Ex Bastard

Ex Bastard
Suasana hati


__ADS_3

"Kenapa tiba tiba nelpon ngajak ketemuan?" Anina menatap serius Kanaya, yang penampilannya aneh, Kanaya memakai sweter turtleneck padahal hari lagi panas banget, meski masih jam 9 pagi.


"Aku kabur dari hotel.." Anina tersedak minumannya, mereka sedang berada di restoran, setelah Edward pergi bekerja tiba tiba Kanaya menghubungi nya dan meminta bertemu.


"Loh kok.." Anina mengeryit heran baru semalam jadi pengantin Kanaya sudah kabur.. "Kabur maksudnya apa sih..?"


"Aku cape tau masa aku di gempur semalaman, terus tadi pagi minta lagi.. mana gak cukup satu ronde lagi" Anina membelalakan matanya lalu menutup telinga Queen yang asik memakan eskrimnya.


"Jangan sembarangan ngomong depan Queen"


"Sorry.." Kanaya meringis. "Kamu tau gak, aku beli dulu sweter ini sebelum kesini, lihat.." Kanaya menurunkan sedikit kerahnya.


Anina tidak polos ia tau maksud Kanaya tapi masa iya Bagas sampai setega itu.. Ah.. gairah pengantin baru, bercak merah yang banyak di leher Kanaya membuktikan seberapa ganasnya Bagas.


"Tau gak sampai ngangkang jalan ku saking ngilu nya" bisik Kanaya, agar tak terdengar Queen.


Anina tak dapat lagi menahan tawanya, ia sampai memegang perutnya "Ish.. ngetawain, kejadian sama kamu baru tau, semua laki laki sama, apa lagi si Edward, dia kan duda nafsunya lebih gede" Anina langsung diam bibirnya mengatup rapat.


Kanaya meringis sepertinya ia salah bicara.


Anina tersenyum "Itu gak akan terjadi.." sekuat tenaga ia akan membentengi dirinya, pernikahan mereka lain dari pada yang lain, Anina akan membuat kesepakatan berbekal tentang pernikahan dalam novel yang dilengkapi perjanjian,bila perlu Anina akan membuat perjanjian agar tak ada sentuhan fisik.


"An,maaf aku.. " Kanaya merasa bersalah terlebih ia tau Anina terpaksa menikah dengan Edward hanya untuk Queen, juga Kanaya tak tau perasaan Edward pada Anina.

__ADS_1


"Udah ah, biasa aja kali.. yuk lanjut jangan rusak suasana hati, aku baru aja ketawa"


"Tapi Bagas pasti lagi khawatir nyariin kamu sekarang.."


"Ck.. aku yakin dalam hitungan menit dia bakal tau dimana aku sekarang, tapi kayak nya gak sekarang"


"Loh kenapa?"


"Aku kunci dia di kamar mandi hotel" Kanaya berkata sambil mengedikkan bahunya.


"Astaga Ay, durhaka loh sama suami"


"Iya sih, tapi mana tahan An, masa Vag....i ku udah bengkak dia masih ngajak mandi bareng, dan aku yakin kalau nurutin dia didalam sana kita gak cuma mandi" dasar Kanaya si ceplas ceplos.. Anina sampai kehilangan kata kata untuk membalas ucapan Kanaya, ia hanya bisa menepuk dahinya, sambil tertawa.


"Syuka Mom" Kanaya mengusak rambut Queen.


"Queen boleh pesen lagi, nanti Mom yang bayar" Queen berseru senang.


Anina menggeleng "No, itu udah cukup, makan eskrim terus Queen bisa sakit perut" dan Queen tertunduk sedih.


"Uluh kasian anak Mom, biarin kita jangan bilang bilang mama oke, pokoknya Queen boleh pesen sepuasnya"


"Aya..!" namun Kanaya tak hiraukan dan malah menyatukan tangannya dengan tangan Queen,sambil berkata 'high five' Anina hanya bisa menggeleng sambil tersenyum, baiklah ia akan biarkan Queen hanya hari ini saja dengan eskrimnya.

__ADS_1


Anina merasakan perasaan nya menjadi lebih lega karna bertemu Kanaya, sekelumit fikiran negatif nya sedikit menyingkir, sambil sesekali tertawa mereka memakan berbagai makanan yang Kanaya pesan.


"Untuk tambah energi, siapa tau nanti di Turki di gempur lagi" Anina memberikan banyak makanan di piring Kanaya.


Kanaya mencebik "Gak bulan madu aja aku udah abis, apa lagi pergi bulan madu" Anina tau Kanaya dan Bagas akan berbulan madu di Turki. "Gak usah bulan madu lah, jauh jauh ke Turki kalau cuma dikamar aja percuma, ya kan..? pasti di otaknya cuma ada itu"


Anina tertawa lagi dan lagi, namun dalam sekejap tawanya hilang saat melihat Edward dan Liza keluar dari ruang VIP restoran, dengan Liza yang mengampit lengan Edward.


.


.


.


Wah.. wah.. wah.. si Edward emang ya perlu di timpug ma ulekan๐Ÿ˜ก


Like..


komen..


vote..


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนโ˜•โ˜•โ˜•โ˜•

__ADS_1


__ADS_2