
Edward berhenti namun seketika Anina merasa kosong, Anina melihat Edward berdiri lalu melepas celana renang yang sejak tadi masih menempel, dan menampakan timun besar nan panjang berdiri tegak dan siap di lahap sandwichnya, tunggu apa itu akan muat?
Tapi bukankah dulu itu juga pernah masuk, itu berarti ini tidak akan sakit seperti kata Kanaya yang melakukannya pertama kali.
Anina menegang "Rileks sayang agar kamu bisa menikmatinya" Anina mengangguk dan Edward memberikan luma tah pada bibir Anina sesaat sebelum ia mengarahkan timun nya kedalam sandwich Anina.
"Aku akan mulai.." Edward mulai melesakkan perlahan, hingga terdengar Anina meringis "Apa sakit?" bagaimana bisa bukankah ini bukan pertama kalinya, dan juga Anina pernah melahirkan, tapi kenapa exfresi Anina seperti menahan sakit saat timun nya terus melesak hingga tertanam sepenuhnya.. dan ouh ini terasa sempit.. "Maaf apa aku menyakiti kamu"
__ADS_1
Anina menggeleng sambil tersenyum "Hanya sedikit tidak nyaman" Anina merasakan dibawah sana terasa sesak.
"Kamu akan terbiasa..mhhmm" Edward menggeram saat merasakan remasan pada timunnya di dalam sana. "Aku akan bergerak ouh.. sayang ini sungguh..." Edward mulai memaju mundurkan tubuhnya, memacu dengan perlahan di awal..
"Ouh.. sayang.. " Edward mengerang kala merasakan gesekan timunnya diantara belahan sandwich Anina, miliknya serasa di remas dan dihisap.
Sedang Anina terus mendongak membiarkan Edward yang sesekali memberikan hisapan di lehernya..
Deru nafas yang bersahutan dengan suara desa han dari keduanya seolah menjadi irama merdu.. Edward terus bergerak semakin liar saat dirasa dirinya akan mencapai puncaknya, hingga beberapa saat kemudian ia mengerang lalu mendorong keras hingga seluruh timunnya tertanam di belahan sandwich Anina, beriringang dengan Anina yang juga merasakan sekujur tubuhnya bergetar kembali.. hingga dua semburan mayonise bersatu di dalam tubuh Anina
"Kamu lelah..?" Anina mengangguk.. ia tak bohong kali ini ia benar benar lelah "Maafkan aku, akh.. tapi bisakah tahan.. satu kali lagi.." pintanya lalu membalik tubuh Anina dan kembali menenggelamkan dirinya...
"Akkhh Ed.."
.
.
.
__ADS_1
Sudah ya, puas ya..!! jangan lupa sawerannya ditambah like.. komen... sama vote..