Ex Bastard

Ex Bastard
Yang ada manis manisnya


__ADS_3

"Aku akan menikahi Anina" Bagas yang sedang memangku Queen, memandang Edward serius "Secepatnya.." Roni memilih undur diri saat mendengar pembicaraan serius dimulai.


Bagas menghela nafasnya lalu berkata "Selama itu tak menyakiti Anina dan Queen,,kenapa tidak"


"Aku tidak akan melakukan itu,aku akan menjadi ayah dan suami yang baik untuk Queen,dan Anina"


"Sudah seharus nya, meski sedikit terlambat"


"Ya" Edward menunduk memandang tautan jarinya.


"Kamu mencintai Anina?" Edward menatap Bagas.


"Jika aku berkata iya kau percaya"


"Tidak"


Edward mendengus, itu sudah ia perkirakan. "Aku baru menyadarinya sekarang.. cinta bisa tumbuh dengan cepat, bahkan hanya dengan sekedip mata,aku hanya merasa tak asing dengan perasaan ini,dan aku ingat saat itu, mungkin malam itu aku sudah jatuh cinta padanya" Edward merasa debaran yang sama saat ia menjamah Anina dimalam itu,malam yang tak seharusnya terjadi.


Bagas melihat kesungguhan dari Edward, dia terlihat tulus.


"Baiklah, bahagiakan mereka jika sekali saja kau menyakitinya aku akan suruh Anina dan Queen pergi darimu selamanya. dan aku pastikan kau tidak akan bisa menemukan mereka"


.


.


Bagas sudah duduk dikursi di depan penghulu,Adam juga sudah berada di depannya, Bagas menoleh ke Kanan nya ada Ayah nya yang menepuk bahunya,dulu saat pernikahan pertama anaknya tuan Wijaya tak datang karna tak di beritahu dan sekarang ia menyaksikan Anaknya berbalut jas pengantin dan duduk dengan gugup.


Kanaya diampit Alyla dan Yasmin dengan Anina dibelakangnya, setelah mendudukan Kanaya di sisi Bagas, Alyla duduk di kursi di sebelah Adam,sementara Anina duduk di sisi Edward dan Queen, Edward tak mengalihkan pandangannya dari Anina yang tersenyum saat Bagas mengucapkan kalimat sakral dengan tegas "Bagaimana jika kita menikah besok saja"bisik Edward.


Anina mendelik kearah Edward, lalu kembali melihat kedepan dan Bagas yang menyematkan cincin dijari manis Kanaya "Kamu sepertinya sudah gak sabar terlihat dari tatapan kamu melihat mereka" Edward menggerlingkan matanya.


"Diamlah.." Edward terkekeh,lalu menggenggam tangan Anina "Kita akan mengadakannya dengan lebih mewah dari ini"Anina menoleh kearah tangannya yang di genggam Edward lalu melihat raut Edward yang tersenyum, kenapa pipinya terasa panas, Anina segera mengalihkan wajahnya takut Edward melihat kegugupan nya.


Prosesi akad berjalan lancar, Bagas dan Kanaya kini resmi menjadi suami istri.


.

__ADS_1


..


"Selamat.." Fardhan menghampiri sang kakak, yang masih berdiri canggung bersama Bagas.


"Terimakasih"Sambut Bagas.


"Pastikan kamu membahagiakan kakak ku" Fardhan bicara sarat ancaman, awas saja jika Bagas menyakiti Kakak nya lagi, yah.. meski mereka sering tak akur tapi Fardhan menyayangi Kanaya.


"Ngomong yang sopan, sekarang Bagas kakak kamu,panggil kakak" Kanaya memukul bahu Fardhan.


"Iya,, maaf kakak" Bagas tersenyum lalu mengangguk.


"Ish.. gak nyadar apa dirinya sama suami manggil nama"Fardhan pergi sambil menggerutu,dasar kakak barbar gak ada lembut lembutnya, Bagas mengulum senyumnya, dan Kanaya menggeryit.


"Apa?"


"Fardhan bener, masa udah nikah masih panggil nama,aku aja udah panggil sayang" bisik Bagas.


Kanaya menelan ludahnya "Te..rus maunya panggil apa?"


senyum, "Apa pun aku akan suka panggilan kamu,."


Kanaya terlihat berfikir "Mmmh.. jangan cari yang ribet ya! 'Mas' aja biar kayak orang orang" Kanaya berkata dengan menggedikkan bahu.


"Ck.. gak ada manis manisnya banget sih" Bagas menggerutu.


"Yang ada manis manis nya cuma Le M*****l sayang.." Kanaya terkekeh.


"Kamu ngomong apa barusan?"


"Apa?"


"Barusan kamu ngomong apa?"


"Yang ada manis manisnya.."


"Bukan yang itu"

__ADS_1


"Le m****l"


"Naya!!"


"Iya deh iya, sayangku.." Bagas melambung tinggi, "Manis kan?"


"Tentu saja manis sekali.." Bagas mencuri ciuman di pipi Kanaya.


Kanaya mendelik "Apaan sih, banyak orang tau" Kanaya melihat sekelilingnya semua keluarga sedang menikmati jamuan makan yang tersedia.


"Lebih dari itu juga boleh kok kan udah halal, aku udah gak sabar pengen itu.."


Kanaya mengerut "Apa?"


"Itu.. masa gak ngerti sih sayang.. aku udah nahan dari kemaren waktu kamu mancing.." tangan Bagas dibelakang mengelus punggung Kanaya dari bawah keatas dengan gerakan lamban.


Kanaya membeku, dan meremang, mereka masih duduk di kursi pelaminan, yang benar saja Bagas bagai mana kalau ada yang melihat "Ma..mas, turunin gak tangannya!"


"Oke" namun Bagas malah menarik tangannya turun perlahan hingga gesekan antara kain kebaya yang Kanaya pakai menggelitik kulitnya,dengan sengaja Bagas bahkan meremas pinggang Kanaya.


Kanaya memejam dengan wajah merah.


"Bagas..ah.."


*******


Hayo.. abis hallal bisa dong ya....😁


skip..


skip..


skip..


woy!! bulan Romadhon ini..😅


SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MENJALANKANNYA, SEMANGAT LEBARAN MASIH LAMA 💪

__ADS_1


__ADS_2