
"Kakak kenapa sih? dari tadi marah marah terus, kayak cowok yang lagi cemburu sama pacarnya, tau gak" Queen mengambil kantung makanan yang di pesan Raja dari asistennya lalu duduk di sofa.
"Ya.. aku cemburu! sejak tadi kamu terus saja melihat pria lain.. tadi Arman, sekarang Jono,tidak bisa ya lihat aku saja!" Queen tersedak minuman yang sedang diminumnya hanya karna kata kata Raja, cemburu..? namun tak lama kemudian Queen mengeleng sambil tersenyum pedih kala mengingat Raja sedang berperan sebagai suami yang sedang cemburu sekarang,seperti biasanya.
Queen memakan makanan nya dengan lahap dan tak menghiraukan Raja yang merengut kearah Queen karna merasa di abaikan.
Queen memutuskan pulang untuk mengambil keperluan Raja karna kondisi Raja belum memungkinkan untuk pulang, namun saat Queen memasuki lobi Queen di cegat seseorang, Queen mengeryit melihat siapa perempuan di depannya.. Selin..?
"Bisa kita bicara.."pintanya.
Queen masih tak bicara dan menunggu perempuan di depannya untuk bicara bukankah Selin yang mengajaknya bicara biarkan saja Selin yang bicara.
"Mmm begini,kamu pasti tau aku siapa,mengingat kemarin aku datang ke apartemen Raja" Queen mengangkat alisnya "Aku Selin, kekasihnya Raja, aku tau tentang pernikahan kamu dan Raja, awalnya aku sempat kecewa waktu Raja bilang dia sudah menikah, Raja berjanji untuk menikahi ku dalam waktu dekat tapi tiba tiba Raja bilang dia sudah menikah dengan kamu karna terpaksa ,tentu saja aku kecewa tapi Raja menjelaskan bahwa kalian membuat kesepakatan pernikahan kalian hanya tiga bulan.." Queen masih diam dan mendengarkan ucapan Selin.
"Tapi Queen aku merasa waktu itu terlalu lama,bukankah sudah jelas cepat atau lambat kalian akan berpisah.. aku.. hanya ingin semua cepat berlalu dan kami bisa memulai hidup baru.. bisakah kamu mengakhiri semuanya"
"Kak Raja meminta kamu untuk bicara padaku?" tanya Queen.
Selin terlihat gugup "Tidak.. hanya saja aku .."
"Aku mengerti.. kamu menunggu tiga bulan sudah terasa lama,apa kabar aku.. yang.." menunggu lebih dari sepuluh tahun.. lanjut Queen dalam hati, ya Queen sudah mulai menyukai Raja sejak usianya 8 tahun.
"Ah.. lupakan, itu bukan masalah.. silahkan lanjutkan"
"Raja tidak meminta ku hanya saja aku kira bukankah kita hanya saling menyakiti, karna sesuatu yang di paksakan tak pernah berjalan baik"
'Ya' aku Queen dalam hati.
__ADS_1
"Lepaskan Raja Queen, biarkan kami bahagia"
.
.
"Queen?" Queen tersadar dari lamunan nya ketika Raja mendengar suara Raja. "Kamu melamun, Ada apa?" Keadaan Raja sudah membaik setelah dua hari di rawat Raja di perbolehkan pulang.
"Kakak, ayo kita akhiri semuanya.." Queen mendongak melihat kearah Raja yang terlihat menggeryit.
"Apa?"
"Pernikahan ini, kita akhiri saja"
Raja tertegun masih belum bisa mencerna apa yang Queen katakan.
"Aku melepaskan kakak sekarang, kakak bebas.. aku tidak akan menganggu kakak lagi mulai sekarang"
Raja menyusul Queen menuju kamarnya, Queen sedang merapikan pakaiannya dan memasukan nya kedalam koper,Raja tau apa yang di maksud Queen tapi bukankah masih satu bulan lagi, banyak rencana yang akan Raja lakukan dalam satu bulan kedepan, lalu Queen seenaknya meminta mengakhiri semuanya.
"Berhenti Queen!"
Queen tak hiraukan dan terus memasukan pakaiannya, "Aku bilang berhenti!" Raja melempar koper Queen hingga terjatuh ke lantai dengan pakaian Queen yang berantakan.
Queen tersentak saat Raja begitu marah "Apa yang kakak lakukan?"
"Aku bilang berhenti, sudah kubilang dari kemarin jangan pergi kemana pun, jangan tinggalkan aku" Raja mengerang frustasi.
__ADS_1
"Semua yang kita lakukan sia sia, tidak lebih tepatnya semua yang aku lakukan sia sia, aku.." lidah Queen tercekat tak bisa mengatakan bahwa ia begitu tersiksa dengan peranan yang dia mainkan sendiri,ia seperti orang serakah yang menginginkan lebih, berharap semua yang mereka lakukan itu nyata,namun semuanya tetap semu dan palsu "Kita harus berhenti, lagi pula sekarang atau pun satu bulan lagi semua akan tetap sama kita akan berpisah, maafkan aku yang sudah membuat kakak tersakiti dengan semua kelakuanku dan paksaan ku.." Queen merapikan kembali kopernya, sedangkan Raja mengepalkan tangannya.
"Apa yang kamu inginkan sebenarnya?, kamu meminta menikah lalu meminta membuat kesepakatan untuk menjadi suami istri, lalu pergi saat aku mulai terbiasa" Raja menatap Queen tajam, sedangkan Queen tertegun di tempatnya.
.
.
.
"Kamu boleh pergi tapi setelah kamu menjalani kewajiban mu sebagai seorang istri"
.
.
Hayo Raja mau ngapain?
ðŸ¤
Omo omo Raja sudah mulai terbiasa kah?
percaya gak sih?🤔
Ayo... ayo..
like
__ADS_1
komen
vote